Perjalanan Cinta Sang Dokter

Perjalanan Cinta Sang Dokter
34


__ADS_3

Kenzo tidak gelisah lagi memikirkan Naila karna istri nya sudah kembali seperti sebelumnya memikirkan Naila, Sekarang dia bekerja dengan tenang sedang kan Naila memutuskan tidak masuk karna dia mau istirahat saja di rumah merasa lelah yg telah terjadi.Saat Naila sampai sudah ada tuan Mahendra dan istri nya bicara pada Nandira


"Ayah"panggil Naila senang memeluk tuan Mahendra


"Cih dia makin berani memeluk suami ku"sindir Sakira sebal


"Jangan hiraukan "kekeh tuan Mahendra


"Ayah aku melakukan kesalahan "ucap Naila duduk


"Apa itu"ucap tuan Mahendra penasaran


"Aku menjalin hubungan sama pria lain"ucap Naila menceritakan semua nya


"Tapi aku terkena karma"ucap Naila sedih


"Jika orang jelek tetap jelek"ucap Naila bersedih


"Nai kamu ini ada ada saja "ujar tuan Mahendra


"Kamu itu emang konyol pertama membiarkan orang mengakui kebenaran nya sekarang kamu selingkuh pakai izin segala "ucap Sakira tidak habis pikir


"Iya maaf habis nya aku tidak menyukai tuan Kenzo dia juga ngak mau menceraikan aku"ucap Naila menuduk


"Nai yg dilakukan Kenzo itu benar karna ayah kamu dan ayah sudah menjodohkan kalian sejak kamu dalam kandungan ibu mu"jelas tuan Mahendra


"Jadi seperti itu baik lah aku akan berusaha menerima pernikahan ini tapi tuan Kenzo harus bisa juga menerima nya"ujar Naila


"Tentu ayah akan bilang sama Kenzo"ucap tuan Mahendra tersenyum


"Kalian ke sini ada apa"ucap Naila


"Mereka mau bicara soal pernikahan kamu Nai"ujar Nandira dan menyerah buku pada Naila


"Pilih lah dari cincin gaun dan keperluan apa yg akan kamu gunakan nanti"ujar Nandira


"Coba aku lihat"ucap Naila membuka buku itu dan melihat jari nya cincin pemberian Kenzo saat itu masih terpasang


"Soal cincin kayaknya ngak usah deh bun kan tuan Kenzo sudah memberikan nya"ucap Naila menunjukkan cincin nya


"Itu terserah kamu Nai kami akan menyiapkan para tamu nanti"ucap Nandira tersenyum Naila tidak banyak menuntut


"Ayah mau tanya deh keberadaan Clara di mana"ucap Naila penasaran


"Ck jangan mikirin wanita itu"kesal Sakira saat mengingat nya membuat darah Sakira mendidih


"Benar apa kata mama mu Naila jangan di pikirkan karna dia kesalah pahaman itu terjadi"ucap Nandira menyesali perbuatannya


"Clara tidak akan menyerah begitu saja"ujar Naila dia kenal sama Clara seperti apa


"Jangan khawatir Naila dia tidak akan berani melakukan nya"ujar Sakira meski begitu Naila tetap akan cemas


🌙🌙🌙


Hati Kenzo sangat bahagia melihat Naila sudah tidur dengan damai apa lagi dia tidak akan cemas kehilangan Naila karna Naila akan selalu ada di samping nya entahlah Kenzo merasa hati nya berbunga dia sangat senang.Kenzo meletakkan jas nya lalu merangkak ke tubuh Naila,Kenzo membelai lembut wajah Naila


"Aghh ,tuan Kenzo"ucap Naila kaget dia kira apa tadi di atas tubuh nya apa lagi Naila terbangun membuat dia kaget


"Gimana enak kan tidur di kasur yg mahal"ucap Kenzo pelan


"Ya emang aku akui enak jika engak tidur dengan tuan Kenzo sebal tau tuan Kenzo selalu menganggu ku"ujar Naila


"Naila seperti nya malam ini aku ingin kamu "ujar Kenzo melepaskan kemeja nya


"Ya ampun tuan Kenzo"ujar Naila melotot lalu duduk mencegah Kenzo membuka baju nya


