
Cinta bangun lebih dulu dari Rey dia membalik tubuhnya yg di peluk Rey dengan erat Cinta memperhatikan wajah Rey dengan wajah putih bersih wajah blasteran itu sangat tampan memiliki bibir yg mempunyai di tengah bibir belahan tipis ,Rey saat tertidur sangat tampan, Cinta memperhatikan dengan lama tangannya terulur menyentuh rahang Rey yg tegas
"Entah kenapa Rey untuk mu aku rela menyerahkan semua nya kamu memiliki sesuatu seakan menarik ku di dalam lubang penderitaan mu aku rela menyerahkan semua nya pada mu tapi akan kah kamu bisa mencintai ku karna rasa ini semakin berkembang sekarang rasa kehilangan mu tidak sanggup untuk aku rasakan bicara pada mu menyenangkan untuk ku seakan ikut ada tambahan nafas untuk ku"batin Cinta tidak ingin jauh dari Rey Cinta memejamkan lagi mata nya menyembunyikan wajahnya di dada bidang Rey
Dret dret
Cinta kembali membuka mata saat dering telpon dan ketukan pintu dia membuka mata nya melirik Rey yg masih belum bangun Cinta meregangkan tubuhnya dan duduk melirik Rey ada pergerakan dari nya dia membuka mata bangun menuju kamar mandi
"Kenapa kamu sangat dingin Rey apa karna kamu seperti itu apa di hati mu ada wanita lain"gumam Cinta termenung bersender di ranjang meliha ponselnya mama nya mengirim pesan untuk bersiap
"Mau mandi mau saya bantu"ujar Rey dengan balutan jubah mandi Cinta tersenyum kecil
"Rey kenapa di saat aku memberi mu hak kamu sangat perhatian pada ku"tanya Cinta menatap Rey
"Di saat saya melakukan itu kamu seperti istri saya jadi saya akan memberi mu bentuk bentuk imbalan "ujar Rey
"Kamu jangan berfikir aneh saya di sini karna dendam saya kapan saja bisa pergi saya tidak pernah menaruh perasaan pada siapa siapa kamu tidak lebih dari tempat pelampiasan untuk saya mencukupi hasrat saya"ucap Rey serius Cinta menahan rasa sakit oleh ucapan Rey
"Apa beda nya aku sama wanita malam Rey jika seperti ini"lirih Cinta merasa terhina
"Di saat saya membayar mereka hanya uang yg mereka dapatkan tapi kamu saya memberi mu perhatian bentuk seperti suami istri sesungguhnya jika kamu tidak mau melakukan nya kamu bisa menolak di saat saya mulai ingin meniduri mu"ucap Rey berbalik
"Rey tunggu"ucap Cinta mengengam tangan Rey
"Kamu belum memenuhi tugas mu sebagai suami kamu tidak ingin membantu ku mandi"ujar Cinta lirih tanpa kata Rey mengendong Cinta masuk ke kamar mandi
"Hanya 15 menit kita akan segera bersiap ke tempat Arin"ujar Rey datar meninggal kan Cinta
####
Semua persiapan sudah matang semua keluarga sudah berkumpul bahkan untuk seserahan juga sudah ada tuan Arthur juga ikut hadir karna selama istri nya meninggal dia tidak lagi tinggal di kota itu , mereka mengguna kan mobil keluarga mobil yg besar untuk satu keluarga dan anggota nya banyak
"Cinta kamu nampak kurang tidur"tanya Naila menatap Cinta bersender di jendela menatap keluar
"Ahh iya ma Rey sering susah tidur jadi aku menemani nya"ujar Cinta tersenyum
"Jangan banyak terlalu di pikir kan Cinta nanti kamu sakit"ujar Naila mengusap tangan Cinta
"Iya ma"ujar Cinta tersenyum
Karna keluarga Arthur sudah sampai pihak Ririn menyambut dengan senang mereka saling berpelukan untuk acara tunangan ini meski tidak banyak tau tapi tatapan Arin bukan nya tertuju pada Arvin malah dengan Satria yg sangat semangat rasa cinta Arin tidak bisa bohong
"Arin apa kamu bahagia dengan pertunangan ini "tanya Arvin
"Tentu itu"ujar Arin tersenyum
"Baik proses bertukar cincin nya di mulai"ujar Revan , Arvin mengeluarkan cincin nya dan memasang kan di jari manis Arin tepuk tangan yg meriah Arin pun memasang cincin itu
"Ya selamat untuk kalian berdua"ujar Naila memeluk kedua nya
"Terimakasih tante mama selalu menganggap ku seperti anak sendiri"ujar Arvin tersenyum
