
Kenzo yg baru pulang kerja hanya melongo melihat Naila semakin hari semakin cantik sekarang bukan lagi Naila yg jelek item dekil dan Kumal tampak seperti wanita tidak terawat sekarang Naila jauh lebih cantik kulit tubuhnya sudah putih dan bersih apa lagi jika Naila mengunakan baju santai yg pas di tubuhnya nampak dia semakin seksi rambut nya tergerai Naila duduk di depan meja rias melihat laptop yg dia pinjam dari rumah sakit
"Naila kamu"ucap Kenzo mendekati Naila
"Apa lagi tuan aku sibuk"ucap Naila masih kesal dengan perbuatan Kenzo semalam
"Ya ampun aroma tubuhnya ini buat aku benar lupa segalanya"batin Kenzo mencium rambut Naila turun ke leher Kenzo langsung saja mengecup nya
"Tuan hentikan"ucap Naila berdiri
"Tuan pikir aku ini wanita murahan gitu seenaknya saja tuan memaksa ku meski tuan kaya bukan berarti menindas ku"kesal Naila
"Kamu sadar dengan ucapan mu"ucap Kenzo datar
"Sadar dan asal tuan tau ya pernikahan ini hanya omong kosong aku tidak lah sah menjadi istri tuan karna"ucap Naila terhenti
"Meski begitu kamu tetap jadi budak ku"ucap Kenzo dingin
"Aku ngak mau hidup sama tuan"ucap Naila benar kesal
"Kamu jadi membangkang ya"ucap Kenzo datar lalu tanpa sadar Kenzo menampar Naila lagi
"Tuan pikir aku takut silahkan pukul aku tampar aku"teriak Naila
"Ohh begitu "ucap Kenzo memegang dagu Naila mencium Naila tapi Naila menolak mendorong Kenzo
"Kamu seperti nya akan mengetahui aku siapa"ucap Kenzo datar menyeka bibirnya
"John kamu hajar Rafi sampai sekarat"perintah Kenzo di telpon
"Dan tunjukkan pada ku"ucap Kenzo penuh peringatan tapi Naila mengacuhkan nya kembali menatap laptopnya tidak lama suara ponsel Kenzo berdering lalu terdengar teriakan Rani di sana Naila segera menoleh melihat di video call ponsel Kenzo jika anak buah Kenzo memukuli Rafi tanpa ampun Rani hanya berteriak
"Hentikan tuan"ucap Naila panik
"Kamu perlu di beri pelajaran"ucap Kenzo datar orang di sana terus memukul Rafi
"Aku mohon lepaskan kakak ku"ucap Naila memeluk kaki Kenzo
"Tolong tuan Kenzo lepas kakak ku"mohon Naila menangis
"Aku akan memberi mu pelajaran jika jangan melawan ku apa lagi membangkang ku"ucap Kenzo datar menyentuh wajah Naila berurai air mata Kenzo mencium pipi Naila dengan lama dan beranjak pergi
"Kak Rafi"gumam Naila lalu berlalu pergi sedang kan Kenzo menuju ruangannya
"Sial kenapa aku memukul nya"gumam Kenzo memukul dinding itu sampai tangannya berdarah
"Kenapa hati ku gelisah melihat air mata nya kenapa aku merasakan sakit saat melihat wajahnya seperti itu kenapa aku menderita melihat matanya penuh kepedihan
Naila berlari di lorong rumah sakit itu mendapatkan informasi jika kakak nya sudah di bawah John ke rumah sakit memang aneh sudah mukulin orang malah membawa ke rumah sakit ,Naila sangat panik sampai dia lari dari rumah ke rumah sakit Naila melihat Rani dan John di sana langsung saja Naila menghampiri mereka
"Pak John keterlaluan"kesal Naila menampar John dengan keras
"Pak John ngak punya hanya"ucap Naila mengcengkram kemeja John yg hanya datar
"Saya hanya mematuhi perintah nona"ucap John datar
"Pak John sama seperti tuan Kenzo tidak punya perasaan dan belas kasih aku benci kalian"triak Naila benar murka
"Nai udah Nai"ucap Rani menenangkan Naila menarik tangan Naila untuk menjauh
"Mending kita lihat kakak kamu"ucap Rani lalu mengajak Naila masuk Naila memeluk kakak nya yg masih berbaring dengan wajahnya babak belur dan luka
"Kakak jadi terluka karna aku"ucap Naila berlinang air mata menatap Rafi yg nampak kesakitan
"Ini bukan kesalahan mu Nai"ucap Rafi pelan
"Kita terjebak dalam situasi ini karna Clara dia yg membuat hutang itu ada dia memakai tanda tangan ku membuat hutang itu bahkan dia mengambil uang itu"jelas Rafi sudah tau Naila memeluk Rafi lalu menangis
__ADS_1
"Dia wanita kejam"lirih Naila menangis
"Nai ini udah malam kamu pulang aku juga mau istirahat"ucap Rafi mengelus kepala Naila
"Nona ayo saya antar pulang"ucap John datar
