Perjalanan Cinta Sang Dokter

Perjalanan Cinta Sang Dokter
77


__ADS_3

Karna rencana untuk meracuni Naila gagal Devan mendatangi rumah sakit untuk membunuh Naila tapi ternyata Naila sudah pulang karna keadaan nya cukup baik Naila juga di kamar di temani Satria meski Kenzo tidak di samping nya karna Satria penuh kehangatan dan pengertian Naila merasa hangat saat bersama anak nya itu dia merasa aman


"Satria kamu mau nikah sama Arin dia cantik dan pintar cocok untuk mu"ujar Naila bertanya mengalihkan Satria yg lagi menonton kartun


"Kenapa ma"tanya Satria menyakinkan menghadap mama nya


"Mau nikah sama Arin mama ada niatan mau jodohkan kamu"ujar Naila lagi


"Arin wanita cantik wanita baik seandainya hati ku tidak di bawa pergi sama wanita itu mungkin aku mau menikah sama Arin "ujar Satria mengengam tangan Naila


"Mama mengerti hanya saja keluarga kita sama keluarga tante Ririn berhubungan sangat lama jadi mama mau mereka jadi keluarga kita"ujar Naila


"Coba deh tanya sama Arvin karna kayak nya dia cinta sama Arin"ujar Satria


"Iya"ujar Naila tersenyum


"Kamu ngak mau kerja gantiin kakak mu"tanya Naila


"Ma biarkan dulu kak Cinta sibuk sampai dia lupa sama Devan itu karna sangat bahaya jika kak Cinta semakin dekat sama Devan mengancam keselamatan kita semua"ujar Satria


"Iya kamu benar bantu Rey menarik kembali kakak mu"ujar Naila


"Iya jangan cemas ma"ucap Satria tersenyum Naila mengacak rambut Satria dengan tersenyum


"Lagi ngomong apa asik benar"ujar Kenzo duduk di samping Naila sedangkan Satria kembali pokus menonton kartun nya


"Tuan ku lama sekali pergi nya"ujar Naila bersender di dada Kenzo


"Sayang ngurus anak kamu satu itu susah sekali di bilang"ujar Kenzo mengengam tangan Naila


"Sama kayak tuan dong keras kepala susah di bilangin"ujar Naila tersenyum mendongak Kenzo mencium sekilas seketika Naila menghadap Kenzo


"Ada anak kita lho"bisik Naila


"Dia udah dewasa"ujar Kenzo mencium bibir Naila terus turun


"Ihh tuan Kenzo geli kumis nya"ujar Naila kegelian saar Kenzo mencium lehernya


"Hei dulu kamu suka aku cium kenapa sekarang malah jijik"kesal Kenzo


"Aku tidak jijik cuman geli"ujar Naila menghindar


"Sama saja itu penolakan aku tidak suka"ujar Kenzo cemberut


"Iya deh sini aku bujuk"ujar Naila terkekeh menciumi rahang Kenzo dengan mesra


"Ahh sialan"kesal Satria menghempaskan remot tv nya


"Kenapa "ujar Naila keheranan


"Kalian pikir aku ini anak kecil hah aku ini udah dewasa melihat ini aku jadi kepingin nikah mending aku pergi saja"kesal Satria berlalu Kenzo dan Naila tertawa dengan ucapan Satria


Cup


"Sayang"ujar Kenzo mencium tangan Naila


"Apa sayang"goda Naila terkikik

__ADS_1


"Tersenyum selalu itu membuat aku menjadi semakin kuat"ujar Kenzo tersenyum mencium sudut bibir Naila


"Kamu juga tetap di samping ku itu menguatkan aku"ujar Naila tersenyum kembali bersender di dada Kenzo menonton kartunnya


