
Area dewasa 18+ kesalahan tidak di tanggung
Setelah makan Kenzo dan Naila kembali ke kamar mereka meski Clara melakukan segala cara untuk menahan Kenzo tapi tetap Kenzo masuk kamar begitu pun Naila ya memang mereka capek karna kerja seharian,Naila memikirkan bagaimana dia bisa dengan cepat bebas dari Kenzo tapi Kenzo tidak niat sama sekali melepaskan Naila
"Tuan Kenzo"ucap Naila saat mereka sampai di kamar
"Aku mau bicara"ucap Naila lagi
"Ya silahkan"ucap Kenzo santai
"Aku mau membayar hutang kakak ku yg 500 juta aku udah ada uang nya"ujar Naila serius Kenzo mengumpat mengapa tadi dia mengirim uang sebanyak itu sampai akan Naila gunakan untuk membayar hutang nya
"Dari uang ku"ucap Kenzo santai lalu dia duduk di bibir kasur berfikir keras
"Ya tuan sendiri memberi ku uang itu"ucap Naila cepat
"Kamu benar mau pergi dari sini"ucap Kenzo menyilang kan kaki nya
"Iya tuan lagian kan tuan menikahi ku untuk memenuhi syarat dari tuan Mahendra nah kan ada Clara yg mau jadi istri tuan"ucap Naila berhadap dia cepat cerai
"Iya juga"ucap Kenzo
"Emm kamu ngak perlu bayar hutang kakak ku uang yg ku beri itu untuk mu tapi"ucap Kenzo mengantungkan ucapan nya
"Jika kamu mau bayar hutang kakak mu sampai lunas kamu perlu tidur bersama ku satu kali lagi maka semua nya lunas"ucap Kenzo santai
"Apa"ucap Naila tidak percaya
"Ya itu terserah padamu aku ngak maksa lagian jika kamu bayar dari uang yg ku beri ,ku anggap itu tidak lunas"ucap Kenzo santai
"Dia sangat menjengkelkan dan juga cabul bisa bisa nya dia minta seperti itu tapi aku harus cepat bebas dari dia biar tidak membuat masalah lagi sama Clara aku malas berhadapan dengan Clara yg licik lagian apa yg mau aku pertahanan kan dia juga yg mengambil kehormatan ku semalam aku serahkan diri malam ini ngak apa kali ini juga demi kebebasan ku dan nanti setelah ini aku bisa pokus dengan rumah sakit ku yg akan segera jadi apa lagi dengan bantuan uang 500 juta ini''batin Naila berfikir
"Aku ngak maksa"ucap Kenzo menyunggingkan senyum licik nya
"Baik tapi hutang kakak ku lepas kan"ucap Naila memastikan
"Iya lunas"ucap Kenzo santai
"Tapi tuan kan masih sakit"ujar Naila melirik ke bawah Kenzo berdiri lalu mendekat
"Hanya sedikit nanti juga tidak lagi "ucap Kenzo dia mulai tidak sabar melewati malam panjang bersama Naila
"Baik lah"ucap Naila setuju Kenzo mengambil ponselnya
"John kirim kan pada saya obat yg sering saya minta"ucap Kenzo lalu menutup ponselnya
"Tuh kan benar kemarin itu tuan menjebak ku"ucap Naila
"Dan sekarang aku ngak mau lagi pakai obat itu"ucap Naila lagi
"Kenapa"ucap Kenzo heran
"Ya itu bahaya untuk ku tuan pokoknya aku ngak mau"ucap Naila serius
"Baik lah aku batal kan"ucap Kenzo lalu mengirim pesan pada John membatalkan pesanan nya
"Kita mulai"ucap Naila dia jadi gugup dan deg degan
__ADS_1
"Iya"ucap Kenzo lalu melepaskan baju kaos nya nampak lah tubuhnya yg sangat sempurna dan bahu nya terlihat cakaran ,Naila mulai gugup
"T...tuan apa ngak b...besok aja"ucap Naila gugup
"Harus malam ini"ucap Kenzo mendekati Naila
