
Rey tetap berdiri di depan pintu itu menunggu Cinta menemui nya sedang kan Cinta tadi setelah minum obat tertidur di kamar Naila menemaninya dia juga tidak tau jika Rey masih ada di luar menunggu Cinta.Malam semakin larut Rey belum juga pulang Satria yg baru pulang mengerut kan kening nya merasa heran melihat Rey
"Rey kamu ngapain disini"tanya Satria menarik dasi yg terasa mencekik nya
"Nunggu Cinta"jawab Rey singkat membuat Satria semakin heran
"Aneh"gumam Satria lalu masuk
"Ma Rey kenapa nunggu kak Cinta"tanya Satria mendekat Naila yg menunggu nya
"Nunggu Cinta"ucap Naila heran
"Iya di luar"ucap Satria menyeduh kopi buatan Naila
"Mungkin benar nunggu Cinta coba mama tanya "ujar Naila beranjak membuka pintu
"Rey kamu kenapa menunggu di sini"tanya Naila
"Nungguin Cinta"jawab Rey singkat
"Ya maksud mama kan kamu tuh pulang dulu nanti mama telpon jika Cinta mau ketemu sama kamu"ujar Naila cepat
"Emang saya melakukan kesalahan Cinta ngak mau ketemu sama saya"ujar Rey keheranan
"Ayo masuk Cinta di lantai atas tidur"ujar Naila mempersilakan Rey masuk langsung saja Rey masuk
"Ma aku mau langsung istirahat saja capek"ujar Satria berdiri
"Ngak mau makan"ucap Naila
"Ngak deh ma capek banget"ujar Satria mengecup pipi Naila lalu dia berlalu Naila tersenyum dengan anak nya satu itu
Rey membuka kamar Cinta ternyata Cinta sudah bangun termenung di kasur entah apa yg dia pikirkan Rey masuk duduk di samping Cinta mengengam tangan Cinta
"Cinta kamu belum tidur"tanya Rey serius Cinta menoleh sebentar dan mengangguk
"Mau aku temani sini aku peluk"ujar Rey tapi Cinta duduk di samping Rey di samping kasur
"Rey cinta ngak sama aku"tanya Cinta pelan
"Kenapa bertanya seperti itu"ujar Rey keheranan
"Aku ngak mau lagi minum obat itu aku"ujar Cinta pelan
"Aku mau lanjut kan hidup jika Rey mau menikah lagi ngak apa apa kok "ujar Cinta
"Aku kayak nya mau pisah sama Rey"ujar Cinta lagi membuat Rey kaget
"Kenapa, lanjutin hidup bagaimana kamu tidak mencintai ku lagi"ujar Rey cepat
"Aku di sini untuk kamu apa aku buat salah tidak kan"ujar Rey lagi
"Rey tidak perlu seperti itu katanya juga mau menikah kan jadi silahkan aku mau belajar hidup tanpa mu"ujar Cinta
"Ada apa"ucap Rey serius Cinta menunduk
"Kata kan ada apa"ujar Rey mulai kehilangan kesabaran
"Calon istri kamu ini hamil anak kamu kan"ujar Cinta pelan Rey mendesis pelan lalu memegang wajah Cinta
"Saat itu aku hanya Ingin membuat mu marah mengatakan tidur dengan nya tidak sama sekali itu terjadi "ujar Rey
"Tapi"ujar Cinta terhenti
"Kamu ingin hamil sini biar aku bikin kamu hamil"ujar Rey datar langsung saja Cinta menatap wajah itu
"Kamu ngak usah bohong wanita itu menemui ku mengatakan semua nya aku tidak apa tanpa mu aku akan belajar"ujar Cinta
"Ohh dia jadi sampai membuat aku mencari mu seperti orang gila"ujar Rey geram
"Dengar kan aku baik baik aku pria yg bertanggung jawab jadi tidak mungkin lari dari tanggung jawab begitu saja "ujar Rey
"Tidak sama sekali aku membuat dia hamil Cinta"ujar Rey
__ADS_1
"Kamu tidak membohongi ku kan"ujar Cinta serius
"Tentu saja tidak "ucap Rey serius Cinta memegang wajah wjaha Rey
"Aku harap kali ini aku tidak akan kecewa"ujar Cinta lirih
"Aku akan menerimamu menjadi kan kamu istri ku satu satu nya menjadi kan mu nyonya Lintangwijaya"ujar Rey serius mencium sudut bibir Cinta dengan lama Rey memaksa Cinta berbaring sampai Cinta telentang di kasur
