
Cinta mengucek matanya malas bangun Rey di samping nya menatap ponselnya serius Cinta melirik jam di dinding sudah pagi dan Rey juga sudah rapi sesungguhnya Rey tidak akan sarapan duluan tanpa Cinta kecuali Cinta yg minta.Cinta duduk memeluk Rey mencium leher Rey sekilas sejauh ini mereka jadi pasangan bahagia
"Pagi Rey ku"ucap Cinta tersenyum berpindah jadi duduk di pangkuan
"Cih mulai dia menggoda ku"cibir Rey memegang pinggang Cinta
"Kerja lagi emm tapi kayaknya aku ngak sama kamu deh tiba tiba aku malas"ujar Cinta dengan memelas
"Malas"ulang Rey mengambil tangan Cinta memeriksa denyut nadi Cinta
"Kenapa"ucap Cinta keheranan
"Aku kira kamu hamil"ujar Rey serius
"Pengen ya istri nya hamil"goda Cinta mengalungkan tangan nya di leher Rey
"Tidak juga jika kamu hamil aku tidak bebas melakukan apa yg aku mau terhadap mu"ujar Rey datar
"Dasar kamu"ujar Cinta terkekeh
"Kayak nya aku mau datang bulan perut ku terasa keram"ujar Cinta tidak semangat
"Apa kamu serius"ucap Rey datar
"Iya maaf kayak nya ngak bisa layani mu"ujar Cinta menyesal
"Itu tidak masalah aku cemas aku tidak masuk kantor aja jika perut mu kram kamu pasti membutuhkan aku"ucap Rey cepat Cinta tertawa geli
"Jadi ceritanya cemas nih"goda Cinta
"Aku serius"ucap Rey datar
"Tidak apa nanti aku sama mama kamu kerja aja jika aku butuh kamu nanti aku telepon"ucap Cinta tersenyum
"Ya sudah mandi kita sarapan aku ngak mau kamu sakit"ucap Rey datar
"Terimakasih sudah mencemaskan aku"ucap Cinta tersenyum mencium pipi Rey lalu dia berlalu ke kamar mandi diam diam Rey tersenyum kecil menyentuh pipi nya dia merasa melayang jika cinta mencium nya pipi nya bisa panas seperti anak gadis yg jatuh cinta
"Pagi semua "ujar Cinta sudah bersama Rey mereka sarapan
"Pagi"ucap Naila duduk bersama Kenzo ,Rey mengambil sarapan ingin menyuap ke mulut nya
"Tunggu"ucap Rey suaranya meninggi menghentikan Kenzo yg mau minun dan Naila dan Cinta mengambil makanan
"Kenapa Rey"ujar Kenzo heran Rey berdiri mengambil cangkir yg di pegang Kenzo dan mengendusnya Rey meletakkan nya mengendus semua makannya
"Makanan ini di racuni"ucap Rey dingin
"Apa"ucap Kenzo berdiri
"Sayang minggir dulu sama Cinta jangan sentuh "ujar Kenzo,Naila sedikit menjauh bersama Cinta
"Lihat aroma makanan ini terdapat kandungan kimia yg berbahaya "ucap Rey mengambil Laok nya Kenzo mencium nya tapi tidak terdeteksi
"Mana coba mama cium"ujar Naila mencium nya
"Benar ini sangat berbahaya bisa menghancurkan organ tubuh dengan perlahan"jelas Naila
"Siapa yg ingin membunuh kita"ujar Kenzo serius
"Ada apa"ucap Satria baru turun Arin dan Arvin lagi menginap di rumah Ririn
"Ada yg ingin meracuni kita bersyukur Rey tau"ucap Kenzo
"Panggil siapa yg masak yg menyajikan makanan"ucap Kenzo lagi Naila memanggil yg bertanggung jawab
"Kalian berani ingin berkhianat"tajam Kenzo
"Tidak tuan kami sangat setia pada anda tidak sedikit pun ingin mengkhianati anda"ucap pembantu itu
"Benar pa mereka kerja sama kita itu udah lama kita tau mereka di percaya"ucap Naila percaya pada pembantu nya
"Jika ini terulang lagi kalian tau akibat nya jangan macam macam"ucap Kenzo
"Kami akan lebih hati hati tuan"ujar nya lalu pergi
"Mending kita sarapan di luar saja"ujar Naila
__ADS_1
"Ohh ya Satria kemarin kamu kemana tidak kelihatan hanya pagi saja kelihatan nya"ujar Naila
"Ahh kan hari libur biasa lah ma"ucap Satria tersenyum
