Perjalanan Cinta Sang Dokter

Perjalanan Cinta Sang Dokter
Tragedi


__ADS_3

Setelah sampai rumah Rey segera turun dari mobil dan membuka pintu di samping nya tempat Cinta duduk terlihat wajah Cinta sangat sedih dan nampak syok mata nya sembab karna dia terus menangis tanpa suara karna memang Rey tipe pria bertanggung jawab dia akan menjaga Cinta biar Cinta tidak berbuat macam macam apa lagi Rey la yg merengut kesucian nya tanpa Cinta tau


"Saya bantu rasanya sakit saat kamu paksa berjalan"ucap Rey datar


"Bagaimana kamu tau"ucap Cinta menatap Rey lekat


"Profesi saya adalah dokter "ucap Rey mengenakan jas dokter nya pada Cinta lalu mengendong Cinta lalu Rey melangkah masuk


"Rey Cinta nya kenapa"tanya Dita yg duduk bersama yg lain mereka lagi menonton


"Rey katakan kenapa Cinta kamu gendong dan kenapa kulit leher nya merah"tanya Naila serius menatap Cinta dia yg menghindari tatapan mama nya mungkin malu atas apa yg terjadi


"Saya suaminya saya tidak sengaja menggauli nya"ucap Rey datar Cinta menatap wajah Rey lagi


"Ohh seperti itu"ujar Naila mengerti


"Apa boleh saya pergi"ujar Rey di angguki Naila mereka kembali menonton Rey melangkah ke kamar nya mendudukkan Cinta di ujung kasur


"Saya bantu kamu membersihkan tubuh"ujar Rey lalu mengedong Cinta lagi dan memasukkan Cinta ke bath up dan mengisi air


"Kenapa kamu baik pada saya apa kamu merasa kasihan kepada saya"ujar Cinta pelan air mata nya jatuh lagi Rey mengambil dasi dari pakaian kotor dan mengikat mata nya agar tidak melihat tubuh Cinta


"Saya takut pada papa mu jika saya tidak bertanggung jawab terhadap mu"ujar Rey


"Biar lah Cinta tidak mengetahui semua nya aku akan menunggu waktu yg tepat mengatakan nya jika aku lah yg telah meniduri nya aku yakin Dapit akan mencari tau kejadian sesungguhnya kenapa sampai semua nya terjadi karna anak nya telah meninggal"batin Rey


"Rey bisa kah kamu tinggal kan saya sendiri"ujar Cinta lirih


"Keputus asaan terlihat di wajah mu seperti nya kamu mau sendiri karna ingin mengakhiri hidup"ucap Rey


"Biar saya bantu lepas kan saja baju mu"ujar Rey lagi Cinta terdiam


"Bagaimana saya tidak putus asa sama saja saya di perk*** dan pelaku nya bukan suami saya atau pun kekasih saya hancur hati saya Rey saya merasa sangat hina dan ternoda"ujar Cinta menangis Rey diam saja


"Mandi lah dengan benar"ujar Rey lalu mengosok lengan Cinta yg sudah melepaskan baju dan Cinta bersender di bathtub pikirannya melayang kemana mana dengan ari mata menetes.Setelah rasa cukup dan rasa sakit sedikit berkurang Cinta menyudahi mandi nya Rey dengan cekatan mengambil jubah mandi membalut tubuh Cinta dan Rey kembali mengedong Cinta meletakkan Cinta di ujung kasur


"Kamu sering pakai baju apa"tanya Rey serius


"Sekena nya saja"jawab Cinta,Rey mengambil baju Cinta dan menyerah kan nya Rey menghentikan langkah nya lagi lagi dia menguap Rey menggeleng kan kepalanya


"Kenapa terasa berat aku tidak bisa menahan nya"gumam Rey


"Jika kanu butuh sesuatu minta bantu sama yang lain"lirih Rey lalu dia berbaring sembarang arah


"Kamu baik"tanya Cinta


"Saya ingin tidur"ujar Rey dan seketika terlelap


"Rey"panggil Cinta


"Saya mau tidur maaf"ucap Rey dengan mata terpejam Cinta diam saja dia memakai baju nya mengistirahatkan tubuhnya Cinta melirik Rey yg terlelap, itu kali pertama mereka berbaring bersama