"Aku memahami akan satu hal jika kamu pengobat tidur ku setiap jiwa kita menyatu maka jiwa ku akan tenang dan bisa tertidur"ujar Rey membelai wajah Cinta lalu mencium Cinta begitu lembut Cinta meletakkan tangan di leher Rey dan sudah tau kan apa yg terjadi
Cinta tersipu sendiri membelakangi Rey menutup wajahnya dengan selimut itu Rey terus menarik selimut tapi Cinta tetap berusaha menyembunyikan wajahnya yg merah
"Hei kenapa"ujar Rey
"Ngak mau Rey nakal"ujar Cinta
"Nakal hei kamu yg semangat mencumbu ku aku hanya mengatakan saja apa kamu begitu merindu kan aku"ujar Rey santai
"Ihhh jangan di ulang lagi aku malu lagian kamu sendiri yg mulai kata nya mau tidur kata nya cuman sekali tapi malah 3 kali"ujar Cinta sebal
"Idih kamu yg maksa 2 kali nya ya aku terima aja masak yg enak aku tolak"ujar Rey santai
"Ihhh menjengkelkan"ujar Cinta mencubit lengan Rey kesal
"Aku mulai ngantuk deh"ucap Rey merentang kan tangan nya lalu menarik tubuh Cinta ke tubuh nya
"Tidur "ujar Rey mencium bibir Cinta sekilas dan Cinta menusuk dada Rey yg polos perlahan pelukan Rey melonggar dia benar tertidur dengan pulas
"Selamat tidur sayang"ucap Cinta tersenyum mencium kening Rey begitu lembut Cinta melingkar kan tangan nya lalu memejamkan kan mata kamar itu berantakan dari baju kedua nya sedangkan mereka tidur dengan keadaan polos
###
Rey tidak melepaskan Cinta sekali pun bahkan dia mandi tadi terus memeluk Cinta membuat Cinta jadi jengkel dengan nya tapi tetap Rey tidak melepaskan sama sekali.Cinta menyisir rambut Rey karna Rey yg minta sedangkan dia hanya memeluk Cinta
"Di lihat lihat kayak nya kamu bagus rambut berantakan deh"ujar Rey santai
"Iss Rey nakal banget lepas aku mau sarapan lapar"ujar Cinta cemberut
"Hari ini aku kerja mungkin pulang sedikit malam mau ngurus beberapa proyek film yg akan di tayangkan"ujar Rey mencium rahang Cinta
"Sekalian mau urusin Angel itu "ketus Rey memeluk pinggang Cinta
"Angel siapa"tanya Cinta meletakkan tangannya di dada Rey
"Angel wanita yg membuat mu bersembunyi itu"jelas Rey
"Ohh Angel nama nya kenapa mau menemuinya "ujar Cinta ketus
"Kamu cemburu ya"ujar Rey menyelidiki
"Tentu aku cemburu aku cinta sama kamu"ujar Cinta cepat
"Nanti dia mengambil kamu lagi dari ku"ucap Cinta memeluk Rey
"Tidak akan kok aku mau kasih dia pelajaran berani dia membuat mu bersembunyi sampai membuat aku gila mencari mu berani bicara seperti itu"geram Rey
"Tidak apa Rey ngak usah"ucap Cinta
"Hei aku tidak suka ada yg mengusik kehidupan kita tenang saja"ujar Rey mencium bibir Cinta
"Rey mau sampai kapan kamu mengikat ku seperti ini"ujar Cinta saat Rey mulai menciumi lehernya
"Tanda nya udah banyak nanti mama nanya"keluh Cinta
"Ya sudah ayo sarapan ingat kamu tidak boleh lagi hilang"ucap Rey
"Iya"ucap Cinta mengangguk mereka segera menuju meja makan
"Cinta serapan mau minum obat makan lah"ujar Naila melihat Cinta duduk
"Ma aku ngak mau lagi minum obat itu"ujar Cinta menggeleng
"Kenapa"ujar Naila dia cemas jika Cinta melakukan hal nekat
__ADS_1
"Kan sudah ada saya yg menjadi obat nya"ujar Rey semua menoleh ke arah nya Cinta mencubit perut Rey pelan menoleh dengan sebal
"Emang salah buktinya kamu memaksa ku semalam menyatukan jiwa supaya kegilaan berbagi pada ku"ucap Rey mengangkat bahu nya
"Ighh Rey nakal aku tidak ada memaksa semalam kamu yg mau aku lebih agresif gitu kamu karna kamu suka"sebal Cinta
