Perjalanan Cinta Sang Dokter

Perjalanan Cinta Sang Dokter
70


__ADS_3

Hari ini pertama Tania kerja dia sudah bersiap dengan pakaian rapi nya Tania naik ojek datang ke perusahaan itu masih sangat pagi sekali karna itu jadwal nya Tania tidak yakin John datang awal secara John sudah banyak yg kenal paling nanti Tania menunggu pikir Tania dia berjalan santai masuk ke perusahaan itu menuju lantai atas


"Kamu Tania "ucap sekretaris itu melihat Tania keluar dari lift


"Iya "ujar Tania


"Sudah di tunggu pak John di ruangannya"ujar nya


"Apa"ujar Tania kaget dia segera menuju ruangan John


"Pagi sekali pak John datang nya"ucap Tania mengetuk pintu ada perintah masuk Tania masuk


"Selamat pagi pak"sapa Tania sedikit menunduk


"Pagi Tania sudah siap "ujar John sibuk menyiapkan berkas


"Sudah pak"ujar Tania yakin


"Baik Tania saya akan menjelaskan tugas mu"ujar John serius


"Kamu tidak hanya jadi asisten direktur tapi juga asisten pribadi jadi dari penampilan bos mu makan nya sampai hal kecil kamu harus lebih perhatikan dan ingat soal makan selalu makanan sehat dan penampilan mu harus tetap sopan dan rapi kamu itu asisten Mahendra grub"ujar John


"Saya mengerti pak saya sudah membaca nya"ujar Tania


"Bagus jika begitu kamu harus bisa mengatur waktu bos mu dari pekerjaan pertemuan meeting bahkan hal pribadi jika bos mu tidak ada kamu ingat kan 15 menit sebelum ada pertemuan"ujar John


"Apa kamu bisa menyetir mobil"tanya John lagi


"Pak saya motor aja ngak punya apa lagi mobil bagaimana bisa saya bisa menyetir mobil"ujar Tania jujur


"Kamu akan belajar nanti nya setelah jam istirahat kamu akan di beri fasilitas asisten ponsel kerja kendaraan dan tempat tinggal kamu akan tinggal di apartemen "jelas John sungguh Tania sangat senang akan hal itu


"Kamu bisa menunggu nona Cinta di ruangan nya"ujar John


"Baik pak saya permisi"ujar Tania lalu permisi dan masuk ke ruangan direktur tapi Tania tidak tau jika John tengah mengetes nya John memperhatikan Tania dari kamera tersembunyi di ruangan direktur


"Cinta Salsabila Mahendra "baca Tania di papan nama meja direktur


"Duh nona Cinta pasti lama s masak iya kerjaan ku hanya ini"gumam Tania bosan dia berdiri dan melihat meja itu berantakan Tania merapikan nya dan melihat sebuah kalung di meja itu


"Ya ampun ini diamond pasti sangat mahal ya tentu ini kan ruangan nona Cinta "gumam Tania takjub melihat kalung yg indah itu dan Tania melihat amplop besar di bawah meja saat Tania melihat nya isi nya uang yg sangat banyak


"Nona Cinta ceroboh sekali meletakkan uang sebanyak ini"gumam nya lalu membuka laci meletakkan uang itu dan membuka laci atas meletakkan kalung itu Tania juga melihat sebuah foto

__ADS_1


"Ini tuan Kenzo apa ini nyonya Naila dia sangat mirip sama nona Cinta sangat cantik"ujar Tania tersenyum membersihkan foto itu merapikan meja Cinta


Cinta juga melihat dari ponselnya karna John mengatakan akan menguji Tania baru dia bisa jadi asisten dan Cinta setuju dia melihat itu merasa puas dia tidak salah menilai Tania


"Makan yg benar Cinta"tegur Naila di meja makan


"Iya ma aku puas melihat asisten ku dia sangat jujur "ujar Cinta tersenyum


"Jujur dan baik hati tidak cukup Cinta dia harus memiliki tekad keyakinan dan kerja keras memang hanya hati di gunakan jadi asisten Mahendra grub papa ragu jika wanita yg jadi asisten mu"ujar Kenzo santai


"Kenapa pa"tanya Cinta


"Ya kamu tau sendiri dunia bisnis itu tidak seperti dapur oke jika dia bisa handal tapi kamu tau kan Cinta keluarga kita itu seperti apa nanti nya apa dia sanggup menjaga mu"ujar Kenzo meneguk kopi nya


