
Setelah Kenzo selesai meeting dia segera pulang karna tadi Kenzo bertanya di mana Naila dan Naila menjawab sudah pulang jadi Kenzo segera pulang.Saat Kenzo sampai Naila bersantai menikmati teh hangatnya dengan melihat ponselnya langsung saja Kenzo menghampiri Naila yg lagi duduk dengan Nandira
"Jadi pria itu bernama Revan"ketus Kenzo tepat nya dia kesal dan cemburu
"Iya tuan Kenzo"ucap Naila meletakkan ponselnya
"Seperti nya dia pria tidak baik"ucap Kenzo duduk
"Masak iya yg bayar makan kamu dia hanya menginginkan uang mu saja karna dia tau kamu anak nya tuan Arthur"ucap Kenzo karna tadi dia melihat Naila membayar nya
"Tuan Kenzo aku sudah lama kenal sama Revan dia baik tadi itu dompet nya tinggal jadi aku yg bayar lagian ngak ada yg tau jika aku anak nya ayah iya kan bunda"ucap Naila bertanya
"Iya benar Kenzo tidak ada yg tau jika Naila anak bunda karna bunda akan mengumumkan di saat resepsi pernikahan kalian nanti "ucap Nandira
"Tetap saja bunda pria itu hanya porotin Naila aku tidak suka dia dekat pria itu"kesal Kenzo
"Tunggu tuan Kenzo apa sekarang tuan Kenzo tengah cemburu "selidik Naila
"Cemburu cih kamu sok kecantikan "cibir Kenzo
"Ya aku ngak sok kecantikan ya hanya saja kan awal nya tuan Kenzo mengizinkan aku sama Revan lalu tuan Kenzo marah saat ketemu sama aku yg lagi makan sama Revan"ujar Naila
"Terserah pada mu deh aku sibuk aku hanya memperingati saja"ucap Kenzo lalu pergi karna dia masih ada pekerjaan di kantor
"Nanti kenal kan bunda sama Revan"ucap Nandira mengusap bahu Naila
"Iya bun"ucap Naila memeluk leher Nandira mereka kembali pokus
"Sialan pria itu berani sekali dia kenapa mulut dan hati ku berbeda aku merasa sangat marah dan ingin membunuh pria itu apa dia tidak takut"geram Kenzo mondar-mandir di ruangannya
"Maaf tuan kita masih ada meeting dan klien kita menunggu "ucap John masuk
"Baik lah"ucap Kenzo mengambil ponselnya segera keluar dia harus pokus dengan pekerjaan nya
Dita dan Ririn menjenguk Naila di museum Arthur mereka di siapkan Nandira cemilan mereka mengobrol singkat ya memang Naila suka menghabiskan waktunya bersama
"Nai kakak mu itu tampan banget"celetuk Dita tersenyum
"Ehh ada angin apa memuji nya kamu suka ya sama kak Arvin"selidik Naila memakan cemilannya
"T... tidak Nai aku hanya bilang"ucap Dita gugup
"Atau Ririn mau sama kak Arvin aku jodohkan deh"ucap Naila tersenyum
"Aku"tunjuk Ririn
"Ya ampun Nai aku muak sama dokter cukup karna dokter impian ku terkubur meski ngak aku batal jadi artis anak ku aja deh jika aku nikah sama dokter ya pasti dia akan jadi dokter"kesal Ririn
"Ya ela Rin masih aja pada impian mu itu"ujar Naila mengeleng
"Kamu sendiri pasti senang ya miliki tuan Kenzo sudah tampan tubuh sempurna mapan ahh pasti bahagia"celetuk Ririn
"Enak aja tuan Kenzo ngak kayak gitu dia kejam kerjaan nya ngancam mulu lagian aku udah punya pacar"ujar Naila malu malu
"Apa"ucap Ririn dan Dita menganga
"Kenapa sih"heran Naila
"Ya kamu Nai kamu selingkuh dari tuan Kenzo ya ampun Nai"ucap Ririn hebo
"Aku tidak selingkuh tuan Kenzo izinin kok aku menjalin hubungan sama Revan"ucap Naila tersenyum
"Tunggu Revan ketua kelas kita itu"ujar Dita
"Iya dia baik kok"ucap Naila
"Nai mau dia baik kek tapi kamu melakukan kesalahan masak iya kamu menjalin hubungan putusin aja deh pria itu masalah nya ini tuan Kenzo jika dia membunuh Revan gimana"ucap Ririn
"Ihh Ririn kok malah nakutin gitu"kesal Naila
"Iya Nai sama aku jika ngak setuju sama Revan"ucap Dita menyeduh jus nya
"Terserah deh yg penting aku sayang sama Revan"ujar Naila tersenyum mereka berdua hanya geleng kepala dengan Naila seperti di mabuk cinta
