Perjalanan Cinta Sang Dokter

Perjalanan Cinta Sang Dokter
Membalas dengan kelicikan


__ADS_3

Tania ragu apa dia harus kembali bekerja atau cuti beberapa hari melihat kelakuan buruk Davin membuat Tania takut nanti Davin berbuat buruk lagi pada nya tapi jika Davin tidak di awasi oleh nya Tania takut Davin semakin menghancurkan perusahaan itu apa lagi terhdap karyawan nya akhirnya Tania memutuskan untuk bekerja dia sudah memakai baju rapi tidak melihat kehadiran Satria saat akan turun Tania melihat beberapa orang masuk mencari sesuatu dan tentu itu orang nya Devan yg mencari Satria bersembunyi di rumah asisten nya karna di semua tempat mereka tidak menemukan Satria


"Pak Satria cepat harus bersembunyi ada pak Devan"ucap Tania menarik tangan Satria yg masih tidur


"Aghhh Tania tangan ku"ucap Satria kesakitan menahan tangan Tania dan akhirnya luka Satria terbuka lagi menimbulkan darah nya merebes


"Kita harus cepat pak"ucap Tania panik Satria menahan tangan nya bersembunyi keluar dari jendela samping


"Cari apa kalian"ujar Tania berusaha tenang saat ada yg masuk


"Darah siapa ini"tanya seseorang Tania melihat nya diam diam Dian dia melukai tangan nya sendiri


"Darah tangan saya pak apa yg kalian lakukan"ucap Tania mengambil sapu tangannya membalut kan lengan nya


"Bos tidak ada"lapor nya pada Devan di depan rumah


"Kemana Satria di rumah asisten nya juga tidak ada apa dia menghilang bagus jika dia tidak selamat"ucap Devan lalu berlalu pergi melihat kepergian Devan Satria kembali lagi


"Tidak seharusnya kamu melakukan ini Tania melukai diri sendiri bertarung sampai darah penghabisan pun aku masih sanggup"ujar Satria membalut luka Tania


"Selama jam kerja anda tanggung jawab saya pak"ujar Tania serius


Cup


"Maaf melibatkan mu dalam masalah ini tidak seharusnya kamu ikut campur"ucap Satria mencium tangan Tania yg berdarah


"Tidak apa pak"ucap Tania pelan


"Kamu tidak usah bekerja "ujar Satria memegang pipi Tania


" Saya harus bekerja dan ini tanggung jawab saya"ujar Tania melangkah pergi Satria menatap punggung Tania berlalu rasanya Satria gelisah tidak mendengar kabar orang tua nya dan melihat Tania pergi


####


Karna menyakini Satria belum di temukan Devan melanjutkan rencananya dia menyelinap masuk di bantu Davin dan Devan memasang bom di mobil Kenzo setelah aman mereka pergi dan Devan menunggu dari jauh menekan kontrol nya jika Kenzo sudah melaju


Rey sudah membaca gerak gerik Davin melalui kamera yg dia sadap dari mobil Kenzo ,Rey hanya tersenyum sinis dia berdiri


"Permainan segera akan di mulai Devan"ucap Rey datar lalu keluar dari kantor nya


Rey diam diam menyusun rencana nya dia menyamar menjadi klien Dapit memesan barang terlarang dengan jumlah yg cukup besar dia akan menangkap Dapit.Dapit datang bersama Clara karna biasanya Clara menemani nya berbisnis mereka juga mengajak beberapa anak buah


"Mana bos kalian"ujar Dapit duduk

__ADS_1


"Sebentar lagi"ujar anak buah Rey lalu Rey berjalan pelan masuk ruangan langsung menembak anak buah Dapit dengan mudah Dapit kaget


"Ini hari terakhir mu Dapit anak mu yg akan membunuhmu "ucap Rey datar langsung menembak pistol bius pada kedua nya


"Angkat mereka "perintah Rey anak buah nya mengangkat Dapit dan Clara.Rey memastikan jika tidak ada Davin dan benar Davin lagi ke kantor menjalankan perannya dengan baik Rey keluar dari mobil dan memasukkan Dapit dan Clara ke dalam mobil Kenzo


"Rey kamu pulang "tanya Naila keheranan tapi Rey berlalu saja


"Mana kontrol mobil kalian"tanya Rey karna mobil Kenzo anti peluru dan juga mengunakan kontrol cukup canggih meski binggun Naila menyerah kan itu Rey menyeringai dan menuju atap rumah balkon dia menyalahkan kontrol nya dengan baik menjalankan mobilnya Devan melihat mobil Kenzo dia menekan kontrol bom nya


Doar


Ledakan besar terdengar menghanguskan mobil Kenzo Devan tertawa puas Rey yg mengunakan kaca mata laser melihat itu semua dia akan menghancurkan Devan berani bermain pada nya kali ini Rey akan menghabisi semua keluarga Devan dengan cara permainan Devan sendiri


