
Arvin menyenderkan tubuhnya di kursi kerja nya meraih foto Dita dan diri nya Arvin membayang kan kejadian tadi dia berfikir apa Dita punya hubungan sama Revan membayang itu membuat hati Arvin tidak hanya merasakan kerinduan namun juga kepedihan tadi dia tidak sengaja melihat sosok Dita semakin dekat dekat dan benar itu Dita yg bicara sama Revan dan Dita juga tadi memeluk Revan merasa takut pada nya
"Aghhh"teriak Arvin membanting meja nya dia menatap foto Dita di tangannya
"Aku akan merebut mu secara paksa dari siapa pun itu"ujar Arvin datar menyeka air mata nya lalu dia pergi
"Mama tadi kenapa mama menangis"tanya Arvin di motor karna dia membonceng Dita
"Tidak mama hanya teringat sama papa kamu tadi om Revan mengatakan soal masa lalu mama jadi mama teringat"ujar Dita mengeratkan pelukannya
"Meski aku tidak bisa melihat langkah kaki dan aroma mu aku tau jika itu dokter Arvin aku tidak mau lagi hancur karna dokter Arvin tapi bagaimana pun aku mengeluarkan dokter Arvin dari kehidupan ku namun aku tidak mampu itu malah semakin menyakiti ku"batin Dita menyenderkan kepalanya di bahu Arvin yg pokus menyetir motor
###
"Gimana tadi cek mata nya"tanya Naila melihat Arvin dan Dita duduk
"Syukur tante mama mata mama masih bisa sembuh tadi pihak rumah sakit juga mengatakan akan mencari donor mata mama nanti mereka akan mengatur waktu nya"jelas Arvin senang
"Wah secepat itu kamu hebat Arvin bisa menemukan itu"ujar Naila tersenyum
"Iya tante mama aku sengaja mengajak mama ke rumah sakit besar agar lebih cepat mendapat kan nya"ujar Arvin tersenyum
"Memang tadi kalian mengunjungi rumah sakit mana"tanya Naila penasaran
"Rumah sakit Arthur"jawab Arvin lalu terdiam dia menyadari sesuatu
"Mama kenapa rumah sakit itu sama dengan nama ku Arvin Arthur"ucap Arvin serius Naila bisa paham kenapa Dita seperti murung seperti itu
"Hanya kebetulan Arvin "ujar Dita
"Iya sih mungkin kebetulan"ucap Arvin tersenyum
###
Setelah libur panjang akhirnya Arvih dan Satria kembali sekolah seperti biasa nya mereka mengikuti pelajaran dan saat pulang sekolah mereka ngojek.Arvin juga masih menunggu kabar dari pihak rumah sakit soal donor mata mama nya
"Ehh tunggu itu rame kenapa"tanya Arvin melihat murid rame di lapangan basket
"Ohh itu Glen murid yg kaya itu mau nembak cewek"ujar nya
"Wih seru nih lihat yuk"ujar Arvin merangkul Satria mereka melihat nya tapi sepertinya acara nya kacau
"Kamu berani ya menolak ku"ujar Glen marah pada gadis itu
"Kak aku mau pokus sekolah maaf banget "ujar nya pergi
"Aku akan menghancurkan kehidupan mu"ujar Glen marah tapi wanita itu tetap pergi
"Ada apa sih kami ketinggalan berita"ujar Satria melihat semua bubar
"Tadi Glen nembak cewek itu tapi di tolak mentah mentah sama cewek itu kata nya nya pokus sekolah"ujar nya
"Udah buat apa kita ngurusin gitu mending kita lanjut ngojek"ujar Satria merangkul Arvin dan mereka menuju parkiran
Di sela Arvin ngojek ada telpon dari pihak rumah sakit jika donor nya sudah ada membuat Arvin sangat bahagia dia akhirnya memutuskan pulang ke rumah menemui mama nya
"Ma donor mata nya sudah ada"ujar Arvin mencium tangan Dita
"Benar itu"ujar Dita tersenyum
"Iya ma nanti mama ngak perlu lagi tongkat ini dan mama akan melihat wajah ku"ujar Arvin tersenyum dan memeluk Dita begitu erat
"Iya sayang "ucap Dita senang
"Aku siapin keperluan mama ya besok kita ke rumah sakit"ujar Arvin semangat mengambil tas Dita dan menyiapkan ke perluan Dita
__ADS_1
"Jika nanti aku ketemu lagi sama dokter Arvin bagaimana aku harus apa jika nanti Dela menghancurkan kehidupan aku lagi bagaimana"batin Dita cemas
###
Arvin izin sekolah untuk menemani mama nya karna Naila tidak bisa menemani mama nya di rumah sakit karna ada pekerjaan lain jadi Arvin izin dan guru mengizinkan mengerti kondisi Arvin.Kini Arvin menemani mama nya di ruang pemeriksaan
"Dokter Arvin"ujar Ririn masuk karna Ririn bekerja di rumah sakit Arthur
"Mau aku yg operasi"ujar Ririn menyerah kan data pasien itu dan Ririn tersenyum Arvin membawa nya lalu menatap Ririn
"Rin seperti nya dia punya hubungan sama suami kamu Revan"ujar Arvin serius membuat Ririn tertawa
"Dok kenapa semakin tua semakin bodoh"ujar Ririn geli
