
Tania menunggu di dalam kamar inap Satria duduk di samping Satria,Tania melirik jam di pergelangan tangannya sudah 2 jam berlalu Cinta belum juga kembali Tania harus pulang dan istirahat dia besok harus bekerja lagi jika begini dia bisa kecapekan,Tania mengeluarkan ponselnya mengirim pesan pada Cinta namun tidak ada balasan setelah lama Tania berusaha menelpon Cinta namun ponselnya malah tidak aktif membuat Tania jadi resah
"Jika aku tinggal dan nanti pak Satria drop bagaimana tidak ada yg menjaganya duh aku harus bagaimana ini"batin Tania dia jadi gelisah Tania menatap wajah Satria masih pucat Tania memberanikan dirinya mengengam tangan Satria meletakkan di wajahnya
"Kak entah kenapa aku bisa merindu kan semua tentang kak Satria tapi hati kecil ku tidak terima atas apa yg kak Satria lakukan di masa lalu"gumam Tania
"Aku harus bagaimana kak"lirih Tania pelan lalu membaringkan kepala di tangan Satria
###
☀️☀️☀️
Karna pagi sudah tiba jadi gantian lagi kali ini Naila yg berjaga mengantikan Cinta,Naila masuk ke ruangan itu mengambil baju steril dan memakainya Naila mendekat melihat sosok itu tapi dari poster tubuhnya bukan Cinta , perlahan Naila mendekat lalu melihat Tania yg tertidur di tangan Satria sedangkan tangan Satria berada di wajah Tania tidur dengan lelap
"Aku melihat kehidupan baru untuk Satria perjuangannya ngak akan sia sia"gumam Naila tersenyum dia melihat keadaan Satria melewati masa kritis nya kehadiran Tania memang berpengaruh di kehidupan Satria
"Tania Tania"ucap Naila menepuk bahu Tania
"Eghh"lirih Tania mengucek mata membuka lebar mata nya saat melihat Naila Tania sangat terkejut
"Nyonya maafkan saya lancang"ucap Tania menuduk
"Tidak apa Tania justru saya mau berterimakasih berkat kamu Satria melewati masa kritis nya
"Di mana Cinta bukan nya dia menjaga Satria"tanya Naila
"Iya nyonya semalam saya sudah mengantar nona Cinta tapi tiba-tiba dia pulang menyuruh saya menunggu di sini kata nya hanya sebentar tapi lama sampai saya ketiduran maafkan saya"jelas Tania
"Tidak apa kamu pulang saja cuti sekalian terimakasih sudah menjaga Satria"ujar Naila dan Tania mengangguk lalu berlalu pergi
###
Cinta masih tidur memeluk Rey mereka melewati malam yg melelehkan meski begitu Cinta sangat bahagia semua perlakuan Rey pada nya Meski Rey datar namun memenuhi keinginan Cinta bahkan Cinta merasa kan cinta Rey saat menatap nya meski Rey tidak pernah mengungkapkan nya, Cinta membuka mata menggeliat melirik Rey yg tidur dengan lelap Cinta tersenyum mencium pipi Rey lalu menarik selimut duduk di perut Rey
"Bangun suami ku"ujar Cinta mengecup kening Rey
"Eghh kamu ngapain"ucap Rey serak meregangkan otot nya dia duduk memeluk pinggang Cinta mereka sangat intim
"Tampan sekali sih suami ku ini"ujar Cinta tersenyum mencium pipi Rey
"Jangan macam-macam mau aku bikin yg semalam terulang turun dari tubuh ku"ujar Rey
"Tidak "ujar Cinta acuh
"Mau nya dekat pak suami"ujar Cinta memeluk Rey
"Mulai lagi "ujar Rey jengah
"Semalam itu aku sangat senang Rey kamu mau mengakhiri dendam itu karna aku"ujar Cinta mendongak
"Ya ampun Tania"ucap Cinta baru ingat
"Aku menyuruh nya menunggu Satria dan aku akan kembali tapi aku malah melupakan nya ya ampun Tania"ujar Cinta panik
"Rey ayo "ucap Cinta menarik tangan Rey menuju kamar mandi
Karna Cinta menarik Rey dalam keadaan polos jadi mereka melewati satu adegan di dalam kamar mandi jadi mandi nya lama setelah baru mereka bergegas ke rumah sakit meski begitu Cinta sangat lengket pada Rey terus menempel
"Pak suami selamat kerja"ujar menarik menarik dasi Rey mencium pipi itu
"Malu"ucap Rey datar
