Perjalanan Cinta Sang Dokter

Perjalanan Cinta Sang Dokter
62


__ADS_3

"Naila"ujar dokter Arvin lalu memeluk Naila dengan erat


"Gimana kabar kak Arvin"ujar Naila bertanya


"Sangat buruk"ucap dokter Arvin pelan


"Setelah di tinggal Dita aku sengat terpuruk Kenzo sangat baik membantu ku meski ide nya gila setelah malam itu Dapit mencelakai mu membuat Kenzo marah dan membunuh Dela itu kenapa aku bisa bebas setelah aku bebas ternyata keluarga kita di bantai bunda di bunuh secara tragis sama hal nya dengan tuan dan nyonya Mahendra bersyukur mereka menyembunyikan Cinta hingga Cinta selamat "jelas dokter Arvin,Naila kaget mendengar kabar itu termasuk Dita


"Sebelum bunda meninggal dia menitipkan permintaan maaf pada Dita jika dia tidak melakukan nya Dela yg melakukan itu dulu dia tidak merestui kita karna hasutan Clara "ujar dokter Arvin


"Kak maafkan aku"ujar Naila memeluk Arvin menangis


"Semua sudah berlalu Nai aku mohon kalian kembali lah pada kami"ujar Arvin memeluk Naila lalu merangkul Dita


"Aku bisa kembali tapi maaf aku tidak bisa memaafkan tuan Kenzo soal pengkhianatan nya"ujar Naila menyeka air mata nya


"Kamu"ujar Arvin menatap Dita tapi Dita malah memeluk dokter Arvin


"Maafkan aku tidak ada di samping dokter Arvin di saat terpuruk"ujar Dita menyesal


"Tidak apa aku senang kamu mau kembali,"ujar dokter Arvin mencium kening Dita


"Tapi aku perlu membujuk Arvin dan kamu Nai kasihan Satria meski kamu tidak memaafkan tuan Kenzo tapi Satria butuh keluarga yg utuh"ujar Dita


"Aku akan bicara sama Satria nanti nya"ujar Naila serius


###


Karna untuk membicarakan keluarga mereka jadi Arvin dan Satria di suruh pulang oleh Naila meski engan tapi mereka tetap pulang dari pada Naila memaksa mereka pulang itu akan menyulitkan mereka,Satria sudah menduga bersama Arvin jika tuan Kenzo adalah papa Satria dari nama saja mereka baru sadar jika nama belakang mereka mirip


"Kalian habis dari mana"tanya Naila duduk


"Main kami udah besar"ujar Arvin engan menatap Naila


"Kita akan pindah"ujar Naila serius Arvin menatap Naila


"Tante mama aku masih tidak terima tinggal bersama dokter itu"bantah Arvin


"Arvin dia papa mu"ujar Dita


"Aku ngak mau ma dia yg akan misah kan aku sama mama dia yg bakal ambil mama sepenuhnya aku ngak mau mama tinggalkan"ujar Arvin emosi


"Pikiran dari mana itu Arvin"ujar Dita mendekat memegang wajah Dita


"Kamu tetap anak mama kesayangan mama kebanggaan mama apa kamu pikir saat mama kembali pada papa mu mama akan ninggalin kamu gitu ngak sama sekali mama tetap menyayagi mu jangan pernah berfikir seperti itu"ujar Dita


"Aku ngak mau di tinggal mama"ujar Arvin memeluk Dita dengan erat


"Tidak sayang mama tidak akan meninggalkan mu"ujar Dita mengecup kepala Arvin dengan penuh kasih sayang


"Tidak usah bicara ma"ujar Satria pelan


"Aku tau tuan Kenzo itu papa ku kan"ujar Satria


"Apa alasan mu menolak nya sebagai papa mu"ujar Naila menatap Satria


"Aku tidak tau tapi aku sama seperti Arvin ngak mau membagi mama"ujar Satria


"Aku ngak suka sama sikap papa mama tau kan aku ini seperti apa aku ngak suka sama dia"ujar Satria


"Satria"ujar Naila mengengam tangan Satria


"Biar gimanapun dia tetap papa mu kamu harus belajar menerima nya dan kamu juga harus terima Cinta sebagai kakak kamu"ujar Naila


"Jangan banyak membantah sekarang kemas barang kalian kita akan segera pindah"ucap Naila tegas Arvin dan Satria tidak bicara mereka menuju kamar


"Sat apa kita benar akan berubah kita akan jadi anak milyader "ucap Arvin saat mereka sampai kamar


"Andai dari dulu ini terjadi aku ngak mungkin menghancurkan masa depan Tania"ujar Satria mengambil tas nya


"Kenapa sih aku rasa kamu itu berlebihan sama Tania mau gimana kita kan ngak bisa nemuin dia"ujar Arvin mengambil tas nya


"Selain rasa bersalah ku kamu tidak tau secantik apa dia di saat dia di tatap dari dekat hati ku di bawa pergi oleh nya"ujar Satria membuat Arvin tertawa


