
Pagi pagi Satria sudah ada di rumah Tania dengan pakaian kantor nya dia sudah menarik hati kedua orang tua Tania dia akan mengikuti bagaimana Tania hidup.Satria duduk di meja makan bersama orang tua Tania mereka mengobrol hal biasa untuk menghilangkan kecanggungan tidak lama ponsel Satria berdering dia menatap nya tersenyum
"Hallo sayang"ucap Satria cekikikan membuat orang tua Tania menatap nya
"Sayang sayang suaminya"ketus Kenzo menelpon pakai ponsel Naila
"Idih berikan pada sayang ku tidak sudih bicara pada tua bangka"ucap Satria sinis
"Anak kurang ajar"geram Kenzo menyerah kan ponselnya pada Naila
"Satria udah sarapan"tanya Naila
"Ini lagi sarapan mama ku sayang yg paling cantik "ucap Satria
"Papa nanya kerjaan nya lancar"ucap Naila lagi
"Iya lancar ma ngak ada kesulitan kak Cinta juga aman sama Rey sama hal dengan Arin dan Arvin terkendali aku yg jagain semua tapi aku bosan di masak iya mereka berpasangan aku tidak di rumah itu"ujar Satria
"Nikah dong"kekeh Kenzo
"Kerja yg serius ya"ucap Naila
"Ma ma tebak aku ada di mana"ucap Satria tersenyum
"Jangan aneh Satria"ujar Naila
"Aku berada di rumah calon mantu mama"ujar Satria tersenyum manis
"Masak iya"ujar Naila ikut senang
"Iya ma aku lagi mengambil hati orang tua nya tapi sama Tania nya kayak nya susah banget"ucap Satria
"Emang orang tua Tania restui anak nya dekat sama kamu"ujar Kenzo
"Ya ampun pa aku ini anak yg baik cerdas tampan masak iya mereka tidak setuju"ujar Satria
"Bantuin dong pa bagaimana mengambil hati Tania"ujar Satria lagi
"Waduh papa ngak punya pengalaman dulu saat dekat sama mama mu papa paksa menikah nya"jelas Kenzo
"Terus gimana dong"ucap Satria
"Nih tanya sama om papa "ucap Naila menyerah kan ponselnya pada tuan Arthur
"Om papa bantuin dong biar Tania setuju "ujar Satria
"Kasus nya beda Satria jika dulu nenek kamu yg tidak setuju tapi ya saran om papa kamu bersikap sebagai mana kamu mencintai nya jadi lah diri sendiri"nasehat tuan Arthur
"Terimakasih om papa "ucap Satria tersenyum dan mematikan sambungan teleponnya dia tersenyum canggung pada orang tua Tania
"Pak Satria ngapain lagi ada di sini"ucap Tania muncul
"Pagi calon istri ku silahkan duduk"ujar Satria menarik kursi untuk Tania
"Saya bisa sendiri"ketus Tania
"Aku ambilin mau makan apa"ujar Satria tersenyum
"Tidak perlu pak Satria sampai kapan pun saya tidak suka terhadap bapak sampai bapak mati pun tidak akan"tegas Tania kesal
"Tania meski kamu sekeras apa terhadap ku percaya lah hati ku sudah terpaut pada mu meski kamu menusuk nya tidak akan merubah nama kamu tetap ada di sana"ujar Satria
"Pakai lah meski kamu tidak menerima lamaran ku"ujar Satria menyerah kan cincin ,Tania menatap nya
"itu tidak mahal itu aku beli saat kerja semasa sekolah aku khusus membeli kan nya hanya 10 juta"jelas Satria
"Jika bapak serius bisa hidup susah saya itu buktikan cinta bapak"ujar Tania serius Satria tertawa
"Kamu ngak nyesal Tania sebelum aku tau aku ini anak Kenzo Mahendra motor itu aku beli sama mama ku dan cincin ini meski harga nya tidak seberapa tapi itu hasil kerja keras ku dari ngojek jadi jika kamu memberi tantangan itu aku dengan mudah menyelesaikan nya"ujar Satria tersenyum
"Bapak tidak bisa memaksa saya jika bapak terus mengejar saya akan berbuat kasar"ancam Tania
"Tania di depan orang tua mu ini aku sungguh mencintaimu tangan ku ini tidak akan berbuat kasar hanya ada kelembutan jadi meski kamu kasar itu aku anggap sebagai hukuman untuk ku"ujar Satria santai
"Bapak membuat saya kesal"ujar Tania berlalu
"Permisi pak bu ,Tania tunggu"ucap Satria meraih tas dan jas nya mengejar Tania
"Kita akan berangkat naik motor"ujar Satria keluar rumah