"Ahhh kenapa dia manis sekali sih padahal kan dia item tapi manis nya ini lho bikin aku ketagihan "batin Kenzo membelai wajah Naila
"T...tuan aku benar gugup"ucap Naila gelisah
"Tenang aku sedang tidak membunuh mu"ucap Kenzo lalu menarik pingang Naila pelan
"Sungguh dia makin manis"batin Kenzo lalu membaringkan Naila dengan pelan
"Huh "Naila menghembuskan nafasnya dengan kasar dan itu menerpa dada Kenzo membuat Kenzo ingin langsung menghabisi Naila tapi sabar Kenzo tau itu masih sakit dia harus sabar menghadapi wanita yg baru melepas kegadisan nya
"Kamu pikir setelah ini akan bebas itu tidak akan terjadi kamu hanya melunasi hutang kakak mu tapi tetap menjadi istri ku"batin Kenzo lalu mencium bibir Naila dengan pelan Naila belum bereaksi karna dia benar gugup sekarang Kenzo mulai melucuti pakaian Naila
"Tuan Kenzo kenapa seperti ngak akan mengampuni ku"ucap Naila jadi takut saat Kenzo mencium nya sedikit kasar Naila memegang wajah Kenzo
"Heh makan nya aku mau memberi mu obat itu karna kamu ngak tau batas kekuatan ku saat tidur dengan wanita"ucap Kenzo jujur tapi Naila bisa apa karna mengkonsumsi obat seperti itu bahaya untuk nya
"Aku tidak bisa meminum nya tuan"ucap Naila
"Jadi diam saja atas apa;yg aku lakukan"ucap Kenzo lalu mencium dada Naila yg mulai terbuka Naila sampai menahan nafas ada hal aneh yg Naila rasakan seperti dia ingin bersuara tapi tertahan Naila tidak bisa menahan gejolak dalam tubuh nya yg kian besar sampai tangan Naila tanpa sadar memeluk kepala Kenzo yg lagi mencumbu nya
"Sentuhannya buat aku gila"batin Kenzo menatap Naila yg nafasnya tidak teratur Kenzo menarik baju Naila dan membuang nya replek Naila menutupi bagian dada nya
"Ini sudah aku lihat"ucap Kenzo lalu memegang tangan Naila dan dia mencium leher Naila yg hanya menahan sesuatu
"Itu bukan kencing"ucap Kenzo teekekh pelan
"Lihat ini"bisik Kenzo lalu mengecup lagi dada Naila membuat Naila mengeluarkan suara dan dia terkulai Kenzo tersenyum tipis menarik selimut melepaskan celana nya lalu kembali mencumbu Naila
"Aghh tuan masih sakit"triak Naila saat Kenzo masuk ke tubuhnya
"Sstt aku lagi berusaha nyata nya emang masih sempit"ucap Kenzo menarik selimut
"Ya iya lah aku masih gadis"ucap Naila menepuk bahu Kenzo karna dia merasakan sakit
"Sstt tenang aku masih berusaha"ucap Kenzo lalu menghentakkan seketika Naila mengigit bahu Kenzo dengan memeluk Kenzo
"Sstt sakit aduh sakit"rintih Naila
"Ini akan hilang"ucap Kenzo menangkup wajah Naila lalu mencium bibir itu kembali meletakkan kembali Naila,Kenzo mulai lagi mencumbu Naila melakukan kan aktivitas nya melakukan sesuka hati nya melewati malam yg panjang
☀️☀️☀️
Di bawa selimut Naila terlelap bersama Kenzo setelah mereka melewati 3 kali berturut-turut Naila sangat kelelahan sampai dia tertidur di punggung Kenzo tangannya memeluk pinggang Kenzo yg tengkurap sedang kan kamar itu pakaian mereka berserakan seprai saja sudah terjatuh mereka hanya mengunakan selimut kedua nya masih terlelap
Tok tok
"Kenzo kenapa Naila belum bangun"ucap tuan Mahendra mengetuk pintu
Tok tok
"Kenzo"panggil tuan Mahendra