"Ngak mau"ucap Naila menolak John mendekat lalu mengcengkram tangan Naila menyeret Naila karna John dapat perintah jika John harus membawa Naila jika Naila menolak paksa bila perlu John pakai cara kekerasan
"Lepaskan aku"ucap Naila dan John menutup pintu kamar Kenzo yg mana Kenzo sudah menunggu ,Kenzo sejenak terdiam melihat kaki Naila sedikit lecet tapi Kenzo sudah telanjur emosi
Brak
"Ini apa"ucap Kenzo melemparkan pil itu tadi Kenzo tidak sengaja menemukan pil itu karna rasa penasaran Kenzo menelpon dokter dan bertanya dokter menjelaskan jika itu pil pencegah kehamilan membuat Kenso marah besar
"Memang nya kenapa aku tidak sudih mengandung anak tuan kejam seperti tuan Kenzo"triak Naila marah tidak bisa menahan amarahnya saat melihat kakak nya tadi
Plak
"Berani kamu ya"ucap Kenzo menampar Naila
"Kamu berani tidak mau hamil anak ku hah"ucap Kenzo memegang bahu Naila
"Ya aku berani lalu tuan mau apa membunuh ku silahkan"ucap Naila cepat mendorong Kenzo
"Wanita jelek tidak tau terimakasih"bentak Kenzo mendorong Naila ke lantai lalu Kenzo mencekik Naila
"Aku harus apa jika tuan Kenzo membunuh istri nya bagaimana dia kan sudah banyak menghabiskan uang membuat istri nya jadi sangat cantik"batin John panik
"Jika dia ngak mau aku mau kok jadi suami nya nona Naila udah cantik baik lagi tapi aku ngak mau membahayakan nyawa ku menghentikan tuan Kenzo"batin John lagi serba salah.Naila memegang tangan Kenzo yg mencekik tenggorokannya wajah Naila sampai merah karna cekikan itu
"Kamu mau mati hah"ucap Kenzo amarahnya sudah di ubun-ubun Kenzo melepaskan cekikan nya
Huuk huuk
Naila terbatuk-batuk karna cekikan itu kepalanya terasa berdenyut penglihatan buram Naila merasakan hidung nya kembali berdarah dia menyeka nya
"Pantas saja kamu tidak hamil- hamil karna kamu memusnahkan usaha ku jika kamu masih berani mengkonsumsi obat ini aku benar akan membunuhmu dan keluarga mu"ancam Kenzo lalu berlalu John segera mengikuti Kenzo
"Hiks hiks pria ini sangat kejam aku ngak mau jadi istri nya"ucap Naila sesegukan menangis di atas kasur tikar nya
###
Entahlah Kenzo binggun sendiri kenapa dia jadi seperti ini apa lagi saat tau Naila mengkonsumsi pil itu apa Naila benar tidak mau punya anak dari nya itu membuat Kenzo benar marah , Semalam Kenzo tidak pulang dia menenangkan dirinya sendiri
Sedangkan Naila nampak lesu dia bersiap untuk ke rumah sakit lebih penting nya menjenguk kakak nya soal tuan Kenzo Naila tidak peduli mau kemana pria itu Naila tidak peduli dan Naila ingin cepat lepas dari Kenzo
"Kak Rafi udah baikan"tanya Naila berdiri di samping Rani yg menyuapi suaminya
"Iya Nai udah mendingan tapi tubuh ku masih sakit"ucap Rafi pelan
"Aku pokoknya mau lepas dari tuan kejam itu ngak mau sama dia"ucap Naila menangis Rafi menangkup wajah Naila
"Nai maafkan aku ya karna aku kamu jadi kayak gini"ucap Rafi merasa bersalah
"Ngak sama sekali kak"ucap Naila memegang tangan Rafi
"Andai kamu mengatakan jika kamu "ucap Rafi terpotong
"Kak aku udah bahas ini kan "ucap Naila pelan
"Ya udah kamu udah sarapan"ujar Rafi tersenyum di angguki Naila
"Ya udah kak aku kerja dulu kakak baik baik"ujar Naila lalu melangkah pergi
"Mas kenapa kita ngak bilang pada semua kasihan juga Naila"ujar Rani pelan
"Itu bukan hak kita biarkan Naila sendiri akan melakukan nya lagian kita udah janji pada nya"ujar Rafi tersenyum
__ADS_1
"Huh aku harus semangat "ucap Naila mengengam kalung nya lalu mengecup nya pelan
"Heh Naila kamu ini gimana sih bukan nya menjauhi Kenzo"ucap Clara sinis
"Clara aku ngak tau mau kamu itu apa yg pasti aku sudah berusaha tapi nyatanya apa tuan Kenzo selalu mendekati ku kamu pikir aku bahagia hidup sama pria jahat seperti dia"kesal Naila dia benar kesal dengan Clara tidak bisa menganggu kehidupan nya
"Ya sok- sokan kamu ngomong seperti itu nyatanya kamu melempar tubuh mu pada Kenzo sampai dia benar tergoda oleh perempuan murahan seperti mu "ucap Clara sinis dan berbisik sesuatu
"Kamu"teriak Naila sudah akan menampar Clara
"Dasar wanita rakus apa sih mau mu dengar ya aku diam saat kamu hina bukan berarti aku lemah tapi mulut ku terlalu mahal untuk melayani mulut sampah seperti mu"tajam Naila dia benar emosi sekarang ini
