Perjalanan Cinta Sang Dokter

Perjalanan Cinta Sang Dokter
Kekacauan


__ADS_3

Dela baru bangun dari tidurnya dia menyenderkan tubuhnya di kepala ranjang,Dela tersenyum puas atas apa yg terjadi pagi tadi rencananya berjalan dengan lancar Dela mengambil ponselnya dan menelpon seseorang


"Sayang Arvin sudah masuk perangkap kita rencana kita berhasil"ujar Dela puas


"Bagus itu kamu buat Arvin tidak bisa jauh dari kamu setelah itu kita bisa lanjutkan rencana kita"ujar nya tertawa


"Siap sayang"ujar Dela mematikan sambungan telponnya tersenyum puas


####


Arvin dan Dita berusaha melupakan masalah yg ada mereka menikmati hidup mereka seperti biasanya Arvin juga sering menghabiskan waktu bersama Dita dia sering pulang malam tidak memperdulikan Dela di rumah Arvin juga sering di marahi oleh Nandira tapi Arvin acuh saja tidak ingin berdebat


"Arvin"panggil Dela melihat Arvin baru pulang


"Aku capek"ujar Arvin berbaring dan tidur


"Bagaimana mau bikin dia ketergantungan jika dia sangat dingin"gumam Dela berfikir keras


Hoek Hoek


Dita muntah di kamar mandi dia mencuci mulut nya dia sering stress membuat dia sakit Dita mengambil obat pusing dan menempelkan di kepalanya lalu dia menarik selimut untuk tidur kepala nya terasa pusing


☀️☀️☀️


"Dita kamu masak apa"tanya ayah nya Dita


"Itu ayah"ujar Dita menahan mual nya


"Ayah seperti nya aku sakit kepala ku sangat pusing"ujar Dita memegang kepalanya


"Ayah nanti aja makan nya"ujar nya memperhatikan Dita


"Dita apa kamu tidak minta Arvin memeriksa kamu aja"ujar nya serius


"Ngak usah ayah nanti dokter Arvin cemas"ujar Dita meminum air


"Dita jika kamu sakit karna hamil gimana Arvin harus tau"ujar nya serius Dita terdiam replek menyentuh perut nya


"Tapi hari ini dokter Arvin ada janji sama klien nya dia sibuk"ujar Dita pelan


"Kamu periksa sendiri aja dulu"ujar nya


"Iya ayah"ujar Dita lalu berlalu dia akan bersiap ke rumah sakit


###


Karna rasa penasaran Arvin sering pulang telat jadi Dela meminta seseorang mencari tau mengenai Arvin dan menyelidiki nya dan dia tau jika Arvin sudah menikah sebelum mereka menikah dan tau jika Dita lah istri Arvin


"Kenapa Arvib dan cewek ini nikah nya diam diam ya"gumam Dela berfikir


"Tapi sepertinya mengusiknya akan seru"ujar Dela tersenyum jahat


Setelah periksa ternyata benar Dita tengah hamil membuat Dita sangat bahagia dia akan jadi seorang ibu Dita segera pulang memberi kabar baik ini pada ayah nya tapi di teras Dita melihat Dela yg melipat tangannya


"Kenapa kaget"ujar Dela santai Dita mendekat


"Ada keperluan apa"ujar Dita


"Tidak usah sok bodoh aku tau kamu simpanan nya Arvin"ujar Dela sinis


"Jauhi Arvin kamu tidak akan mampu menggantikan aku dia sangat suka bersama ku dia selalu ingin aku goda dia hanya menjadikan mu pelampiasan di saat aku tidak bisa memberi dia kepuasan"ujar Dela sinis


"Kamu salah kami saling mencintai"ujar Dita berani


"Saling mencintai"ujar Dela mengejek


"Jika dia mencintai mu tidak mungkin dia sangat menikmati bersama ku "ujar Dela

__ADS_1


"Jauhi Arvin karna sekarang aku tengah hamil anak nya dia senang aku hamil begitu pun keluarga nya aku yakin dia tidak akan menemui mu lagi karna sekarang aku sudah hamil"ujar Dela lalu berlalu


"Tidak aku harus yakin jika dokter Arvin tetap akan bersama ku"ujar Dita berusaha tersenyum lalu masuk


