
Kenzo sudah siap dengan pakaian kantor tapi Naila belum bangun wajah nya juga masih sangat pucat ada rasa cemas di hati Kenzo ada rasa menganggu nya Kenzo gelisah akan hal itu dia menatap wajah Naila yg kurus dan pucat Kenzo mengulur kan tangannya ingin membangun kan Naila tapi dia urung kan membiarkan Naila tetap istirahat Kenzo segera pergi.Naila membuka mata menyentuh kepalanya tetap pusing dan berdenyut Naila duduk dan rambut nya sudah rontok Naila menghembuskan nafasnya pelan turun dari ranjang membereskan tempat tidur dan segera membersihkan tubuhnya
"Naila kamu sakit"tanya tuan Mahendra melihat Naila berjalan pelan
"Ngak tuan mungkin kecapekan aja"ucap Naila tersenyum ramah Sakira menatap nya serius lalu kembali pokus dengan bukunya
"Tuan besar aku pergi kerja dulu"ucap Naila lalu pergi Naila menuju tempat Ririn bekerja
Ririn memeriksa Naila yg nampak sangat pucat seperti mayat hidup Ririn prihatin dengan keadaan Naila yg malah makin memburuk Ririn menghembuskan nafasnya kasar lalu duduk di kursi nya Naila dengan pelan turun dari brandar lalu duduk di depan Ririn
"Gimana"tanya Naila pelan menatap Ririn
"Keadaan mu makin memburuk Nai jangan stres "ujar Ririn serius
"Hah aku ngak bisa tidak memikirkan kak Arvin dan bunda aku takut Clara berbuat nekat tapi aku bisa apa"ujar Naila menghembuskan nafasnya kasar
"Nai meski begitu ingat kamu itu lagi sakit sebagai dokter kamu bisa merawat diri sendiri kamu harus segera mendapat kan donor hati Nai"ucap Ririn serius
"Berapa lama aku bisa bertahan"ucap Naila sendu Ririn memejamkan matanya air matanya mengalir
"Rin"ucap Naila lirih
"Perkiraan sekitar 1 bulan atau 3 bulan"lirih Ririn menyeka air matanya
"Please Nai bicarakan pada dokter Arvin atau nyonya Nandira biar kamu selamat"ucap Ririn lirih
"Tidak semudah itu Rin "ujar Naila menyeka air matanya meski dia terlihat kuat nyatanya rapuh
"Keinginan ku sudah terkabul membangun rumah sakit kak Rafi juga terlihat bahagia dengan ada nya kak Rani meski keadaan sederhana"ucap Naila tersenyum
"Aku titip kan kak Arvin dan bunda ku jika aku tiada kamu jagain mereka pasti kan Clara tidak melukai mereka"ucap Naila menatap Ririn
"Aku tidak janji"ucap Ririn berdiri Lalu memeluk Naila dengan erat
"Terimakasih Rin"ucap Naila gemetar membalas pelukan Ririn begitu erat Ririn juga seperti itu dia tau Naila tidak akan sembuh tanpa ada nya donor hati penyakit ini terlalu lama menyiksa Naila
####
Meski di peringat kan Ririn untuk beristirahat total tapi Naila tetap pada pekerjaan nya sebagai dokter umur Naila tidak panjang jadi dia akan memanfaatkan sisa hidupnya untuk menolong orang,Naila berbicara dengan polisi menjelaskan soal kematian gadis itu memang benar wanita itu meninggal setelah mengalami pelecehan dari yg Naila amati pelaku nya memiliki sisi beda terbukti dari jari wanita itu hilang berarti ada kesenangan tersendiri
__ADS_1
"Baik dok ini sangat membantu selebihnya dokter serahkan pada kami"ujar polisi
"Iya pak saya senang bisa membantu"ujar Naila tersenyum
"Tunggu pak"ucap Naila lagi
"Mungkin ini juga membantu jika pelaku memiliki parfum yg menyengat dan juga beraroma jeruk"jelas Naila lagi
"Terimakasih dok kami segera mencari pelaku nya"ujar nya lalu pamit,Naila berjalan keluar dari cafe itu dengan pelan Naila memegang kalung nya tersenyum kecil
"Selamat siang ayah"sapa Naila bersender di lisan tuan Arthur dia berkunjung lagi
"Ayah tunggu sebentar lagi kita akan berkumpul aku akan bersama ayah selama nya"ujar Naila pelan