"Kak Devan maafkan aku tidak bisa menjaga nya demi kak Devan"lirih Cinta menangis lagi tidak lelah nya


####


☀️☀️☀️


Cinta perlahan membuka mata saat merasakan sinar pagi dia termenung bersender di kepala ranjang dia melewatkan makan siang dan makan malam sekarang Cinta sangat kelaparan rasa sakit di area sensitif nya juga berkurang tapi Cinta merasa kepalanya pusing mungkin efek dari dia menangis lalu Cinta melirik Rey masih posisi kemarin


"Rey Rey"panggil Cinta dengan menggoyang kan tubuh Rey


"Emm "Rey menggeliat pelan dia perlahan duduk menghirup udara dan membuka mata


"Ternyata seperti ini rasanya tidur lelap"ucap Rey dia merasa sedikit segar ini kali pertama Rey tidur tanpa bantuan pingsan atau pun obat tidur atau obat sejenis


"Kamu bisa sendiri saya punya pekerjaan"ujar Rey beranjak dan masuk ke kamar mandi Cinta sangat lapar dia tetap berbaring


"Kamu masih mau tidur"ucap Rey setelah selesai mandi dan berpakaian


"Saya masih mau di kamar ngak mau keluar"ujar Cinta pelan


"Oke"ucap Rey keluar dia memiliki janji dengan Arvin untuk datang ke universitas


"Rey Cinta ngak sarapan "tanya Naila lekat


"Dia ngak mau keluar kamar"ujar Rey mengambil posisi dan duduk,Meski marah Naila tidak bisa mengabaikan anak nya apa lagi Naila mendengar dengan jelas cerita nya dari Satria


"Makan lah "ucap Naila duduk di samping Cinta memberikan napan itu Cinta duduk dan menunduk memakan sarapannya Naila prihatin dengan anak nya itu


"Apa kamu menyadari sesuatu "ucap Naila


"Ma aku mohon jangan sekarang meski Rey baik pada ku tepi aku cinta sama kak Devan meski adik nya berbuat seperti itu aku tetap cinta sama kak Devan"ujar Cinta pelan dia gemetar saat mengingat yg terjadi kemarin apa lagi pada saat Devan membunuh adik nya sendiri

__ADS_1


"Semoga kamu cepat menyadari nya Cinta jika Devan dan keluarga nya sama saja"ujar Naila lalu berlalu pergi Cinta hanya mampu menangis meratapi kehidupan nya


####


"Kenapa kamu tega Devan membunuh adik mu sendiri "ujar Clara meratapi kematian anak nya


"Ma dia sudah berani berbuat seperti itu pada Cinta "ucap Devan nampak penuh amara


"Meski begitu kamu melakukan kesalahan Devan membunuh saudara kamu sendiri "ucap Dapit nampak sangat kesal


"Pa aku sangat mencintai Cinta tapi apa yg Delpin lakukan "ujar Devan datar


"Demi Cinta kamu membunuh adik mu besok besok demi Cinta kamu membunuh semua anggota keluarga mu"ujar Dapit lalu berlalu


"Jika benar Delpin menodai Cinta itu bagus sepadan atas apa yg terjadi pada Cinta kehancuran pasti Kenzo sangat hancur sama seperti ku tapi kenapa Kenzo tidak mengamuk apa dia tidak mengetahui nya"gumam Dapit lalu menelpon Kenzo


"Hai Kenzo bagaimana keadaan putri mu aku harap dia tidak bunuh diri"ucap Dapit mengejek di sebrang telpon


"Hahaha Dapit Dapit kamu sudah kehilangan satu putra masih saja ingin melihat aku hancur sebenarnya aku prihatin terhadap mu kehilangan putra nya dan putra mu sendiri yg membunuh nya menantu ku itu cukup cerdas mengadu domba nya asal kamu tau menantu ku itu yg sudah meniduri Cinta dan Devan hanya mengira Delpin yg melakukan nya menurut nya sampai dia membunuh nya"jelas Kenzo lalu mematikan sambungan telepon


"Breksek"teriak Dapit


"Devan"teriak Dapit murka menemui Devan


Karna kebenaran sudah terungkap Devan sangat menyesali membunuh adik nya itu dia menangis menyesal di hajar papa nya Devan bersumpah akan membunuh Rey karna sudah berani merencanakan nya sebelum melakukan itu Devan ingin bertemu dengan Cinta dua memaksa Cinta untuk bertemu di tempat biasa


