Perjalanan Cinta Sang Dokter

Perjalanan Cinta Sang Dokter
Meragukan istrinya


__ADS_3

"Ya ampun jadi aku benar hamil"ujar Naila mengeleng pelan lalu duduk mengambil ponselnya menelpon Kenzo


"Tuan Kenzo di mana"tanya Naila setelah suara Kenzo terdengar


"Masih di kantor ada apa"ucap Kenzo serius


"Aku ingin memberi tau sesuatu bisa temui aku sekarang"ucap Naila dia deg degan ingin memberi tau Kenzo bagaimana reaksi Kenzo nanti


"Baik lah aku akan ke sana"ujar Kenzo dan mematikan telpon nya Naila jadi berdebar bagaimana reaksi Kenzo nanti mengetahui dia hamil


Naila dan Kenzo janjian di cafe tidak jauh dari rumah sakit Naila,Naila sudah datang meletakkan hasil laporan kehamilan nya tadi di meja dia memesan jus dia benar gugup apa Kenzo akan berteriak senang saat tau dia hamil secara Kenzo sangat ingin Naila hamil memikirkan itu membuat Naila mengeleng pelan secara Kenzo ini gila apa dia akan melakukan hal gila


"Tuan Kenzo"ujar Naila tersenyum melihat Kenzo berjalan mendekati nya lalu Kenzo duduk


"Ada apa Nai "ucap Kenzo datar


"Aku ingin mengatakan kabar bahagia "ujar Naila memegang tangan Kenzo


"Apa"ujar Kenzo santai


"Aku tadi periksa ke dokter kandungan dan dia mengatakan jika aku hamil"ujar Naila senang Kenzo terdiam menatap Naila


"Iya tuan aku hamil 2 minggu"ujar Naila tersenyum tapi Kenzo tetap diam


"Ada apa ,apa tuan tidak senang mendengar aku hamil tuan sendiri bilang jika sangat senang jika aku hamil"ujar Naila menatap Kenzo


"Naila"ujar Kenzo berdiri lalu memegang bahu Naila


"Jujur pada ku apa kamu tidak pernah tidur dengan Revan"tanya Kenzo serius


"Maksud tuan Kenzo"ujar Naila berdiri


"Aku melupakan satu hal jika kamu pernah menjalin hubungan sama Revan aku meragukan jika kamu tidak tidur bersama Revan maksud ku apa anak ini benar anak ku"ujar Kenzo menatap mata Naila


Plak


"Tega tuan Kenzo mengatakan itu"ujar Naila menampar Kenzo


"Tuan Kenzo pikir aku wanita apaan"ucap Naila sangat marah Kenzo hanya menyentuh pipinya dia belum pernah di tampar


"Aku hanya ingin memastikan saat itu kamu menyukainya dia seorang pria tidak memungkinkan jika kalian tidur bersama "ucap Kenzo dia meragukan Naila saat ini saat dia sampai kantor tadi dia tidak sengaja melihat foto Naila dan Revan saat anak buah nya menyelidiki keduanya Kenzo jadi ragu jika hanya dia yg meniduri Naila entah apa yg merasuki Kenzo


"Aku hanya butuh kejujuran mu"ucap Kenzo serius


"Tuan Kenzo ini benar tidak punya perasaan mengatakan itu telah menggores luka di hati ku"ucap Naila air mata ya lolos begitu saja dan dia lari ,Kenzo tidak mengejar dia hanya menatap kepergian Naila


Naila lari dia melupakan Toni di mobil karna rasa kecewa dari ucapan Kenzo tadi tiba-tiba Naila merasakan perutnya amat sakit Naila meringkuk kesakitan memeluk perutnya


"Aghhh tolong"ucap Naila kesakitan kebetulan Arvin baru turun dari mobilnya melihat Naila terduduk tadi dia ingin mengajak Naila jalan karna sudah lama mereka tidak menghabiskan waktu bersama


"Naila"ucap Arvin lari


"Kamu kenapa Nai"ujar Arvin panik


"Kak aghh sakit kak"ujar Naila kesakitan mencengkram bahu Arvin


"Aku akan membawa mu"ujar Arvin lalu mengedong Naila masuk ke mobil


"Dasar bodoh di depan rumah sakir ngapain harus jauh"umpat Arvin mengedong Naila lagi masuk ke rumah sakit


"Dokter Arvin keadaan dokter Naila baik baik saja saya sudah memberi suntikan pengurang rasa sakit kandungan nya juga baik tapi tetap di jaga jangan sampai stres ibu nya karna ini masih sangat lemah"ujar dokter itu Arvin bernafas lega


"Terimakasih dok saya mau lihat adik saya "ujar Arvin lalu segera masuk


"Nai syukur kamu baik baik saja"ucap Arvin mengelus kepala Naila


"Hiks hiks kak Arvin"ujar Naila menangis memeluk Arvin


"Kamu kenapa ape Kenzo selingkuh atau Kenzo menyakiti mu atau Kenzo memukul mu"geram Arvin


