Perjalanan Cinta Sang Dokter

Perjalanan Cinta Sang Dokter
63


__ADS_3

Saat Kenzo sampai perusahaan sangat kacau semua karyawan sibuk dengan komputer mereka Kenzo segera menuju ke ruangan nya ternyata sudah ada John yg melihat komputer nya melihat Kenzo ,John berdiri memberi hormat


"Ada apa John"tanya Kenzo serius


"Tuan komputer eror ada yg berusaha menjebol keamanan data perusahaan"ujar John serius


"Sudah jauh mana kerusakan nya"tanya Kenzo lalu duduk di kursinya


"Mencapai 50 persen tuan"ujar John serius Kenzo diam mulai mengobrak abrik komputer nya dengan serius John ke kembali ke ruangannya melihat komputer nya


####


"Nai kamu masih tidak bisa memaafkan Kenzo"tanya dokter Arvin duduk bersama Naila di teras


"Kak yg di perbuat tuan Kenzo itu sangat fatal bagi ku selain dia melukai hati ku dia membuat aku kecewa menghancurkan hati ku"ujar Naila pelan


"Tapi dia melakukan itu karna ingin membebaskan aku"ujar dokter Arvin


"Banyak cara lain kak kenapa harus menyentuh Dela"ujar Naila


"Nai bahkan Dela sudah meninggal"ujar dokter Arvin


"Tepat sekali kenapa tuan Kenzo tidak membunuh Dela dari awal kenapa dia harus menyentuh Dela kak Arvin tau rasanya melihat orang yg sangat kita cintai malah tidur bersama orang lain"ujar Naila menatap Arvin


"Kamu kenapa ngomong gitu Nai memang bagi Kenzo membunuh orang itu sangat mudah tapi apa kamu tau Nai sejak dia mencintai mu dia banyak berubah tidak pernah melakukan hal buruk lagi termasuk membunuh orang"ujar dokter Arvin


"Jika seandainya Kenzo meminta saran mu apa yg akan kamu beri membunuh Dela atau meniduri nya"ujar dokter Arvin serius


"Lebih baik tuan Kenzo membunuh Dela"ujar Naila serius lalu berlalu


"Ternyata Naila sangat keras kepala"ucap dokter Arvin


"Naila emang sangat membenci penghianatan"ucap Dita memeluk lengan dokter Arvin


"Ada tidak cara melunakkan Naila"tanya dokter Arvin mengusap pipi Dita


"Emm belum pernah sih aku melihat kasus ini di dalam kehidupan Naila jadi ngak punya cara nya bagaimana"ujar Dita berfikir


###


Naila termenung menatap gitu Kenzo dan diri nya di kamar Cinta.Naila tidak bisa bohong dengan diri sendiri jika dia sangat mencintai Kenzo hanya saja amara nya terhadap Kenzo tidak bisa di pandam kan Naila benci penghianatan tapi suaminya sendiri melakukan itu


"Mama di sini"ujar Satria masuk masih dengan seragam sekolah


"Sayang kenapa pulang cepat"tanya Naila


"Ada rapat guru makan nya pulang cepat"ujar Satria memeluk bahu Naila


"Sayang kamu ngak usah ngojek lagi pokus aja pada sekolah"ujar Naila mengelus kepala Satria


"Iya ma"ujar Satria


"Mama marah ya sama papa"tanya Satria menatap Naila


"Tadi om papa cerita sama aku permasalahan mama dan papa dan kenapa mama pergi"ujar Satria


"Lalu "ujar Naila ingin mendengar pendapat Satria

__ADS_1


"Ma tanya pada hati mama seberapa banyak kebahagiaan yg di hasil kan jika mama dan papa bersama hanya satu kesalahan jangan membuat jarak selama papa tidak mengulangi nya kenapa ngak lagian kasihan papa dia udah tua selalu kerja aku yakin papa sangat menginginkan mama kembali"jelas Satria dengan mengusap tangan mama nya


"Mama ngak tau sayang rasa sakit itu kembali terbuka"ujar Naila pelan Satria tidak membalas dia memeluk mama nya


Setelah lama berada di depan komputer bahkan satu kantor membantu menyelesaikan masalah akhir semua data perusahaan aman dan bisa di aman kan semua merasa lega menyelamatkan perusahaan besar seperti perusahaan Mahendra grub tapi Kenzo tetap pokus pada laptopnya dia melihat file yg terkirim lalu Kenzo membuka nya di sana ada foto Cinta dan diri nya ada juga saat bersama dokter Arvin,Kenzo merasa heran kenapa ada foto Cinta karna Kenzo merahasiakan kehadiran Cinta tidak pernah Kenzo memberi tau jika Cinta anak nya Kenzo melihat lagi profil orang itu dan terpampang wajah Dapit membuat Kenzo kaget dia lari ke ruangan John


