Perjalanan Cinta Sang Dokter

Perjalanan Cinta Sang Dokter
116


__ADS_3

Naila dan Kenzo menuju ruangan Satria mereka merasa lega karna Satria sudah sembuh,saat mereka masuk ruangan itu kosong tidak ada siapa siapa mereka pikir Satria ke toilet atau jalan pagi jadi mereka duduk menunggu Satria mereka mengobrol singkat ,satu jam berlalu Satria belum juga kembali mereka memutuskan bertanya pada Arvin saat mereka keluar kebetulan Arvin ajan masuk


"Kebetulan kamu datang Arvin kemana Satria"tanya Naila


"Dia tidak ada di kamar nya dia pasti kabur ke kantor menemui Tania karna semalam itu dia ngotot banget mau ketemu sama Tania "ucap Arvin tidak habis pikir


"Ayo kita ke sana"ucap Kenzo mengajak Naila pergi.Saat mereka masuk ke ruangan itu Tania menjelaskan semua pekerjaan yg di tinggal Satria ,Tania ada di samping Satria


"Satria kamu kok kerja harus nya istirahat "ujar Naila


"Mama aku sudah baikan "ujar Satria


"Satria kamu jangan mengabaikan keselamatan mu papa tau kamu ke sini bukan soal pekerjaan tapi soal wanita ini"ucap Kenzo menunjuk Tania


"Semua yg terjadi pada mu itu karna dia"ujar Kenzo lagi


"Papa jangan salahkan Tania seperti itu"ujar Satria jadi serius


"Ayo pulang kamu baru sadar dan harus istirahat"ucap Kenzo


"Aku masih mau di sini"ucap Satria


"Satria kamu mau membantah papa kamu mau papa usir dari keluarga ini"ujar Kenzo dingin


"Papa kira aku takut papa lupa 15 tahun aku hidup tanpa papa aku udah besar mampu hidup tanpa harta papa"ujar Satria kesal


"Ohh kamu lupa Tania jadi seperti ini karna siapa dia bisa hidup enak seperti ini kamu mau papa pecat dia dan hancurkan kehidupan nya"ujar Kenzo


"Papa kira aku takut dengan ancaman itu aku cinta sama Tania setulus hati ku jika papa lakukan aku akan ajak Tania pergi dari kota ini"ujar Satria serius


"Sudah sudah"ucap Naila


"Pa kamu pernah mudah kan seperti dulu kamu tidak mau di pisahkan dengan ku begitu pun Satria pahami dia kita pernah mudah"ujar Naila


"Dan kamu Satria boleh aja kamu menemui Tania kapan pun kamu mau tapi kamu baru sadar melewati masa kritis kamu harus sembuh istirahat yg cukup"ujar Naila


"Papa yg mulai ma"kesal Satria


"Udah jangan marah ingat kamu masih luka belum sembuh nanti kualat lho sama orang tua"ujar Naila mengusap lengan Satria menenangkan anak nya itu


"Sekarang kamu pulang ya"bujuk Naila


"Iya ma tapi tunggu aku di mobil aku mau bicara sama Tania"ujar Satria


"Iya sayang"ujar Naila tersenyum menarik tangan Kenzo keluar


"Tania maafkan atas apa yg papa ku lakukan ya dia sebenarnya tidak bermaksud seperti itu dia lakukan karna khawatir pada mu jangan ambil hati ya"ujar Satria


"Iya pak "ujar Tania pelan


"Hei aku merasa kamu bersedih kenapa"ujar Satria


"Aku akan selalu ada di samping mu tidak akan pergi dari mu jangan sedih seperti itu"ujar Satria mengusap wajah Tania


"Enak saja bapak selalu ambil kesempatan bapak sudah membuat saya salah"kesal Tania membuat Satria tersenyum


" Apa mau cium saya bogem kepala bapak "ujar Tanin mengepalkan tangannya di depan Satria

__ADS_1


"Kamu itu emang calon istri ku"ujar Satria tersenyum mengacak-acak rambut Tania


"Aku pulang dulu ya sayang tapi tenang nanti malam aku ke rumah oke"ujar Satria


"Pak jangan nanti tuan Kenzo marah sebaiknya bapak datang nya nunggu udah sembuh total"ujar Tania


"Ehh kenapa kamu udah izinin aku menemui mu di rumah ada kemajuan nih"ujar Satria tersenyum


"Ya sudah bapak ngak usah datang ke rumah saya lagi"ucap Tania kesal


"Ehh jangan dong ya ya aku datang nunggu sembuh total dan nanti kak Cinta bantuin kamu di sini"ujar Satria


"Ya sudah pergi sana kenapa malah diam"ujar Tania


"Aku tidak akan pergi sebelum peluk kamu biar rindu ku hilang"ujar Satria


"Ngak akan"ujar Tania


"Baik lah aku tidak akan pergi biarin aja papa marah marah sama kamu"ujar Satria santai


"Menjengkelkan "geram Tania memeluk Satria


"Nah gitu dong"ujar Satria mencium kepala Tania


"Aku pulang dulu"ujar Satria mengusap pipi Tania lalu berlalu pergi


"Ya ampun pipi ku panas lagi"ujar Tania menepuk pipi nya dia jadi kegirangan padahal tau Kenzo marah besar pada nya


###


Meski di larang keras Satria tetap menjenguk Tania seperti malam sebelumnya dia hanya mengobrol biasa sama Tania hanya sekedar menghilangkan rasa rindu nya


"Apa bapak melihat keriput di wajah saya "geram Tania tidak terima di katakan tua


"Tidak bukan begitu masak kamu tidak mengerti lho aku ini mau ajak kamu menikah"ujar Satria mengaruk kepalanya


