Perjalanan Cinta Sang Dokter

Perjalanan Cinta Sang Dokter
61


__ADS_3

"Arvin apakah itu Dita"tanya Kenzo penasaran


"Iya kamu benar aku menemukan nya"ujar Arvin kegirangan


"Apa kah itu benar"ujar Kenzo tidak semangat


"Tuan tadi juga saya ketemu sama nyonya Naila"ujar Toni membuat Kenzo menoleh dengan serius


"Apa kamu bilang"ujar Kenzo datar Toni menoleh ke arah Cinta


"Kenapa kalian saling pandang"ujar Kenzo datar


"Pa itu rahasia ku sama mama"ujar Cinta lalu berlalu tidak ingin di interogasi


"Tadi saya menemani nona Cinta kata nya mau ketemu sama seseorang saat saya masuk ternyata itu nyonya Naila yg agi di rawat"jelas Toni


"Di mana dia"ujar Kenzo datar Toni mengatakan rumah sakit nya


Setelah dari rumah Kenzo, Satria menemui mama nya di rumah sakit karna Naila mau pulang meski keadaan nya kurang baik Naila memaksa takut biaya nya kurang karna tabungan itu uang kuliah Satria jadi Satria menjemput Naila


"Mama udah siap"ujar Satria masuk dia melihat seorang laki laki


"Satria kenalin dia om Revan"ujar Naila , Satria mencium tangan Revan


"Revan makasih ya mau jagain aku tadi"ujar Naila


"Tidak apa Nai tadi aku juga ngak sengaja ketemu sama Cinta jadi aku melihat nya dan ternyata dia menemui mu"ujar Revan tersenyum


"Revan bisa bantu aku sebentar aku mau pulang"ujar Naila pelan Revan memampa Naila turun dari brandar itu Satria mengambil tas mama nya


"Satria tadi mama tanya sama suster soal biaya rumah sakit kata nya sudah lunas kamu mendapatkan uang itu dari mana"tanya Naila berjalan pelan dengan di pampa Revan


"Mama jangan khawatir aku ketemu sama teman ku dan meminjam uang dia sangat baik kata nya kembalikan kapan pun aku punya uang"ujar Satria berbohong


"Teman mu itu baik sekali"ujar Naila merangkul Revan


"Om jagain mama ku dulu aku mau ambil motor di parkiran"ujar Satria lalu menuju parkiran


"Nai jika ngak kuat kamu tetap di rawat saja"ujar Revan cemas melihat Naila


"Tidak Revan nanti uang nya habis oleh pengobatan ku"ujar Naila pelan


"Nai padahal kamu menyediakan rumah sakit untuk orang yg kurang mampu tapi kamu sendiri kekurangan biaya"ujar Revan tersenyum


"Aku senang hidup seperti ini"ujar Naila tersenyum ada tubuh tegap menghampiri Naila membuat Naila harus mendongak menatap nya wajah itu datar menatap Naila


"Tuan Kenzo"gumam Naila pelan belum sempat Kenzo bicara sudah mengundang amara Naila


Plak


Plak


"Ya ampun Nai"ujar Revan kaget saat Naila menampar Kenzo


"Aku tidak sudih menatap wajah mu"ujar Naila emosi


"Mama ku ini emang wonder woman kok bisa dia menampar tuan Kenzo yg galak itu"gumam Satria mengintip dia mendorong motor nya


"Sudah puas berlari nya"ujar Kenzo datar lalu memegang tangan Naila


"Aku tidak sudih kamu pegang"teriak Naila menghempas kan tangan Kenzo


"Kenapa apa Revan teleh memberi mu kepuasan"ucap Kenzo marah


"Jika iya memang kenapa Revan jauh memberi ku kebahagiaan"ujar Naila marah Revan meneguk ludahnya Naila melibatkan nya


"Ulangi lagi"ujar Kenzo tersenyum getir


"Revan lebih baik dari mu aku bahagia bersama nya tidak seperti mu aku membenci mu"ujar Naila dengan tegas


Bugh bugh


Revan sampai terjatuh karna pukulan Kenzo darah mengalir dari hidung Revan dia menyeka nya tapi Kenzo mengcengkram baju Revan


"Kamu masih berani mendekati Naila bahkan kamu berani mengambil nya dari aku hah"teriak Kenzo memukul Revan lagi


"Hentikan itu tidak mengembalikan semua nya meski kamu membunuh Revan"ujar Naila pelan melihat situasi Satria turun dari motor menghentikan tangan Kenzo yg ingin memukul Revan lagi