"Aku tidak kecewa jika bunda membenci ku hanya saja aku khawatir terhadap mereka semua aku juga bertanya apa iya bunda benci sama aku dan ingin melenyapkan aku entah kenapa aku tidak percaya akan hal itu"ucap Naila lalu duduk
"Tapi maaf ayah ini yg terakhir karna aku harus melaksanakan tugas ku mungkin aku tidak akan ke sini lagi sampai kita bertemu aku sangat menyayangimu ayah"ucap Naila mencium foto tuan Arthur lalu Naila pergi
####
Kenzo ingin makan siang bersama Naila dia juga ingin memastikan jika Naila baik baik saja karna tadi pada saat Kenzo kerja keadaan Naila masih sakit mendengar Naila kerja jadi membuat Kenzo cemas.Di lihat dari alat pelacak yg di ponsel Naila jika dia berada di sebuah restoran membuat Kenzo semangat ke sana,tapi saat Kenzo mencari keberadaan Naila dia sangat marah melihat Naila makan sama Arvin sangat mesra kadang mereka suap suapan Kenzo sangat cemburu melihat itu
"Kamu ini apaan Kenzo"kesal Arvin berdiri
"Tuan Kenzo kenapa di sini dan ada apa"ucap Naila kaget dengan kedatangan Kenzo
"Kenapa kamu bilang aku ini suami mu kamu malah lebih ingin makan siang bersama orang asing ohh atau kalian kekasih "ujar Kenzo mulai kesal
"Tuan Kenzo kenapa sih ngak biasa emang ada yg salah"ujar Naila keheranan Kenzo terdiam benar dia merasa sikapnya berlebihan tapi Kenzo tidak bisa menahan bara api di hati nya
"Kamu itu sadar diri udah nikah masih aja genit sama pria lain apa kata orang kamu ini sangat memalukan "ucap Kenzo datar
"Maaf tuan tapi aku hanya makan sama kak Arvin"ujar Naila pelan
"Aku tunggu di mobil"ketus Kenzo lalu berlalu
"Aku benar akan membunuh mereka"celetuk Kenzo
"Kak Arvin maaf ya aku pamit dulu "ujar Naila mengambil tas nya
__ADS_1
"Ya udah hati hati"ujar Arvin memeluk Naila dan tersenyum Naila segera pergi
Naila hanya menyender kan kepalanya di jendela mobil tadi dia hanya ingin menghabiskan waktu bersama Arvin jadi ingin mengajak Arvin makan siang tapi entah kenapa Kenzo marah tidak jelas
"Mau di suapin kan makan nya oke"ucap Kenzo menarik tangan Naila menuju ke ruangan nya menduduk kan Naila ke sofa lalu mengambil makanan yg Kenzo pesan
"Sini aku suapin "ucap Kenzo datar duduk dan menepuk pangkuan nya
"Maksud tuan"ucap Naila menyakinkan
"Tadi aku lihat kamu di suapin Arvin jadi biar aku yg suapin kamu sambil duduk di pangkuan ku"ketus Kenzo dengan dinding
"Apa"ucap Naila melotot
"Ohh mau nolak oke aku beri saja Rafi pelajaran"ketus Kenzo melempar makanan nya di atas meja
"Ehh tuan kok gitu jadi marah "ujar Naila berdiri lalu duduk di pangkuan Kenzo
"Cih suka sekali merayu pria tampan seperti ku"ucap Kenzo mencibir rasanya Naila akan menonjok Kenzo jika tidak di ancam pria ini sangat menyebalkan
"Ehh kenapa kayak ada yg menggelitik perut ku"batin Kenzo menahan senyumnya biar tidak tersenyum dia menyuapi Naila dengan senang hati Naila nurut saja dari pada kakak nya babak belur lagi
"Duh cantik nya istri ku"batin Kenzo menatap Naila yg mengunyah makanannya
"Waw dia seksi banget"ucap Kenzo melihat Naila menegak kan botol minuman itu
"Apaan sih"ucap Kenzo sebal
"Kenapa tuan"ujar Naila heran
"Apa urusan mu terserah aku mengatakan apa"ketus Kenzo sebal dengan diri nya sendiri Naila acuh kembali makan
"Tuan nanti aku pulang sedikit telat karna pekerjaan ku sangat banyak"ucap Naila mengunyah makanannya
"Biar Toni nanti menjemput mu"ucap Kenzo datar lalu menatap mata Naila
"Emm itu emm apa kamu baikan"tanya Kenzo ragu di angguki Naila
"Iya tuan udah mendingan"ucap Naila tersenyum Kenzo tidak melepas pandangannya karna kadang Kenzo ingin selalu melihat wajah istri nya ini tingkah istri nya ini semua nya Kenzo ingin kan apa Kenzo mulai mencintai Naila
__ADS_1