Cinta tetap datang dengan wajah pucat jujur dia merasa belum siap atas semua nya demi Devan dia mau ketemu sama Devan, Cinta masuk ke rumah kosong melihat Cinta Devan memeluk Cinta dengan erat


"Kamu baik kan"ujar Devan mengecup kening Cinta


"Iya kak"ucap Cinta pelan mengengam tangan Devan


"Maafkan aku"lirih Cinta menjatuhkan air mata


"Tidak ini bukan kesalahan mu dengan ada nya masalah ini aku akan tetap menikahi mu kelak"ucap Devan serius


"Apa karna adik kak Devan menodai ku "lirih Cinta


"Tidak Cinta kita di tipu oleh Rey dia lah yg menyentuh mu menjebak Delpin sampai semua nya terjadi "ucap Devan


"Apa"ucap Cinta kaget


"Iya papa mu sendiri mengatakan itu karna Rey sudah menceritakan semua nya"ujar Devan serius


"Rey acara kita selesai begitu cepat ya "ujar Arvin memasuki museum


"Aku sangat merindukan mama ku itu apa kamu tau Rey dia wanita pertama yg aku cintai dan sayangi aku amat menyayangi nya "ujar Arvin tersenyum melihat Difa


"Love you mom"ujar Arvin mengecup pipi Dita


"Anak nakal love nya sama cewek lain bukan sama ibu ibu"kekeh Dita mengusap kepala Arvin


"Ayo lah ma Cinta ku hanya untuk mama seorang yg lain minggir"ujar Arvin tertawa


"Iya sayang mama juga sangat menyayangi mu mama bangga pada kamu sama persis sama papa mu berbakti pada orang tua dan hebat"ujar Dita tersenyum


"Rey"panggil Devan masuk bersama Cinta mereka semua menoleh


Plak plak


"Kamu pria kejam yg breksek"maki Cinta menampar kedua pipi Rey


"Berani nya kamu menjebak adik ku ya"ujar Devan mencengkram baju Rey


"Kamu jahat Rey saya kira kamu benar baik pada saya"ujar Cinta penuh amara


Hihihi


"Ck ck ck aku merasa bangga diri"ujar Rey tertawa puas menepis tangan Devan


"Apa kamu tau Devan adik mu mati di tangan mu aku seperti mendengar jeritan penyesalan mu"ucap Rey


"Kurang ajar kamu Rey"teriak Devan ingin menonjok Rey tapi Rey menahan nya


"Dan kamu Cinta kamu sangat beruntung memiliki keluarga ini tapi kamu bodoh menyia kan mereka demi pria ini kamu beruntung memiliki sosok ibu seperti Naila itu "ujar Rey


"Ya aku akui Devan"ujar Rey menepuk bahu Devan


"Aku menikmati tubuh Cinta mencium nya mencumbu nya begitu nikmat ternyata kesucian aku miliki"ujar Rey


Plak


"Saya sangat membenci mu Rey saya merasa jijik sekarang ini"ujar Cinta lagi -lagi menampar Rey

__ADS_1


"Cinta"ucap Naila marah


"Cukup ma Rey la yg jahat"ujar Cinta


"Kamu memang keterlaluan Cinta demi Devan kamu memusuhi keluarga mu sendiri"ujar Naila marah


"Devan sama hal nya dengan Dapit yg sudah membunuh keluarga kita semua"ujar Naila marah


"Kenapa Rey kamu melakukan nya apa atas keluarga Mahendra kamu melakukan nya apa kamu budak mereka oh aku lupa jika kamu tidak punya keluarga"ujar devan sinis


"Ck sebenarnya kamu sudah kalah dari ku Devan karna aku miliki Cinta"ujar Rey masih santai tapi darah nya bergemuruh hebat


"Meski begitu aku akan tetap menikahi Cinta"ujar Devan


Plak


"Jangan harap kamu bisa"ujar Naila menampar Devan


"Sialan"ujar Devan mendorong Naila


"Sialan berani nya kamu"ujar Arvin ingin menghajar Devan tapi Devan menendang nya