"Apa yg kamu katakan nak selain kamu keponakan tante mama hubungan tante mama dan mama mu sudah berjalan dengan baik kamu sama seperti anak tante mama"ucap Naila tersenyum mencium kening Arvin
"Selamat Arvin kamu nampak dewasa mama mu akan bangga melihat ini"ujar tuan Arthur dengan mata merah mengingat istri nya
"Terimakasih pa"ujar Arvin memeluk papa nya
__ADS_1
"Karna kalian sudah bertunangan sama saja dengan menikah saling menjaga perasaan satu sama lain"ujar Kenzo tersenyum
"Selamat kawan"ujar Satria tersenyum dia senang akhirnya Arvin akan sangat bahagia menikah dengan wanita yg dia cintai
"Ehh mana tuh pujaan hati "bisik Arvin membuat Satria malu mengaruk kepalanya
"Kamu meledak ku"ujar Satria memukul bahu Arvin
"Pesta nya di nikmati semua untuk merayakan pertunangan anak kami Arvin dan Arin"ucap Ririn semangat semua ikut menikmati pesta
"Tunggu sepertinya kita saling mengenal"ujar seorang pria menatap Tania yg lagi duduk melihat dari jauh acara pertunangan itu Tania menatap wajah pria itu wajah Tania memucat
"Glen"ucap Tania kaget
"Benar kan"ujar Glen duduk di samping Tania
"Tania bagaimana kabar nya apa sudah jadi wanita penghibur aghh pasti senang kan itu balasan nya karna kamu berani menolak ku Satria preman sekolah sudah cukup memberi mu pelajaran "ujar Glen tersenyum sinis
"Kayak nya saya sukses dari mu"sindir Tania dia lebih berani dengan kedudukan nya
"Tania Tania kamu sama saja tetap bodoh kamu harus sadar diri aku CEO sebuah perusahaan sedangkan kamu hanya Asisten Mahendra grub kapan saja bisa di pecat"ujar Glen mengejek
"Jika kamu mau jadi kekasih ku maka aku akan menjamin hidup mu"ujar Glen sinis
"Dari pada memiliki kekasih seperti mu mending aku pacaran sama orang gila"cibir Tania dia sangat marah melihat wajah Glen ingin sekali menampar nya
"Kami"ujar Glen marah di hina oleh Tania
"Berhenti"ujar Satria melerai
"Wah wah sepertinya ada sebuah hubungan di antara kalian itu wajar sih apa sekarang Tania membiayai hidup mu dengan menjual diri nya"ejek Glen sinis
"Ya benar dia menghidupi saya"ujar Satria menilai Glen
"Kalian cocok sih hina sama brandal sekolah sama sama tidak punya masa depan"ujar Glen tertawa puas Satria tertawa kecil
"Ya benar itu ada nya bahkan saya hanya memiliki motor butut ahh sayang sekali saya tidak sesukses kamu ya"ucap Satria santai
"Iya tentu itu hidup mu tidak seberuntung itu"ujar Glen
"Sukses dalam meledek dan menghancurkan kehidupan orang"ujar Satria santai
"Kamu harus nya berterima kasih pada ku Satria karna ku mama mu selamat "tajam Glen
"Bukan kamu Glen menyelamatkan mama saya tapi Tania dia yg merelakan kan kehidupan nya kamu hanya memberi saya uang untuk menghancurkan nya saya hanya menerima jasa dan kamu penjahat nya malah kamu ngomong seperti itu sangat menjijikan"ucap Satria tersulut emosi saat mama nya di bawa
"Kamu tidak akan hidup tenang Satria aku akan menyebar wajah mu biar tidak ada yg mau mempekerjakan mu"tajam Glen membuat Satria lagi lagi tertawa
"Kamu benar Glen tidak ada yg ingin mempekerjakan saya karna saya yg memperkerjakan orang"ujar Satria dingin seiring itu Kenzo memanggil Satria melalui pidato dan senyum sinis Satria tercetak jelas meninggal kan Glen dan dia naik di atas panggung
"Di adalah anak bungsu saya Satria Mahendra terlalu banyak kisah rumit kami"ujar Kenzo menepuk bahu Satria
"Benar sekali Satria juga yg akan mengantikan saya akan memimpin perusahaan Mahendra grub karna dia pewaris nya"ujar Cinta ikut bicara semua bertepuk tangan
