Perjalanan Cinta Sang Dokter

Perjalanan Cinta Sang Dokter
Mengizinkan istri nya pacaran


__ADS_3

Setelah semua pekerjaan Kenzo selesai dia pulang tapi ke tempat Naila ,Kenzo sudah tidak ingin tidur sendiri lagi, Kenzo sudah memberi tau Naila jika dia akan pulang ke tempat Naila membuat Naila gelisah ya meski begitu Naila tetap mengatakan pada Nandira jika nanti Kenzo akan pulang dan Nandira memerintahkan pelayan menunggu Kenzo.Kenzo di antar sama pelayan ke kamar Naila dan Kenzo segera masuk tapi ternyata Naila belum tidur dia mengapit selimut dengan erat di kedua ketiak nya


"Belum tidur"ucap Kenzo santai meletakkan tas nya


"Iya belum"ujar Naila cemas Kenzo duduk di sebelah Naila


"Tuan Kenzo jangan macam-macam lho aku ini masih sakit"ucap Naila takut Kenzo tidak percaya apa yg Naila katakan


"Memang nya aku macam -macam apa"ucap Kenzo santai


"Ya macam -macam "ucap Naila berfikir


"Tenang aku tidak akan melakukan nya"ujar Kenzo


"Huh syukur "ucap Naila lega


"Takut banget "ujar Kenzo


"Gantian ini kan kamar ku tuan sekarang tidur di bawa"ucap Naila tersenyum puas


"Ohh udah berani"ucap Kenzo menggulung lengan kemeja nya


"Ahh tidak tidak aku hanya becanda "ucap Naila takut


"Sstt tutup mulut mu"ujar Kenzo pelan naik ke tubuh Naila


"Tuan kejam banget sih aku ini masih sakir lho habis operasi tuan mau aku balik lagi ke rumah sakit tadi aku hanya becanda"ujar Naila takut


"Iya aku tau itu"ujar Kenzo memegang dagu Naila dia merasa sangat merindukan Naila apa lagi mereka sudah lama tidak melakukan itu


"Huh tuan Kenzo jangan buat aku tegang mulu"ujar Naila ngeri


"Tidak akan sekarang cepat istirahat"ujar Kenzo berdiri lalu menuju kamar mandi


"Tuan Kenzo nanti boleh ya aku datang reunian "ucap Naila setelah Kenzo keluar dari kamar mandi


"Datang nya bersama ku"ujar Kenzo mengosok rambutnya


"Ya ngak lah tuan aku datang sama Dita masak tuan Ikut"ucap Naila cepat


"Oke boleh kamu pergi"ujar Kenzo lalu berbaring di sebelah Naila


"Setelah kamu sembuh aku tidak akan menahan rasa ku apa benar aku mencintaimu gadis jelek"batin Kenzo menatap wajah Naila pikiran nya melayang kemana-mana


###


Keadaan Naila sudah sangat baik bekas operasinya juga sudah kering dan sembuh itu berkat Nandira merawat Naila dengan baik memberi Naila makan yg sehat dan tidak membiarkan Naila beraktivitas normal kerjaan Naila selama sakit hanya makan tidur baca buku terus seperti itu sama hal nya dengan Arvin dia sudah membaik bahkan sudah kembali beraktivitas seperti biasa,Naila senang dia bisa sembuh sekarang ini kembali beraktivitas dia sudah rindu kerja


"Naila jika nanti datang reuni pakai baju yg ada di lemari kenapa kamu pusing memikirkan memakai baju apa"ucap Nandira pasal nya Naila tidak ingin datang memakai baju mewah itu


"Ngak deh bun aku mau ambil baju di museum Mahendra aja baju ku yg lama"ucap Naila bukan tanpa sebab dia melakukan itu karna identitas nya belum banyak yg tau Naila hanya ingin jadi dia seperti dulu


"Terserah jika mau pakai baju itu"ucap Nandira pusing


"Dah bunda aku pergi ke museum Mahendra dan langsung berangkat"ucap Naila mengecup pipi Nandira lalu pergi


"Bunda senang"gumam Nandira menyentuh pipinya


Dita menjenguk Naila di museum Mahendra karna mereka akan berangkat sama sama Dita sudah rapi sedang kan Naila masih pusing mau pakai baju apa