"Aku baru saja sembuh masak tuan Kenzo ngak kasihan pada ku"ujar Naila sebal


"Itu kan derita mu pokoknya aku mau kamu"ujar Kenzo tersenyum jahat


"Pria kejam ini sangat menyebalkan"batin Naila

__ADS_1


"Baik lah tuan terhormat jika itu keinginan mu akan ku turuti tapi mandi dulu"ujar Naila tersenyum manis


"Oke"ucap Kenzo semangat segera ke kamar mandi


"Yes malam ini kamu akan jadi milik ku"gumam Kenzo semangat membersihkan tubuhnya


"Naila apa sudah siap"ucap Kenzo keluar dari kamar mandi dengan handuk di pinggang tapi Naila tidak ada di kasur


"Naila"panggil Kenzo berjalan menemukan kertas di kasur ada pesan dari Kenzo


"Tuan Kenzo aku mau tidur di kamar bunda aja karna seperti nya aku tidak aman berada di kamar ini aku kan masih sakit"


"Sial dia menipu ku berani nya dia"kesal Kenzo karna Naila sudah pindah


"Awas dia"geram Kenzo


"Kamu kenapa sih Nai mau tidur sama bunda"heran Nandira mengelus kepala Naila yg memeluk nya di atas kasur


"Bunda kita kan terpisah lama jadi aku mau tidur sama bunda di belai bunda dan butuh kehangatan bunda"ujar Naila menyengir


"Baik lah sayang tidur dengan damai agar kamu tidak sakit"ucap Nandira mengecup kening Naila lalu mengelus kepala Naila


"Bodoh amat sama tuan Kenzo tapi dia tidak akan membunuh ku kan "batin Naila memejamkan mata nya


☀️☀️☀️


Naila mengendap-ngendap masuk ke kamar nya agar tidak membangunkan Kenzo tapi Naila salah jika Kenzo masih tidur Kenzo menunggu nya semalaman dan seketika Kenzo memeluk Naila dari belakang


"Mau kemana kamu hah"ucap Kenzo menakutkan


"Aghh tuan Kenzo kenapa menangkap ku"ucap Naila kaget


"Kamu berani menipu ku "kesal Kenzo


"Tuan Kenzo ini gimana sih aku ini masih sakit habis operasi setidaknya setelah operasi butuh waktu 3 bulan bisa beraktivitas berat"jelas Naila


"Beraktivitas berat bahkan kamu udah kerja udah jangan banyak alasan kamu lupa aku ini tuan Kenzo Mahendra tidak hanya itu aku ini suami kamu berhak sepenuhnya atas diri mu"ujar Kenzo


"Sstt jangan banyak alasan kamu buat aku kesal menipu ku sekarang hukuman nya mau berat atau ringan"ujar Kenzo menyeringai


"Mau kakak mu mana babak belur "ujar Kenzo santai


"Ihh tuan Kenzo selalu mengancam ku"kesal Naila


"Kamu berani sama aku jadi terima saja apa yg aku lakukan "ujar Kenzo tajam


"Ck pria ini ngak bisa banget di tolak "batin Kenzo


"Hukuman yg lain saja"ujar Naila


"Oke kamu perlu membayar karna semalam menipu ku"ujar Kenzo tersenyum puas dan berbisik


"Aku tidak mau"ujar Naila cepat dengan ide Kenzo


"Baik lah terserah tapi aku harus menelpon John ya kayak nya untuk mengunjungi kakak angkat mu"ujar Kenzo memainkan ponselnya


"Ihhh tuan Kenzo nyebelin "kesal Naila mendorong Kenzo pelan


"Enak nya menonton action kayak nya dengan gaya berkelahi John itu sangat menarik"ujar Kenzo duduk di sofa


"Ehh tuan Kenzo jangan nelpon pak John"ujar Naila cepat mendekati Kenzo


"Baik lah aku lakukan tapi letakkan ponsel tuan Kenzo"ujar Naila cepat


"Oke"ucap Kenzo meletakkan ponselnya


"Mulai nya di sini Naila"ujar Kenzo mengakat sudut bibirnya Naila sangat sebal sama Kenzo


"Aku tidak akan menipu nya lagi jika seperti ini"batin Naila kesal


"Tuan Kenzo harus janji harus pelan aku ini habis operasi"ujar Naila pelan

__ADS_1


"Aku tau"ujar Kenzo memegang dagu Naila


"Pegang wajah ku"ujar Kenzo serius Naila menurut saja memegang wajah Kenzo dan dengan pelan Kenzo menyatukan bibir Naila memeluk pinggang Naila mengikis jarak mereka


