Perjalanan Cinta Sang Dokter

Perjalanan Cinta Sang Dokter
Pernikahan Arvin dan Arin


__ADS_3

Sinar pagi memasuki kamar itu perlahan Rey membuka mata nya dia tertidur semalam Rey tidur di sofa tidak sama sekali tidur dengan Cinta,Rey melirik Cinta masih dkan posisi semalam selimut tebal, Rey ke kamar mandi membersihkan kan tubuhnya ucapan Cinta terus terngiang di telinganya Rey meninju dinding itu menyelesaikan mandi nya melirik Cinta masih belum sadar Rey segera memakai baju nya mendekati Cinta memberi aroma minyak angin ada pergerakan dari Cinta dan Rey berdiri.Cinta membuka matanya pelan menatap Rey sayu dia merasa semua tubuhnya sakit semua


"Saya tidak suka di cintai wanita seperti mu"ucap Rey dingin


"Kenapa"ucap Cinta pelan


"Saya jijik di cintai oleh wanita nya Devan"ujar Rey datar Cinta termenung sesaat


"Kamu menikmati tubuh ku tapi jijik dengan ucapan ku"lirih cinta


"Hentikan sebelum saya marah kembali tidak ada kata Cinta di antara kita"ujar Rey datar


"Rey kamu menyakiti ku badan ku sakit semua" ucap Cinta pelan Rey duduk di dekat Cinta membantu Cinta bersender


"Kamu sedikit demam saya akan memberi mu obat"ujar Rey berdiri mengambil tas dokter nya dan Rey menarik bibir bawah Cinta yg terdapat luka Rey memberi nya obat


"Biar tidak sariawan"ujar Rey datar menyentuh kan di sudut bibir Cinta tapi entah kenapa Cinta sangat senang Rey berbuat seperti itu dia menatap Rey


"Ternyata dia so sweet juga"batin Cinta,Rey memberi salep di leher Cinta yg biru dan merah ada juga yg berdarah seluruh tubuh Cinta di obati Rey


"Rey"panggil Cinta memegang wajah Rey


"Kamu puas menyakiti ku semalam sekarang gantian aku mempunyai satu permintaan"ujar Cinta tapi Rey menurun kan tangan Cinta dari wajah nya mengembalikan obat nya


"Aku ingin kamu memeluk ku seharian mengobati rasa sakit yg aku alami"ujar Cinta tersenyum kecil


"Kamu terlalu gegabah mencintai saya secepat itu kamu bukan mencintai hanya butuh pelampiasan"ucap Rey berlalu Cinta kecewa dia kembali berbaring


"Arvin hari ini saya izin tidak masuk dulu"ujar Rey mengambil sarapan


"Kenapa"ujar Arvin binggun mereka lagi sarapan


"Tidak apa Cinta meminta saya izin untuk menemani nya"ujar Rey lalu berlalu dengan piring dia masuk ke kamar lagi


"Kira Kira kenapa"tanya Naila penasaran


"Paling juga Rey menyakiti Cinta semalam dia berusaha bertanggung jawab "ujar Kenzo


"Tuan ku kenapa seperti itu sesantai itu anak nya di sakiti"ujar Naila cepat


"Sayang Cinta itu udah besar udah nikah apa lagi mereka nikah karna tidak ada cinta seperti kita dulu mereka perlu waktu aku yakin nanti Rey menghadapi karma nya sendiri kita perlu bersabar akan hal itu"jelas Kenzo


"Jika Cinta kenapa kenapa bagaimana"ujar Naila cemas


"Jangan khawatir Cinta bisa melewati ini semua"ujar Kenzo santai


Rey duduk di samping Cinta dia sudah memakai baju santai sekarang ini merasa kasur bergerak Cinta berbalik menghadap Rey membawa sarapan


"Makan lah"ucap Rey datar Cinta berusaha duduk lalu memakan nya tidak ada perbincangan dari mereka


"Pakai baju mu dulu jika kamu belum mau mandi"ujar Rey mengambil baju Cinta


"Tidak aku mau kamu peluk saja Rey menemani ku seharian "ujar Cinta meletakkan piring nya Rey ikut ke dalam selimut memeluk Cinta dan Cinta tersenyum melingkar kan tangan nya di pinggang Rey tangan satu nya berada di dada Rey


"Kamu lepaskan rasa mu itu jika tidak kamu tau akibat nya"ucap Rey datar


"Rey jika seperti ini aku rela kamu sakiti asal aku dapat perhatian kecil ini"ucap Cinta mendongak


"Lakukan lah lagi aku tidak akan membenci mu "ujar Cinta kembali membenamkan kepalanya di dada Rey ,Cinta kembali mendongak saat mendengar rekaman suaranya semalam


"Rey kamu mau apa"tanya Cinta


"Tentu mengirim pada Devan"ucap Rey datar


"Katakan dari semua itu hanya suara ku yg teriak suara mu saja seakan seksi merasa kan itu sekarang kamu kata kan bagian mana kamu suka suara ku wajah ku tubuh ku atau yg lain"ujar Cinta berusaha masih duduk di pangkuan Rey dengan selimut menutupi tubuh nya Cinta memangku dagu nya dengan tangannya di dada Rey