"Kamu ini sangat menganggu ku"kesal Arvin pada Dela yg menjenguk nya


"Aku hanya merindu kan mu"ujar Dela mendekat lalu duduk di pakuan Arvin memegang wajah Arvin


"Apa kamu tidak merindu kan aku"ujar Dela pelan


"Aku sibuk ada operasi"ujar Arvin lalu beranjak pergi


"Ayo lah Arvin kamu terlalu bodoh"gumam Dela tersenyum jahat mengambil ponsel Arvin yg tergeletak dan memiliki ide jahat


###


Arvin kesal dengan Dela yg terus menempel pada nya dia mau ketemu sama Dita juga jadi ngak jadi karna risih dengan Dela akhirnya Arvin memutuskan pulang dia sebal dengan Dela terus menempel Arvin berusaha menelpon Dita tapi malah tidak bisa di hubungi


Dita mengigit jari nya menunggu Arvin biasanya Arvin sudah datang tapi kenapa hari ini dia telat Dita terus melirik ponselnya menunggu telpon dari Arvin tapi sampai kapan pun panggilan Arvin tidak akan masuk karna Dela sudah mengubah nomor Dita di ponselnya Arvin


"Kenapa dokter Arvin belum datang ya"gumam Dita menunggu ada notifikasi dari ponsel nya Dita segera melihat nya ternyata bukan dari Arvin dari nomor baru itu foto Dela dan Arvin yg mana Arvin tengah tertidur di samping nya Dela memeluk nya dengan mesra tanpa sadar air mata Dita jatuh


"Aku harus yakin akan cinta nya dokter Arvin"ujar Dita berusaha tetap tenang


###


Arvin ketiduran karna menelpon Dita tidak bisa sampai dia mengantuk dan tertidur, Arvin kaget saat bangun Dela memeluk nya dan malah tersenyum pada Arvin


"Apa yg kamu lakukan"ujar Arvin menjauh


"Kenapa kaget seperti itu wajar dong aku kan istri mu"ujar Dela memeluk Arvin


"Aku tidak suka"ujar Arvin menolak Dela hanya tersenyum sinis menghadap Arvin


"Kamu yakin tidak tergoda oleh ku"ujar Dela serius Arvin diam saja dia malas bicara pada Dela


"Bukan urusan mu"ketus Arvin berdiri


"Anandita"ujar Dela santai menghentikan langkah Arvin


"Aku tau kamu menikah dengan wanita itu"ujar Dela , Arvin berbalik


"Kamu jangan pernah menyakiti nya"ujar Arvin tajam


"Aku tidak akan menyakiti nya jika kamu memberi ku hak istri"ujar Dela bergelayut di leher Arvin


"Aku sangat mencintai nya jadi aku tidak akan pernah bisa menerima mu"ujar Arvin lalu berlalu


"Sial Arvin ini menguji kesabaran ku baik lah jika kamu sudah ingin semua nya terjadi "ujar Dela tersenyum iblis


###


Dela menemui Dita karna dia tau sebentar lagi Arvin akan pergi menemui Dita jadi sebelum Arvin bisa menemui Dita ,Dela lebih dulu menemui Dita keadaan hampir gelap Dela juga mengajak beberapa orang.Dita kaget kehadiran Dela yg nyelonong masuk dengan beberapa orang


"Kamu mau apa lagi"ujar Dita kesal


"Kenapa kangen ya sama Arvin udah lah Arvin tidak akan datang"ujar Dela mengejek


"Itu bukan urusan mu pergi saja kamu dari sini"kesal Dita menatap Dela


"Pergi cih"ujar Dela


"Aku ke sini atas perintah bunda mertua untuk melenyapkan mu kamu sudah lancang menikah sama Arvin dasar wanita tidak tau malu"ujar Dela sinis


"Apa maksud mu"ujar Dita serius


"Masih kurang jelas bunda mertua ku tidak menyukai mu karna aku cerita jika kalian menikah diam diam jadi aku di perintahkan untuk memberi mu pelajaran "ujar Dela tersenyum jahat memerintahkan anak buah nya