###


Cinta sangat kesal dengan Rey gimana tidak satu minggu ini Rey terus memantaunya dari di kantor makan siang di rumah bahkan saat Cinta bangun tidur Rey sudah menatap nya tidak merubah posisinya Cinta berfikir apa Rey tidak tertidur segitu nya memantau karna itu Cinta tidak punya kesempatan bertemu sama Devan, Cinta juga tidak tau jika mama nya ada di rumah di kamar, Cinta kira mama nya di sembunyikan papa nya di suatu tempat ternyata mama nya ada di rumah satu atap dengan nya


"Aku harus melakukan sesuatu pokoknya hari ini harus ketemu sama kak Devan"gumam Cinta menatap Rey yg duduk di sofa


"Aku punya ide"gumam Cinta lalu memanggil Tania


"Iya nona"ujar Tania masuk


"Tania hari ini ada meeting"ucap Cinta santai


"Iya nona di ruang meeting"ucap Tania


"Baik kamu siap kan kita akan segera meeting"ujar Cinta beranjak dan Rey ikut serta


"Ehh karna ini meeting penting orang asing juga tidak di bolehkah masuk jadi kamu nunggu di depan ruangan aja"ujar Cinta serius Rey berdiri di depan ruangan dan Cinta dan Tania masuk


"Hubungi yg lain kita meeting sekarang"ujar Cinta


"Baik nona"ujar Tania lalu menghubungi yg lain untuk mengadakan meeting hanya 15 menit semua datang


"Tania kamu urus ya meeting nya saya mau pergi ingat jangan bilang sama pria batu itu awas kamu bilang sama dia jika aku pergi"ancam Cinta lalu dia pergi lewat pintu samping karna ruangan itu bersebelahan sama ruangan Tania dan ada pintu juga menuju ruangan direktur jadi Cinta menyelinap untuk masuk


"Akhirnya aku bebas dari pria itu"ujar Cinta kegirangan


Cinta makan dengan Devan di restoran dengan mesra becanda ria dan mengobrol sesekali mereka bermesraan Cinta bebas dari Rey tanpa senagaja Satria melihatnya tapi tidak melabraknya Satria membeli kan Arvin makan siang dia masuk mobil dan mengirim pesan pada Rey


Rey yg mendapat kan pesan dari Satria merasa aneh secara Cinta lagi meeting di dalam meeting nya pun belum selesai kenapa Satria bilang melihat Cinta merasa ada yg tidak beres Rey mengintip membuka pintu itu dan melihat ke dalam tidak ada kehadiran Cinta


"Kurang ajar dia menipu ku"kesal Rey segera berlalu


Cinta sangat senang bisa kembali bermesraan dengan Devan mereka bermesraan menonton film di bioskop Cinta memeluk lengan Devan mereka nonton sesekali Devan mengusap kepala Cinta dan tiba tiba Rey berdiri di samping Cinta menepuk pundak Cinta dengan keras


"Awww sakit"keluh Cinta menoleh


"Ihh pria menjengkelkan ini"kesal Cinta berdiri


"Saya tidak suka meminjamkan istri saya"ujar Rey langsung memikul Cinta seperti karung beras mengambil tas Cinta dan berlalu Devan sampai melongo di buat nya


"Rey lepaskan saya Rey"teriak Cinta memukuli punggung Rey tapi Rey tidak peduli berjalan menuju mobil


"Rey saya mau jalan sama kak Devan lepaskan saya kamu menganggu kebahagiaan saya"kesal Cinta lalu Rey membuka pintu mobil dan ikut masuk


"Kamu diam beraninya kamu menipu saya"ucap Rey datar


"Siapa yg mau kamu jagain saya tidak menyuruh mu"ujar Cinta sangat kesal


"Kamu ya membuat saya benar kesal"ucap Rey menatap Cinta


"Mau apa asal kamu tau ya saya sangat membenci muka kamu ini"ujar Cinta mendorong kepala Rey


"Dia benar menguji kesabaran ku"batin Rey

__ADS_1


"Heh kamu tidak mau kan saya jadikan pelampiasan hasrat"ucap Rey serius memegang dagu Cinta


"Kamu di nikahi Devan atau pun tidak tetap jadi perantara balas dendam"ujar Rey datar


