Perjalanan Cinta Sang Dokter

Perjalanan Cinta Sang Dokter
Akhirnya menikah


__ADS_3

Cinta berada di Apartemen bermalam di sana dia hanya berbaring di kasur karna Rey tadi ada urusan mendadak meski hari libur, berita soal lamaran Satria di terima Tania sudah sampai pada Cinta dia ikut senang akan hal apa lagi saat Satria mengirim foto nya bersama Tania yg memakai cincin wajah Satria sangat bahagia bahkan Cinta ikut merasakan kebahagiaan, mereka menentukan tanggal pernikahan karna Satria tidak ingin lama menunda takut Tania berubah pikiran tentu mereka hanya pasrah jika Satria yg memaksa ,Cinta senyum senyum menatap foto Satria di buyarkan oleh bel


"Dasar Rey suka sekali menganggu ku jika buka saja kenapa"ujar Cinta beranjak karna memang tidak pernah ada tamu sebelum nya mereka tau apartemen itu kosong


Cklek


"Hai sayang"ucap nya masuk


"Devan"ujar Cinta datar


"Iya"ujar Devan berbalik mendekati Cinta


"Apa adik mu sudah membaik aku harap begitu"ujar Devan tersenyum


"Bajingan aku tidak terima atas apa yg kamu lakukan pada adik ku"ujar Cinta


"Apa mau mu ke sini"ujar Cinta kesal


"Coba lah tenang sedikit sayang"ujar Devan memeluk Cinta


"Lepas beraninya kamu menyentuh ku"geram Cinta mendorong Devan


"Kamu semakin cantik sayang"ujar Devan melintir tangan Cinta kebelakang dia mencium sekilas pipi Cinta


"Bajingan lepaskan aku"teriak Cinta


"Ssttt"ucap Devan meletakkan telunjuk nya pada bibir Cinta


"Aku akan membunuhmu semua keluarga mu termasuk Rey dan aku akan segera miliki kamu tunggu waktu yg tepat aku akan lakukan itu"ujar Devan serius


"Kamu sudah tau kan bagaimana aku membuat Satria di rawat di rumah sakit aku akan lakukan hal lebih keji lagi sabar ya kita akan segera bersama"ujar Devan mencium kening Cinta lalu dia pergi


"Bajingan kamu Devan"ujar Cinta menyeka air matanya dia jadi takut Cinta duduk di sofa mengepal kan tangannya


"Kamu kenapa"ujar Rey masuk mendekati Cinta


"Rey"ucap Cinta berdiri memeluk Rey dengan begitu erat


"Devan datang ke sini "lirih Cinta sesegukan


"Dia ngapain kamu kenapa kamu menangis"ucap Rey datar


"Dia mau lenyap kan kalian semua"lirih Cinta memeluk Rey


"Tenang"ucap Rey mengelus kepala Cinta mengajak Cinta duduk


"Itu ngak akan terjadi aku akan jaga keluarga kamu dengan baik"ujar Rey lagi


"Dia juga mencium ku apa kamu marah"ujar Cinta menunduk


"Tidak apa, sini aku bersih kan"ujar Rey menciumi wajah Cinta


"Jangan menangis lagi"ujar Rey serius


"Terimakasih"ujar Cinta menyenderkan kan kepalanya di dada Rey


"Rey apa Devan benaran akan membunuh kalian"tanya Cinta masih posisi sama


"Pasti dia akan lakukan itu tapi aku akan menjaga mereka semua"ujar Rey


"Aku ngak mau kamu kayak Satria"ujar Cinta mendongak


"Please segera lakukan untuk menghentikan itu semua"ujar Cinta cemas


"Kamu mau apa segera lenyap kan Devan"ujar Rey serius


"Aku ngak mau seperti itu aku ngak mau kehilangan kalian jika kamu meninggal aku akan ikut dengan mu"ujar Cinta

__ADS_1


"Itu tidak akan terjadi aku belum puas menikmati diri mu"ujar Rey cepat


"Rey"ujar Cinta cemberut Rey menangkup wajah Cinta


"Percaya lah aku tidak akan membunuh lagi dan aku akan menjaga keluarga mu"ujar Rey serius Cinta menemukan keseriusan di mata Rey dia merasa aman merasa kehangatan itu