__ADS_1


"Lepaskan ayah ku"ujar Dita mencegah tapi dia di dorong


"Mau apa kalian"ujar ayah Dita cemas mereka mengikat nya ke kursi


"Kalian mau apa lepas ayah ku"ujar Dita menarik mereka semua


"Dita ini hukuman nya karna kamu tidak mau mendengarkan bunda untuk menjauhi Arvin"ujar Dela lalu menahan Dita


"Lapas kan kami aku janji akan pergi jangan sakiti kami"ujar Dita memohon anak buah Dela menyiram minyak di dalam rumah


"Maaf ini perintah bunda mertua untuk membunuh mu"ujar Dela lalu mengikat kedua tangan Dita memasang plester di mulut Dita yg terus meronta


"Bakar mereka berdua "ujar Dela lalu berlalu anak buah nya mulai menyalahkan korek dan membakar nya dan mereka pergi


Dita menangis meronta terus bersama ayah nya berusaha lepas dari ikatan itu dia tidak bisa pasrah begini Dita harus kuat demi anak nya kobaran api semakin besar pada saat lemari ingin menimpa Dita ayah nya memeluk Dita dengan sisa kekuatan membantu Dita


"Pergi nak cepat"ujar nya


"Tidak ayah"ujar Dita mengeleng mengankat lemari itu


"Dita dengar kan ayah kamu harus bertahan kamu rela anak mu tidak melihat dunia ini"ujar nya


"Aku hancur ayah dokter Arvin tidak memperdulikan aku lagi untuk apa juga aku hidup"ujar Dita menangis


"Jangan menyerah begitu anak mu tidak bersalah"ujar nya lalu mendorong Dita


"Ayah"triak Dita melihat dinding itu menimpa ayah nya dia menangis kesakitan Dita berdiri mencari jalan keluar tapi dia juga di timpa reruntuhan Dita merasakan amat sakit dia bangkit lagi dengan sisa kekuatan sampai ledakan itu terdengar


Arvin baru datang melihat kerumunan di depan rumah Dita,Arvin segera turun dari mobil dan dia membeku melihat bangunan itu sudah gosong tinggal beberapa api yg masih menyalah


"Dita"triak Arvin syok


"Pak kemana ayah mertua dan istri nya"ujar Arvin panik


"Tidak ada yg selamat pak tim kebakaran sudah membawa korban ke rumah sakit untuk di periksa"ujar nya


"Apa"ujar Arvin kaget dia segera masuk mobil melaju kan mobil nya lagi.Saat sampai Arvin lari menabrak banyak orang dia frutasi berkeliling sampai dia menemukan Ririn


"Rin Ririn Dita Dita dimana"tanya Arvin panik


"Dita kita tanya pihak polisi "ujar Ririn mengajak Arvin ke ruang mayat


"Dita"ujar Arvin lirih kantung mayat di buka dan keadaan mayat itu gosong


"Apa tuan Arvin kenal dengan pria ini"ujar nya


"Pak ini ayah mertua saya di mana istri saya"lirih Arvin


"Ayah mertua, istri "gumam Ririn heran


"Begini pak kami menemukan mayat ini dan kami juga menemukan seorang wanita terluka parah dia ada di kamar inap"ujar nya menjelaskan tadi polisi juga menemukan Dita


"Rin ayo antar saya"ujar Arvin meski binggun Ririn tetap mengantar tapi saat kamar itu di buka keberadaan Dita sudah tidak ada


"Di mana Dita"ujar Arvin panik


"Dita"panggil Arvin cemas


"Ini pasti bukan kebakaran ini konspirasi ada yg berusaha ingin melenyapkan Dita sebagai saksi"ujar polisi itu


"Tidak pak ini tidak boleh terjadi dia istri ku"ujar Arvin frutasi


"Tuan meski pun Dita di temukan kami pastikan dia tiada karna luka nya terlalu parah"jelas nya


"Aku akan melenyapkan mu"teriak Arvin marah


"Dokter Arvin tenang"ujar Ririn menenangkan

__ADS_1


"Dita maafkan aku Dita maaf maaf"ujar Arvin duduk lemas dia menangis menyesal memukul lantai itu begitu pilu kehilangan Dita tidak pernah terlintas di benak nya


__ADS_2