"Lepas berani nya kamu menyakiti saya"kesal Cinta mendorong dada Rey


"Kamu benar menyebalkan pria breksek "triak Cinta menarik rambut Rey dengan rasa kesal


"Hei lepaskan wanita gila"ujar Rey menahan tangan Cinta sampai mobil itu terlihat bergoyang Devan yg menatap mobil itu pikiran nya kemana mana


"Saya akan membalas mu"ujar Cinta terus menarik rambut Rey


Tok tok


Mereka berhenti bertengkar saat melihat Devan mengetuk pintu nampak Cinta berkeringat karna membutuhkan tenaga membalas Rey tapi Rey menaikkan sebelah alis nya dan menatap Cinta lalu Rey mengacak rambut Cinta sampai berantakan dan menarik baju kemeja Cinta sampai kancingnya lepas


"Pria mesum apa yg kamu lakukan"triak Cinta menahan baju nya dengan tangan


"Lihat permainan di mulai"batin Rey lalu dia melepaskan jas nya menyelimuti dada Cinta lalu Rey mengacak penampilannya lalu dia membuka jendela mobil


"Ada perlu apa"ujar Rey datar Devan menatap datar Rey melihat penampilan keduanya tangan Devan terkepal


"Ini tidak yg kak Devan pikirkan"ujar Cinta menyadari tatapan Devan


"Aku hanya cinta sama kak Devan percayalah"ujar Cinta menyakinkan lalu Rey mencium bibir Cinta membuat mata kedua nya sama sama melotot Rey memejamkan matanya dengan cepat Cinta mendorong Rey


"Kamu jangan berani menyentuh Cinta karna dia milik ku"ujar Devan datar


"Kenapa tidak dia istri saya meski dia tidak mencintai saya tapi saya bisa memaksa nya "ujar Rey mengusap bibirnya yg basah


"Kak aku akan menjaga diri demi kak Devan percayalah lah dia tidak akan mampu melakukan nya"ujar Cinta serius


"Sampai jumpa "ucap Rey menutup kaca mobil dan melaju kan mobil


"Kamu menyebalkan sekali "ujar Cinta menampar wajah Rey tapi Rey diam tidak bergeming


"Berani nya kamu berbuat lancang seperti itu apa lagi membuat kak Devan salah paham kamu pikir kamu siapa kamu harus sadar diri jika saya tidak menyukai mu"kesal Cinta tapi Rey hanya diam seribu bahasa


Saat sampai rumah Cinta kaget ada Naila yg lagi menyiram tanaman karna dia pulang cepat ya memang Naila menghindari Cinta selama ini ingin memberi Cinta pelajaran melihat Rey turun dari mobil menghentikan aktivitas Naila tapi saat melihat Cinta Naila melanjutkan pekerjaannya memotong rumput bunga nya merawat bunga nya


"Mama aku kangen sama mama"ujar Cinta memeluk Naila tapi Naila melepaskan nya pokus pada bunga nya


"Mama aku bicara pada mama lho"ujar Cinta sebal


"Rey kamu udah pulang mau makan apa biar mama siapin"ujar Naila tersenyum Rey mendekat memberi isyarat jika dia tidak butuh ya memang Rey sangat irit bicara


"Rey wajah mu kenapa merah"tanya Naila menyentuh wajah Rey


"Tidak masalah pria itu harus terbiasa dengan kekerasan "jawab Rey datar


"Harus hati hati Rey nanti jika kamu sakit mama sedih, ya udah kamu istirahat saya"ujar Naila mengusap pipi Rey lalu Rey berlalu


"Mama ngak anggap aku ada"ujar Cinta kesal


"Lanjutkan ya saya mau istirahat"ujar Naila menyerah kan gunting tanaman pada pembantu lalu Naila berlalu


"Mama"pekik Cinta sangat kesal tapi jangan kan menyahut menoleh saja Naila tidak melakukan nya biar lah Cinta sadar atas apa yg dia lakukan dan Cinta hanya kesal bukan main

__ADS_1


__ADS_2