"Cinta monyet lho"ejek Arvin membuat Satria kesal menendang kaki Arvin


###


Arvin dan Satria menatap di dalam rumah megah itu mereka berlaga seperti preman dengan tusuk gigi di bibir mereka menilai rumah itu dengan ransel di bahu mereka sedangkan di dalam rumah menunggu mereka

__ADS_1


"Yg sopan"tegur Naila mencubit pinggang Satria


"Aww ma sakit"keluh Satria


"Ayo"ucap Naila mengajak masuk


"Selamat datang"ujar Cinta tersenyum ramah


"Waw rumahnya memang sangat mewah tangga nya pakai lift"ujar Arvin takjub


"Dasar kampungan"ujar Satria sinis


"Arvin"panggil dokter Arvin lalu mendekat dan memeluk Arvin


"Maafkan aku"ujar Arvin menyesal


"Tidak apa sekarang kita mulai membangun keluarga bahagia"ujar dokter Arvin tersenyum


"Iya pa"ujar Arvin tersenyum


"Udah ada om papa kemana tuh tuan Kenzo"ujar Satria


"Ada pekerjaan dia akan menyelesaikan nya"ujar dokter Arvin


"Kita makan malam dulu"ujar dokter Arvin mengajak mereka ke meja makan


"Ma aku bawain tas nya ke kamar papa"ujar Cinta


"Tidak usah Cinta mama akan tidur bersama mu"ujar Naila


"Iya ma"ujar Cinta meski dia binggun tapi tetap Cinta patuhi


"Selamat malam tuan muda"ujar mereka hormat saat mereka masuk


"Kemarin kalian memukul ku sini aku akan balas"ujar Satria menyeringai


"Satria jangan bikin ulah"ujar Naila menarik telinga Satria


"Aduh ma sakit ngak bisa apa lembut sedikit "keluh Satria kesakitan


"Ayo kita makan"ujar Arvin senang lalu duduk


"Emmm ini makanan terenak "ujar Arvin senang sama hal nya dengan Satria makan dengan lahap Naila makan melirik kesenangan Satria dan Arvin


"Ohh ya kak Arvin bagaimana dengan kabar kak Rafi"ujar Naila di sela makan nya


"Mereka pindah ke luar negri tapi rumah sakit tetap berjalan di urus oleh Ririn dan Revan karna jika aku yg kelola itu tidak akan bisa karna aku banyak pekerjaan"ujar dokter Arvin


"Jadi ngak bisa ketemu sama mereka"ujar Naila


###


Kenzo melirik jam di pergelangan tangannya sudah tengah malam tidak terasa Arvin sudah mengatakan jika Naila dan Dita mau balik ke rumah tapi Kenzo tidak bisa pulang cepat tadi ada investor nya dari luar negri harus menemaninya dan dia harus menyelesaikan berkas penting yg harus dia selesai kan malam ini jadi dia pulang larut.Kenzo masuk ke rumah membuka jas nya dan mencangking nya Kenzo menuju kamar Cinta melihat Cinta berbaring Kenzo mengusap kepala nya dan mencium dengan lembut


"Sayang apa tadi sudah makan"tanya Kenzo biasa nya juga Kenzo meski pulang larut menemui Cinta tapi saat dia berbalik itu bukan Cinta melain kan Naila


"Papa"ujar Cinta baru masuk kamar Kenzo menoleh dan dia menjadi canggung menatap Naila


"Papa baru pulang "tanya Cinta lagi meletakkan wadah air


"Iya sayang kamu udah makan"tanya Kenzo tersenyum Cinta duduk di samping Kenzo


"Papa sendiri sudah makan"tanya Cinta


"Emm papa makan nya besok aja udah malam"ujar Kenzo berdiri


"Kamu kenapa belum tidur"tanya Kenzo


"Tadi aku bangun mengambil air papa ngak mau tidur sama mama"ujar Cinta


"Papa mu akan istirahat Cinta kamu tidur saja mama akan menemani mu"ujar Naila kembali berbaring


"Cinta tidur lah papa mau istirahat capek"ujar Kenzo mengusap kepala Cinta dan mengecup nya


"Selamat malam"ujar Kenzo lalu berlalu


"Hah kasihan papa kerja keras terus"gumam Cinta menghembuskan nafasnya lalu dia kembali berbaring dan memejamkan matanya


"Naila rela tidur bersama Cinta apa aku tidak punya kesempatan untuk nya tapi jika begitu aku tidak boleh menyerah harus memperjuangkan Naila"gumam Kenzo lalu beristirahat

__ADS_1


###


☀️☀️☀️


Kenzo sudah bangun pagi sekali membuat kopi lalu duduk di meja makan dengan aipet nya serta cemilan di meja makan karna pelayan baru membuat sarapan tidak lama dokter Arvin turun duduk dengan koran nya


"Ini giliran kamu berjuang"ujar dokter Arvin


"Kamu tau saat seseorang tidak pernah marah saat dia marah nya sangat sulit mencari maaf nya"ujar Kenzo santai


