Perjalanan Cinta Sang Dokter

Perjalanan Cinta Sang Dokter
Pertengkaran


__ADS_3

Naila kembali lagi periksa pada Ririn karna beberapa hari ini sakit nya sangat sering bahkan saat sakit nya datang terasa Naila akan segera mati rasanya teramat sakit Naila tidak bisa menahan nya reaksi Ririn hanya menghembuskan nafasnya kasar karna Naila ngeyel di bilang karna penyakit nya ini tidak bisa di anggap remeh tapi Naila ngeyel tidak mendengar kan apa yg di katakan Ririn


"Kamu sebenarnya mempercayai tidak apa yg aku katakan soal penyakit mu"ujar Ririn serius


"Kamu kok ngomong gitu Rin ya pasti aku percaya kamu itu sahabat aku"ujar Naila menatap Ririn


"Nai kamu itu perlu istirahat total jika tidak kamu menyakiti diri sendiri penyakit itu menggerogoti diri kamu sendiri jadi wajar menurut ku apa yg kamu rasakan akan lebih sering sakit nya karna kamu belum istirahat jika kamu cemas soal rumah sakit aku ada teman yg bisa mengganti kan mu"ujar Ririn menatap Naila


"Rin apa kamu tau selain aku ingin memanfaatkan waktu ku tersisa aku kerja juga mengalihkan pikiran ku jika aku berdiam diri di rumah maka aku akan stres aku selalu kepikiran soal kak Arvin sama bunda"jelas Naila


"Yg paling aku pikirkan bunda kenapa dia bisa membenci ku kenapa aku bisa hilang saat itu dan apa alasannya benci sama aku sekarang ini"ucap Naila dengan lirih


"Nai aku tau masalah mu tapi kamu perlu istirahat total"ujar Ririn


"Baik lah aku akan istirahat total di rumah"ujar Naila tersenyum mengelus tangan Ririn


"Syukur jika begitu aku bisa lega dengar nya"ujar Ririn tersenyum lalu memberi kan Naila obat


"Ini ada obat lagi untuk mu semoga membantu"ujar Ririn meski tidak menyembuhkan tapi obat itu bisa membantu Naila bertahan


"Terimakasih Rin"ujar Naila mengambil nya lalu pamit pulang apa lagi dia akan izin sama kakak nya nanti


Setelah menemui Rafi di rumah sakit Naila memutuskan pulang karna untuk Istirahat juga dia merasa tubuhnya kian melemah jadi dia hanya ingin beristirahat di rumah menstabilkan keadaan nya,Saat Naila sampai rumah dia melihat Arvin mata mereka bertemu cukup lama sampai Arvin memutuskan mendekati Naila


"Nai lama tidak bertemu aku merasa kamu kurusan "ujar Arvin menyentuh wajah Naila


"Masak sih padahal makan ku banyak lho"ujar Naila tersenyum lalu memeluk Arvin saat ketemu Arvin entah lah Naila merasa ingin menangis mengadu kesakitan nya


"Iya apa kamu makan tepat waktu"ujar Arvin tersenyum


"Iya tapi sepertinya aku kurusan karna ngak ketemu sama kak Arvin"ujar Naila tertawa kecil


"Ohh ya kamu kok udah pulang"tanya Arvin melirik jam di tangannya


"Emm aku pulang duluan kak karna nanti akan ada acara jadi mau bantu aja di izinin kok sama tempat aku bekerja karna ada juga pengganti ku"ujar Naila


"Ngak usah bantu sih karna ngak ada yg di kerjakan hanya saja latihan pada saat nanti acara nya"ujar Arvin


"Arvin apa kamu sudah selesai ayo kemari"ujar Nandira


"Nai aku ke tempat bunda dulu"ujar Arvin mengelus kepala Naila


"Kak nanti jika kak Arvin udah ngak ada kerjaan temui aku ya aku sangat rindu bicara sama kak Arvin aku sangat ingin menghabiskan waktu bersama kak Arvin boleh ya"ujar Naila memelas


