Perjalanan Cinta Sang Dokter

Perjalanan Cinta Sang Dokter
Paman


__ADS_3

Sudah satu bulan berlalu Arvin juga sedikit lebih nerima kematian mama nya tapi Naila sering memergoki Arvin menangis jika lagi sendiri Naila tidak bisa memaksa Arvin karna butuh waktu untuk lebih terbiasa kehilangan mama Naila membiarkan Arvin seperti itu dari pada dia memendam semua nya itu akan lebih menyakitkan diri sendiri


"Nai ayo masuk"ucap Ririn mempersilahkan Naila duduk


"Rin langsung saja ya apa yg ingin aku bahas di telepon "ujar Naila serius


"Aku juga udah bicara sama mas Revan"ujar Ririn


"Aku mau laksanakan permintaan terakhir dari Dita benar apa kata Dita Arvin sangat rapuh dia butuh teman hidup jadi aku ingin memastikan lamaran mewakili Dita"ucap Naila dia sudah menjelaskan pada Ririn soal niat baik nya


"Kami sih setuju saja Nai mas Revan juga setuju jika Arvin menikah dengan Arvin tapi Nai ini bukan soal persetujuan kami tapi soal rasa cinta Arin anak kami satu satu nya jadi kami ingin dia berada di tangan yg benar bukan berarti Arvin tidak baik kamu lebih mengerti apa yg aku katakan "ujar Ririn meneguk teh hangat


"Soal itu dari informasi yg aku gali seperti nya Arvin sangat mencintai Arin itu juga di sampaikan oleh Dita sebelum dia meninggal"ucap Naila serius


"Benarkah jika begitu kami akan bicara pada Arin nanti nya "ucap Ririn tersenyum


"Aku tunggu kabar baik nya"ucap Naila tersenyum


"Aduh pusing nya"ujar Cinta frutasi dia menatap ponsel nya sekarang dia lebih menghindari bertemu dengan Devan


"Tidak aku harus mengambil keputusan ya ya"ujar Cinta memberanikan diri ketemu sama Devan


"Sayang "ucap Devan memeluk Cinta


"Kak ada yg ingin aku bicarakan "ucap Cinta serius


"Iya sayang aku sangat merindukanmu "ujar Devan tersenyum


"Kak aku ingin menyudahi hubungan ini"ujar Cinta menatap mata Devan


"Kenapa "ucap Devan datar


"Kak mau sampai kapan in terjadi kak Devan seenaknya membunuh tante Dita aku menyadari kesalahan ku di mana aku terlalu banyak kesalahan pada keluarga ku apa lagi pada Arvin"jelas Cinta dia akan memperbaiki hubungan nya dengan keluarga nya


"Oh ternyata kamu puas di sentuh oleh Rey makan nya kamu mau kembali pada Rey"ujar Devan sinis


"Bukan begitu kak"ujar Cinta


"Udah lah Cinta aku tau itu kamu sudah menyukai Rey kan jujur saja kamu melupakan kisah kita "ujar Devan berdiri


"Aku tidak sama sekali menyukai Rey perasaan ku masih sama tapi kak Devan yg aku bertanya kan apa benar mencintai ku aku menerima keluarga kak Devan yg membunuh keluarga ku tapi kak Devan tidak bisa menerima dari pihak keluarga ku"ucap Cinta


"Ngak usah bohong deh Cinta aku yakin Rey sudah memberi mu kepuasan kan ngaku saja kamu"ujar Devan emosi


"Terserah kak Devan mau mengatakan apa yg pasti aku mau menyudahi hubungan ini kak Devan terlalu banyak menyakiti perasaan ku"ujar Cinta melangkah Devan menarik tangan Cinta sampai menubruk dada nya menatap mata Cinta


"Please jangan tinggalkan aku"lirih Devan


"Aku sangat mencintai mu"ucap Devan lirih


"Aku mencintaimu"ucap Devan serius mengeratkan pelukannya Cinta terdiam melihat tatapan Devan tapi saat Devan akan mencium Cinta dia menghindar memejamkan mata Cinta teringat saat Arvin murka pada nya mengatakan hal hal yg menyakiti hati Cinta