"Terimakasih atas kehadiran semua tapi dari ucapan kak Cinta tadi saya membantah karna dari sudut pandang saya harta orang tua itu pewaris bagi anak anak nya saya serta kak Cinta akan bekerjasama dalam membangun bisnis ini dan saya dan kak Cinta sama sama menghabiskan kerja keras kami dan papa"ujar Satria tersenyum membuat semua berdecak kagum bertepuk tangan dengan meriah
"Ahh tuan Satria ini mengagumkan sekali wajah nya sudah tampan pewaris keluarga baik lagi"ucap seorang gadis sedang kan Glen hanya melongo melihat itu
__ADS_1
"Satria selamat kamu resmi menjadi pemimpin perusahaan yg baru"ujar Cinta tersenyum dan memeluk Satria
"Terimakasih kak jangan lepas tanggung jawab seperti itu aku bisa kabur nanti karna stres "ucap Satria tertawa kecil
"Jangan khawatir itu"ujar Cinta ke tiganya turun mendekati Naila dan memeluk Naila
"Mama bangga pada kalian berdua"ujar Naila tersenyum mengusap pipi kedua nya
"Sayang kamu tidak bangga pada ku"ujar Kenzo cemberut
"Tidak bangga sama sekali"cibir Naila
"Sayang"ujar Kenzo memeluk Naila
"Udah dulu ya ma aku mau makan lapar"ujar Cinta lalu berlalu duduk di samping Tania sedangkan Glen kabur entah kemana tadi karna malu
"Tania gimana soal lamaran mu lancar"tanya Cinta meneguk minuman soda
"Jika nona Cinta tau apa yg terjadi bisa aja brandal itu ikut tau dan dia akan mengusik ku "batin Tania
"Ahh iya nona semua lancar saya akan mengabari anda nanti jika saya menikah"ujar Tania sopan
"Selamat Tania"ujar Cinta tersenyum
"Bagaimana dengan pak Rey nona saya dengar anda sudah meninggal kan pak Devan"tanya Tania balik
"Menurut mu Rey itu seperti apa sih Tania"tanya Cinta menatap Tania
"Gimana ya nona saya kurang mengenal pak Rey karna dia bicara nya irit banget dingin lagi dia itu sosok pria misterius sulit di tebak"ujar Tania karna itu emang yg Tania tau dari sosok Rey
"Dia sangat kejam pada ku Tania pria itu menjengkelkan sekali"aduh Cinta memeluk Tania meminta kekuatan Tania jadi canggung dengan keadaan
"Harus kuat jika punya suami dingin dan irit bicara nona"ujar Tania memeluk bahu Cinta
"Apa kamu tau Tania Satria mencintai mu sejak lama"ujar Cinta mulai bercerita dari pertama mereka tau jika satu keluarga sampai pencarian Satria dan sampai ke titik ini
"Satria sangat mencintai mu tidak mudah bagi nya menerima kenyataan jika kamu akan segera menikah aku yakin perasaan nya sangat hancur tapi dia berusaha tampak biasa saja "jelas Cinta
"Maafkan saya telah menyakiti tuan muda nona tapi itu yg terjadi saya sangat membencinya nya tidak ada perasaan apa pun selain rasa benci"ujar Tania menunduk
"Tidak usah sungkan seperti itu Tania aku mengerti kok dan paham"ujar Cinta mengengam tangan Tania
"Kita udah lama bersama jadi teman tidak apa kan aku kan mantan bos mu"ujar Cinta tersenyum
"Saya terlalu rendah untuk menjadi teman nona"ujar Tania merendah membuat Cinta terkikik
"Memang nya aku kenapa Tania kamu ini kayak aku ini anak raja saja kamu tau menjadi putri seorang Mahendra itu sangat tersiksa aku iri sama Satria yg menikmati dunia nya dulu saat kecil aku di larang papa mempunyai teman selain Arin tidak ada yg mau berteman dengan ku karna takut dengan papa ku itu "ucap Cinta tersenyum
"Tapi sekarang kamu bebas kok "ujar Tania tersenyum
"Ahh itu aku lebih suka"ujar Cinta senang mengeluarkan ponsel
"Mari kita ambil foto tercantik aku ingin mengabadikan nya"ujar Cinta
"Jangan nona kita boleh berteman tapi jangan di publik "ujar Tania dia orang berpikir hanya ingin memanfaatkan Cinta karna Tania sadar siapa diri nya
"Wah wah kamu ini aneh sekali Tania banyak orang mencari perhatian ku ingin menjadi teman ku tapi kamu"ujar Cinta tertawa geli Tania malu malu dengan ucapan Cinta dia nampak semakin cantik saja dengan senyum menawan dan tulus itu Cinta memang sangat cantik sayang sekali Rey mengabaikan kecantikan istri nya itu
__ADS_1