"Hanya 1 tahun pa nanti kan Satria yg gantiin aku"ujar Cinta


"Cinta papa punya dua anak kamu dan Satria nanti membuktikan siapa yg pantas menjadi direktur selebihnya kalian hanya akan jadi wakil direktur jika kamu yg pantas bagaimana kamu tau kan Satria engan memimpin perusahaan"jelas Kenzo


"Ihh papa kok gitu ma bilangin sama Satria pokoknya dia harus mimpin perusahaan aku kan mau nikah nanti nya masak harus sibuk sama pekerjaan"kesal Cinta dan itu sukses membuat Dita dan suaminya terbatuk


"Apa nikah"ujar Kenzo


"Memang nya punya calon"ujar Kenzo serius


"Iya ada hehe"ujar Cinta menyengir dia keceplosan


"Iya ma dia dosen ku saat di kampus Satria sama Arvin juga udah kenal kok"ujar Cinta tersenyum


"Baik lah papa akan berusaha melepaskan mu"ujar Kenzo mencium pipi Naila


"Yg mau pisah Cinta kenapa malah mencium ku"ujar Naila membersihkan bekas di cium Kenzo


"Hei apa kamu tidak menyukainya kenapa di hapus"kesal Kenzo lalu mencium bibir Naila membuat Naila memukul Kenzo


"Dasar genit"ujar Naila mencubit lengan Kenzo


"Makan nya jangan beraninya sama ku"ujar Kenzo tersenyum mencium kepala Naila


"Romantis nya jadi ingin ke kamar juga"ujar tuan Arthur langsung saja Dita menampar kepala suaminya membuat Kenzo dan Naila tertawa geli Cinta hanya tersenyum melihat tingkah orang tua nya


###


Devan mengajak Cinta mengunjungi rumah yg akan mereka tempati kelak rumah itu sangat mewah terlihat dari desain nya elegan dan mewah Cinta juga sangat menyukai desain nya

__ADS_1


"Suka"tanya Devan memeluk Cinta dari belakang


"Iya kak indah banget"ujar Cinta tersenyum


"Di sini kita akan mulai kehidupan yg baru kamu milik ku selama nya sayang"bisik Devan


"Keluarga ku udah tau hubungan kita nanti jika udah siap aku ajak kak Devan ketemu sama papa mama"ujar Cinta berbalik


"Iya nanti ya setelah aku tidak ada pekerjaan"ujar Devan memegang pipi Cinta


"Love you baby"ujar Devan mengalungkan tangan Cinta di leher nya


"Love you too"ujar Cinta tersenyum Devan mendekat kan wajah ingin mencium bibir Cinta baru menyentuh bibir Cinta sedikit Cinta memalingkan wajahnya


"Nolak lagi"ujar Devan kecewa


"Kakak tau kan sejak kejadian itu Satria sangat tidak menyukai itu aku tidak mau membuat dia kecewa "ujar Cinta menjelaskan


"Iya aku ngerti kok ayo kita lihat lagi rumah nya"ujar Devan merangkul Cinta mereka melihat sekeliling


###


"Tuan Kenzo"ucap Naila memegang wajah Kenzo yg membenamkan wajahnya di leher Naila yg lagi berbaring


"Emm"dehem Kenzo


"Tuan kenzo nangis ya mau di tinggal Cinta"ujar Naila mengelus kepala Kenzo


"Hei dari kecil aku merawat nya tentu nanti aku merasa kehilangan nya dia jauh dariku saja aku sedih"ujar Kenzo menatap Naila mengusap kening Naila dengan telunjuk nya


"Tuan Kenzo ku itu lah beda nya anak dan istri anak nanti memiliki kehidupan sendiri beda dengan istri selalu ada di samping suami meski anak anak kita telah pergi aku akan tetap bersama tuan Kenzo"ujar Naila tersenyum mengalungkan tangannya di leher Kenzo


"Iya juga sih boleh nambah istri biar rame"goda Kenzo


"Ihh apa aku ngak puas"kesal Naila mencubit dada Kenzo


"Sayang"ujar Kenzo tersenyum


"Terimakasih"ujar kedua nya lalu tertawa


"Mau bilang apa"ujar Naila tersenyum


"Aku mau bilang terimakasih atas semua nya aku sangat bahagia bersama mu"ujar Kenzo mencium pipi Naila

__ADS_1


"Aku mau bilang juga terimakasih atas semua kebahagiaan ini perjalanan Cinta ku serumit belajar bedah"ujar Naila lalu tertawa


"Dasar kamu"ujar Kenzo tersenyum kembali memeluk Naila mereka berusaha menikmati masa tua bersama


__ADS_2