"Apa ,kenapa apa ada gebetan mu di sini malu aku cium"geram Cinta
"Aku malas jadi nya"ujar Rey jengah
"Ohh begitu mana perempuan itu kamu ngak mau kan dia lihat cih kamu jika mau selingkuh harus yg lebih cantik dari ku karna hanya aku yg cantik kamu tidak bisa selingkuh"cerocos Cinta seketika Rey mencium bibir Cinta mereka jadi hanyut
"Di depan umum aku tidak mau menunjukkan nya kamu paham"ujar Rey mengusap bibir Cinta
"Suamiku ini "ujar Cinta malu malu
"Ehm ehm "dehem Naila di depan kamar inap Satria
"Mama"ucap Cinta
"Di mana Tania"ucap Cinta lagi
__ADS_1
"Dia udah pulang mama suruh pulang berkat dia Satria melewati masa kritis nya "ujar Naila tersenyum
"Benarkah"ujar Cinta tersenyum memeluk Naila
"Satria akan segera sadar kan ma"ucap Cinta lagi
"Belum pasti tapi Satria sudah melewati maut nya meski dia belum sadar tapi kita bisa lega akan hal ini"ujar Naila
"Syukur jika begitu"ucap Cinta lega
"Ma karna mama udah ada di sini aku mau berangkat kerja"ujar Cinta
"Iya"ucap Naila kedua nya segera pamit pergi,Cinta naik mobil Tania yg dia pinjam dan Rey segera menuju kantor nya,Saat Cinta sampai dia kaget melihat Tania bicara pada seketaris
"Lho Tania kamu kok ada di sini kata mama kamu cuti"ujar Cinta keheranan
"Iya nona nyonya Naila ingin saya cuti tapi saya tetap kerja saya baik baik saja"ujar Tania
"Tapi kan Tania semalam kamu gantiin aku jagain Satria kamu pasti capek kamu cuti saja lah"ujar Cinta
"Tidak apa nona saya jagain pak Satria juga ketiduran saya sudah istirahat jadi saya kerja"jelas Tania
"Terserah kamu lah"ujar Cinta
"Soal meeting apa udah siap"tanya Cinta
"Di undur sampai siang Nona karna klien kita ada beberapa kepentingan "ujar Tania
"Baik kamu atur mana bagus nya"ujar Cinta berlalu menuju ruangannya dan Tania kembali ke ruangannya membawa kopi nya
Arvin memeriksa keadaan Satria yg kian membaik dari detak jantung luka Satria semua sudah mulai membaik Arvin lega keadaan Satria sudah baik baik saja tidak ada yg di khawatir kan.Satria membuka matanya pelan setelah lama terbaring dia melihat sekeliling ada Arvin yg sibuk memeriksa alat yg menempel di tubuh nya ada Arin duduk di sofa menunggu Arvin selesai Satria mengingat kenapa dia sampai di sini yg di ketahui Satria rumah sakit
"Tania"ucap Satria ingat dengan wanita itu dia beranjak duduk melepaskan oksigen
"Hei kamu kesetanan baru sadar mau kemana kamu butuh istirahat"ujar Arvin kaget
"Tidak aku tidak perlu istirahat Tania masih ada di sana Devan sialan itu akan melukainya aku harus menemuinya"ujar Satria menahan sakit
"Ehh sialan Tania yg membawa mu ke sini "ujar Arvin
"Lalu dia baik baik saja kan"ujar Satria
"Tuh kan aku harus melihat nya"ujar Satria
"Kamu istirahat saja Satria aku hanya becanda Tania baik baik saja"ujar Arvin menahan Satria
"Tidak aku harus melihat nya"ujar Satria menahan dadanya yg terasa sakit
"Susah ya ngadepin orang bucin seperti mu"ujar Arvin memeriksa jantung Satria dan beberapa luka Satria
"Kamu baru sadar nanti aku telepon kak Cinta kamu diam di sini"ujar Arvin lagi
"Cepat sedikit"ucap Satria,Arvin mengeluarkan ponsel nya
"Kak ada kabar baik Satria udah sadar"ujar Arvin saat Cinta menjawab telpon nya
"Benar kah Satria sudah sadar"ujar Cinta senang
"Iya kak dia maksa terus ingin ketemu sama Tania jika tidak aku rasa dia akan kabur "ujar Arvin
"Baik aku akan mengajak Tania"ujar Cinta mematikan teleponnya
"Tuh dengar kak Cinta yg akan ngajak Tania ke sini kamu sabar sedikit"ujar Arvin membuat Satria lega
"Ada apa nona"bisik Tania karna mereka lagi meeting
"Satria sudah sadar ayo kita jenguk dia"ujar Cinta
"Tapi nona kita ada meeting ke depannya juga ada meeting"ujar Tania