"Rey janji"ujar Cinta menatap Rey dalam


"Iya"ucap Rey memeluk Cinta dengan erat Cinta merasa lega


"Rey aku juga mau mengatakan Satria akan segera menikah dengan Tania"ujar Cinta semangat


"Kita akan pulang "ujar Rey di angguki Cinta


####


Tania tidak menyangka Satria benar mempercepat pernikahan nya bahkan hanya berselang tiga hari saat lamaran itu membuat Tania bener pusing tidak bisa merenungi gagal masalahnya dia ikut sibuk menyiapkan semuanya tapi Tania meminta pernikahan nya sederhana Tania tidak ingin orang berfikir yg aneh mengenai nya secara Tania dan Satria itu bos dan asisten Tania tidak ingin jadi gosipan orang orang apa lagi orang sekantor Satria menyanggupi semua permintaan Tania itu


"Tania apa kamu merasa terjebak dengan ini"tanya Cinta melihat Tania sudah siap bersama Arin


"Nona saya merasa kurang yakin dengan pak Satria tapi apa yg di katakan ibu saya itu ada benar nya juga jika jodoh saya orang lain kenapa beberapa kali saya gagal terus menikah dan saat bertemu dengan pak Satria kenapa bisa lancar seperti itu jika itu jodoh saya"jelas Tania dia binggun juga dengan takdir tapi Tania harus menerima takdir ini


"Tania percaya lah Satria itu pria baik baik kamu nanti akan jatuh hati pada nya"ujar Cinta tersenyum


"Iya nona"ujar Tania tersenyum


"Tania meski aku berusaha menghapus perasaan ku semoga kamu bisa membahagiakan Satria"ujar Arin dia mulai mengikhlaskan Satria


"Terimakasih nona"ujar Tania tersenyum


"Ayo kenapa kalian malah ngobrol"ujar Naila masuk lalu Cinta dan Arin mendampingi Tania menuju pelamin


"Hhmm hhmm aku semakin gugup"ujar Satria pada Arvin di sampingnya


"Kelihatan kamu sampai berkeringat di dalam ruangan AC ini"bisik Arvin


"Sudah siap pak Satria"tanya ayah Tania menatap Satria


"Satria jangan memalukan tidak ada ulang dalam ijab kabul kami semua lanjar di keluarga kita kamu jangan memalukan keluarga kita"ujar Kenzo melihat tangan Satria gemetar


"Papa aku benar gugup"ujar Satria mengaruk kepala Naila mengeleng pelan


"Satria kamu harus segera mengucapkan ijab kamu jika mau segera menjadi kan Tania istri mu"ujar Naila dengan memijit bahu Satria biar rileks


"Iya ma"ucap Satria tersenyum ingin mencium mama nya


Bugh


"Ehh jangan kamu cium cium mama udah punya istri"ujar Naila memukul bibir Satria


"Mama"ujar Satria sebal dia menghembuskan nafasnya kasar lalu menjabat tangan ayah Tania


"Kita mulai ya"ujar penghulu segera Satria mengucap kan ijab kabul nya


Sah......


Ucap semua Satria tersenyum lebar menatap Tania yg sudah sah jadi istri nya mereka mulai mendoakan kedua pengantin nya Tania hanya diam binggun dengan takdir yg tengah dia hadapi sekarang ini bisa bisa nya dia menikah dengan pria yg merengut kehormatan nya secara paksa dahulu tapi Tania bisa apa semua sudah terjadi


"Kamu kenapa hanya diam"tanya Satria mereka sudah ada di pelaminan menikmati acara resepsi


"Tidak aku hanya merenungi saja kamu tau kan aku menikah ini bukan dasar hati"ujar Tania serius


"Kenapa Tania harus nya kamu mengatakan karna aku tidak mau menikahi mu tidak dengan hati"ujar Satria menatap Tania


"Maaf kan atas apa yg aku lakukan dulu"ujar Satria serius


"Aku akan belajar menerima mu"ujar Tania berusaha tersenyum

__ADS_1


"Aku akan membuat mu bahagia selalu "ujar Satria mengengam tangan Tania kembali pokus ke depan