"Idih kamu buktinya banyak mencumbu ku semalam"ujar Rey mulai berdebat
"Hei sialan mau sampai kapan berhenti berdebat soal di ranjang aku ini sendirian jadi mau nikmati di ranjang juga jadi nya"kesal Satria sampai Naila dan Kenzo terkikik dengan ucapan Satria
"Ngak mau dekat sama kamu"ujar Cinta berpindah duduk di samping Satria
"Ohh seperti itu"ucap Rey berpindah duduk lagi
"Ihh jangan dekat terus"ujar Cinta mendorong Rey baru saja Rey mau mencium Cinta ponselnya berdering
"Cih selamat kamu"cibir Rey merogoh ponsel nya dia terdiam melihat layar ponselnya paman nya menelpon
"Kenapa tidak di angkat berisik "ucap Kenzo,Rey meneguk air di depan nya lalu mengakat telepon nya
"Rey apa yg kamu buat pada Angel hah"bentak paman
"Kenapa lagi kemarin Cinta sekarang paman lama lama aku kesal aku benaran bunuh dia"geram Rey
"Bunuh bunuh kamu menghamili nya"sentak paman
"Paman aku tidak melakukan itu paman sendiri yg bilang aku harus jauh pada nya karna dia seorang pala*** paman ini gimana sih"kesal Rey
"Kamu atasi di sini heboh dia memberi tau jika dia hamil anak kamu"ucap paman geram
"Paman itu selalu menjengkelkan buat apa menampung nya toh kita gaji ibu nya dulu dengar ya paman aku tidak peduli berita itu tapi aku akan kasih dia pelajar karna ngomong yg tidak benar mengenai ku pada Cinta"tegas Rey
"Kenapa Rey kamu menyukainya sehingga marah begitu"cibir paman
"Paman jangan membuat aku kesal lagi"geram Rey
"Selesai kan masalah nya itu akan mempengaruhi saham mu"ujar paman
"Apa sih semua nya harus aku jika aku mengurus nya aku benar membunuh nya biar cepat selesai "ujar Rey malas dia mulai lagi menjengkelkan mendengus ke leher Cinta tanpa malu
"Ehh kamu ini gimana sih jika kamu tidak mau aku akan telpon tuan Kenzo untuk tidak mengizinkan kamu menemui Cinta"ucap paman mengancam
"Paman paman"teriak Rey tapi paman nya sudah memutuskan telepon nya Rey menatap Kenzo
"Kenapa menatap ku"ucap Kenzo
"Aghh iya baru ingat pernah aku melihat suami mu bercumbu dengan siapa ahh Clara"ujar Rey pada Naila seketika Naila menoleh pada suaminya
"Sayang aku harap kamu tidak percaya pada ucapan nya kita udah tua tidak ada saling cemburu"ujar Kenzo
"Kamu kira rasa cinta ku hilang sehingga tidak cemburu"geram Naila
"Ahh benar itu atau Delpin itu anak nya"ujar Rey
"Katakan dengan serius"ujar Naila menatap Kenzo
"Tidak sayang"ucap Kenzo panik Rey menunjuk kan senyum puas nya setidaknya dia mengalihkan pikiran Kenzo biar paman nya iru tidak mengusik nya melalui Kenzo
"Rey nakal lagi kan"ujar Cinta menyikut perut Rey
"Papa mu itu akan mengusik kita biarkan kan saja dia punya sedikit pekerjaan "bisik Rey
"Ighh jengkel sama Rey"geram Cinta berdiri
"Ma Rey tuh bohong jangan percaya "ujar Cinta
"Yang benar Rey"ujar Naila
"Tuan Kenzo tidak punya pekerjaan jadi dia akan mengusik ku jadi biarkan dia sedikit punya pekerjaan"ujar Rey
"Kamu"ucap Kenzo kesal ponselnya Rey berdering lagi kali ini dari asisten Rey mengangkat nya
"Tuan ada beberapa pemegang saham menanyakan kebenaran dari berita yg ada"ucap nya
__ADS_1
"Sialan kamu tidak bisa mengatasi nya apa harus saya lagi"geram Rey
"Wanita itu seperti nya ingin tau saya siapa kamu beri tau mereka untuk meeting saya akan segera datang"ucap Rey marah berdiri tanpa kata dan pergi benar kesal atas apa yg Angel perbuat mereka hanya memperhatikan Rey yg pergi