"Coba bapak ajak keluarga bapak ke sini bicara pada orang tua saya"ujar Tania


"Benarkah oke jika begitu besok aku akan ajak orang tua ku melamar mu tapi apa kamu tidak lagi mempermainkan ku kali ini"ucap Satria menatap Tania


"Tidak saya akan membuat bapak menyadari sesuatu supaya bapak tidak menganggu saya lagi"ujar Tania


"Tidak masalah aku mau ajak orang tua ku besok"ujar Satria serius


"Kali ini aku akan membuat kak Satria melupakan aku dan aku mau menjalankan kehidupan seperti sebelumnya"batin Tania


"Aku senang sebentar lagi aku dan Tania akan bersama selama nya"batin Satria tersenyum menatap Tania


###


Satria benar serius dia meminta orang tua nya melamar Tania secara langsung kali ini dia tidak sabar , setelah melakukan beberapa persiapan akhirnya mereka segera berangkat untuk menemani Satria melamar orang yg dia cinta.Di rumah Tania mereka juga bersiap ibu nya sedikit ragu dengan keputusan Tania


"Tania ibu harap kamu tidak gegabah"ujar ibu nya cemas


"Bu aku hanya menunjukkan pada kak Satria jika aku dan dia tidak bisa bersama aku akan melakukan sesuatu"ujar Tania


"Ibu berharap kabar baik"ujar ibu nya, Tania berdiri dan berjalan pelan bersama ibu nya yg ternyata Satria dan orang tua nya sudah bicara pada ayah nya Tania

__ADS_1


"Karna juga ada Tania dan ibu nya langsung saja kami ingin melamar Tania"ujar Kenzo selaku papa nya Satria


"Jika kami hanya ingin Tania bahagia keputusan ada di tangannya"ucap ayah nya Tania


"Bagaimana Tania"ujar Naila serius


"Sebelum itu aku ingin mengatakan sesuatu sebelum aku bekerja di perusahaan Mahendra grub karna tidak ada uang aku pernah menjadi wanita malam "ucap Tania serius orang tua nya diam saja termasuk yg ada di sana


"Tania maafkan aku"lirih Satria


"Sudah ku duga itu"ucap Tania sinis menatap Satria


"Maafkan aku karna menodai kesucian mu kamu jadi merela kan diri menjual diri andai kejadian itu tidak terjadi mungkin kamu akan mempertahankan kehormatan mu itu karna aku semua menghancurkan mu maafkan aku"ujar Satria menunduk


"Tidak apa aku merasa di sini tidak ada yg perlu di salah kan semua sudah telanjur "ujar Tania menatap Satria penuh arti


"Meski begitu aku akan tetap menikahi mu karna aku tulus mencintaimu tidak peduli dengan masa lalu mu yg aku ingin kan membangun kebahagiaan dan masa depan bersama mu karna aku kamu banyak mengalami penderitaan aku janji hanya kebahagiaan yg tertulis di takdir mu kedepannya "ucap Satria serius


"Mungkin kak Satria bisa menerima tapi belum tentu orang tua kak Satria menerima nya"ucap Tania serius


"Satria......ucap Kenzo terpotong


"Apa lagi Tania itu kebahagiaan Satria jangan pikir kan nama baik dan kehormatan kita yg penting kebahagiaan anak kita"ucap Naila menatap Kenzo sebal


"Apa salah nya aku mengatakan keinginan ku"kesal Kenzo


"Seperti dulu kamu tidak mau di pisahkan dengan ku begitu pun Satria tidak ingin di pisahkan oleh orang yg dia cinta kamu tega melihat anak mu menderita menjengkelkan sekali"geram Naila menatap Kenzo


"Tunggu sepertinya kamu mengungkit masa lalu"ujar Kenzo


"Dasar pria tidak tau diri pria sombong pria angkuh tuan Kenzo Mahendra aku tidak melupakan ya yg kamu lakukan di masa lalu kamu itu tidak baik jadi mengenai keputusan anak-anak aku yang ambil "ketus Naila


"Berani kamu memaki ku"geram Kenzo


"Kenapa tidak berani"kesal Naila


"Cih wanita jelek"ejek Kenzo


"Bajingan tua"geram Naila sudah berdiri


"Bajingan tua, meski begitu ya aku ini di ingin kan semua orang"ujar Kenzo berdiri


"Ohh seperti itu "ujar Naila sebal


"Sebenarnya ini acara siapa sih berhenti bertengkar nya memalukan sekali"kesal Satria


"Lihat saja nanti malam aku akan menghukum mu berani ya kamu sama Naila Salsabila Arthur"geram Naila


"Enak saja keangkuhan itu milik ku nona Arthur"sindir Kenzo


"Berani kamu ya jika begitu aku mau tinggal sama kak Arvin saja jengkel melihat mu tidak pernah berubah "geram Naila


"Sayang kenapa kamu sensitif sekali sih kamu kan tau Arvin sangat sibuk jangan bebani dia ya"ujar Kenzo membujuk Naila yg tadi geram jadi tertawa Kenzo tidak pernah berubah takut saat Naila tinggal kan


"Makan nya kamu ini turuti kata istri "ujar Naila tersenyum


"Iya ya kamu udah mulai mengancam ku dengan itu"ujar Kenzo cemberut

__ADS_1


"Maaf ya semua nya ini hanya pertengkaran kecil soal masa lalu Tania kami tidak masalah akan hal itu"ujar Naila kembali duduk


"Kenapa jadi seperti ini bukan nya kak Satria kecewa yg terjadi tapi kenapa dia malah merasa bersalah dan kenapa mereka keluarga terhormat mau menerima bagaimana ini rencana ku gagal"batin Tania gelisah dia hanya berbohong menjadi wanita malam dia lakukan supaya Satria ilfil


__ADS_2