"Cinta kemana"gumam Rey celangak-celinguk mencari kehadiran Cinta karna dari tadi Rey pokus ke keluarga takut ada Devan yg ingin melakukan sesuatu Rey juga mengatur keamanan para tamu siapa tau ada yg menyamar


Sedangkan Cinta tadi saat dia mendampingi Tania dia melihat kehadiran Devan dari luar karna takut yg di ucapan Devan itu benar jadi Cinta memberanikan diri keluar dari acara dan mengikuti Devan yg ternyata benar ingin melenyapkan keluarga nya mengunakan senapan dari jarak jauh bahkan Devan tidak sendiri dia bersama Sela adik nya ikut gabung


"Devan"ujar Cinta mendekat


"Cinta"ucap Devan serius Cinta mendekat


"Kamu ingin melenyapkan keluarga ku"ujar Cinta serius


"Iya"ucap Devan kembali membidik dia butuh kepokusan karna target nya berada di keramaian


"Devan aku ingin mengatakan sesuatu"ujar Cinta memegang bahu Devan


"Aku merindukanmu "ujar Cinta memeluk Devan dengan erat Devan diam menegakkan tubuhnya


"Sangat merindukanmu"ujar Cinta lagi tapi tangan nya mencari senjata yg tadi Cinta lihat di balik baju Devan


"Kak pokus pada tujuan kita"ujar Sela mengingat kan


"Iya benar itu"ujar Devan melepaskan pelukannya


"Berhenti "ucap Cinta menodong kan senjatanya pada kedua nya


"Aku tidak akan biarkan kalian membunuh keluarga ku"ujar Cinta serius tangan nya gemetar memegang senjata untuk pertama kalinya


"Kamu tidak akan nekat Cinta"ucap Devan santai


Dor


"Sela"ucap Devan kaget saat Cinta tanpa ragu menembak dada Sela membuat Sela ambruk


"Aku tidak main-main Devan sudah cukup kamu membuat kami menderita kamu juga tega berbuat keji pada Satria"ujar Cinta serius


"Cinta kamu tenang dulu"ujar Devan menenangkan


"Aghhhh"teriak Cinta


Dor


Cinta menarik pelatuk nya lagi menembak perut Devan membuat Devan terjatuh tidak ada yg mendengar karna musik acara itu


"C... cinta"ucap Devan terbata


Dor


Dor


Cinta menembak bagian kepala kedua nya membuat peluru itu habis Cinta gemetar dia melihat keadaan Devan dan Sela yg sudah lenyap seketika tiba tiba rasa takut menguasai Cinta dia melihat sekeliling sepi Cinta mencari ponsel nya menelpon Rey


"Cinta"panggil Rey lari mendekat


"R.... Rey aku....aku...takut aku .... melenyapkan mereka jika ada yg tau bagaimana"ujar Cinta gemetar


"Ssttt jangan takut"ujar Rey menangkup wajah Cinta


"Tenang ada aku"ujar Rey memeluk Cinta yg ketakutan Rey melihat sepertinya mereka ingin membunuh mereka semua


"Ini pantas mereka dapat kan meski tidak mati di tangan mu mungkin mereka mati di tangan ku atau yg lain"ujar Rey


"T...tapi Rey jika ada polisi menangkap ku bagaimana"ujar Cinta menatap Rey


"Tidak Cinta kamu akan aman lupakan kejadian ini oke"ujar Rey mencium kening Cinta yg terus memeluknya nya Rey menelpon anak buahnya tidak lama mereka datang


"Bereskan mereka buang di hutan kematian kalian tau kan tempat nya jika ketahuan sama polisi kasih tau saya polisi mana yg bisa menghalangi Rey "ujar Rey datar

__ADS_1


"Kami mengerti tuan"ujar mereka lalu menarik Devan dan Sela


"Semua sudah selesai Cinta kamu jangan takut sekarang kita istirahat sejenak "ucap Rey mengendong Cinta menuju mobilnya untuk menenangkan Cinta


__ADS_2