"Maaf kak aku tidak bisa keputusan ku sudah bulat"ucap Cinta melangkah


"Cinta tunggu"ujar Devan menarik lagi Cinta lalu mencium Cinta dengan paksa


"Aku akan memaksa mu tetap di sisi ku meski harus melakukan hal yg tidak kamu suka"ujar Devan menekan Cinta ke dinding mencium Cinta dengan paksa tentu Cinta memberontak


"Kak hentikan"Isak Cinta tapi kekuatan nya kalah Devan mengigit bibir nya dan leher nya


"Tidak tidak aku tidak ingin mendapat kan penghinaan lagi"batin Cinta lalu menendang kebanggaan Devan


"Aghhh"keluh Devan memegang bagian bawah nya


Plak


"Sungguh aku kecewa dengan kak Devan kak Devan menjijikkan"ucap Cinta menampar Devan lalu pergi menyeka darah di bibir


"Aghhh kenapa ini terjadi pada ku"triak Cinta menangis di dalam mobil Cinta memutuskan untuk pulang dia butuh pelukan dan kehangatan tapi semua mengacuhkan nya membuat Cinta kecewa dia menangis di kamar mandi


"Rey"panggil Cinta saat Rey baru pulang tugas Rey menghentikan langkah menatap Cinta dari bawah sampai atas Rey datar memperhatikan merah di leher Cinta


"Boleh aku mengatakan sesuatu"ujar Cinta pelan Rey diam menatap Cinta lekat membuat Cinta mengigit bibir nya menunduk


"Kamu mau cerai karna sudah tidur bersama Devan"nada suara Rey sinis


"Tidak"lirih Cinta air mata nya jatuh

__ADS_1


"Ini tidak seperti apa yg kamu bayangkan"ujar Cinta


"Tadi aku menemui nya ingin memutuskan hubungan dengan nya karna soal kemarahan Arvin saat iru tapi dia tidak terima memaksa ku mencium ku "ujar Cinta gemetar menangis


"Jelas aku menolak setelah mendapat cela aku menendang nya dan pergi"ucap Cinta menyeka air mata nya


"Aku aku butuh pelukan semua orang benar tidak memperdulikan aku"ujar Cinta terisak


"Aku butuh sandaran"lanjut Cinta


"Boleh kah aku meminta pelukan mu agar bisa menenangkan aku"pinta Cinta


"Saya tidak suka menyentuh sesuatu yg sudah di sentuh orang"ujar Rey datar lalu berlalu Cinta menangis duduk di ujung kasur dia memeluk guling menangis memeluk guling dengan erat dia benar benar terpuruk saat ini tidak ada yg menyayagi nya Cinta butuh seseorang untuk menguat kan nya . Cinta merasa kasur bergerak membuat dia menoleh Rey duduk lalu menyentuh bibir Cinta dengan sapu tangannya


"Di mana lagi di sentuh oleh nya"tanya Rey dengan tanpa ekspresi Cinta menunjuk leher nya langsung saja Rey membersihkan leher itu dengan cekatan


"Boleh aku memeluk mu"lirih Cinta tapi Rey diam tapi Cinta langsung memeluk Rey menumpahkan rasa sesak di dadanya menangis di dada Rey dengan sesegukan Rey tidak bereaksi sama sekali


"Apa aku sehina itu seenaknya orang menyakiti ku bahkan orang yg aku cintai ingin memaksa ku melakukan nya"ujar Cinta terbata bahu nya gemetar


"Berhenti menangis kamu membasahi kemeja saya"ujar Rey melepaskan pelukannya dan membersihkan kemejanya


"Kamu tidak berperasaan sekali pada ku"ujar Cinta menyeka air mata nya


"Ingus mu itu mengotori baju saya di kira saya tidak jijik"ketus Rey berdiri


"Menjengkelkan"kesal Cinta menendang kaki Rey


"Hei kamu ini tidak ada terimakasih nya"kesal Rey menunjuk Cinta


"Apa kamu memang seperti itu kan"ucap Cinta sebal


"Kenapa saat itu aku tertidur ya apa mendapatkan kepuasan karna akan menjebak Delpin atau sama wanita ini kebanyakan pria saat melakukan itu akan tertidur tapi aku sudah coba tidur dengan wanita tapi tetap aku tidak mendapatkan itu "batin Rey menatap Cinta