"Ohh ya udah kamu sarapan di kantor aja"ujar Naila mengelus kepala Satria
"Iya ma aku berangkat dulu"ujar Satria lalu berlalu
"Cinta kamu baik baik di rumah ingat di kamar saja jangan dulu makan makanan rumah jika butuh apa apa telpon aku"ujar Rey
"Iya"ucap Cinta memeluk lengan Rey mengantar suami nya ke depan
"Siapa yg ingin membunuh kita semua"gumam Kenzo berfikir
"Udah jangan di pikir kan nanti stres malah sakit"ujar Naila mengelus lengan Kenzo mereka lalu berlalu untuk sarapan di luar
Satra masuk ke ruangannya meneliti ruangannya lalu dia duduk di kursi Presdir itu dia tertawa jahat memiringkan senyuman misterius dan membuka laptopnya menatap serius
"Aduh aku telat "gumam Tania masuk ke ruangan Satria
"Maaf pak saya telat"ujae Tania hormat
"Lancang kamu masuk ke ruangan saya tanpa mengetuk pintu sudah telat"bentak Satria menatap Tania tajam Tania menatap Satria tidak biasa nya Satria membentak nya dan juga jika telat Satria tidak pernah marah paling suka menggoda Tania bahkan Satria menyiapkan sarapan untuk nya
"Apa kak Satria sangat marah ya kejadian kemarin makan nya dia jadi berubah pada ku bagus lah jika begitu"batin Tania
"Maafkan saya pak"ucap Tania
"Kenapa data rahasia perusahaan tidak bisa di buka berapa password nya"tanya Satria datar
"Lho bukan nya bapak sendiri yg bikin password nya karna saat nona Cinta memimpin perusahaan pak Devan tau password nya jadi bapak sendiri yg tau"jelas Tania
"Kembali bekerja"ucap Satria datar Tania segera kembali ke ruangannya
####
"Makan siang"gumam Tania melirik jam dia segera ke kantin untuk membelikan makan siang Satria
"Kenapa ya tuan Satria marah marah tidak jelas biasanya dia memaklumi alasan kita tapi ini dia malah membentak kita"ujar karyawan
"Iya benar jantung ku mau copot saat dia membentak"ujar yg lain
Tok tok
"Masuk"teriak Satria,Tania masuk
"Pak makan siang nya"ujar Tania menyiapkan makanan Satria berdiri dan melihat nya
Brak
"Makanan apa hah saya ini CEO kamu malah memberi saya makanan menjijikan ini ganti saya mau makanan mewah"bentak Satria melempar makanan itu Tania menatap dengan jengkel membuat Satria tajam mengcengkram dagu Tania
"Jaga tatapan mu itu kamu hanya asisten mau saya pecat"teriak Satria menghempas kan dagu Tania ke samping
"Cepat pergi"bentak Satria,Tania segera pergi
"Kak Satria kenapa seperti itu apa ini wajah asli nya dia bilang tidak akan menyakiti ku"gumam Tania segera pergi
"Permisi tuan"ucap nya masuk
"Ya"ucap Satria menatap wanita itu dengan rok selutut dan blazer nya
"Ini tuan perlu di periksa dan di tanda tangani apa sesuai dengan catatan perbulan kita"jelas nya Satria berdiri
"Lumayan"ucap Satria memiringkan senyum nya membelai wajah wanita itu
"Tuan "lirih nya menyingkir
"Saya ini bos mu saya bisa memberi mu uang yg banyak asal kamu layani saya"ujar Satria sinis
"Maaf tuan saya ini wanita terhormat meski saya miskin"ucap nya
Plak
"Berani kami menolak saya hah"bentak Satria menampar nya
"Tuan maaf kan saya lepas kan saya"ucap nya takut Satria mengikat tangan wanita itu dengan dasi nya
__ADS_1
"Mulus juga kamu ya"ujar Satria mesum melepaskan kemaja nya
"Tuan jangan ahh jangan"teriak nya
"Ada apa kalian berkumpul"tanya Tania baru balik dari beli makanan