"Suara menyakitkan kamu itu sudah lebih dari cukup membuat Devan menderita dan soal yg saya suka tidak lain pelampiasan hasrat semata kamu terlalu banyak berharap lebih"ucap Rey dingin Cinta cemberut di buat nya


"Rey aku benar cinta sama kamu"ujar Cinta lagi Rey menutup mulut Cinta


"Jangan kata kan atau kamu benar mati kali ini"ucap Rey datar mata nya memerah karna marah


"Meski begitu aku akan tetep di sisi mu"ujar Cinta tersenyum kecil mencium bibir Rey sesaat Cinta merasa benda kenyal itu Cinta berbaring di atas Rey

__ADS_1


"Badan ku masih sakit Rey"lirih cinta meletakkan wajah nya di dada Rey lalu memejamkan matanya Rey memanfaatkan itu melihat kan wajah Cinta mengambil foto bersama nya dan mengirim pada Devan


###


Di hari pernikahan semua sudah siap dan Arvin semalam bermalam di rumah Arin dan pagi ini dia sudah siap Arvin di temani papa nya Arvin mengetuk pintu kamar Arvin dan di buka oleh Ririn yg tersenyum pada nya Arvin yg sudah rapi sangat tampan


"Jika suami ku mati kamu yg aku kejar sayang"goda Ririn mengedipkan mata nya Arvin sedikit terkejut dengan perkataan Ririn dan itu sukses membuat Ririn tertawa


"Kami ini ayo masuk ngak sabar banget "ujar Ririn tersenyum Arvin masuk melihat para perias merias Arin dengan sempurna begitu cantik


"Emm aku mau bicara sebentar serius"ujar Arvin duduk di ujung kasur semua memberi waktu hanya tinggal Arvin dan Arin di kamar


"Arin aku hanya ingin memastikan saja karna bagi ku menikah itu cukup sekali tidak ada kata gagal aku ingin menyakinkan mu jika tidak ada yg memaksa mu atau kamu terpaksa menikah dengan ku"ucap Arvin tegas


"Aduh gimana ini aku tidak bisa bohong jika aku mencintai Satria"batin Arin mengigit bibir nya gugup


"Arvin aku bukan lagi anak kecil yg bisa di paksa"ujar Arin tersenyum


"Oke aku tunggu di pelaminan"ujar Arvin berdiri dan pergi


"Arvin maafkan aku"lirih Arin menghembuskan nafasnya dengan kasar


"Bagaimana apa pengantin wanita sudah siap"tanya tuan Arthur sudah siap semua


"Kak Cinta"ucap Satria mengengam tangan Cinta di samping nya


"Apa lihat wajah Arvin sangat bahagia"ucap Cinta antusias


"Kak Cinta di sakiti Rey"tanya Satria datar langsung saja Cinta memukul kepala Satria


"Aduh kak kenapa aku di pukul"ucap Satria


"Jika seandainya kamu menikah dengan Tania lalu Tania tetap membenci mu menyakiti mu apa yg akan kamu lakukan"tanya Cinta balik


"Ya aku tetap bertahan karna aku mencintai nya"ucap Satria cepat dan Cinta hanya tersenyum


"Udah pokus tuh sama pernikahan lihat Arin begitu cantik"ujar Cinta tersenyum


Arvin menjabat tangan Revan para media mulai menyorot dan segera Arvin mengucapkan ijab kabul nya


Semua para saksi mendoakan Arin ikut berdoa dia melihat sosok Dita melambaikan tangan pada nya dengan tersenyum tulus membuat Arin gemetar merasa bersalah dengan perasaan nya sedetik kemudian sosok itu hilang.Arin mencium tangan Arvin dan Arvin mengecup kening Arin begitu tulus


"Selamat Arin aku senang melihat nya"ujar Cinta tersenyum memeluk Arvin


"Kakak doa kan tuh adik satu nya"ujar Arvin tersenyum


"Tentu dong"ujar Cinta tersenyum semua memberi selamat tidak terkecuali


###


Arvin dan Arin duduk bersanding dengan pesta pernikahan mereka begitu meriah yg mendampingi Arvin adalah Naila dan Kenzo bergilir saja dulu saat Cinta menikah tuan Arthur dan Dita dan sekarang seperti itu Arvin melirik Arin yg menikmati suasana rame


"Aku janji akan membahagiakan mu"batin Arvin berjanji tangan nya terulur ingin mengengam tangan Arin tapi dia urungkan takut membuat jarak di antara mereka Arvin menikmati saja hari pernikahan duduk bersanding samping Arin


"Untuk hari bahagia mari kita bersulang"ujar Satria mengankat gelas minumannya di sana ada Cinta Rey Tania ikut serta tuan Arthur ikut serta