"Iya nanti setelah ini aku akan menemui mu"ujar Arvin tersenyum lalu berlalu Naila jadi senang dia segera menuju kamarnya


"Arvin bunda ngak suka ya kamu banyak bicara sama dia lagian dia itu istri nya Kenzo bunda ngak mau kamu punya hubungan sama dia akan membuat hubungan rumit nanti nya"ujar Nandira menatap Arvin


"Apaan sih bun mulai lagi deh"ujar Arvin malas


"Mending kita lanjut ,apa aja nanti yg akan di lakukan pada saat resepsi nya"ujar Arvin tadi juga mereka mengajak Kenzo tapi Kenzo bilang nanti jelas kan saja pada nya dia bisa nanti memahami nya karna Kenzo sangat sibuk


###


Setelah latihan buat acara selesai Arvin segera menuju kamar Naila karna dia juga merindukan Naila karna akhir akhir ini dia tidak pernah ketemu sama Naila selain sibuk Arvin di larang bunda nya menemui Naila dan sekarang dia mempunyai waktu


Tok tok

__ADS_1


"Nai"panggil Arvin mengetuk pintu kamar itu


Cklek


"Kak Arvin ayo masuk"ujar Naila tersenyum Arvin segera masuk


"Duduk kak"ucap Naila ,Arvin segera duduk di sofa kamar itu


"Kak Arvin maaf jika aku lancang boleh aku berbaring di pangkuan kak Arvin "pinta Naila


"Ayo sini"ucap Arvin tersenyum Naila senang dia meletakkan kepalanya di pangkuan Arvin dengan senang Arvin mengelus kepala Naila


"Aku merasa kamu sakit deh Nai selain kurusan kamu pucat"ucap Arvin terus mengelus kepala Naila


"Kak Arvin"panggil Naila


"Aku sayang sama kak Arvin"ujar Naila suaranya terdengar gemetar


"Aku nggak mau pisah sama kak Arvin"ujar Naila menahan tangisnya


"Ada apa Nai"ujar Arvin wajah nya mulai serius


"Kamu menyembunyikan sesuatu"ucap Arvin lagi


"Aku"ujar Naila mengeleng lalu duduk


"Aku sayang sama kak Arvin tapi aku harus tinggal kan kak Arvin"ujar Naila mulai menangis sungguh hati nya pilu dia belum merasakan kasih sayang Nandira tapi sebentar lagi dia akan tiada


"Nai aku pun sayang pada mu Kenzo tidak akan menghalangi kita bertemu"ujar Arvin menangkup wajah Naila menghapus air mata nya


"Bukan itu kak"ujar Naila cepat memegang tangan Arvin di wajah


"Aku mengi........


"Arvin apa yg kalian lakukan"ucap Nandira sudah masuk ke kamar tadi dia melihat Arvin ke lantai atas sudah pasti Arvin akan menemui Naila


"Dasar wanita hina"triak Nandira menarik tangan Arvin lalu menampar Naila dengan keras


"Bunda apa yg bunda perbuat"ujar Arvin menarik tangan bunda nya


"Diam kamu Arvin"bentak Nandira sudah marah


"Kamu ini memang wanita tidak tau diri tidak ada harga diri nya wanita hina kamu tau apa yg kamu lakukan kamu berusaha menggoda Arvin padahal kamu sendiri istri orang kamu wanita menjijikkan"ujar Nandira,Clara yg ada di sana nampak puas dia yakin akan ada kejadian yg besar nanti nya


"Ini tidak seperti nyonya bayang kan"ujar Naila pelan menahan pipinya


"Udah bun"ucap Arvin ingin mengajak bunda nya pergi tapi Nandira menolak


"Naila kenapa kamu sangat tega pada ku kamu mengambil Kenzo dari ku sekarang kamu menggoda kak Arvin apa kalian sudah pernah tidur bersama kenapa kamu sangat kejam dan menjijikkan Naila"ujar Clara sedih


"Wanita tidak tau diri apa ibu mu seorang wanita hina dan suka menggoda orang juga"hina Nandira emosi