"Kakak tau aku hamil anak nya tapi dia meragukan aku dia bilang jika aku pernah tidur sama Revan karna saat itu "ujar Naila sesegukan


"Sialan Kenzo berani nya dia mengatakan itu"ujar Arvin geram


"Aduh Nai kenapa bisa di sini"ujar Sakira masuk bersama Nandira tadi Arvin memberi tau mereka

__ADS_1


"Kenzo tega pada ku bun aku hamil anak nya tapi dia meragukan aku "ujar Naila menangis memeluk Nandira


"Sayang ini kabar baik kenapa kamu nangis"ujar Nandira mengelus kepala Naila


"Aku kesal dia tidak percaya pada ku mengatakan aku tidur dengan Revan aku tau aku salah saat itu tapi kami tidak pernah melewati batas sedikit pun"ujar Naila sesegukan


"Ehh kenapa aku harus nangis ya bunda ku kaya banyak uang jika anak ku butuh ayah ada kak Arvin"ucap Naila tenang Arvin sampai mengeleng


"Jadi Kenzo meragukan mu"ujar Sakira tampak kesal


"Iya ma aku hamil anak nya "ucap Naila masih memeluk Nandira


"Keterlaluan sekali anak itu mau nya enak doang kita harus kasih dia pelajaran "ucap Sakira


"Nai kehamilan mu masih sangat muda ingat mama ngak mau kehilangan cucu pertama mama jadi jaga baik kamu jangan stres bagaimana jika mama akan ajak kamu liburan "ucap Sakira


"Sekalian kita kasih Kenzo pelajaran biar dia mikir sendiri kesalahan nya di mana"ucap Sakira


"Jalan ma"ucap Naila semangat


"Iya mau ke mana "ujar Sakira tersenyum


"Wah kemana ya aku belum keluar negeri sola nya "ucap Naila senang dia melupakan kesedihannya


"Mama akan ajak kamu ke negri yg paling indah "ujar Sakira tersenyum


"Yeh makasih ma"ucap Naila senang memeluk Sakira


####


🌙🌙🌙


Memang setelah bertemu dengan Naila Kenzo tidak langsung menemui Nandira dia malah kembali ke kantor dia akan lanjut bicara pada Naila saat di rumah.Kenzo pulang berjalan gontai masuk ke kamar tapi kamar nya masih rapi Kenzo meletakkan tas nya lalu keluar lagi


"Naila"panggil Kenzo tapi keadaan rumah kosong


"Ada apa kamu manggil Naila"ucap Arvin membawa secangkir kopi


"Kemana dia kenapa tidak ada di kamar"tanya Kenzo serius


"Baik lah aku akan menemui nya"ucap Kenzo melangkah


"Mau kemana"tanya Arvin


"Ke tempat ayah di Naila di sana kan"ucap Kenzo yg berfikir jika Naila ke tempat orang tua nya


"Naila tidak ada di sana dia terlalu sedih kamu tidak percaya pada nya jadi bunda dan orang tua mu mengajak nya liburan biar dia ngak stres"jelas Arvin


"Kemana"ucap Kenzo kaget


"Ngak tau kamu lebih baik pikir kan kesalahan mu"ujar Arvin


"Kamu pikir adik ku sehina itu tidur sembarang pria dia wanita baik kamu telah menggores luka mengatakan itu sebenarnya aku kesal juga pada mu tapi aku ngak bisa sepenuhnya menyalahkan mu"ujar Arvin menyeduh kopi nya


"Jangan terlalu banyak berfikir Naila tidak akan melakukan hal sehina itu sama Revan kamu bisa bertanya pada Revan"ujar Arvin lalu berlalu pergi Kenzo terdiam berjalan gontai menuju kamar nya


###


Naila di sisi lain lagi senang senang di ajak orang tua Kenzo dan bunda nya jalan Naila bisa leluasa menatap keindahan pemandangan mata nya bisa melihat hal yg indah Naila sangat senang dia juga banyak makan minta ini minta itu pokok nya semua keinginan Naila di penuhi ketiganya


"Senang Nai"tanya tuan Mahendra


"Iya ayah aku sangat senang"ujar Naila tersenyum mengambil foto diri nya dan mengirim pada Kenzo biar lah Kenzo merindukan nya


"Mau ke sana lagi"ujar Naila semangat


Kenzo kaget saat menerima pesan dari Naila yg mengirim foto Naila yg pertama seperti Naila berada di kamar di atas kasur tengkurap memangku dagu nya dan menatap kamera memberi caption nya terluka karna diri mu lalu yg kedua Naila tersenyum dengan topi pantai mengenakan dres warna putih dia nampak senang


"Sialan aku di sini menahan rindu amat berat malah dia senang senang"kesal Kenzo dia tidak bisa menahan diri dan hati nya


"Persetan dengan pekerjaan "geram Kenzo segera menyusul istri nya


Karna terlalu sering jalan sampai Naila kelelahan dan pingsan dan membuat semua panik jadi Naila di suruh istirahat di rumah dia hanya istirahat Sakira menyediakan banyak sekali makanan untuk di makan Naila tentu semua nya sehat


