
Penyakit Naila kambuh lagi keadaan nya semakin memburuk tadi pada saat Naila kerja dia mimisan tidak berhenti sampai pingsan Rafi yg juga ada di sana sangat panik sampai mengajak Ririn untuk memeriksa keadaan Naila, Penglihatan Naila juga kabur tidak jelas melihat nya rambut Naila juga rontok dengan wajah pucat
"Naila kamu istirahat yg total aja"ujar Ririn memberi saran memang keadaan Naila saat ini sangat memprihatikan
"Apa dengan aku istirahat total akan sembuh tidak kan Rin jadi mending aku melakukan tugas ku saja jika kerja atau pun istirahat sama saja jika aku akan mati"ujar Naila pelan
"Ya aku tau itu tapi Nai kamu itu keadaan nya tidak memungkinkan kerja keadaan mu makin memburuk "jelas Ririn
"Rin percaya pada ku jika aku hanya ingin membuat semua orang bahagia aku hanya ingin bermanfaat bagi semua orang "ujar Naila serius
"Nai kamu terlalu sibuk mikiran orang sampai kamu lupa untuk memikirkan diri sendiri aku hanya memberi saran selebihnya kamu tanggung sendiri "ucap Ririn menahan tangisnya
"Makasih Rin"ujar Naila memeluk Ririn dengan erat Ririn tidak berdaya akan hal itu karna emang keadaan Naila sangat buruk saat ini
Rafi membantu Naila pulang karna seperti nya Naila butuh obat dan istirahat di rumah Naila merasa tenaganya sudah hilang dia terasa tubuhnya kekurangan tenaga jadi dengan paksaan Rafi untuk istirahat di rumah jadi Naila pulang di antar oleh Rafi
"Maaf nona orang asing tidak di boleh kan masuk ke museum"ucap satpam itu belum membukakan pagar nya
"Pak dia kakak saya"ujar Naila pelan
"Ohh maaf nona silakan "ujar nya tidak enak membuka kan pagar nya
"Soal nya ngak mirip saya kira teman nya"ujar nya lagi Rafi hanya tersenyum
"Ngak bisa di bohongi lho Nai jika kita bukan saudara kandung "bisik Rafi
"Kak Rafi apaan sih"kekeh Naila pelan
"Emang aku mirip sama kak Arvin ngak kan"ujar Naila tersenyum
"Tapi sama nyonya Nandira lho mirip sekarang sangat mirip tapi mereka tidak menyadarinya "bisik Rafi tersenyum
"Udah kak "ujar Naila tersenyum
"Wah berani sekali dia bawa pria lain masuk di rangkul kayak gitu"ujar Sakira melihat Naila masuk
"Maaf nyonya saya kakak nya Naila"ujar Rafi masih menahan tubuh Naila
"Nai kamu kenapa"tanya tuan Mahendra cemas
"Tadi ngak sengaja jatuh tuan jadi kaki ku sakit ngak bisa jalan"ucap Naila berbohong
"Bun paling dia bohong"ujar Clara sinis
"Ya benar siapa tau dia bohong"ujar Nandira menarik tangan Naila sampai Naila terjatuh
"Ya jatuh deh"ujar Nandira
"Nyonya ini"ujar Rafi sangat geram dan menatap Clara
"Kak jangan"ucap Naila pelan Rafi membantu Naila
"Maafkan kakak ku nyonya aku permisi "ujar Naila pelan Rafi membantu Naila ke kamar
"Kadang aku kesal terhadap bunda mu itu Nai dia sangat keterlaluan sama hal nya dengan Clara"ujar Rafi membantu Naila duduk di sofa kamar Naila
"Udah lah kak aku ngak kuat lagi"ujar Naila pelan Rafi menyeka mimisan Naila mengambil tisu dari tas Naila
"Nai apa kita ngak nginap rumah sakit aja"ujar Rafi cemas
