Perjalanan Cinta Sang Dokter

Perjalanan Cinta Sang Dokter
06


__ADS_3

Karna raungan Naila yg keras membuat Kenzo menghentikan kelakuan nya meski rasa penasaran nya yg menggebu ingin merasa kan tubuh Naila tapi Kenzo menghentikan nya segera mengusir Naila dari kasur nya , sedangkan Naila dia emang takut dengan Kenzo karna ingin melakukan itu dia akan waspada pada Kenzo bahkan menatap wajah Kenzo saja Naila terasa takut atas apa yg Kenzo lakukan semalam.Naila menatap Dita memelas menceritakan hal apa yg menimpa nya Dita memeluk Naila menguatkan sahabat nya itu


"Tapi dia ngak sampai menanam benih nya kan"ujar Dita takut karna dia sedikit mendengar rumor Kenzo yg kejam tidak ada perasaan jika Naila hamil makin runyam masalah nya


"Ngak aku berteriak dia menghentikan nya aku benar takut rasa sakit nya itu"ujar Naila menunduk mengigat kejadian semalam


"Bagus itu Nai dia pria kejam jika kamu hamil anak nya kamu semakin terjebak oleh pria kejam seperti tuan Kenzo itu"ujar Dita lega


"Emang dia kejam banget ya"tanya Naila dengan polos nya ya emang Naila belum melihat kekejaman Kenzo


"Iya dari yg aku dengar ya dia itu tidak ada perasaan pokoknya kejam deh "ujar Dita menjelaskan Naila semakin waspada jika nanti Kenzo membunuh nya bagaimana


"Dit emang ada apa sih dari aku masuk tadi kayak ramai deh orang bergosip tentang keluarga Arthur"tanya Naila karna tadi dia mendengar hal yg tidak jelas


"Kamu ngak tau berita mengenai keluarga Arthur"ucap Dita pelan takut ketahuan


"Aku ngak tau Dit kan sibuk ngurusin tuan Mahendra"ucap Naila cepat


"Dari yang aku dengar ya Clara itu anak nya nyonya Arthur yg menghilang"ucap Dita ,Naila melotot


"Kamu yakin"ujar Naila tidak percaya


"Iya bahkan udah tes DNA dan hasil nya ccook tapi aku ngak percaya deh lihat wajah Clara ngak ada mirip nya gitu"ucap Dita pelan


"Ya siapa tau mirip tuan Arthur Dit"ujar Naila tersenyum


"Ya juga sih tapi sudah lah dia semakin songong saja"ujar Dita


"Kerja yuk"ucap Dita lagi berdiri lalu mereka berjalan Naila jadi terdiam dengan perkataan Dita tadi tapi sudah lah Naila tidak ingin pusing mending dia pokus kerja


###


Kenzo memijit Pakal hidung menghadapi masalahnya tadi di kantor dia di suruh mama nya pulang saat pulang malah Kenzo harus di ribut kan dia harus segera melakukan pernikahan dengan Clara yg sudah di temukan karna anak Arthur dulu pernah hilang yg bernama Cantika dan mereka sudah di jodohkan sejak di dalam kandungan yg saat tau anak Arthur wanita dan akan di jodohkan dengan Kenzo


"Ma aku pusing jadi nya"ujar Kenzo tidak ingin ribut


"Benar mama ini gimana Kenzo itu sudah menikah"ujar tuan Mahendra jadi kesal dengan istri nya yg ngotot nikah kan anak nya lagi


"Jadi benar berita yg ada"ujar Nandira Arthur


"Iya benar tan "ucap Kenzo


"Aku juga menikahi nya karna aku cinta sama dia aku ngak mau di jodohkan"ucap Kenzo serius Arvin yg ada di sana menatap sinis Kenzo bisa bisanya dia mengatakan mencintai Naila


"Lagian kenapa ngak dari dulu Clara mengatakan anak dari Arthur yg hilang jadi ribet kan jika kayak gini"ujar Kenzo lagi meski sedikit kesal dengan ucapan Kenzo yg mengatakan mencintai Naila tadi tapi Arvin setuju dengan Kenzo yg jadi seribet ini masalah mereka


"Iya nun ngak usah lah lanjut kan pernikahan ini karna jadi ribet karna Kenzo udah nikah apa kata orang nanti"ucap Arvin


"Ngak bisa Arvin dari kecil bahkan dalam kandungan bunda mu Cantika yg tidak lain Clara sudah di jodohkan dengan Kenzo kamu tidak bisa menyangkal nya"ujar mama nya


"Ngomong dong yah"kesal nya


"Memang benar aku dan tuan Arthur merencanakan perjodohan itu bahkan ingin sekali melihat anak kami menikah tapi kita ngak bisa memaksa jika Kenzo sudah menikah"ucap tuan Mahendra