"Tapi jika aku melakukan nya pada wanita ini jika dia menolak bagaimana "batin Rey


"Apa menatap ku seperti itu"kesal Cinta,Rey perlahan mendekat membuat Cinta mundur


"Oke oke maaf"ujar Cinta cemas Rey terus maju


"Rey mau apa"ucap Cinta ketakutan Rey memegang kedua tangan Cinta


"Rey sakit"rintih Cinta tidak kuat menahan masih perih saat Rey menyatukan tubuhnya Rey meletakkan tangan Cinta di dadanya tentu dada bidang itu jadi pelampiasan Cinta menahan rasa sakit akhirnya mereka melewati yg kedua kali nya Rey benar melakukan nya lagi menanam benihnya


Rey mengatur nafas berbaring di sebelah Cinta lagi lagi dia menguap matanya terasa berat tubuhnya masih penuh dari keringat sama hal dengan Cinta lalu Cinta memeluk Rey karna sekarang dia butuh pelukan hangat meski sedikit kaku dan canggung


"Rey kenapa mau melakukan nya pada ku"tanya Cinta tidak ada jawaban saat Cinta mendongak ternyata Rey sudah tertidur lelap


"Menjengkelkan dia bilang ngak bisa tidur "kesal Cinta memeluk dada Rey lalu dia ikut memejamkan mata dengan memeluk Rey


###


☀️☀️☀️


Sinar pagi memasuki kamar Cinta menyinari wajah kedua nya burung ikut berkicau ria tapi keduanya tetap tertidur, Cinta perlahan membuka matanya mengucek mata nya yg terasa perih karna menangis kemarin dia melirik Rey belum bangun karna ada beberapa meeting Cinta bergegas ke kamar mandi meski sedikit perih sepeninggal Cinta Rey ikut membuka mata


"Lagi lagi seperti ini sebenarnya apa yg terjadi"gumam Rey duduk saat melihat Cinta keluar kamar mandi Rey segera bergegas untuk mandi


"Saya minta apa yg terjadi lupa kan kita sama seperti biasa"ujar Rey lalu berlalu


####


"Benar ini kediaman Kenzo Mahendra"tanya pria itu dengan kaca mata hitam dari jauh Kenzo melihat dan tersenyum


"Rahel"triak Kenzo tersenyum merasa tuan nya kenal penjaga itu membuka kan pintu lalu pria kaca mata hitam itu memeluk Kenzo


"Apa kabar besan"ujar nya tertawa


"Baik baik"ujar Kenzo mengajak nya duduk


"Kami dari keluarga Lintangwijaya turut berduka cita"ucap nya ya dia adalah paman Rey


"Ya terimakasih"ucap Kenzo


"Rahel ini istri ku Naila"ucap Kenzo tersenyum


"Ahh tidak aku datang jauh untuk melihat menantu ku bukan menatap wajah istri mu"ujar nya terkekeh

__ADS_1


"Kamu sih datang mendadak biar aku telpon Cinta kamu hubungi saja Rey"ujar Kenzo tersenyum


Rey yg lagi duduk di ruangan nya menatap ponsel nya ada pesan dari paman nya"aku sudah ada di kediaman istri mu cepat datang aku mau lihat kamu dan Cinta"pesan itu membuat Rey melotot kan mata nya tidak percaya


"Apa yg terjadi ngapain paman ke sini tapi tidak mungkin aku tidak bilang sudah menikah bagaimana dia tau apa tuan Kenzo memberi tau nya"ujar Rey panik ada lagi pesan" tidak usah bergumam sendiri cepat lah istri mu sudah menemui ku"lagi lagi Rey terkejut dia lari saja


"Cantik banget kamu Cinta"puji nya mengelus rambut Cinta yg hanya senyum senyum tanda menghargai


"P.....p...paman"ucap Rey lari masuk dengan ngos-ngosan


"Tidak perlu lari Rey jalan biasa saja"ujar paman berdiri memeluk Rey


"Paman kenapa di sini ahh maksud ku kenapa tidak di apartemen ku saja"ujar Rey menyeka keringat nya paman tersenyum kecil


