
Arvin datang ke kantor Kenzo dia tidak bisa menunggu lama lagi dan bertanya kenapa Kenzo bisa mengizinkan Naila melakukan itu semua Arvin tidak habis pikir dengan Kenzo keputusan apa yg dia ambil Arvin masuk ke ruangan Kenzo tanpa mengetuk pintu Kenzo keheranan tidak biasa nya Arvin datang begitu saja apa lagi tanpa mengetuk pintu
"Ngapain kamu"ucap Kenzo heran
"Kamu benar gila"ujar Arvin mendekati Kenzo
"Kenapa kamu biarkan Naila bersama pria lain hah"kesal Arvin
"Pasti dia tau Naila akan jalan hari ini aku harus cari alasan jangan sampai Arvin tau jika aku mencintai wanita jelek itu"batin Kenzo berfikir
"Memang nya kenapa"ucap Kenzo berusaha tetap santai
"Apa kamu bilang ya ampun pria ini sudah rusak otak nya Kenzo aku ingat kan lagi ya jika Naila itu istri kamu lagian apa kamu tidak cemburu "ucap Arvin kesal
"Sialan dia mengatakan itu ya pasti aku tidak menyukainya rasanya aku mau membunuh pria itu"batin Kenzo
"Cemburu cih itu tidak akan terjadi lagian ya jika Naila bersama pria lain ya siapa tau aku bisa bebas tidak menatap wajah jelek nya itu"ucap Kenzo bersender di kursi nya
"Kamu menganggu kerja ku saja "ucap Kenzo menatap kembali laptop nya
"Aku datang ke tempat yg salah"kesal Arvin lalu pergi
"Huh kan jadi ingat lagi dasar Arvin breksek "geram Kenzo mengebrak meja nya dia berusaha menahan kemarahannya agar tidak menunjuk kan jika dia mencintai Naila
"Masak iya sih Kenzo tidak menyukai Naila tapi sudah lah jika begitu ada nya aku juga tidak bisa memaksa mereka "ucap Arvin cuek dia segera kembali ke rumah sakit
Naila duduk bersama Revan di restoran mereka lagi makan siang kini mereka resmi pacaran mereka ngobrol hal ringan dengan makan bersama
"Revan jangan lakukan "ucap Naila menurun kan tangan Revan yg mengusap bibir Naila karena ada bekas makan
"Kenapa"ucap Revan menatap Naila
"Tidak apa hanya saja aku sedikit risih"ucap Naila menyuapkan nasi nya dia bisa habis jika Kenzo tau
"Ya sudah habis kan makan mu aku akan ajak kamu jalan"ujar Revan tersenyum
"Benar "ucap Naila semangat Revan tersenyum dan mengangguk
"Ayo Nai"ajak Revan mengulurkan tangannya ingin mengengam tangan Naila karna mereka selesai makan
"Emm ngak usah deh"ucap Naila tersenyum lalu mereka keluar dari restoran menuju mobil Revan
"Kamu aneh deh aku pegang ngak mau"ujar Revan heran
"Ngak papa aku kan ngak terbiasa"ucap Naila tersenyum
"Ngak papa yg penting kamu bersama ku dan aku akan buat kamu bahagia"ucap Revan tersenyum melaju kan mobil nya
"Makasih ya"ucap Naila tersenyum senang
"Bagaimana kesibukan mu"tanya Revan pokus dengan jalanan
"Aku kan dokter jadi ya sibuk ngak sibuk seperti ini"ucap Naila tersenyum padahal Naila belum kembali aktif pada pekerjaan nya
"Jika kamu sendiri "tanya Naila balik
"Lanjutin usaha orang tua sih"ujar Revan
"Usaha apa"tanya Naila penasaran
__ADS_1
"Properti "ujar Revan singkat
"Bukan nya kamu sangat suka jadi Cheap ya ngak ambil bidang masak"tanya Naila karna memang Revan sangat berbakat jika soal masak
"Ambil juga sih tapi orang tua ku mau aku lanjutin usaha keluarga jadi nya gini deh aku mengubur keinginan ku"ucap Revan
"Ya sayang lho dipendam"ucap Naila menoleh ke arah Revan
"Jika ada kesempatan nanti aku akan buka restoran"ujar Revan tersenyum
"Sukses selalu untuk mu"ujar Naila menepuk bahu Revan dan kedua nya tersenyum
####
Sejak Naila mengatakan suka dengan Revan,Kenzo sering menghabiskan waktu di kantor bergelut dengan pekerjaan nya lagi biar Kenzo tidak memikirkan Naila terus yg menganggu dunia nya
"Lihat lah dia begitu manis nya seperti itu malah asyik telpon sama cowok sialan itu"gumam Kenzo kesal sudah malam pun Naila masih telepon sama Revan
"Sudah dulu ya Revan udah malam aku mau tidur dah"ucap Naila menutup telponnya
"Tuan Kenzo tidur duluan "ucap Naila menguap lalu menarik selimut Kenzo merasa terabaikan tapi apa boleh buat jika ini memang terjadi pada nya mau maksa juga Kenzo tidak berdaya
####
Naila dan yg lain tengah sarapan Kenzo sibuk dengan ponselnya karna nanti dia akan ada beberapa meeting penting
"Nai nanti ikut bunda lihat rumah sakit ya"ucap Nandira karna memang biasanya Nandira mengunjugi rumah sakit nya