"Emm maaf semua sebenarnya tidak masalah istri Kenzo kan belum banyak yg tau jika nanti aku menikah dengan Kenzo berarti hanya aku yg di anggap istri nya Kenzo lagian nanti aku ngak nuntut yg penting semua bahagia"ujar Clara


"Nah aku setuju itu"nyonya Mahendra


"Apa Kenzo mau punya 2 istri"ucap Arvin ini tidak mungkin Arvin biarkan jika Kenzo menikah dengan Clara meski adik nya sendiri tapi Arvin tidak bisa mengorbankan Naila


"Ya harus mau dong"ujar mama Kenzo

__ADS_1


"Terserah lah sudah banyak waktu yg ku buang aku masih banyak pekerjaan"ujar Kenzo sampai dia mendapat lototan dari ayah nya


"Jadi kamu mau nikah sama Clara "kesal tuan Mahendra


"Iya jangan mempersulit yah aku sudah pusing dengan pekerjaan nanti tapi jika aku nikah sama Clara itu hanya sebatas status karna aku akan tinggal bersama istri pertama ku"ujar Kenzo alasannya adalah karna Kenzo belum percaya sama Clara dan tidak ingin di atur jika dengan Naila sudah pasti Kenzo akan selalu bisa mengatur Naila bukan sebaliknya


"Tidak apa"ucap mama nya dia sudah punya rencana lain


"Bunda juga Arvin"ujar nyonya Arthur


"Ya bun tapi mereka butuh kedekatan dulu"ujar Arvin pelan


"Tidak apa nanti bisa di atur"ucap mama nya


"Yuk sayang kita sekalian jalan"ucap nya lagi lalu mengandeng tangan Clara dan mereka pergi


"Arvin apa kalian yakin Clara itu Cantika yg hilang"ujar tuan Mahendra serius


"Iya om gitu deh bunda bilang jika Clara itu Cantika karna Clara menemuinya menunjukkan foto Cantikan saat kecil lalu aku tes DNA dan hasil nya cocok"jelas Arvin


"Tapi om kurang yakin jika dia Cantika"ucap tuan Mahendra pelan


"Ya meski aku juga begitu om tapi mau gimana itu kebenaran nya"ucap Arvin tidak berdaya


"Dan aku ngak mau korbanin Naila hanya perjodohan ini"ucap Arvin lagi


"Kenapa sih kamu suka sama istri ku"ujar Kenzo curiga


"Kenapa ,cemburu"ujar Arvin sinis


"Lagian kamu apaan bilang sama mereka jika kamu mencintai Naila udah jelas kalian nikah karna hutang"ucap Arvin lagi Kenzo terdiam dia teringat kejadian semalam tidak jadi karna teriakan Naila jika tidak sudah pasti Kenzo sudah miliki Naila


"Sial aku jadi ngak bisa menikmati tubuhnya"ucap Kenzo tanpa sadar


"Kenapa ya aku mau nikmati tubuh istri ku apa salah dari pada aku main sama wanita lain yg akan membuat ku rugi mending sama dia"ujar Kenzo santai


"Jika kamu berani menyakiti nya aku benar akan memberi mu pelajaran"geram Arvin mencengkram baju Kenzo


"Kenapa kamu tidak suka "kesal Kenzo mendorong Arvin lalu pergi


"Kenzo"teriak Arvin mengikuti Kenzo


"Aduh mereka berdua benar-benar dulu Dela di perebutkan sekarang Naila kenapa mereka tidak pernah akur padahal orang tua mereka bersahabat baik"ucap tuan Mahendra mengeleng pelan


"Naila"panggil Arvin mendekati Naila yg baru keluar dari ruang pasean nya


"Kak Arvin"ucap Naila tersenyum


"Kamu baik kan pasti sakit ya Kenzo melakukan hal semalam"ujar Arvin cemas seketika di tanya cowok membuat mengenai hal semalam Naila malu wajah nya merah


"Kak itu hal private kok kak Arvin tanya sih"ujar Naila mengaruk telinganya karna malu itu memang kebiasaan Naila


"Ohh maaf kan aku tapi kamu baik baik saja kan"ujar Arvin menatap Naila


"Iya aku baik kita makan yuk kak lapar"ujar Naila lalu memeluk lengan Arvin mereka berjalan mereka memang sangat dekat seperti kekasih


"Pesan apa Nai apa kita makan di luar aja"ujar Arvin duduk mereka duduk di kantin


"Ngak papa kak di sini aja"ujar Naila tersenyum lalu ada Dita yg mendekat karna tadi Naila mengajaknya


"Udah cuci tangan kan"ujar Arvin tersenyum di angguki keduanya makanan datang mereka segera makan