__ADS_1
"Bapak ini ngajak ke kantor apa pacaran sih"kesal Tania
"Kerja lah ayo"ucap Satria menuju motor nya
"Terkabul permintaan mu Jeki gadis cantik ini akan naik oke"ujar Satria tersenyum mengelus motor nya mengambil helm memakai nya lalu memakai kan pada Tania
"Kamu pegang yg erat"ujar Satria naik motor nya menyerah kan jas dan tas nya Tania kesal naik ke motor
"Pegangan Tania"ujar Satria menarik tangan Tania memegang pinggang nya Satria mulai melaju kan motor nya
"Sebenarnya kamu itu baik dan tampan tapi apa yg kamu buat pada ku membuat aku tidak bisa menerima mu maaf kak Satria di hati ku tidak ada kamu"batin Tania menatap ke depan
####
Cinta memeluk lengan Rey yg lagi menyetir menuju restoran karna Arvin dan Satria menunggu mereka untuk mengajak makan siang bersama mereka sudah janjian,Rey melirik Cinta yg memejamkan matanya dengan memeluk lengan nya sesekali Rey membenarkan kepala Cinta yg tersender kebelakang karna dia tertidur Rey menghentikan mobilnya
"Cinta bangun udah sampai kamu Kenapa malah tidur di lengan ku bukan nya bersender di jok mobil"ujar Rey menggoyang kan lengan nya supaya Cinta bangun
"Huam lebih enak Rey"ujar Cinta menguap
"Rey tuh makan nya berhenti setiap malam ngajak begadang nya aku mau tidur malam yg nyenyak jangan buat aku capek dan ngantuk"ujar Cinta mengeluh
"Kenapa memang nya mumpung ada kesempatan kenapa tidak bukan nya kamu mau aku hangat kan sepanjang waktu"ujar Rey datar
"Itu beda Rey hangat maksud ku kamu terus memeluk ku seperti ini bukan malah tiduri ku capek tau"kesal Cinta memeluk lengan Rey
"Kamu jangan terlalu banyak bicara ayo turun "ujar Rey keluar dari mobil
"Dasar ngak bisa peka bukain kek"gumam Cinta keluar dari mobil kembali memeluk lengan Rey
"Tania kamu kok nunggu di dalam mobil"tanya Cinta melihat mobil Tania dengan jendela di buka
"Ngak apa nona saya lebih suka di sini"ujar Tania tersenyum
"Oke aku duluan "ucap Cinta heran melangkah bersama Rey
"Dia pasti ngak mau dekat sama Satria"gumam Cinta lalu mereka duduk
"Ayo kak makan kami udah pesan"ujar Arvin
"Kenapa kalian biarkan Tania di luar"ujar Cinta meneguk jus mulai menikmati makan
"Ck dia susah sekali di bujuk nya"ujar Satria menyeduh kopi nya
"Baik aku bantu sedikit"ujar Arvin tersenyum
"Nah benar itu aku juga nanti akan bantu"ujar Cinta tersenyum
"Benarkah wah makasih kak"ucap Satria tersenyum mencium pipi Cinta dian diam Rey mengepal kan tangannya di bawah meja menatap Satria datar
"Aku pergi"ujar Rey berdiri dan berlalu
"Rey mau kemana sebentar"ucap Cinta mengejar Rey menuju mobil
"Rey tunggu"ucap Cinta menarik tangan Rey
"Mau kemana sih"ujar Cinta keheranan
"Aku mau makan siang di kantor aja"ketus Rey
"Kenapa sih"ujar Cinta
"Aku tidak suka ya Satria atau pun Arvin mencium mu"ujar Rey datar
"Kamu cemburu akan hal itu"ujar Cinta tidak percaya
"Mereka adik ku masak iya kamu cemburu "ucap Cinta lagi
"Meski adik mu mereka itu pria aku tidak suka jika ada yg menyentuh mu sedikit saja apa lagi itu pria"kesal Rey
"Rey tidak cukup akan cinta ku tidak cukup setiap malam aku berikan tubuh ku tidak cukup setiap hari aku berikan waktu ku kamu masih cemburu terhadap Satria yg mencium pipi ku"ujar Cinta menatap Rey Rey
"Jangan kan mencium pipi mereka menyentuh ujung rambut mu akan membuat aku marah ingin sekali membunuh mereka apa kamu tau"geram Rey
"Hei Rey"ujar Cinta memegang wajah Rey
"Cemburu boleh tapi kamu harus lihat siapa yg kamu cemburui kami hidup dengan kasih sayang kami tau batasan"ujar Cinta
"Udah aku mau balik kantor saja"ujar Rey menepis tangan Cinta
__ADS_1
"Rey mau pergi lagi"ujar Cinta memeluk Rey
"Kamu kok gitu sih susah sekali membujuk mu jika ngambek iya iya ngak lagi"ujar Cinta mendongak Rey malas menatap Cinta