"Ngak deh bun aku mau balik kerja lagi aku kan udah sehat jadi harus kembali kerja"ucap Naila meneguk susu nya
"Makan siang nanti"ucap Nandira
"Kurang ajar pria itu ketagihan ketemu sama Naila jika tidak hari ini aku sibuk sudah ku pasti kan aku sudah mengikuti mereka"batin Kenzo
"Nai masak mau ketemu sama dia terus "ucap Arvin sebal siapa sebenarnya Revan itu
"Ya dong kak kan baru pacaran "ucap Naila malu-malu
"Kamu udah punya suami lho Nai"ujar Arvin melirik Kenzo
"Kak Arvin sewot deh orang tuan Kenzo aja ngak masalah iya kan tuan Kenzo"ujar Naila menatap Kenzo
"Iya"ucap Kenzo singkat
"Baik lah aku kerja dulu "ujar Kenzo lagi beranjak lalu pergi
"Sial pria itu mau mati"umpat Kenzo di dalam mobil lalu ada Arvin menghampiri nya mengetuk pintu mobil Kenzo
"Ada apa"ujar Kenzo datar
"Kamu harus cepat suruh Naila berhenti melakukan itu ini salah"ucap Arvin
"Biarin aja lah ini bukan urusan ku awas aku sibuk "ucap Kenzo lalu melaju kan mobilnya
"Apaan sih dia gitu banget sama istri nya "kesal Arvin lalu masuk ke mobil dan berangkat kerja
###
Setelah pekerjaan nya selesai dan sudah makan siang jadi Naila menunggu Revan di depan jalan rumah sakit nya tidak lama mobil Revan mendekati nya menyapa Naila
__ADS_1
"Nai ayo masuk"ucap Revan tersenyum Naila segera masuk ke mobil
"Mau makan di mana"ucap Revan tersenyum ramah
"Terserah deh aku ikut saja"ucap Naila
"Ya udah aku cari kita mau makan di mana "ucap Revan berfikir nyari tempat yg pas
"Nai kamu percaya kan sama aku"ucap Revan melirik Naila
"Kenapa kamu ngomong kayak gitu"ucap Naila menatap Revan
"Tidak aku merasa kamu menyembunyikan sesuatu terlihat di mata mu"ucap Revan menghentikan mobilnya
"Emm iya sebenarnya aku ini anak dari tuan Arthur yg hilang nyonya Arthur juga sudah tau aku pun sebenarnya tinggal di museum itu bukan di kontrakan kak Rafi maaf aku membohongi mu"ujar Naila pelan
"Tidak apa tapi aku merasa aku tidak pantas untuk mu lihat saja aku ini"ucap Revan sedih
"Kamu jangan ngomong kayak gitu bunda aku baik aku yakin dia akan menerima mu"ujar Naila tersenyum
"Benarkah terimakasih "ucap Revan senang memeluk Naila
"Iya "ucap Naila melepaskan pelukannya
"Ayo kita makan aku sudah sangat lapar"ujar Naila dia takut Kenzo tau dia bisa habis jika seperti ini
"Iya aku akan ajak kamu makan di tempat restoran yg paling enak"ucap Revan tersenyum melaju kan mobilnya
####
Kenzo lagi meeting di luar bersama John klien nya menjelaskan soal proyek nya tapi Kenzo hanya memperhatikan tidak konsen karna terus memikirkan Naila,John merasa sikap Kenzo tidak biasa keheranan dengan tingkah Kenzo
"Tuan jika anda tidak enak badan biar saya saja"bisik John
"Tidak "ucap Kenzo singkat berusaha pokus tapi saat Kenzo pokus dia tidak sengaja melihat Naila dan seorang pria tengah makan dengan asik tertawa kecil terlihat dari wajah Naila membuat Kenzo jadi tidak konsen dia berusaha pokus
"Pria itu pasti bernama Revan sial"batin Kenzo perhatian nya jadi beralih sama Naila dan Revan
"Awas dia bernai menyentuh Naila sedikit saja"batin Kenzo membara lalu tanpa sengaja Revan menepuk tangan Naila dan mereka tertawa dengan mengobrol badan Kenzo terasa panas dia meneguk jus nya sekali teguk
"Aku akan membunuh pria itu"batin Kenzo
"Tuan apa tuan baik baik saja"ucap klien nya
"Apa"bentak Kenzo emosi
"Tuan baik"tanya nya lagi dengan pelan
"Lanjut saja jangan pikirkan saya"geram kenzo memicingkan matanya menatap Naila
"Ya ampun itu tuan Kenzo"batin Naila menyadari kehadiran Kenzo
"Apa aku melakukan kesalahan Kenapa dia menatap ku seperti itu"batin Naila
"Emm Revan apa sudah selesai aku mau balik lagi kerja"ucap Naila beralasan
"Iya kita selesai makan dulu"ujar Revan tersenyum mereka lanjut makan
"Tatapan nya itu kenapa seperti itu aku tidak melakukan kesalahan kan"batin Naila cemas melihat Kenzo menatap nya penuh intimidasi.Setelah selesai makan mereka segera pergi karna Naila juga cemas jika Kenzo menemui nya dan membuat keributan jadi Naila berusaha menghindar Kenzo padahal Naila tidak tau seberapa terbakar nya hati Kenzo melihat mereka bersama dan bercanda mesra
__ADS_1