🌙🌙🌙
Revan duduk di taman bersama seorang wanita meraka mengobrol dengan permasalahan mereka Revan termenung teringat hari itu papa nya masuk rumah sakit karna usaha nya bangkrut tidak sengaja mendengar gosip Naila yg ternyata anak dari keluarga Arthur dan papa Revan juga menyarankan mendekati Naila untuk bisa membangkitkan perusahaan nya itu Revan hanya menurut
__ADS_1
"Sayang aku lakukan biar usaha papa ngak bangkrut"ucap Revan mengengam tangan tunangan nya
"Aku percaya sama kamu sayang jika kamu hanya mencintai ku"ujar wanita itu mengusap rahang Revan
"Tapi aku akan sibuk beberapa hari ini mengurus Naila"ucap Revan serius
"Iya aku ngerti kamu pokus saja ya karna aku ngak mau punya suami yg tidak ounya pekerjaan "ujar nya
"Makasih sayang "ucap Revan menatap bibir wanita itu lalu mereka berciuman dengan sangat mesra Revan memegang tengkuk wanita itu sama hal nya wanita itu memegang wajah Revan
"Cih jadi teringat sama Naila andai wanita itu Naila saat mencium ku"batin Kenzo tidak sengaja melihat nya dia tersenyum tipis
"Tunggu"ucap Kenzo menyadari sesuatu menghentikan sopirnya Kenzo keluar dari mobil mendekat lebih dekat dan dekat
"Breksek "teriak Kenzo menarik bahu Revan langsung menonjok Revan
"Kamu siapa"ucap Revan terjatuh memegang wajahnya wanita itu sama panik nya
"Pria tidak tau diri berani mendekati Naila kamu malah asik berciuman di sini"teriak Kenzo murka
"Aku aku"Revan belum sempat bicara sudah di hajar Kenzo lagi membabi buta
"Jika sampai kamu membuat Naila menangis aku akan membunuhmu "teriak Kenzo memukul lagi Revan
"Hentikan tuan"ucap wanita itu panik
"Ini hanya peringatan untuk mu"ucap Kenzo melempar Revan yg sudah tidak sadar dan dia pergi
"Tuan Kenzo kenapa berantakan "tanya Naila melihat Kenzo berantakan
"Hanya menghajar tikus yg berulah"ujar Kenzo santai
"Jangan dipikir Nai Kenzo emang kayak gitu berkelahi mulu"ujar Arvin santai
"Ohh ya Nai kamu tidak usah bertemu sama Revan"ujar Kenzo datar
"Kenapa "ucap Naila heran
"Ya karna dia ngak pantas sama kamu"ujar Kenzo datar tatapan nya dingin
"Naila Salsabila"ucap Kenzo dingin memegang bahu Naila
"Jangan ikut campur "ucap Kenzo datar pada Arvin yg berdiri merasa tidak senang Kenzo melakukan itu pada Naila
"Dia tidak pantas untukmu hanya aku yg pantas di sisi mu hanya aku jika kamu masih berusaha mendekati nya aku akan menghajar nya sampai mati aku baru saja menghajar nya paling masuk rumah sakit jika kamu masih mendekati nya aku akan membunuh nya"tajam Kenzo lalu pergi
"Tuan Kenzo selalu seperti itu"ucap Naila sedih
"Udah paling Kenzo kecapekan"ucap Nandira memeluk anak nya Arvin segera menyusul Kenzo
"Kenzo"panggil Arvin serius
"Aku tidak suka ya kamu kasar pada Naila"ucap Arvin
"Terserah aku melakukan apa "ucap Kenzo datar
"Baik terserah pada mu jika kamu menyakiti Naila aku tidak takut pada mu"ucap Arvin datar
"Kamu pikir aku ini takut aku menghajar Revan karna itu pantas untuk nya karna dia itu hanya memanfaatkan Naila saja aku tadi tidak sengaja melihat dia berciuman dengan wanita "geram Kenzo
"Apa kamu yakin"ucap Arvin
"Iya lah"ucap Kenzo
"Oke aku punya ide "ucap Arvin lalu membisik
"Atur saja aku muak mengurusi cewek jelek itu"ucap Kenzo lalu menuju kamar nya
"Cewek jelek kamu akan bertekuk lutut saat mencintai Naila nanti"ucap Arvin lalu pergi
####
☀️☀️☀️
Karna kebanyakan di kota mereka itu rumah sakit milik keluarga Arvin jadi dia mencari keberadaan Revan sangat muda bagi Arvin mencari nya dan kebetulan tempat Ririn bekerja Revan di rawat Ririn menginformasikan pada Arvin jika Revan ada di rumah sakit tempat dia bekerja