"Kamu marah lagi pada ku"ujar Cinta manja Rey mendengus kesal mengeluarkan sapu tangannya dan mengelap pipi Cinta
"Aku tidak suka ada yg mencium mu siapa pun itu mau adik mu atau pun papa mu"ujar Rey dingin
"Iya iya Sayang "ucap Cinta terkekeh seketika wajah datar itu berubah senyum malu Rey menekan Cinta ke mobil
"Apa kamu mau menggoda ku"ujar Rey memegang wajah Cinta
"Emm tidak kamu saja yg terlalu mudah di goda"ujar Cinta tersenyum mengalungkan tangannya di leher Rey lalu mereka berciuman dengan mesra
"Ighh Rey di parkiran lho itu juga ada Tania melihat kita malu tau"ujar Cinta pelan melirik Tania yg memandang arah lain
"Biarin aja"ujar Rey cuek
"Kamu merusak mood makan ku deh makan kantor aja deh"ujar Cinta manyun
"Kamu tunggu di mobil aja aku pesan makanan dulu baru balik kantor"ujar Rey memang Cinta ikut Rey di kantor "Rey segera berlalu ke dalam restoran Cinta mendekati Tania
"Hai Tania aku dengar kamu gagal nikah ya"tanya Cinta bersender di pintu mobil
"Iya nona benar itu ada nya"ujar Tania
"Wah kamu itu jodoh lho sama Satria bukti nya kamu gagal terus nikah "ujar Cinta tersenyum
"Maaf nona saya tidak bisa rasa sakit itu terlalu besar"ujar Tania pelan Cinta tersenyum
"Terserah kamu sih aku cuman mengingat kan Satria banyak yg naksir nyesal nanti jika Satria keburu mencintai yg lain dia itu sangat hangat"ujar Cinta tersenyum Tania terdiam iya dia tau itu hanya saja Tania tidak bisa menerima apa yg Satria lakukan di masa lalu
"Cinta"panggil Devan mengagetkan Cinta dia menatap Devan
"Aku senang lihat kamu lagi kamu nampak segar jauh lebih baik"ujar Devan tersenyum
"Devan "gumam Cinta
"Ya aku kebetulan mau makan juga sekalian mau makan ayo"ujar Devan tersenyum ingin merangkul Cinta tapi ke buru Rey datang menepis nya
"Jangan macam-macam terhadap istri ku"tajam Rey
"Ngak apa Rey"bisik Cinta menyatukan tangan mereka mengusap dada Rey menenangkan nya
"Wow sabar bro mudah sekali kamu marah jika mengenai kekasih hati ku ini"ujar Devan mengankat tangannya
"Devan aku harap jangan mengusik kebahagiaan ku lagi"ujar Cinta
"Tidak Cinta aku akan memburu mu memberi bahagia untuk mu"ujar Devan
"Kamu jangan macam-macam aku benar akan membunuh mu jika kamu berani macam-macam "ancam Rey
"Ck ayo lah"ujar Devan ingin menepuk kepala Cinta tapi keburu dia dapat satu tendangan dari Satria
"Dasar pria tidak tau malu heh kak Cinta itu udah move on hati nya sepenuhnya jadi milik Rey jadi kamu pergi saja jangan terus mengusik kak Cinta"ujar Satria sinis
"Kurang ajar kamu"ucap Devan berdiri mencengkram kemeja Satria
"Ck ck mudah sekali bro kamu marah jika mengenai kakak ku ini "ejek Satria mendorong Devan
"Dengar kan aku Devan tidak ada kesempatan untuk mu "ucap Satria melempar tubuh Devan ke Arvin langsung saja Arvin memukul Devan sampai terjatuh
"Itu hanya bentuk kemarahan karna setiap melihat mu aku terluka"ucap Arvin dingin menginjak tangan Devan dengan datar
"Cih mengingat nya aku jadi ingin membunuh mu bajingan berani nya kamu menembak tante mama"geram Satria rasa sakit itu tidak hilang Satria menendang Devan
Huuk huuk
"Pengecut main keroyokan "ujar Devan terbatuk
"Apa kata mu"ujar Satria datar melepaskan jas nya lalu menghajar Devan dengan penuh amara
"Bajingan mati kamu"ujar Satria marah
"Satria udah henti kan sudah mama bilang tidak ada rasa dendam"ujar Cinta mengingat kan
"Enyah dari hadapi kami sebelum amara ini membunuh mu"ucap Satria mendorong Devan yg mulai pergi dengan tertatih
"Aghh sial"geram Satria memukul udara Arvin hanya datar menatap Devan rasa menyakitkan di timbul kan Deban masih sangat dalam kehilangan mama nya adalah hal terburuk yg Arvin alami
__ADS_1