"Meski aku bahagia kenapa aku ingin menangis karna tidak ada Kenzo aduh apa ini nama nya ngidam aku ingin mengigit bibir Kenzo "batin Naila tanpa sadar mengigit bibirnya dia mengeleng pelan menghabisi susu nya

__ADS_1


"Istirahat ya"ujar Nandira mengecup kening Naila dan dia berlalu pergi Naila menarik selimut memejamkan matanya


####


Kenzo tau di mana keberadaan Naila karna itu tempat yg sering keluarganya liburan di sana juga ada rumah pribadi milik Mahendra jadi Kenzo sudah paham akan hal itu saat dia tiba tuan Mahendra dan istri nya tengah Ngobrol bersama Nandira


"Ehh mau kemana "panggil Sakira melihat Kenzo nyelonong


"Ketemu sama Naila "jawab Kenzo santai


"Sini"ucap Sakira ,Kenzo segera mendekat


"Otak kamu ini terlalu kosong"ujar Sakira menjitak kepala Kenzo


"Aduh ma sakit"keluh Kenzo


"Kamu keterlaluan Kenzo mengatakan hal itu pada Naila kamu pikir Naila perempuan apa lalu kenapa di sini"kesal Nandira dia tidak terima Kenzo mengatakan itu pada Naila


"Ya aku hanya ingin memastikan "ucap Kenzo dan dia sudah dapat pukulan dari Sakira


"Sakit ma"ujar Kenzo menyentuh kepalanya


"Coba mama tanya pertama kali kamu menyentuh Naila dia masih gadis apa tidak"ucap Sakira serius


"Ya masih gadis"jawab Kenzo


"Itu berarti Naila mampu menjaga diri nya"ucap Sakira cepat


"Ma aku kira pertanyaan ku itu wajar dulu Naila belum ketemu sama pria yg dia suka Revan kan pria yg dia suka jika mereka tergoda kita tidak tau"ujar Kenzo seketika tuan Mahendra menginjak kaki Kenzo dengan kuat


"Aghh ayah sakit "keluh Kenzo


"Naila itu perempuan baik dia tidak akan melakukan itu "ujar tuan Mahendra kesal


"Iya maaf aku tidak akan mengulangi nya jangan membawanya pergi"ucap Kenzo pelan


"Sana kamu membuat kami kesal saja"ujar Sakira menendang kaki Kenzo kesal dan Kenzo segera pergi


"Anak siapa dia menyebalkan sekali apa dia bukan ya anak ku apa jangan-jangan ayah hamil sama mantan ayah"ucap Sakira melotot


"Anak sama mama sama saja sama sama gila "ujar tuan Mahendra mengeleng Sakira hanya menyengir mendengar Nandira tertawa geli


Kenzo melihat Naila tertidur lalu dia mendekati Naila mengusap pipi Naila dan mengecup kening Naila karna itu Naila membuka mata


"Tuan"ucap Naila menyentuh rahang Kenzo dan menarik tengkuk Kenzo mengigit bibir Kenzo gemes beberapa kali


"Aww hei berani sekali kamu menyakiti ku"kesal Kenzo mengusap darah di bibirnya karna Naila mengigit nya


"Hah aku ngak mimpi"ujar Naila terbangun dia kira tadi itu mimpi


"Sejak kapan tuan sampai"ujar Naila kaget


"Lihat berdarah"kesal Kenzo menunjuk bibir nya


"Aduh maaf aku kira tadi mimpi soal nya aku ingin mengigit bibir tuan Kenzo ini juga demi anak kita ehh bukan anak aku dan Revan"ucap Naila bernada ketus di akhir kalimat nya


"Maafkan aku"ujar Kenzo pelan memegang wajah Naila


"Aku melakukan kesalahan maafkan aku lain kali aku tidak akan melakukan nya lagi "ujar Kenzo menyesal


"Iya maafkan aku juga membuat bibir tuan terluka"ujar Naila tersenyum memeluk Kenzo dengan erat


"Tuan mau gigit bibir tuan lagi"minta Naila dengan memelas


"Sekalian lepas rindu"ujar Kenzo tersenyum


"Tidak tuan aku sakit karna kecapekan jalan nya"ujar Naila pelan


"Tidak apa aku akan memenuhi permintaan anak ku mau gimana"ujar Kenzo senang


"Baringan"ujar Naila menyuruh Kenzo berbaring Kenzo nurut saja saat Naila menekan dadanya Kenzo menahan nafas apa lagi kaki Naila naik ke perutnya nya wajah Naila mendekat


"Aku bisa mati karna gugup"celetuk Kenzo dia benar berdebar Naila tertawa geli


"Bukan nya suka ya"ujar Naila tertawa Kenzo gemes sendiri mengecupi wajah Naila seketika saja Naila mencium bibir Kenzo memainkan bibir Kenzo yg menyukainya Kenzo hanya diam saja yg Naila lakukan karna itu keinginan anak nya

__ADS_1


__ADS_2