"John jaga perusahaan aku pergi"ujar Kenzo lalu lari dia masuk mobil dan menelpon Arvin


dokter Arvin lagi main game bersama Arvin dan Satria dengan seru seru nya ada juga Dita yg menemani dokter Arvin mereka terlihat senang bertiga ponsel dokter Arvin berdering membuat dokter Arvin mengalihkan pandangannya dan mengankat nya


"Hallo"ujar Dokter Arvin


"Cepat temuin Cinta dia dalam bahaya"ujar Kenzo cemas


"Tapi tidak ada alaran peringatan"ujar dokter Arvin merasa aneh


"Aku tau itu tapi ini genting Cinta pasti dalam bahaya "ucap Kenzo


"Sial jalanan macet"ujar Kenzo kesal dia keluar dari mobil mencari kendaraan


"Baik "ujar dokter Arvin mematikan sambungan teleponnya lalu mengecek keberadaan Cinta yg ternyata perjalanan pulang


"Satria Arvin ayo ikut aku ada masalah genting"ujar dokter Arvin buru buru


Kenzo tidak peduli dia lari karna tidak ada kendaraan yg bisa dia gunakan sekarang ini keberadaan Cinta yg dia cemas kan firasat nya ngak mungkin salah jika Dapit benar akan membuat masalah dia tau keberadaan Cinta


"Sial, Cinta"ujar Kenzo ngos -ngosan melihat Cinta di bawa pergi dokter Arvin keluar dari mobil


"Kenzo "teriak dokter Arvin memberi isyarat lalu dia kembali masuk Kenzo melompat ke atas mobil Arvin lalu langsung saja dokter Arvin melaju kan mobilnya saat mobil itu dekat Kenzo loncat dan memecahkan kaca mobil Arvin dan Satria hanya melongo melihat aksi dokter Arvin dan Kenzo


Bugh


Kenzo terjatuh saat mengemudi setop mendadak saat Kenzo menoleh ada yg mengeluarkan senjata dari jendela mobil Kenzo segera tiarap bersembunyi ada beberapa tembakan


"Sial aku akan melenyapkan mereka jika anak ku terluka"gumam Kenzo mengepalkan tangannya lalu dia mengambil ponselnya


"Arvin siap kan pintu mobil pada saat cinta keluar langsung bawa dia kamu mengerti"perintah Kenzo


"Siap"ujar Dokter Arvin


"Satria buka cela jendela mobilnya di saat Cinta keluar kamu tangkap dia dan pegang jangan sampai jatuh kita akan melakukan sedikit resiko"ujar Dokter Arvin karna sangat genting


"Siap"ujar Satria dia gugup ini kali pertama dia merasakan ini.Kenzo melepaskan jas nya lalu meletakkan di pohon menyamar kan seperti diri nya lalu Kenzo menggulung lengan kemeja nya dan dia bersiap melempar sebuah batu di mobil itu mereka menembak dengan brutal Kenzo masih mengintai dan melihat sebuah kaki dan itu Cinta yg lari


"Cinta jangan"triak Kenzo dan melihat mobil Kenzo lari dan ada mobil yg menabrak nya Kenzo lompat menginjak kepala mobil itu lalu melompat mengeluarkan pistol nya menembak orang yg ingin menembak Cinta lalu kenzi memeluk Cinta


"Papa aku takut"lirih Cinta memeluk Kenzo dengan erat


"Tenang jangan takut anak papa ngak boleh takut"ujar Kenzo memeluk Cinta lalu Kenzo membidik ban mobil itu hingga semua ban pecah Kenzo berdiri ingin membawa Cinta tapi sebuah mobil menabrak nya hingga Kenzo terpental melihat itu dokter Arvin keluar lalu lari mendekati Cinta ada orang mencegat nya dengan senjata Kenzo bangkit lagi


Dor


"Arvin ayo"ujar Kenzo lari mendekati Cinta begitu pun dokter Arvin ,Kenzo menuduk menembak orang di samping Cinta dan Arvin memeluk Cinta


"Ayo cepat"ujar Kenzo mengajak dokter Arvin dan Cinta ke mobil sedang kan dia berjalan mundur untuk berjaga Dapit keluar dengan dua senjata nya saat Kenzo akan menembak peluru nya habis