"Kak ngak dengar kata dokter Ririn semua sia sia aku hanya ingin di rumah aja"ujar Naila pelan
__ADS_1
"Hah ya udah aku balik lagi"ujar Rafi menghembus kan nafasnya kasar lalu pamit
"Ya ampun aku bisa tersungkur pingsan jika kayak gini"gumam Naila berbaring di sofa
"Kamu berani ya menginjak kan istana ini"ujar Clara melihat Rafi keluar dari kamar Naila
"Kamu wanita kejam Clara seharusnya aku yg bilang kamu yg berani menikmati semua nya padahal ini semua milik Naila"ucap Rafi muak
"Tutup mulut mu"kesal Clara melihat sekeliling
"Kalian jangan ikut campur urusan ku karna sebentar lagi aku tidak hanya putri dari keluarga Arthur tapi nyonya muda Mahendra jika itu nanti terjadi aku pastikan kamu dan Naila tidak bisa bernafas dengan tenang karna aku akan memburu kalian"ujar Clara tersenyum senang
"Silahkan Clara aku harap kamu puas"ujar Rafi kesal lalu berlalu
"Wanita licik "ujar Rafi geram
"Ma apa Naila sakit dia sangat pucat ayah jadi cemas"ujar tuan Mahendra gelisah
"Biarin aja yah dia udah besar jika dia sakit dia pasti ke rumah sakit apa lagi dia dokter kan"ujar nya santai karna mereka menyusun rencana pernikahan Kenzo dan Clara
###
Kenzo pulang dia ingin makan malam tapi melihat Naila masih terbaring di sofa dengan wajah pucat membuat Kenzo sangat cemas dia mengedong Naila ke kasur membangun kan Naila takut Naila kenapa -napa Kenzo sangat cemas
"Hei Naila"panggil Kenzo
"Tuan Kenzo "lirih Naila pelan
"Kamu sakit wajah mu sangat pucat"ucap Kenzo serius
"Tidak aku hanya kecapekan"ucap Naila pelan dia beranjak tapi seketika darah dari hidung Naila mengalir lagi
"Kamu mimisan"ujar Kenzo berdiri dia sangat khawatir
"Ini sudah biasa jika aku kecapekan"ujar Naila
"Tunggu sebentar "ujar Kenzo dia bergegas ke dapur
"Bik saya mau bersihin mimisan Naila cepat ambilin apa aja yg bisa membantu"ujar Kenzo panik
"Buat nona Naila tuan "ujar nya melongo
"Iya cepetan "bentak Kenzo kesal pembantu itu segera memberi kan handuk dan air Kenzo segera lari ke atas saat dia akan membuka pintu Kenzo terhenti
"Aku kenapa jadi panik dan ngapain aku mau bantuin dia"gumam Kenzo
"Bodoh amat lah"ujar Kenzo lalu masuk duduk di samping Naila yg terbaring
"Aku bantu sebentar"ujar Kenzo lalu mengelap darah di hidung Naila
"Tuan Kenzo kenapa jadi baik"tanya Naila pelan
"Iya ya kenapa aku jadi baik pada nya kenapa aku sangat khawatir pada nya"batin Kenzo bertanya pada diri nya sendiri
"Aku hanya bantu apa salah"ujar Kenzo datar
"Iya sih ngak salah tapi aneh jika tuan Kenzo sebaik ini"ujar Naila merasa aneh
"Udeh deh jangan banyak tanya buat kepala ku pusing saja"ujar Kenzo jadi kesal tapi Naila sudah kembali tertidur Kenzo membantu Naila
###
__ADS_1
☀️☀️☀️
Naila mulai terbangun melirik ke samping melihat Kenzo mengengam tangannya seperti memang menjaga Naila dengan baik Naila sedikit mendingan lalu Naila dengan pelan beranjak menggambil obat nya Naila segera ke kamar mandi.Kenzo mengucek matanya melirik Naila tidak ada di samping nya saat Kenzo beranjak Naila sudah siap dengan baju dokter nya