"Kamu mau tau aku siapa Devan"ujar Rey datar


"Kamu pikir kamu siapa Rey kamu itu hanya dokter sudah bangga diri dan kamu ingin menikah dengan ku dan juga miliki ku"ujar Cinta sangat marah


"Reynad Lintangwijaya "ucap Rey


"Kamu mengingat sesuatu Devan"teriak Rey


"Ayah ku seorang jendral dan ibu ku seorang direktur stasiun televisi dan mereka mengungkapkan kejahatan papa mu yg seorang mafia kejam tapi alhasil mereka di bunuh dan kamu ikut seta membunuh mereka saat kamu kecil kalian membantai keluarga ku membakar mereka hidup hidup meski kalian sudah menembaki nya dan kamu mau tau Cinta aku sampai tidak bisa tidur puluhan tahun karna apa di saat kejadian itu aku tertidur dan paman ku menyelamatkan aku tapi mereka membantai orang tua ku di depan mata ku"jelas Rey dengan penuh amara


"Alasan aku bernafas adalah membalas kalian semua untuk keadilan orang tua ku untuk keadilan orang yg kalian bunuh tanpa dosa "ujar Rey murka


"Ohh ternyata anak itu kamu bodoh nya aku tidak menyuruh papa membunuh mu Rey"ujar Devan lalu mengeluarkan senjatanya


"Rey mundur Rey"ujar Naila cemas


"Jika kamu mati Cinta seutuhnya jadi milik ku"ujar Devan merangkul Cinta


"Aku tidak takut mati "ujar Rey datar


"Devan jangan berani nya kamu "ujar Naila cemas


"Dari dulu kakek ingin membunuh mu tapi tidak bisa wanita tua sekarang aku yg akan membunuh mu"ujar Devan mengarah kan pada Naila


Dor


"Aghh"


Naila tertegun saat tubuh Dita menghalangi nya dan seketika Dita ambruk


"Dita"ujar Naila berlutut


"Mama"ucap Arvin tangan Arvin gemetar menyentuh luka di dada Dita


"Kita harus cepat membawa nya ke rumah saki"ujar Rey cemas sudah mengankat tubuh Dita


"Jangan harap bisa lolos"ujar Devan mengarahkan lagi senjatanya pada Rey


"Kak hentikan"ucap Cinta menarik tangan Devan


"A...Ar...ucap Dita terbata


"Mama aku di sini"lirih Arvin mengengam tangan mama nya


"M...m.mama ngak m..mau ke rumah sakit"ujar Dita terbata


"Mama akan sembuh kita di sini semua dokter pasti bisa menyelematkan mama"ujar Arvin air mata jatuh


"Arvin"ujar Dita memegang wajah Arvin membuat wajah Arvin berlumur darah Rey menurunkan nya lagi


"Ketahui lah ini semua bukan kesalahan siapa siap kamu tau satu hal jika kamu seperti hidup mama "ujar Dita pelan


"Jangan kata kan itu jika mama meninggalkan aku maka aku akan mengikuti mama jika mama di kubur aku akan ikut mama di kubur"ucap Arvin mencium tangan mama nya Dita menatap Naila dengan sendu membuat Naila berlutut


"Nai"ujar Dita berbisik di telinga Naila


"Jaga anak ku dia sangat rapuh kehilangan ku aku melihat nya mencintai Arin seperti aku mencintai dokter Arvin setalah aku mati buat lah Arin menjadi istri nya supaya memulihkan rasa sakit nya"bisik Dita membuat Naila terdiam dia mengengam erat tangan Arvin menyentuh wajah Arvin lagi


"Kenapa nama mu Arvin karna mama sangat mencintai papa mu mama ingin kamu sama seperti papa mu dan mama berharap mama mau meninggalkan dunia ini dengan damai di pelukan mu"ujar Dita tersenyum Arvin gemetar memeluk mama nya penuh derai perlahan tangan Dita di wajah Arvin terjatuh Arvin menekan rasa sakit nya mencium kening mama nya memeluk Dita dengan erat


"Jangan tinggalkan aku ma"teriak Arvin merengkuh tubuh mama nya Naila tidak kuat melihat Arvin seperti itu apa lagi yg meninggal itu Dita sahabat nya dan menyelamatkan nya tentu ada duka yg mendalam

__ADS_1


__ADS_2