"Tertawa puas lah Devan sebelum kamu merasakan sakit yg sama seperti ku"ujar Rey melepaskan kaca mata nya dan mengambil memory di kaca mata itu karna dia sudah merekamnya dan Rey mengirim nya pada Devan,Rey turun untuk melihat semua nya


"Mama papa"teriak Devan mendekati di api berkobar dia sudah melihat rekaman itu dari dalam mobil Kenzo yg ternyata mama dan papa nya yg di ikat berusaha lepas tapi semua nya sia sia


"Tidak tidak mama papa"teriak Devan lagi di seberang sana Rey hanya menatap datar


"Aghhh tidak"teriak Devan menangisi orang tua nya itu


####


"Aku akan membunuh kalian semua"ucap Devan datar lalu mengambil pistolnya


"Mama tidak habis pikir bagaimana mobil itu bisa meledak "tanya Naila mereka lagi sarapan


"Tidak tau ma"jawab Rey lalu telpon Davin berdering Devan yg menelpon


"Kenapa tidak di jawab Satria"ujar Kenzo


"Kenapa Devan menelpon mu"ujar Rey melihat di layar ponsel itu


"Jawab ada apa dia menelpon membuat kekacauan lagi"ujar Kenzo sebal


"Ada apa sialan menelpon ku "ucap Davin bersandiwara menjawab telpon nya


"Davin kita akan melakukan rencana melakukan penyerangan"ucap Devan di telepon


"Jangan menelpon ku breksek aku tidak akan peduli pada mu meski kamu mau melakukan apa"ucap Davin mematikan teleponnya Rey hanya tersenyum licik ini awal dari perpecahan saudara


"Satria aku mau bicara serius pada mu"ucap Rey menepuk bahu Davin mereka berjalan keluar

__ADS_1


"Aku harap kamu bisa menjaga papa dan mama dengan baik"ujar Rey menepuk bahu Davin dia sengaja melakukan itu karna Rey tau Devan mengintai mereka


"Ya aku bisa lakukan kamu sama kak Cinta jalan jalan saja"ujar Davin pelan merasa heran dengan tingkah Rey


"Kamu sebaiknya berangkat kerja sana"ujar Rey lagi


"Baik"ujar Davin masuk mobil segera melaju Rey menuju seberang jalan


"Devan Devan kamu pikir aku bodoh Satria sudah mengatakan kebenaran nya kamu pikir aku bisa diam saja setelah tau semua nya"teriak Rey dan Devan keluar dari persembunyiannya


"Jadi ini ulah mu Rey di mana adik ku haha"teriak Devan marah


"Kamu pikir saja sendiri Devan karena apa balas dendam ku hampir tuntas aku membunuh adik mu dengan cara mencongkel mata nya"ujar Rey tertawa masuk mobil


"Rey"teriak Devan marah lalu menuju mobil nya Rey yg melihat itu tersenyum puas


"Lihat tuan Satria datang kita akan kesusahan"bisik karyawan melihat Davin baru keluar dari mobil Tania ikut menatap dengan jengkel


"Satria ke sini sebentar"teriak Rey dari dalam mobil posisi di nya di sebrang jalan


"Ya "teriak Davin menutup pintu mobil mendekati Rey


Brak


Sebuah mobil menabrak Davin dengan kencang membuat Davin terpental dari jauh Devan mendekati Davin sempat terbatuk


"Kamu tidak akan lolos dari kematian"ucap Devan mengeluarkan kan senjata Davin mengulur kan tangan nya Ingin mengatakan sesuatu dengan mata memelas


Dor


Devan tidak mengampuni dia menembak kepala Davin yg dia kira Satria seketika Davin mati dengan mata melotot Rey yg melihat itu hanya datar karyawan yg menyaksikan itu syok melihat itu


"Aku membalas kesakitan ku sampai kan pada Naila aku membunuh anak kesayangan nya"ucap Devan tajam menatap Rey


"Devan Devan kamu itu perlu ketenangan"ujar Rey mendekat


"Tidak kamu periksa dulu siapa itu"ucap Rey santai lalu mendekat ke Davin menyeret nya di hadapan Devan lalu membuka topeng itu terlihat jelas wajah Davin


"Davin"ucap Devan syok


"Dengar kan baik baik dia menyamar sebagai Satria dan lihat lah akibat nya"ujar Rey pada semua karyawan yg syok


"Aghh tidak Davin"teriak Devan memeluk kepala adik nya dia menangis kesakitan Rey hanya datar

__ADS_1


"Selamat menikmati luka Devan"ujar Rey menepuk pipi Devan dengan pelan dia berlalu dengan keran orang yg menyaksikan itu mulai bergosip dengan berita ada yg membuat berita yg ada berita itu menghebohkan kantor apa lagi kejadian nya di depan kantor


__ADS_2