"Haha kamu ini lucu ya Naila aku kasihan pada mu dan aku pastikan kamu selamanya jadi seperti ini soal kenyataan nya ayah dan kakak mu itu adalah pria bodoh yg memiliki mu dan satu lagi sebentar lagi kamu akan lihat kejutan dari aku dan kakak mu"ucap Calra tertawa sinis
Plak
"Berani kamu menyakiti nya aku benar akan menghajar mu "ucap Naila marah
Plak
satu tamparan membuat Naila terdiam menahan pipinya Naila hanya mampu menatap pelaku nya bukan lah Clara melainkan Nandira
"Berani ya kamu menampar nya"ucap Nandira marah Naila hanya terdiam
"Jika saya diam selama ini karna saya menghormati anda tapi apa anda tidak menyadari satu hal jika kalian berbeda yakin dia anak mu nyonya"ucap Naila tersenyum tipis
Plak
"Dasar wanita tidak tau diri usir aja bun dia dari sini"ucap Clara menampar Naila
"Ya kamu benar"ucap Nandira lalu menarik identitas Naila yg di dada dan menginjak nya
"Kamu tidak pantas jadi seorang dokter"ucap Nandira lalu menyeret Naila ke luar
"Kamu wanita pelakor sekaligus penggoda gelar dokter terlalu mulia untuk wanita seperti mu entah kamu mencapai nya karna jual diri atau apa yg pasti kamu tidak pantas sama sekali "ucap Nandira mendorong Naila di tempat keramaian
"Kamu di pecat secara tidak hormat jika ada yg menerima mu bekerja sebagai dokter maka dia musuh dari saya"tegas Nandira lalu menarik baju putih yg melekat di tubuh Naila tidak lain jas dokter Naila mengambil nya dan ternyata Naila hanya mengunakan tenktop dan di balut jas dokter nya sampai bagian tubuhnya terlihat bagian dada dan lengan Naila terduduk meringkuk menangis sesenggukan menutupi bagian yg terbuka dia malu apa lagi hati nya perih sampai berdenyut mendengar perkataan Nandira yg pedas
"Apa yg bunda lakukan "ucap Arvin lari mendekati keramaian
Plak
"Kamu berani menolong nya kamu akan lihat jasad bunda"ucap Nandira menampar Arvin sampai Arvin terdiam hati nya benar pilu melihat Naila seperti itu Nandira menyiram lagi Naila dengan air
"Cukup Dira"ucap nyonya Mahendra memegang tangan Nandira lalu membantu Naila berdiri mengambil lagi jas dokter Naila yg di pegang Nandira menyelimuti Naila
"Sama aku juga membenci nya tapi ngak kayak gini kita ini sesama wanita kamu mempermalukan nya kamu menjatuhkan harga diri wanita nya"ucap nyonya Mahendra yg di kenal dengan nama Sakira
"Itu pantas dia dapat kan"ucap Nandira nampak kesal menatap teman nya itu
"Aku jadi ngak kenal kamu Nandira kamu di kuasai rasa amara yg di luar nalar ku rencana kita udah cukup untuk menyatukan Kenzo dan Clara ngak kayak gini meski kita membenci seseorang kita harus ada batasan"ucap nya
"Ma udah kita pulang aja nanti ayah suruh Naila aja memeriksa ayah"ucap tuan Mahendra pelan
"Harus kamu pikirkan tindakan kamu ini jika ini salah"ucap nya lagi
"Aku sangat membencinya sampai kapan pun itu"ucap Nandira tegas Naila menghapus air mata nya
"Maafkan saya nyonya tapi saya tidak bermaksud seperti ini maafkan saya karna saya ada saya janji tidak akan menggangu kehidupan kalian lagi maafkan saya"ucap Naila berlinang air mata lalu melangkah bersama yg lain Rafi hanya menghembuskan nafasnya kasar menatap Naila bersama yg pergi
"Aku tidak minta di lahir kan aku ngak tau kenapa semua membenci ku"ucap Naila memeluk tuan Mahendra saat mereka sampai di mobil entah lah Naila saat memeluk tuan Mahendra ada ketenangan yg dia rasakan
"Nai ini bukan kesalahan mu jangan nangis lagi "hibur tuan Mahendra
"Tuh ma lihat kan Naila ini baik"tegur tuan Mahendra
"Ayah mama menolong nya bukan mama baik pada nya tetap aja mama ngak suka sama dia baik ngak cukup ayah jadi menantu keluarga kita dia harus cantik yg pasti sederajat dan Naila tidak masuk sama sekali akan hal itu jauh kata itu semua jadi mama ngak suka"tegas nyonya Mahendra dia sangat kesal dengan Nandira tega sekali berbuat seperti itu bukan dia melunak terhadap Naila tapi itu kelewatan Naila hanya wanita lemah jadi dia bisa menangani Naila jika menolak Kenzo nikah lagi tapi apa yg di lakukan Nandira di luar batas
__ADS_1