"Nai kenapa mempersulit diri sendiri sih baju mu banyak lho "ujar Dita pusing


"Baik baik lah aku pakai yg ini aja"ucap Naila mengambil simpelnya setelah dandan mereka berangkat

__ADS_1


"Nai di antar sama Toni"ucap Sakira meneguk jus nya


"Ahh tidak usah lah ma aku berangkat sama Dita naik taksi aja dah dah"ucap Naila menarik tangan Dita segera mereka berangkat


"Duh aku deg degan bagaimana reaksi orang yg pernah bully aku ya secara penampilan ku berubah drastis kayak gini"ucap Naila gugup Dita hanya tertawa kecil


"Nai Nai mereka ngak akan kaget penampilan mu sama saja hanya saja kamu sedikit cantik dan putih"ucap Dita tertawa geli


"Iya sih"ucap Naila malu tidak lama mereka sampai di restoran tempat reuni mereka


"Wah ada perubahan nih sama Naila"ucap seorang cowok


"Tidak juga"ucap Naila tersenyum


"Ayo Nai Dit duduk udah lama ngak kumpul"ujar teman mereka yg lain mereka gabung duduk di sana


"Wah ngak nyangka ya Naila jadi secantik ini"ucap teman cowok yg lain


"Ala paling cantik buatan"ucap yg lain


"Ajeng bilang aja jika kamu iri kan biasanya Naila kamu yg bully tapi sekarang ngak bisa kamu membully nya karna dia lebih cantik dari kamu"ujar yg lain


"Biasa aja"ucap wanita itu


"Udah lah ayo kita makan"ucap mereka lalu makan dengan mengobrol nostalgia selama mereka sekolah dulu Naila dan Dita juga ikut mengigat tertawa geli mengingat kenakalan mereka


"Dit aku ke toilet dulu "ucap Naila beranjak menuju toilet


"Naila"panggil pria itu Naila menoleh


"Revan"ucap Naila pelan


"Kamu sangat cantik"ucap pria itu Naila tersipu malu menatap ketua kelas mereka ini karna dulu Naila sempat menyukai nya dan di ejek sama teman mereka karna Naila suka sama Revan tidak hanya kasta berbeda tapi juga fisik Naila dan Revan dulu seperti kopi dan susu tapi sekarang berbeda


"Makasih"ucap Naila tersipu malu


"Aku suka sama kamu"ucap nya lagi mendekat terus mendekat memegang dagu Naila ingin mencium bibir Naila tapi Naila berhasil mengendalikan dirinya menutup bibir nya dengan jari nya


"Maaf"ucap Naila


"Aku aku belum bisa memberi jawaban kamu "ucap Naila gugup


"Tidak apa"ujar nya mencium pipi Naila


"Aku tunggu kamu"ucap nya lagi lalu berlalu


Kenzo mengepalkan tangannya melihat foto yg Toni kirim kan pada nya mata nya sangat tajam seperti akan membunuh seseorang istri nya tengah di cium pria tentu membuat Kenzo sangat marah apa lagi sekarang dia mencintai Naila masak baru cinta pertama Kenzo harus merasakan perasaan sakit ini


"Siapa pria ini"ucap Kenzo datar membaca informasi mengenai Revan karna saat Toni memberi tau nya segera Kenzo memberi perintah untuk menyelidiki nya


"Kamu tau dulu Nai kamu itu sangat mengemas kan dengan tingkah mu"ujar Revan saat mereka akan pulang


"Biasa aja "ujar Naila tersenyum


"Sungguh aku serius itu membuat aku menyukai mu"ujar Revan tersenyum megusap kepala Naila


"Aku pulang dulu "ucap Naila tersenyum manis lalu naik ojek sampai dia melupakan Dita yg masih mengobrol


"Aduh kok aku masih gugup ya"ujar Naila tersipu malu masuk ke rumah


"Senang nih"sindir Kenzo yg sudah pulang


"Ehh tuan Kenzo membuat aku kaget aja"ucap Naila tersenyum lalu Naila terdiam

__ADS_1


"Tuan Kenzo ayo aku mau bicara"ajak Naila pada Kenzo mereka segera naik ke lantai atas