"Biasa saja pesta nya Satria ini bukan begitu Rey mari kita bersulang"ucap tuan Arthur menegang kan minuman alkohol


"Ayo minum"ujar nya Lagi menuangkan pada Rey dan Satria


"Bersulang"ucap Rey meneguk nya


"Hei kenapa bengong ayo"ujar tuan Arthur membenarkan kaca mata mya


"Tidak"ujar Satria menolak


"Ayo kamu seperti pengecut saja"ujar tuan Arthur


"Kak Cinta bukan nya itu tidak baik iya kan Tania"ujar Satria meminta bantuan


"Iya sih"ujar Cinta meneguk minuman soda


"Satria tidak akan meminum nya karna takut akan mabuk"ujar Rey mengerti ketakutan Satria

__ADS_1


"Wah pantes saja saat itu dia menolak ternyata nyali nya kecil"ujar Tania sinis


"Hei kamu meremehkan aku"ujar Satria mengambil cangkir dan meneguk nya


Huuk


"Om papa kenapa rasanya kayak gini"ujar Satria menjulur kan lidah nya


"Itu minuman berkelas Satria dosis nya lebih tinggi "ujar tuan Arthur tertawa geli


"Apa aku tidak mau meminum nya lagi"ujar Satria menolak


"Rey ayo kita paksa dia"ujar tuan Arthur berdiri Rey ikut berdiri


"Hei lepaskan aku kalian seperti ingin melecehkan aku saja"ujar Satria , Rey memegang kedua tangan Satria dan langsung saja tuan Arthur menuangkan sebotol itu sampai habis setengah


"Kalian menjengkelkan"ujar Satria muntah semua hanya tertawa


"Kalian berdua berani ngak"ucap tuan Arthur pada Cinta dan Tania


"Siapa takut"ujar Tania tidak ingin kalah oleh Satria


"Ngak deh om "tolak Cinta dengan halus karna dia belum pernah mencoba minuman itu


"Ayo lah kak"ujar Satria berdiri sempoyongan menabrak Cinta sembarang arah


"Satria jika mabuk jangan minum"ujar Cinta menahan dada Satria yg akan terjatuh


"Rasa nya enak kok kak"ujar Satria mengambil satu gelas dan memaksa Cinta meminum nya


"Hhmm ngak enak"ujar Cinta menolak Satria meminum kan lagi satu gelas


"Bersulang"ujar tuan Arthur mengankat minuman nya


"Bersulang"ucap semua dan mereka meneguknya


"Aku mulai mabuk lagi"ujar Satria berdiri sempoyongan


"Hei mau kemana"ujar tuan Arthur menarik baju Satria tapi dia malah menarik Tania


"Tania kamu cantik sekali"ujar Satria tersenyum


"Brandal menyingkir"ujar Tania mendorong Satria


"Ehh aku udah mau pergi tapi tubuh ku terus menempel "ujar Satria tertawa kecil


"Bapak menjengkelkan sekali"ujar Tania berdiri dia juga linglung dalam keadaan mabuk


"Tunggu Tania"ujar Satria berdiri mengejar Tania akan pulang tuan Arthur memberi isyarat pada anak buah nya untuk mengantar keduanya


"Mari tuan"ujar nya membuka pintu Satria masuk bersama Tania dan supir itu segera melaju


"Tania"ujar Satria sendawa memegang wajah Tania


"Brandal tampan"cibir Tania mencubit pipi Satria dengan keras


"Kamu cinta kan sama aku"ujar Tania tertawa kecil lalu memegang wajah Satria mencium pipi itu


"Ahhh aku mati"ujar Satria tersenyum tidak berdaya dan Tania hanya tertawa Satria tidak bergerak sama sama sekali supir itu hanya tersenyum melihat itu


"Saya ajak Cinta pulang"ujar Rey berdiri melihat Cinta mabuk juga terus menempel pada nya


"Rey kita mau kemana jangan jauh jauh"ujar Cinta lalu berjinjit melepaskan hells tinggi nya langsung naik ke punggung Rey memeluk leher Rey


"Pak dokter tampan ku mau kemana"ujar Cinta mencium pipi Rey dengan mesra


"Jika kamu tidak mabuk aku sudah menyiksa mu"gumam Rey menuju mobil dan melempar tubuh Cinta ke jok mobil dia masuk


"Pulang"ujar Rey pada supir nya mobil segera melaju


Cinta berpindah duduk malah duduk di pangkuan Rey memegang wajah Rey dengan tersenyum manis dia sesekali bersendawa


"Love you love you my dokter"ucap Cinta tersenyum lalu mencium bibir Rey begitu lembut Rey memegang tengkuk Cinta membalas ciuman itu semakin panas Rey memeluk pinggang Cinta tapi nafas panas Cinta terasa teratur Cinta tertidur di pelukan Rey

__ADS_1


"Jika tidak mabuk mati kamu"bisik Rey datar lalu melepaskan jas nya menyelimuti di tubuh Cinta yg ada dalam pelukannya


__ADS_2