"Bu Tanua tuan Satria memang seperti itu lihat Nina berteriak di dalam kayak nya tuan Satria melakukan sesuatu"lapor sekretaris Tania langsung membuka pintu dia terpaku melihat wanita itu polos dengan menangis menyedihkan sedang kan Satria hanya menyunggar kan rambut nya merapikan penampilannya
"Rasa perawan seperti ini rupanya hahaha"tawa nya
"Hei cepat urus wanita ini"ujar Satria mengambil makanan di tangan Tania
"Nina"lirih Tania dia merasakan kesakitan Nina ini lebih menyedihkan dari dia dulu tangan Nina di ikat
"Ibu Tania hiks hiks aghh hiks hiks"ucap Nina terisak memeluk Tania d dengan erat
"Aku...aku ...aku di perk*** oleh tuan Satria hiks hiks"ucap nya menangis
"Tidak usah banyak drama berapa hah saya bayar"ucap Satria mengambil uang di laci lalu melempar ke tubuh Nina
"Kamu pakai baju mu sini saya bantu"ujar Tania dia gemetar tangan nya membantu Nina menangis kesakitan begitu pilu Tania binggun harus bagaimana melihat karyawan seperti itu
####
"Tania"panggil Satria
"Mau apa lagi hah bapak sangat munafik bapak tega melakukan itu pada karya kenapa bapak berubah saya semakin benci sama bapak"ucap Tania marah
"Tania kamu percaya aku mana mungkin aku seperti itu "ucap Satria menangkup wajah Tania
"Bajingan kamu menyamar jadi aku hah"bentak nya memukul Satria
"Pak Satria"gumam Tania binggun karna Satria ada dua
"Mati kamu hahaha"ujar nya menusuk nya
"Kak Satria"teriak Tania terbangun dari mimpinya dia gemetar meneguk air putih
"Mimpi apa itu kenapa bisa kak Satria jadi dua dan juga kenapa dia tidak lagi menganggu ku sejak kejadian itu apa semau nya karna aku"gumam Tania mengusap wajah nya kasar
###
Seseorang di ikat tangan dengan rantai baju nya sudah berantakan dia kehausan kelaparan lalu ada yg masuk dua orang tertawa mengejek nya
"Satria Satria rasakan penderita ini"ucap nya
"Bajingan kamu Devan aku akan membalas mu berani kamu menyamar kan Davin sebagai aku"geram Satria kehabisan tenaga
"Wah kamu memainkan kan peran dengan bagus Davin"ujar Devan menepuk orang di samping nya yg mirip dengan Satria dia lah selama ini menculik Satria menyamar kan Davin sejak malam itu mereka menculik Satria lalu Davin memakai topeng kulit mirip dengan Satria berusaha meracuni keluarga
"Kamu tau Satria kamu akan mendengar kabar kematian keluarga mu"ujar Devan datar
"Berani kamu melukai mereka aku benar tidak mengampuni mu"lirih Satria lemas
Bugh
Aghh
"Kamu itu udah hampir mati masih saja mengancam"ujar Devan memukul Satria
"Cukup baik kehidupan nya kak tapi aku menyiksa karyawan nya dan meniduri mereka tapi asisten nya itu sangat menjengkelkan berani menatap ku seperti itu"ucap Davin seketika Satria menatap kedua nya tajam mengingat Tania
"Berani kanu melukai karyawan ku aku akan membunuh mu apa lagi pada asisten kakak ku itu "teriak Satria
"Tidak dia belum aku tiduri tapi kayaknya dia menarik aku baru menyakiti nya saja"ujar Davin
"Aghhh aku akan membunuh mu"triak Satria mengamuk dia menarik rantai itu dengan kesetanan sampai tangan nya berdarah menarik rantai itu
"Bajingan"teriak Satria mengcengkram baju Davin tangan nya hanya sebelah terlepas
"Berani kamu menyakiti asisten itu kamu akan mati"tajam Satria
Bugh
Aghh
"Sialan kamu itu tidak bisa apa apa"ujar Devan memukul Satria membuat Satria terjatuh
__ADS_1
"Davin lanjut kan drama nya selesai kan mereka semua"ucap Devan
"Iya kak"ucap Davin lalu berlalu Satria hanya melihat Davin pergi jangan sampai Davin melukai Tania itu lah isi otak Satria