"Tuan Kenzo tidak boleh melakukan itu pada Revan dasar tuan Kenzo tidak punya perasaan"kesal Naila sudah mendapatkan info Revan jika di rawat
__ADS_1
"Terserah aku"ucap Kenzo santai
"Aku benci sama tuan Kenzo"teriak Naila kesal lalu pergi
"Andai Nai kamu tau bahkan sekarang ini aku sangat mencintai mu andai kamu tau sebesar apa cinta ku pada mu aku mengizinkan mu sama pria itu aku pikir kamu bahagia meski aku tersakiti tapi saat aku melihat dia mencium wanita itu aku ngak rela melihat kamu nanti nya menangis hanya aku yg akan miliki mu aku tidak akan bodoh menyerah kan pada pria lain"ucap Kenzo datar
"Ehh Rin gimana keadaan Revan"tanya Naila ketemu sama Ririn
"Revan ,kamu tau kan Nai jika aku tidak mengenal Revan"ujar Ririn santai
"Tapi dia di rawat di sini"ucap Naila keheranan
"Aku tidak tau Nai baik lah aku permisi karna ada pasien"ucap Ririn
"Iya aku duluan"ujar Naila lalu pergi Ririn hanya tersenyum
"Sayang sebenarnya kenapa tuan Kenzo memukul mu"tanya wanita itu pada Revan
"Aku ngak tau sayang tapi hubungan tuan Kenzo sama keluarga Arthur itu berjalan baik mungkin Naila juga mengenal tuan Kenzo dan dia melihat kita berciuman makan nya dia marah"tebak Revan
"Tapi ini demi kebaikan sayang aku sangat mencintai mu kita akan meminta bantuan pada Naila biar perusahaan kita kembali normal"ucap Revan mengecup kening wanita itu
"Revan"lirih Naila mendekat
"Naila"ucap Revan kaget
"Jadi tuan Kenzo memukul mu karna dia melihat kamu berciuman dengan wanita ini"ucap Naila
"Nai maafkan aku dia adalah calon istri ku aku terpaksa mendekati mu karna ingin keluarga mu membantu ku membangkitkan perusahaan ku yg bangkrut maaf aku tidak sama sekali mencintai mu aku hanya memanfaatkan mu"ucap Revan menuduk
"Kamu tega Revan pada ku kamu mempermainkan aku dari dulu sekarang pun begitu aku sangat benci pada mu"ujar Naila lalu pergi menyeka air mata nya dan berpapasan dengan Arvin
"Kak Arvin "ucap Naila memeluk Arvin menangis di pelukan Arvin
"Revan tega melakukan nya aku benci dia"ujar Naila menangis
"Hei jangan nangis nanti hati kita terluka dan tergores"ucap Arvin menghapus air mata Naila
"Iya dia menyakiti hati kita"ucap Naila menangis
"Ya meski Kenzo menyebalkan lebih baik dia dari ya lain"ucap Arvin
"Ehh Kenzo mana"ucap Arvin tidak melihat kehadiran Kenzo tadi dia datang bersama Kenzo
"Ayo Nai seperti nya Kenzo berbuat ulah"ujar Arvin mengajak Naila dan benar Kenzo tengah menghajar Revan
"Berani nya kamu ya buat Naila menangis"triak Kenzo memberi Revan pukulan
"Ehh tuan Kenzo bisa membunuhnya"ujar Naila
"Iya benar aku akan membunuh nya"ucap Kenzo datar
"Tuan Kenzo hentikan"ucap Naila menarik lengan Kenzo
"Aku sudah tidak apa apa"ucap Naila pelan Kenzo menatap Naila
"Sudah ku bilang kan hanya aku yg pantas untuk mu"ujar Kenzo lalu menarik tangan Naila untuk pergi
"Jauhi Naila "ancam Arvin lalu pergi tinggal Revan menahan rasa sakit
"Tuan Kenzo tunggu"ujar Naila menghentikan langkah mereka
"Apa lagi masih mau belain dia"kesal Kenzo
"Bukan begitu"ucap Naila
"Maafkan aku atas apa yg aku lakukan aku tau aku seperti berselingkuh dari tuan Kenzo"ucap Naila menyesal
"Aku tidak butuh itu semua"ketus Kenzo tapi dia sangat senang
"Ya karna tuan Kenzo menyebalkan membuat aku benci sama tuan Kenzo"ucap Naila jujur
"Kamu kira aku suka pada mu cih kamu harus sadar diri kamu itu jelek ngak pantas untuk ku"ujar Kenzo sinis
"Pokoknya aku mau minta maaf"ucap Naila memeluk Kenzo dia menyadari kesalahannya
"Baik lah "ucap Kenzo tersenyum tipis mengelus kepala Naila akhirnya Kenzo bisa merasakan kehangatan Naila sekarang Kenzo tidak akan membiarkan siapapun miliki Naila
__ADS_1