"Saran saya anda jenguk saja pak Satria biar saya handel semuanya di sini"ujar Tania
"Emm baik lah "ujar Cinta berdiri
"Tuan tuan maaf saya ada kepentingan meeting nya di lanjutkan oleh asisten saya"jelas Cinta
"Tidak apa nona silahkan "ujar nya Cinta segera pergi
__ADS_1
"Satria akhirnya kamu sadar juga"ujar Cinta memeluk Satia yg masih berbaring sudah ada keluarga yg lain
"Iya iya"ujar Satria melepaskan pelukannya
"Mana Tania"tanya Satria
"Ahh di kantor ada meeting jadi dia handel di sana"jelas Cinta
"Kakak aku tidak butuh apa apa aku hanya mau Tania kok kak Cinta ngak ajak dia sih"kesal Satria
"Aku ini ingin menjenguk mu tidak penting apa"kesal Cinta
"Aku hanya mau Tania"kesal Satria
"Ehh kamu harus sadar diri siapa tau itu hanya alasan Tania dia kan ngak suka pada mu"ujar Arvin
"Benar itu Satria lupakan Tania"ujar Kenzo
"Aku tidak akan melupakan nya"tegas Satria
"Satria kamu istirahat saja Tania kan lagi kerja nanti juga jika dia tidak ada pekerjaan akan menjenguk mu"ujar Naila
"Iya ma"ujar Satria akhirnya dia bisa diam juga
Mendengar Satria sadar entah kenapa Tania menjadi sangat senang tapi dia tidak mau menemui Satria biar kan saja Satria istirahat Tania akan pokus mengurus perusahaan karna Cinta tidak bisa datang lagi
"Syukur kak Satria udah sadar"ucap Tania lega
###
Pagi pagi Tania sudah siap dia jadi semangat untuk bekerja kemarin Cinta tidak kembali ke kantor jadi Tania harus mengurus semua nya, semua memberi hormat pada Tania sebagai menyapa Tania hanya santai masuk keruangan nya
"Aku lupa apa file kemarin itu udah di selesaikan nona Cinta"gumam Tania meletakkan tas nya lalu berjalan menuju ruang direktur saat Tania membuka pintu Satria menatap dengan tersenyum manis memakai baju rumah sakit
"Tunggu ini ilusi ku atau bagaimana"batin Tania
"Cepat sini kenapa di situ ayo masuk bantu aku"ujar Satria santai Tania mendekat
"Bapak ngapain di sini"ujar Tania
"Mau kerja sekaligus jenguk kamu"ujar Satria
"Tapi bapak kan masih sakit"ujar Tania
"Kamu kemarin di suruh menjenguk ku kenapa tidak menemui ku karna kamu tidak akan datang aku yg akan menjenguk mu"ujar Satria
"Bapak gila ya baru sadar udah balik kerja sebaik nya bapak pulang aja"ujar Tania
"Tania aku cemas pada mu apa lagi harus mengurus perusahaan sendiri"ujar Satria memegang bahu Tania
"Bapak kira saya ini lemah gitu"geram Tania
"Tidak ,tapi kamu bantu aku ganti baju masak iya aku kerja pakai baju pasien seperti ini"ujar Satria
"Bapak emang menyusahkan sekali"ucap Tania membuka armari lalu mengambil celana hitam serta kemeja dan jas
"Ayo"ucap Satria menarik tangan Tania menuju kamar pribadi
"Aghhh bapak kenapa melepas baju"teriak Tania saat Satria melepaskan baju nya
"Ya mau ganti baju lah"ujar Satria
"Ighh aku tidak mau melihat nya"teriak Tania menutup mata nya
"Aku tidak memaksa mu untuk melihat tapi kamu harus membantu ku"ujar Satria santai
"Ayo cepat mana kemejanya"ujar Satria lagi
"Menjengkelkan tidak bisa apa pakai sendiri"ujar Tania membuka mata nya berusaha tidak menatap tubuh Satria
"Kan lagi luka"ujar Satria tersenyum
"Aghhh kenapa kamu menyentuh nya sakit"ujar Satria saat tangan Tania tidak sengaja menyentuh bekas tembakan
"Maaf"ujar Tania replek memegang dada Satria
"Tidak apa kok"ujar Satria tersenyum meletakkan tangannya di atas tangan Tania di dadanya
__ADS_1
"Enak saja mau ambil kesempatan nih pakai sendiri jika udah bisa kerja berarti udah kuat kan pakai sendiri pakaian nya"ketus Tania meletakkan baju Satria lalu berlalu pergi
"Panas panas panas"ucap Tania menepuk pipinya mengingat saat Satria memegang tangan nya tidak ingin berfikir aneh Tania memeriksa file kemarin