__ADS_1


"Kak gimana Clara"ujar Naila di sela makan nya


"Ya gitu dia memang adik ku"ucap Arvin tidak semangat Naila hanya menatap Arvin dia gelisah akan hal itu terlihat dari wajah nya Dita jadi curiga sama Naila memang kenapa Naila sangat gelisah saat tau Clara adalah anak dari Arthur


####


Kenzo duduk di bibir kasur nya melihat Naila belum tertidur karna Naila membaca berkas karna setelah makan siang tadi Naila memeriksa mayat seorang gadis yg meninggal yg sangat tragis seperti di bunuh jadi Naila mendapat kan tugas pertama nya memeriksa mayat itu


"Jelek"ucap Kenzo santai Naila hanya menoleh


"Kemari"ujar Kenzo serius Naila mulai waspada


"Tuan jika ingin bicara aku di sini aja"ujar Naila tersenyum


"Kamu takut "ujar Kenzo serius


"Ya tentu tuan kemarin tuan ingin membunuh ku"ujar Naiaka cepat dia menyengir


"Aku di sini saja tuan jika nanti tuan malah berbuat hal berbahaya bagaimana"ucap Naila lagi


"Ya udah"ujar Kenzo


"Gini saya dan Clara di jodohkan dan kamu halangin deh nanti sebisanya seolah nanti kamu tidak terima Clara mendekati saya kamu mengerti"ucap Kenzo


"Iya tuan aku mengerti nanti aku akan menghalangi nya"ujar Naila patuh


"Bagus"ucap Kenzo lalu berbaring untuk istirahat karna dia sangat capek sedangkan Naila masih membaca berkasnya


####


Kenzo menata Clara yg belum makan siang sudah mengajak nya jalan alasannya untuk meraka saling mengenal dengan rasa kesal Kenzo mengikuti karna tadi mama nya juga mengingat kan membuat Kenzo benar kesal meski begitu Kenzo tetap mengajak Clara jalan tapi Kenzo sudah mengirim pesan pada Naila untuk datang ke tempat yg akan mereka kunjungi


"Aku tau kok kamu ngak suka tapi Ken"ucap Clara terpotong


"Dengar ya saya tidak terlalu suka jika ada yg memanggil saya terlalu akrab apa lagi wanita dan kamu baru beberapa hari kenal sama saya jangan kamu pikir saya mengizinkan mu dekat sama saya itu hal yg saya suka tidak sama sekali"ujar Kenzo memperingatkan lalu mereka turun dari mobil ke tempat pusat perbelanjaan yg terkenal mereka berbelanja Kenzo sangat kesal Naila tidak juga datang


"Wah itu tuan Kenzo jalan sama siapa "ucap pengunjung


"Ohh saya calon istri nya"ujar Clara tersenyum ramah Kenzo benar kesal dia segera menjauh menelpon Naila tapi tidak ada jawaban sama sekali sampai kelima kali Kenzo menelpon


"Sialan si jelek ngak angkat telpon ku hanya dia yg mengabaikan panggilan ku"ucap Kenzo benar kesal


"Ken ayo ke sini"ujar Clara memeluk lengan Kenzo


"Tuan Kenzo benar dia calon istri anda"tanya nya ramah Kenzo menatap datar


"Kalian jangan mengurusi masalah orang urus saja masalah kalian"ucap Kenzo geram


"Kenapa begitu"ujar Clara lembut


"Diam kamu "bentak Kenzo


"Lakukan saja apa yg ingin kamu lakukan"kesal Kenzo, Clara segera melaju langkah nya


Sedangkan Naila dia lagi datang ketempat TKP untuk meneliti soal kejadian dan juga Naila membuat ponsel nya mode senyap jadi tidak tau Kenzo menelpon nya, Setelah beberapa jam Naila selesai dia mendatangi polisi yg juga menemani Naila di sana


"Pak setelah saya teliti pelaku nya seorang pria sebelum korban meninggal juga dia di pukul dan mengalami pelecehan saya sudah periksa semua nya nanti saya akan serahkan stempel sidik jari yg menempel di badan korban dan seperti nya ada beberapa barang di sini yg sidik jari nya tertinggal"jelas Naila


"Oke nanti kami segera mengambil semua laporan yg dokter ambil"ucap nya


"Kami permisi"ucap nya lagi lalu pergi Naila menghembuskan nafasnya melepaskan masker dan melihat ponsel

__ADS_1


"Ya ampun 2 jam lalu tuan Kenzo menelpon"ucap Naila baru teringat sesuatu sangking serius nya dia menangani kasus ini Naila segera pergi ke tempat yg di bilang Kenzo tapi tetap tidak menemukan itu Naila ingin menelpon tapi ada polisi yg menghubungi nya meminta bukti yg ada ,Naila mengabaikan Kenzo dan kembali ke rumah sakit


__ADS_2