"Cukup"ucap Naila tidak tahan lagi


"Apa nyonya tau dengan nyonya menghina ku dengan nyonya menghina ibu ku sama saja nyonya menghina diri sendiri karna apa karna aku adalah anak nyonya sendiri"ujar Naila sudah tidak tahan


Plak

__ADS_1


"Tega kamu Naila"ujar Clara menangis ini yg Naila takut kan saat dia mengakui nya maka tidak ada yg mempercayai nya


"Berani sekali kamu mengatakan itu sini biar aku kasih kamu pelajaran"ujar Nandira emosi lalu mendorong Naila langsung saja Nandira naik ke atas perut Naila mencekik Naila


"Bunda"ujar Arvin kaget menarik lengan Nandira tapi percuma Nandira telanjur emosi dia terus mencekik Naila


"Ini yg ku takut kan saat mengatakan nya jika ini saat nya tiba aku pasrah"batin Naila menatap wajah Nandira memegang tangan Nandira tersenyum kecil


"Aku benar akan membunuhmu"ujar Nandira emosi


"Bun"ujar Arvin lalu menarik lagi tangan Nandira dengan kuat sampai terlepas


Huuk huuk


"Naila"ucap Arvin cemas melihat Naila terbatuk-batuk


"Sini kamu"ujar Nandira menarik tangan Naila lagi


"Bunda mau apa lagi"ujar Arvin panik melihat Naila ditarik


"Kamu pergi jangan kembali "ujar Nandira emosi tapi di sini Naila sangat lemah dia tidak bisa melihat dengan jelas tidak bisa merasakan keadaan kepalanya terasa berkunang-kunang dia merasakan hidung nya mengeluarkan darah


"Kamu pergi jangan kembali lagi"ujar Nandira terus menyeret Naila


Bugh bugh bugh


"Naila"ucap Arvin kaget saat Naila terjatuh dari tangga sampai Naila tidak sadar kan diri


"Nandira apa yg kamu lakukan"ujar Sakira tidak percaya


"Dia sudah keterlaluan biarkan saja paling juga dia bersandiwara "ujar Nandira sudah telanjur emosi


"Arvin bawa ke rumah sakit"ujar tuan Mahendra cemas Arvin segera mengedong Naila


"Huh syukur dia tidak percaya ucapan Naila ini kesempatan untuk menyingkirkan Naila"batin Clara dia bisa lega


"Aku tidak percaya ini Nandira kamu mendorong Naila "ujar Sakira tidak percaya


"Karna dia tidak tau diri Sakira dia berusaha menggoda Arvin"kesal Nandira


"Udah ma mending kita lihat dulu Naila"ujar tuan Mahendra


"Dia itu baik baik saja karna jatuhnya ngak tinggi amat"ujar Nandira lalu berlalu


###


Arvin yg memeriksa Naila dia merasa aneh Naila jatuh tidak terlalu tinggi tapi kenapa keadaan Naila sangat memburuk bahkan dia harus di pasang oksigen jadi Arvin mempercayakan dokter memeriksa Naila lebih lanjut


"Arvin apa Naila baik baik saja"ujar tuan Mahendra cemas


"Iya om dia baik baik saja"ujar Arvin sedikit cemas


"Huh syukur jika begitu"ujar Sakira ikut lega


Karna mendapatkan kabar dari Sakira jika Naila masuk rumah sakit Kenzo segera pulang melihat keadaan Naila dia sangat cemas .Entah kenapa saat Kenzo menatap wajah Naila seperti itu sangat menusuk jantung nya wajah Naila kian memucat


"Apa yg tengah terjadi kenapa jadi seperti ini"batin Kenzo duduk di samping Naila

__ADS_1


"Kenzo tadi Naila bertengkar dengan bunda jadi dia terjatuh"jelas Arvin yg juga ada di sana


"Naila semoga kamu cepat sembuh aku tidak bisa melihat mu seperti ini"batin Kenzo mengengam tangan Naila menatap wajah Naila baik baik, hati nya benar perih melihat nya


__ADS_2