"Revan udah cerita sama aku jika waktu itu dia ketemu sama Dita saat memeriksa nya dan dia takut saat ketemu sama dokter makan nya dia memeluk Revan meminta perlindungan "jelas Ririn ya Revan dan Ririn menikah
"Kamu serius "ujar Arvin ada kecerahan di wajahnya
"Iya dok ini dia akan melakukan operasi mata"ujar Ririn
"Dia sih pasien ku tapi aku yakin dokter ingin memanfaatkan kesempatan ini"ujar Ririn
"Tentu itu"ujar Arvin mengambil data Dita lalu segera pergi Ririn hanya tersenyum
Cklek
Arvin masuk ke ruangan Dita tapi wajah Arvin masam melihat ada pria dengan mesra nya menyuapi Dita buah mana lebih muda dan lebih tampan Dita seperti nya bahagia di perhatikan pria itu terlihat dari senyum nya
"Nah itu dokter nya datang"ujar nya berdiri
"Di sini aja "ujar Dita meraih tangannya dan meraba wajah nya
"Iya iya"ujar nya mencium pipi Dita
"Sebagai private dokter anda harus keluar"ujar Arvin datar
"Ya ampun itu dokter Arvin aku harus bagaimana "batin Dita cemas
"Iya dok"ujar nya
"Ma aku tunggu di luar"bisik Arvin melepaskan pegangan Dita lalu dia keluar
"Kenapa kaget"ujar dokter Arvin melempar kan data Dita
"Dok periksa saja "ujar Dita berusaha tenang
"Apa kamu tau aku hampir mati karna mu apa kamu tau itu"ujar dokter Arvin datar
"Apa maksud dokter "ujar Dita pelan
"Anandita "ujar Arvin memegang bahu Dita
"Kamu benar melupakan aku"ujar Arvin datar memegang tangan Dita meletakkan di wajah nya
"Ini aku dokter Arvin kamu menyakiti ku "ujar Arvin lirih air mata mengalir menahan kerinduan Dita bisa rasakan
"Aku"ujar Dita menahan sesak di hati nya
"Aku tidak mau sama dokter Arvin"ujar Dita tegar
"Kenapa"ujar Arvin dia benar gila seperti ini
"Aku bisa lakukan apa saja Dita"ujar Arvin memegang tangan Dita
"Kamu yg memaksa ku berbuat hal gila"ujar Arvin datar dan menekan Dita di kasur Arvin mencium Dita dengan kasar
__ADS_1
"Dok lepas kan"ujar Dita makin takut tapi Arvin tidak berhenti
"Lepaskan dok hiks hiks"ucap Dita menangis tapi Arvin tidak mendengar semakin kuat mencengkram tangan Dita
"Arvin"teriak Dita dengan kuat
"Arvin "teriak Dita lagi menangis
Cklek
"Mama"ujar Arvin langsung lari
"Dokter lepaskan"ujar Arvin menarik baju dokter Arvin
"Jangan menghalangi ku atau aku akan melenyapkan mu"triak dokter Arvin
"Jangan berani melukai mama ku atau aku melupakan jika dokter lebih tua dari ku"ujar Arvin marah
"Kamu minggir "ujar dokter Arvin
"Jangan mendekati mama ku"sentak Arvin mendorong dokter Arvin
"Sialan"ucap dokter Arvin kesal memukul Arvin
"Dokter kira aku ngak bisa balas"ujar Arvin memukul dokter Arvin mereka jadi berkelahi mendengar itu semua melihat termasuk Ririn dia kaget dokter Arvin malah ribut
"Arvin hentikan "ucap Dita dia hanya berdiri karna tidak tau posisi anak nya
"Dengar dia memanggil ku "ujar dokter Arvin mendorong Arvin
"Hei dia memanggil ku jangan mendekati nya"ujar Arvin kesal melindungi mama nya Dita meraba Arvin menyentuh wajah Arvin
"Arvin mama mohon hentikan"ujar Dita menangis Arvin memegang tangan Dita
"Aku ini seorang anak aku melakukan hal yg benar anak di luar sana tidak akan membiarkan mama nya terluka sama sekali yg aku lakukan sekarang ini"ujar Arvin mencium tangan Dita
"Dita"ujar Ririn
"Cukup"ujar Dita pelan
"Mama mau pulang aja"ujar Dita menyeka air mata nya Arvin terdiam
"Ma aku mohon"ujar Arvin pelan
"Mama ngak mau kamu terluka"ujar Dita memeluk Arvin dengan erat
"Dokter tidak hanya dia ma"ujar Arvin
"Dokter lain akan menangani mama"ujar Arvin
"Maafkan aku tapi aku yg akan mengoperasi nya"ujar Dokter Arvin
"Tidak akan"ujar Arvin datar
"Aku sudah minta maaf "ujar dokter Arvin jadi kesal
"Sayang mama akan bicara sama dokter kamu tunggu di luar "ujar Dita memegang wajah Arvin
"Baik lah jika terjadi apa-apa mama teriak aja"ujar Arvin lalu berlalu termasuk yg lain
"Dokter aku mohon lupakan aku jangan membuat kehidupan aku menderita lagi jika dokter terus mendesak ku aku benar akan pergi dari sini dokter jangan menghancurkan kehidupan ku lagi"ujar Dita cepat
"Apa aku selalu menghancurkan mu"ujar dokter Arvin kecewa
"Baik lah aku akan profesional"ujar Arvin menahan sesak di dada nya
__ADS_1
"Aku akan periksa kamu"ujar Arvin lalu membantu Dita berbaring dan memeriksa Dita