"Hei ada apa kamu tuan Kenzo sudah menjelaskan semua nya"ujar nya tersenyum


"Paman"ucap Rey mengajak paman nya menjauh


"Paman tidak perlu datang kesini pernikahan ini hanya sebentar setelah urusan ku selesai aku akan pulang"ujar Rey


"Rey balas dendam tidak memuaskan mu Cinta itu sudah takdir mu jalani kehidupan selayaknya"ucap paman


"Tidak bisa "ketus Rey kesal


"Ngomong ngomong kamu terlihat segar dari sebelumnya"ucap paman menepuk pundak Rey


"Aku juga nggak tau ada apa dengan ku"ujar Rey mengaruk kepalanya menceritakan dengan malu


"Serius haha"ucap nya tertawa


"Aku tidak suka di ejek"sentak Rey dengan kesal


"Ya ya kamu tidak suka di ejek "ucap paman tersenyum


"Percayalah akan satu hal orang tua mu dulu bersatu karna trauma ayah mu trauma bertemu orang banyak akan suatu kejadian tapi ibu mu membantu nya karna dia sudah terbiasa dengan keramaian apa kamu tau cincin yg di jari mu itu cincin keluarga kita turun temurun "jelas nya


"Sudah ku katakan paman pernikahan ini hanya sebentar"ucap Rey sebal


"Iya iya ayo ahh kamu menganggu saja"ujar nya berlalu lalu duduk lagi


"Sorry aku bukan ya sombong"ujar nya melepaskan kaca mata dan terlihat mata nya buta sebelah


"Itu terjadi pada saat pembantaian keluarga ku dulu mata paman di tusuk hanya untuk menyelamatkan aku"jelas Rey saat Naila nampak terkejut


"Kamu tidak perlu menjelaskan kan mereka tidak butuh mengenai tentang ku mereka mau tentang mu "ujar paman Rey semakin kesal dengan paman nya


"Paman pergi saja dari sini aku risih melihat paman bersama mereka "kesal Rey


"Lihat lah Cinta Rey terlalu takut paman ngomong macam macam "ujar nya tersenyum


"Rey itu meski dingin tapi dia penyayang "ucap nya


"Paman sudah ku katakan aku tidak suka diri ku dijelaskan pernikahan ini hanya sementara hanya balas dendam terhadap keluarga Dapit paman kenapa tidak mengerti sih"kesal Rey wajah nya jadi tidak enek di pandang


"Dia memang seperti itu cinta tidak suka diri nya di jelaskan"ucap paman tersenyum


"Baik Rey baik paman akan segera pulang tapi ada syaratnya"ujar paman


"Syarat apa lagi"kesal Rey


"Rey paman sudah tua kamu terlalu lama meninggal paman jadi paman hanya ingin bahagia paman mau tinggal di Apartemen mu dalam dua hari bersama kamu dan Cinta dan kamu harus melihat kan pada paman selayaknya suami istri"ucap paman


"Menjengkelkan saat dia memaksa ku "gerutu Rey


"Jika tidak"ketus Rey


"Paman akan tinggal semau nya di sini"ucap nya santai


"Cih memalukan sekali seperti tidak ada rumah"sindir Rey dengan sinis


"Jadi mau bagaimana"ujar paman santai


"Iya baik aku turuti kemauan paman tapi Cinta ngak bisa masak nanti aku suruh beberapa orang ikut kita"ketus Rey


"Apa kamu lagi meremehkan aku asal kamu tau ya jika kamu sudah makan masakan ku kamu akan pingsan"ketus Cinta merasa di remehkan


"Ya merasa tidak enak sampai pingsan*ujar Rey dengan nada mengejek

__ADS_1


"Ya ampun kenapa ada pria menjengkelkan satu ini"kesal Cinta tidak mau menatap Rey


"Jadi teringat saat kita pertama menikah"bisik Kenzo tersenyum mencium pipi Naila membuat dia dapat cubitan kuat dari Naila dan hanya cengar cenggir


__ADS_2