"Jangan memukul nya"ujar Satria


"Siapa kamu"ujar Kenzo datar menatap Satria


"CK aku anak nya wanita ini kenapa"ujar Satria yg memang kesal pada Kenzo dari awal


"Ohh ternyata kamu mempunyai anak dari pria bajingan ini memalukan sekali"ujar Kenzo


"Jika iya memang kenapa masalah untuk mu"ucap Naila menantang

__ADS_1


"Aghh kamu menguji ku Naila Salsabila"triak Kenzo


"Apa yg akan kamu lakukan membunuh ku ayo lakukan"ujar Naila mendorong Kenzo terus menerus


"Jika itu yg kamu inginkan"ujar Kenzo datar lalu mengcengkram baju Satria memukul wajah Satria 3 kali Satria terjatuh menyeka darah dari bibir dan hidung nya belum bisa bereaksi Kenzo menarik baju Satria dan memukul wajah nya


"Hentikan tuan Kenzo"triak Naila melihat wajah Satria di pukul


"Kamu ingin aku membunuh nya kan"ujar Kenzo


"Hentikan itu"ujar Naila pelan memelas dengan Kenzo yg sudah di kuasai amara melihat itu mata Satria berubah tajam


"Aghh kamu berani sekali melukai mama ku"triak Satria mendorong Kenzo naik ke tubuh Kenzo sudah mengangkat tangan ingin menonjok Kenzo tapi terhenti tepat di wajah Kenzo


"Satria kamu tidak apa"ujar Naila menyeka darah dari wajah Satria


"Tidak ma tapi"ujar Satria merasa aneh dengan perasaan nya


"Kenapa aku tidak bisa melukai nya"ujar Satria


"Ayo kita pulang"ujar Naila menarik tangan Satria


"Ma, om Revan"ujar Satria cemas


"Revan maaf melibatkan mu"ujar Naila lalu mengajak Satria pergi


"Kenapa kamu ngak ikut"ujar Kenzo pada Revan


"Tuan jangan main pukul aku tidak punya hubungan sama Naila tadi aku ngak sengaja bertemu dengan nya"ujar Revan menyeka darah di hidung nya lalu dia pergi


"Aghhh"triak Kenzo memukul lantai dia melakukan kesalahan lagi


###


Naila hanya diam melihat wajah Satria apa lagi melihat Satria menahan sakit karna Naila mengobati nya hati Naila perih melihat suami nya baku hantam dengan putra nya sesak di hati Naila tidak hilang di tambah lagi melihat putra nya terluka itu di akibatkan oleh suami nya sendiri


"Ya ela itu aja sakit"sindir Arvin


"Kamu tidak tau saja di pukul oleh nya tidak hanya kuat tapi dia suka sekali memukul orang"ujar Satria meringis


"Siapa Sat mukul kamu"tanya Dita dia pulang dan jaga kesehatan nanti perban nya akan di buka baru kembali ke rumah sakit


"Itu lho tante mama sih tuan Kenzo itu"ujar Satria


"Udah ma sakit"ujar Satria


"Ma aku ngak papa"ujar Satria menolak


"Kamu dengar ngak sih apa yg mama katakan mama obati"bentak Naila lalu setelah itu Naila membuang kapas itu dan berlalu


"Emang aku salah"gumam Satria pelan


"Ngak kok mungkin mama mu lagi pusing"ujar Dita mengusap kepala Satria lalu Dita berdiri meraba daerah menuju kamar Naila


"Mama sangat marah sampai membentak ku seperti itu apa aku memang salah"ujar Satria sedih


"Ya ela gitu doang udah mewek payah lho"ujar Arvin geli


"Ck kamu tidak mengerti "kesal Satria


"Nai"ujar Dita masuk meraba kasur lalu duduk


"Kamu ngak sepantasnya membentak Satria seperti itu kamu marah sama tuan Kenzo jangan kamu lampiaskan pada Satria"ujar Dita


"Aku benci sama dia kenapa harus ketemu sama dia"ujar Naila menangkup wajah nya


"Nai kamu tidak bisa membohongi hati mu jika kamu masih sangat mencintai tuan Kenzo"ujar Dita mengusap bahu Naila


"Tidak sama sekali rasa kecewa marah itu yg hanya aku miliki untuk nya aku sangat benci melihat nya"ujar Naila


"Nai kamu mau sampai kapan lari seperti ini kamu hadapi meski membenci tuan Kenzo "ujar Dita


"Maafkan aku"ujar Naila memeluk Dita, Dita hanya mengusap bahu Naila yg gemetar karna menangis


####


Setelah satu minggu akhirnya pihak rumah sakit menelpon untuk Dita kembali ke rumah sakit untuk membuka perban nya kali ini Naila ikut dia akan menghadapi masalah nya kepala Naila juga masih di perban belum sembuh total