"Mau bicara apa"ucap Kenzo ketus


"Emm tuan Kenzo ngak ada niatan mau menceraikan aku"tanya Naila membuat Kenzo makin marah emosi nya akan meluap


"Tidak "ucap Kenzo sedikit marah


"Tuan Kenzo aku mau cerita jadi dulu semasa SMA aku menyukai seorang pria dia ketua kelas kami nama nya Revan dan tadi aku ketemu lagi sama dia dan ternyata dia menyukai ku bahkan dia mau ajak aku nikah"ucap Naila jujur dengan keinginan nya


"Aku suka pada nya jadi bisa kah tuan Kenzo melepaskan aku karna aku mau bahagia bersama nya"minta Naila hancur sudah hati Kenzo wanita pertama yg dia cintai malah menyukai pria lain perih sudah hati Kenzo di buat Naila mengatakan tanpa ada perasaan


"Emang kamu tidak menyukai ku"ucap Kenzo datar


"Suka sih enggak tuan Kenzo kan hanya buat aku kesal jadi engak suka"ucap Naila polos


"Bagus itu"ucap Kenzo tertawa getir dia berdiri memejamkan matanya


"Gini aja deh masak kamu langsung mau nikah kalian kan butuh kedekatan kamu boleh deh menjalin hubungan sama dia nanti jika dia mau menikah dengan mu dan kalian merasa cocok baru deh aku akan menceraikan mu bagaimana"ucap Kenzo dia punya rencana lain dia akan membiarkan Naila dekat pria itu


"Benarkah"ucap Naila semangat


"Iya tapi ada syaratnya"ucap Kenzo


"Apa "ucap Naila antusias


"Tubuh mu itu milik ku jika kamu mengizinkan pria itu menyentuhnya kamu ingat kan jika kita menghabiskan malam yg panjang jika pria itu menyentuh mu aku akan memaksa nya dari mu mengerti Naila Salsabila"ucap Kenzo penuh peringatan


"Mengerti makasih tuan Kenzo"ujar Naila memeluk Kenzo lalu berlalu dia kegirangan


"Sialan wanita itu membuat hati ku perih"ucap Kenzo geram


###


"Revan aku mau deh jadi pacar kamu"ujar Naila malu malu mereka lagi bicara di telepon Kenzo hanya bermuka masam mengepalkan tangannya telinga nya terasa panas hati nya terasa terbakar


"Iya boleh besok mau ketemu "ujar Naila senang


"Iya dah"ucap Naila lalu guling guling kegirangan


"Hehe maaf tuan habis nya senang banget besok mau jalan sama Revan ye"ucap Naila tersipu malu dia segera menyiapkan semua nya


"Aghh sial "geram Kenzo marah lalu pergi


###


Naila siap siap akan ketemu sama Revan penampilan sudah sangat cantik mood nya juga sangat bagus dia terus tersenyum Arvin menatap adik nya yg sangat cantik menebar senyum nya sama dengan Nandira keheranan di buat dengan tingkah Naila


"Waw udah cantik mau ketemu Kenzo ya"ujar Arvin tersenyum


"Tidak"ucap Naila


"Mau kencan sama Revan"ucap Naila tersipu


"Apa"ucap Nandira dan Arvin melongo


"Kenapa sih ada yg salah "ucap Naila cemberut


"Bukan begitu Naila apa kamu tau yg kamu lakukan "ucap Arvin tidak percaya


"Aku sudah mengatakan nya pada tuan Kenzo dia mengizinkan aku berpacaran sama Revan kak Arvin sama bunda jangan khawatir Revan baik kok udah ahh mau berangkat udah telat"ucap Naila lalu bergegas pergi


"Apa yg Kenzo lakukan mengizinkan begitu saja"ujar Arvin tidak percaya

__ADS_1


"Tapi Naila itu sudah di awasi secara langsung oleh Toni dia akan aman hanya saja Kenzo ada apa dengan nya apa dia sudah gila"ucap Nandira tidak percaya Kenzo mengizinkan Naila


"Bunda aku mau ketemu sama Kenzo ngak bisa di biarin aku berangkat"ucap Arvin lalu pergi untuk ketemu sama Kenzo


__ADS_2