"Sudah lama aku tidak merasakan bibir ini"batin Kenzo menatap wajah Naila yg sangat dekat dengan nya


"Tuan Kenzo harus ingat aku pernah di operasi"ucap Naila masih takut nanti dia kembali sakit


"Aku tau itu"ujar Kenzo pelan lalu menyatukan bibir mereka lagi Kenzo menarik tubuh Naila biar duduk di pangkuan nya dia memegang dagu Naila mengecup bibir Naila tanpa sadar Naila mencengkram bahu Kenzo saat Kenzo meninggalkan jejak di leher nya


Ckelk


"Ken........"Arvin melongo melihat Kenzo tengah mencumbu Naila dan Kenzo menoleh dengan tajam ke arah Arvin


"Ada orang tua mu mau bicara"ujar Arvin datar lalu menutup pintu nya


"Tuan Kenzo aku ngak mau lagi aku sangat malu ketahuan kayak gini"ujar Naila berdiri dan ke kamar mandi


"Ck sial banget aku semalam gagal pagi ini gagal juga"umpat Kenzo mengacak rambutnya frutasi


"Ada apa ayah mama"ujar Kenzo duduk di depan orang tua nya


"Untuk membahas acara pernikahan kamu nanti Kenzo kami sudah mengatur untuk akad nikah nanti di ulang sama resepsi nya apa kamu ada acara tambahan "tanya tuan Mahendra


"Tidak ada ,Naila mungkin ada tambahan"ujar Kenzo santai


"Mama udah tanya Naila kemarin dia bilang ngak ada soal cincin juga dia mau pakai yg kamu beli ngak mau yg lain dan soal gaun pengantin juga kalian nanti bisa pilih"jelas Sakira


"Ini daftar tamu apa ada tamu tambahan untuk mu"ujar Sakira


"Tan emang Kenzo punya teman mau di undang"ujar Arvin menahan tawa ya memang Kenzo tidak punya teman hanya Arvin teman nya jika musuh jangan di tanya


"Mungkin musuh nya mau di undang"ujar tuan Mahendra cekikikan


"Puas mengejekku"kesal Kenzo


"Minum dulu"ucap Nandira meletakkan minuman mereka


"Soal pernikahan biar kami yg siap kan nanti tapi hari ini Naila dan Kenzo harus segera pilih gaun dan untuk prewedding juga"ujar Nandira menyeduh teh nya


"Aku ikut aja asal jangan menganggu pekerjaan ku"ujar Kenzo mengambil kopi nya


"Menganggu pekerjaan apa gila hari ini libur"ujar Arvin mengeleng


"Awas kamu nanti mengabaikan adik ku"ujar Arvin memperingatkan


"Pagi semua"ucap Naila tersenyum lalu duduk di samping Nandira


"Sayang nanti barang Kenzo pilih gaun sama foto prewedding ya"ujar Nandira menyerahkan kan susu hangat Naila


"Iya bun"ujar Naila meminum nya


"Apa ada seseorang yg akan kamu undang Nai"ujar Sakira


"Tidak ada ma aku hanya ingin undang teman ku sama kak Rafi dan istri nya "ucap Naila


"Gampang itu nanti bisa diatur "ucap Sakira


"Kalian siap sana mau ke butik cari gaun pengantin "ucap Nandira


"Aku udah siap bun seperti ini aja ngak papa kan tuan Kenzo jika aku keluar sama tuan Kenzo dengan pakaian ini"ucap Naila karna dia hanya memakai baju sederhana


"Iya"ucap Kenzo singkat


"Tetap cantik kok Nai"ujar Arvin merangkul Naila


"Kak Arvin kapan mau ajak aku jalan jalan lagi kak Arvin udah lama ngak habisin waktu bersama ku"ujar Naila memeluk pinggang Arvin


"Maaf sayang aku lagi banyak pekerjaan nanti jika punya waktu luang baru nanti aku ajak jalan"ujar Arvin mencubit pipi Naila


"Janji ya"ucap Naila tersenyum

__ADS_1


"Iya Naila"ucap Arvin mengusap kepala Naila


"Entah kenapa meski aku tau mereka saudara aku merasakan sakit melihat mereka berdua aku tidak rela melihat Naila bersama pria lain apa ini yg nama nya cinta"batin Kenzo jadi kesal dengan diri nya sendiri yg tidak seperti biasanya


__ADS_2