"Dokter nya mana"tanya Satria lalu tidak lama Ririn masuk


"Hai udah lama nunggu nya"ujar Ririn masuk lalu memeluk Naila


"Udah lama ngak ketemu"ujar Naila tersenyum


"Ohh ya kenalin anak ku Arin"ujar Ririn


"Cantik banget"ujar Arvin menatap Arin

__ADS_1


"Ma dia tampan ya"bisik Arin melirik Satria


"Jaga sikap mu"ujar Ririn


"Ini anak ku Satria dan ini anak nya Dita Arvin"ujar Naila


"Arvin"ujar Arvin mengulur kan tangan nya dan Arin hanya tersenyum


"Gimana soal mata Dita"ujar Ririn serius


"Seperti nya udah boleh di buka"ujar Naila menjelaskan perawatan nya


"Tante mama kok ngerti"tanya Arvin penasaran


"Kamu tidak tau ya jika tante mama mu ini dulu dokter hebat "ujar Ririn


"Kenapa kami tidak tau"ujar Satria kaget


"Biasa aja"ujar Naila santai


"Buka dong tan mata mama ku"ujar Arvin tidak sabar


"Nai bisa kamu lakukan"ujar Ririn tersenyum


"Kamu menyusahkan sekali"ujar Naila lalu mengambil gunting yang Ririn bawa mulai memotong perban nya dengan pelan melepaskan nya Naila mengambil kapas di mata Dita


"Pelan pelan buka nya Dit"ujar Naila


"Iya Nai"ujar Dita mengengam tangan Arvin dengan erat membuka dengan pelan Dita mengerjab kan mata nya berkali kali


"Wajah mu sangat tampan nak sama persis seperti papa mu"ujar Dita tersenyum menyentuh wajah Arvin


"Mama"ujar Arvin memeluk Dita dengan erat


"Tante mama lihat tampan siapa"ujar Satria antusias


"Kalian berdua sangat tampan"ujar Dita tersenyum


"Ye tante mama bisa lihat"ujar Satria kegirangan memeluk Arvin


"Operasi nya berjalan dengan lancar saran ku kamu mengunakan kaca mata Dita "ujar Ririn


"Terimakasih dok"ujar Arvin senang


"Ulu makin tampan tersenyum nya"ujar Naila tersenyum


"Hhmm hhmm"dehem dokter Arvin masuk mendekati Dita


"Bisa lihat"ujar dokter Arvin di angguki Dita


"Bisa lihat wajah ku"ujar dokter Arvin memegang dagu Dita


"Hei jangan macam-macam sama mama ku"ujar Arvin menepis tangan dokter Arvin


"Arvin"ujar Dita mengengam tangan Arvin


"Kamu dan dokter Arvin adalah papa dan anak papa kamu sebenarnya adalah dokter Arvin ,Arvin putra Arthur itu kenapa mama memberi nama mu Arvin Arthur"ujar Dita menyatukan tangan Arvin dan suaminya


"Mama berbohong "ujar Arvin menarik tangannya


"Mama sendiri bilang jika aku ngak boleh berharap lebih sama papa karna papa tidak tau keberadaan mu"ujar Arvin


"Arvin maaf kan mama karna memang benar ada nya seperti itu mama terlalu takut sama masa lalu mama jika nanti kamu direnggut secara paksa mama hanya punya kamu"ujar Dita


"Aku tidak menerima semua ini"ujar Arvin


"Arvin kenapa kamu mengatakan itu kita akan hidup bersama kamu akan hidup berkecukupan"ujar dokter Arvin


"Kamu kira aku gila harta hah aku lebih baik hidup kekurangan bersama mama ku dari pada hidup bersama mu yg menyakiti mama yg merengut mama dari aku,"ujar Arvin laku pergi


"Hei kamu mau kemana"ujar Satria mengejar Arvin


"Biarkan kak ,Arvin hanya butuh waktu biarkan hari ini mereka pergi"ujar Naila dia mengerti perasaan Arvin seperti apa


"Woi kenapa malah pergi"ujar Satria mengejar Arvin


"Aghh"kesal Arvin memukul motor nya


"Gila ya seharusnya kamu seneng ketemu sama papa mu"ujar Satria


"Dokter cabul itu adalah papa ku jika tuan Kenzo papa mu apa yg akan kamu lakukan"tanya Arvin balik


"Iya aku....."ujar Satria binggun


"Iya juga sih"ujar Satria binggun


"Aku akan menemanimu"ujar Satria naik motor dan kedua nya pergi untuk menenangkan diri

__ADS_1


__ADS_2