"Sial"ujar Kenzo membuangnya lalu mengambil lagi pistolnya

__ADS_1


Dor


"Cepat sedikit Arvin"ujar Kenzo menembak terus


"Papa kalung ku"ujar Cinta saat sampai mobil itu kalung Naila yg pernah dia lepas dan Cinta pakai itu kalung tuan Arthur


"Kamu tunggu"ujar Kenzo lari dan mengambil kalung yg tergeletak


Dor


Kenzo sedikit melinding saat dia tertembak dia menatap Dapit penuh amara tiba-tiba Kenzo merasa pandangannya buram dan Kenzo jatuh pingsan


"Papa"triak Cinta membuka pintu dan tiba-tiba Satria sudah ada di samping mobil membawa senjatanya menembak sembarang arah tapi itu tidak sia sia Dapit terkena satu peluru Dokter Arvin baru ingin memeriksa senjatanya tapi ternyata sudah ada pada Satria entah sejak kapan Satria mengambil nya , dengan serius Satria membidik Dapit tepat di jantung tapi karna ini kali pertama dia melakukan tembakan jadi meleset terkena bahu setelah itu Satria menyeret tubuh Kenzo membawa ke mobil dan dokter Arvin segera melaju kan mobil nya


"Papa bangun"ujar Cinta menangis menepuk wajah papa nya Kenzo terkena bagian perut tapi darah nya terus keluar


"Satria kerja bagus tapi kamu harus tau kemampuan lawan mu"ujar Dokter Arvin


"Om papa aku 15 tahun tidak merasakan kehadiran papa tolong selamatkan dia"ujar Satria lirih


"Arvin kamu tekan bagian luka itu"ujar Dokter Arvin


"A..aku tapi pa aku aku takut aku ngak bisa"ujar Arvin gemetar karna ini kali pertama melihat banyak darah


"Arvin kamu itu calon dokter ini pelajaran pertama mu menjadi keluarga Arthur dan Mahendra harus siap semua dari nyawa dan darah begitu pun baku tembak dan berkelahi"jelas dokter Arvin


"Aku coba"ujar Arvin tangannya gemetar dan menekan luka Kenzo sedangkan Cinta hanya menangis ketakutan


Setelah mobil sampai dokter Arvin segera membawa Kenzo menuju ruangan operasi tadi dia sudah menelpon untuk menyiapkan ruang operasi jadi saat sampai dia segera membawa Kenzo ke ruang operasi untuk mengeluarkan peluru itu


"Siapa di sini nama nya Satria"tanya suster


"Saya sus"ujar Satria


"Anda di minta doker Arvin mendonorkan darah nya kita cek setelah itu saya akan mengambil darah nya"ujar nya


"Baik sus"ujar Satria ikut saja arah suster itu


Kenzo tidak hanya terkena tembakan tapi detak jantung nya tidak normal di sebabkan tadi dia lari beberapa kilometer membuat jantung nya melewati batas Kenzo hampir mengalami serangan jantung mendadak di tambah dia kehilangan darah dan tekena tembakan


"Dok aku dan dokter butuh seseorang yg lebih mengerti soal bedah"ujar Ririn ikut membantu


"Jika begitu telepon Naila katakan aku menyuruh nya"ujar dokter Arvin tegas di iya kan Ririn dia segera menghubungi Naila tapi Ririn tidak mengatakan jika Kenzo yg terluka dia hanya bilang ada seseorang membutuhkan tenaga karna terluka jadi Naila langsung datang


"Lho kalian kenapa di sini"ujar Naila heran meliha anak anak nya


"Mama"ujar Cinta memeluk Naila


"Papa terluka aku ngak bisa sekarang ini kehilangan papa"ujar Cinta lirih


"Tuan Kenzo terluka"gumam Naila


"Sayang Tenang ya mama akan bantu om dulu"ujar Naila lalu masuk saat dia membuka pintu ruang operasi mereka memasang oksigen di hidung Kenzo serta kabel yg di tempel di dada Kenzo sedang kan Ririn dan Arvin sibuk dengan perut yg terkena peluru


"Nai bantu netral kan detak jantung Kenzo dia bisa serangan jantung mendadak jika tidak di tangani kamu siap kan diri"ujar Arvin tanpa melihat Naila karna dia tau itu Naila tampa kata Naila mencuci tangan


"Enyah kenapa melihat mu seperti ini sangat menyakinkan"batin Naila menahan isak tangis nya melihat laproan medis Kenzo setelah itu Naila mulai membantu

__ADS_1


__ADS_2