"Kamu mau kerja"ujar Kenzo serius
"Iya tuan banyak pasien membutuhkan aku"ujar Naila tersenyum singkat
"Hari ini aku temanin"ujar Kenzo tegas lalu berlalu
"Terserah"ujar Naila mengankat bahu nya menyiapkan barang nya.Karna Kenzo mempertegas akan ikut jadi Kenzo mengikuti Naila ke rumah sakit
"Ini rumah sakit kamu sendiri"tanya Kenzo tidak percaya keluar dari mobilnya
"Iya tuan aku membangun nya di bantu sama kak Rafi sama hal nya dengan uang pemberian tuan Kenzo"ujar Naila tersenyum menuju masuk ke rumah sakit itu
"Benar kan kakak mu itu meminjam uang itu "ujar Kenzo santai
"Udah di bilang bukan tuan "ujar Naila lalu dia melihat Ririn
"Selamat pagi tuan Kenzo"ucap Ririn tersenyum
"Rin kok di sini"ujar Naila pelan
"Biasa aja"ujar Ririn tersenyum merangkul Naila
"Kamu ngeyel di bilang jangan kerja lagi"bisik Ririn
"Banyak yg membutuhkan aku"bisik Naila pelan
"Hhmm apa kalian membicarakan aku"ucap Kenzo berdehem
"Ahh tidak tuan kenal kan saya Ririn sahabat Naila saya juga dokter tepat nya dokter bedah"ujar Ririn tersenyum
"Iya dia sahabat aku sama seperti Dita aku sayang mereka"ujar Naila tersenyum
"Aku rasa tidak perlu lah aku memperkenalkan diri karna dia juga udah kenal sama aku"ujar Kenzo memasukkan tangannya di saku celana nya
"Sombongnya kambuh lagi"ujar Naila jengah
"Tuan kerja aja aku udah baikan"ujar Naila tidak enak karna dia yakin Ririn akan bicara hal serius
"Sudah ku bilang aku mau menemani mu kamu itu lagi sakit"ujar Kenzo datar tidak lama ponselnya berdering dari John
"Tuan ngak apa aku udah sembuh kerja aja"ujar Naila tersenyum
"Ya sudah aku kerja tapi nanti Toni akan di sini"ujar Kenzo lalu berlalu karna dia ada meeting pagi ini
"Aku cukup terkejut lho tuan Kenzo menyempatkan menemani mu yg orang bilang dia kejam tapi aku rasa tidak atau dia mulai mencintai mu"ujar Ririn tersenyum
"Apaan sih"ujar Naila tersenyum lalu mereka berjalan
"Nai apa kamu ngak mau mengatakan soal penyakit mu pada keluarga mu atau pun tuan Kenzo aku yakin dia bisa membantu mu apa lagi soal Clara" ujar Ririn serius mereka masuk ke ruangan Naila
"Ririn aku ngak butuh belas kasih mereka aku hanya ingin mereka benar sayang pada ku bukan mereka kasihan pada ku karna akan tiada aku menerima semua takdirku Rin"ujar Naila tersenyum
"Tapi aku masih tidak terima Nai"ujar Ririn
"Harus Rin jika seperti ini kamu seperti tidak bisa menerima takdir yg sudah di tentukan"ujar Naila
"Nai terimakasih atas semua kamu adalah sahabat terbaik ku tapi aku ngak bisa lakukan apa apa untuk kamu"ujar Ririn menyesal
__ADS_1
"Jangan katakan itu kamu dan Dita adalah sahabat ku yg terbaik meski aku sering di bully karna jelek tapi kalian tetap jadi sahabat ku meski aku di jauhi teman teman kalian tetap jadi sahabat ku terimakasih atas semua"ujar Naila tersenyum memeluk Ririn,Ririn sudah mengatakan pada Naila jika dia hanya menunggu ajal saja maka cerita tentang diri nya di tutup dan Naila tidak menyesal sama sekali