__ADS_1
Kenzo mengeliat pelan berbalik dengan pelan sampai Naila terbaring di perut Kenzo, sejenak Kenzo mengingat hal semalam sudah dia duga jika sentuhan Naila itu emang sangat membuat nya mabuk Kenzo mengelus kepala Naila pelan
Tok tok
"Kenzo"panggil tuan Mahendra lagi
"Ayah lagi"ucap Kenzo meletakkan kepala Naila dengan pelan lalu dia mengambil celananya dan melirik ke arah Naila, Kenzo membenarkan selimut Naila
Cklek
"Iya ayah ada apa"ucap Kenzo sesantai mungkin
"Kenapa Naila belum berangkat kerja"ucap tuan Mahendra cemas
"Emm itu semalam seperti nya Naila ngak bisa tidur jadi dia bangun sedikit siang mungkin "ucap Kenzo beralasan
"Kamu bangunin dia ayah tunggu di bawa"ucap tuan Mahendra lalu pergi Kenzo menutup pintunya dan ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya
Huam
"Aduh capek banget"ucap Naila menguap mengaruk kepalanya yg rambutnya seperti singa karna ulah Kenzo semalam Naila tersenyum dia akan kembali Naila memungut pakaiannya tidak sabar ketemu kakak nya Naila juga merasakan masih sakit tapi dia semangat akan pulang
"Mau kemana"tanya Kenzo dengan handuk di pinggang
"Pulang lah kan hutang kakak ku udah lunas"ucap Naila semangat mengemas barang nya
"Itu benar tapi kamu tetap jadi istri ku"ucap Kenzo santai
"Apa maksud tuan"ucap Naila menatap Kenzo
"Hutang kakak mu udah lunas tapi kamu tetap jadi istri ku"ucap Kenzo serius
"Aku ngak mau"ucap Naila kesal dia merasa tertipu oleh Kenzo
"Tuan bilang setelah malam ini aku bebas"ucap Naila
"Tidak aku hanya bilang setelah malam ini hutang kakak mu lunas tapi bukan berarti aku akan melepaskan mu"ucap Kenzo datar
"Tuan kurang ajar"umpat Naila kesal
"Aku ngak kau jadi istri mu tuan bedebah tuan tidak tau diri aku ngak mau aku mau bebas"triak Naila marah
Plak
"Tutup mulut mu atau aku benar akan melenyapkan mu berteriak pada ku jangan kamu pikir aku baik pada mu kamu bisa sesuka pada ku kamu ngak tau aku siapa aku bisa menghancurkan mu seperti debu jadi jangan macam-macam"ucap Kenzo mengcengkram dagu Naila setelah dia menampar Naila dan pergi Naila menangis sesenggukan menyeka air matanya pipinya terasa panas Naila menuju kamar mandi membersihkan tubuhnya menangis sejadi jadinya
Setelah Kenzo berangkat kerja Naila.juga pergi tapi dia tidak ke rumah sakit melainkan ke rumah kakak nya menangis mengadu kesedihan nya pada kakak ipar nya menceritakan hal yg menimpa nya Rina hanya mampu mengelus kepala Naila tidak tau berbuat apa
"Nai udah kamu nanti sakit"ucap Rina mengelus kepala Naila
"Hiks hiks aku benci sama dia aku muak melihat wajahnya aku sangat membenci nya"ucap Naila sesegukan memeluk Rina
"Iya benci sesuka hati mu tapi kamu harus berhenti nangis itu nanti akan memperburuk kesehatan mu"ucap Rina menyeka air maya Naila
"Aduh kak aku pusing"ucap Naila memegang kepalanya merasakan kepalanya pusing
"Tuh kan ayo istirahat saja di kamar mu"ucap Rina mengantar kan Naila ke kamar nya lalu Naila memejam kan mata nya untuk beristirahat karna memang keadaan Naila sangat kacau pipi nya merah bekas tamparan Kenzo tadi pagi
__ADS_1