"Hei apa kamu menyerah begitu saja"ujar dokter Arvin


"Tidak juga"ujar Kenzo tersenyum kecil dia nanti akan bicara pada Naila


"Selamat pagi papa selamat pagi om Arvin"sapa Cinta mencium pipi kedua nya


"Pagi Cinta "ujar dokter Arvin tersenyum


"Cantik banget sih keponakan om ini"ujar dokter Arvin mencubit pipi Cinta


"Iya kan mama nya cantik"ujar Cinta tersenyum tidak lama yg lain juga datang termasuk sarapan sudah di tata dengan rapi


"Mau aku ambilin "tawar Kenzo pada Naila yg ingin mengambil sarapan


"Tidak perlu aku bisa sendiri "ujar Naila mengambil nya


"Emm aku mau bicara hal serius pada mu "ujar Kenzo ,Naila menatap Kenzo dengan kesal


"Apa kamu buta tidak melihat jika lagi makan"kesal Naila


"Sekarang aku tunggu"ujar Kenzo berdiri lalu berlalu Naila sangat kesal saat bicara pada Kenzo dia berdiri dengan kesal mengikuti Kenzo menuju kamarnya


"Kamu kenapa sih Nai tidak bisa memaafkan aku"ujar Kenzo saat sampai kamar


"Kesalahan mu itu tidak ada maaf nya kamu tau yg kamu lakukan itu penghianatan "tajam Naila,Kenzo terdiam menatap Naila


"Aku minta maaf tapi sungguh apa yg aku lakukan itu murni untuk menyelematkan Arvin "ujar Kenzo ingin meraih tangan Naila tapi Naila menepisnya


"Tetap aja aku tidak bisa menerima seorang penghianat udah deh ngak usah di bahas kita berpisah sudah 15 tahun jadi kita selesaikan pernikahan ini aku tidak sudih hidup bersama pria seperti kamu "ujar Naila


"Nai semudah itu kamu mengatakan itu kamu tidak memikirkan perasaan aku kamu tidak memikirkan anak kita kamu kira aku bodoh tidak mengenali Satria aku tau aku salah memukul nya"ujar Kenzo


"Aku benar minta maaf Nai kembali lah pada ku aku sangat merindukanmu aku sangat mencintaimu"ucap Kenzo serius


"Tapi aku tidak sama sekali memiliki rasa itu lagi hanya rasa benci yg aku miliki kamu kira aku senang menatap wajah mu malah aku jijik dan muak"ucap Naila lalu melangkah pergi Kenzo terdiam memperhatikan punggung Naila


"Kenzo ada telpon dari John"teriak dokter Arvin di meja makan dia melihat Naila duduk


"Kenzo ponsel mu berdering terus"ujar dokter Arvin


"Ya hello"ucap Cinta mengankat telpon nya


"Baik aku akan mengatakan pada papa ku"ujar Cinta lalu memutuskan sambungan teleponnya Cinta berdiri menuju dapur menyiapkan sarapan untuk Kenzo


"Pa kata pak John kantor ada masalah kayak komputer eror semalam papa belum makan jadi aku siapin bekal nya"ujar Cinta menutup bekal nya dan memberikan pada Kenzo


"Papa berangkat dulu nanti kamu minta antar sama pak Toni"ujar Kenzo mengecup kepala Cinta dan mengusap nya Kenzo mencari sesuatu di tas nya dan meletakkan di samping Satria


"Ini ATM untuk mu password nya ulang tahun mama mu ini untuk keperluan mu belajar yg baik"ujar Kenzo mengusap kepala Satria lalu pergi


"Uang jajan"ujar Satria tersenyum senang


"Jangan berpoyah -poyah Satria"ujar Naila mengingat kan


"Iya ma"ujar Satria mengerti


"Kamu juga mau Arvin"ujar dokter Arvin meletakkan ATM juga


"Dok jangan memanja kan Arvin dia pria hanya uang jajan dia bisa cari sendiri "ujar Dita karna sama dia juga tidak suka jika Arvin hidup terlalu boros


"Tidak apa"ujar dokter Arvin tersenyum


"Mama ini kejam sekali tante mama aja ngak larangan masak mama larang aku mau hidup bebas jika banyak uang kami ngak perlu kerja tapi senang senang"seru Arvin antusias


"Om mereka kok bebas Cinta ngak"protes Cinta


"Cinta kamu tau kan papa mu itu kamu kayak berlian kapan saja bisa di culik dan di jual kamu juga sama seperti kaca kapan saja bisa pecah jadi maklumi papa mu ya"ujar dokter Arvin tersenyum


"Om jika aku ngak bebas mereka juga ngak "protes Cinta

__ADS_1


"Belajar yg baik saja"ujar dokter Arvin tersenyum memang benar Cinta itu seperti kaca yg gampang pecah itu kenapa Kenzo menjaga Cinta dengan sangat baik


__ADS_2