Perjalanan Cinta Sang Dokter

Perjalanan Cinta Sang Dokter
Kabar bahagia


__ADS_3

Kenzo melihat Naila tertidur di selimut tebal sudah Kenzo duga Naila tertidur seharian karna Kenzo telepon pun tidak ada jawaban Kenzo memakluminya karna stamina Naila sedikit turun karna dia pernah operasi.Kenzo menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya karna dia juga butuh istirahat setelah selesai Kenzo baru menuju kasur ikut Naila berbaring dia ikut masuk ke selimut Naila meneliti wajah Naila dan baju naila sedikit terbuka melihat kan bekas jahitan di dada Naila itu hal yg sering Kenzo perhatikan setiap dia mencumbu Naila takut jahitan itu terbuka dan Naila mati itu lah di pikiran Kenzo


"Emm tuan Kenzo"ucap Naila menguap mata nya menyadari tatapan Kenzo


"Aku sudah membaik jika tuan meminta nya aku siap kok"ujar Naila menatap wajah Kenzo yg jadi suram apa dia melakukan kesalahan karna Kenzo sendiri bilang jika dia akan setiap saat menginginkan Naila dan Naila harus siap itu jika Kenzo meminta nya jika tidak Kenzo sibuk


"Kenapa wajah seperti itu apa dia terlalu lama menunggu ku tertidur "batin Naila cemas


"Tuan Kenzo"ucap Naila menyentuh pipi Kenzo sekarang dia jadi berani menyentuh kenzo biar Kenzo melunak


"Lepas"ucap Kenzo datar menepis tangan Naila


"Apa aku melakukan kesalahan "tanya Naila takut


"Salah besar kenapa kamu mengatakan itu apa aku ini mencintaimu karna tubuh mu dengar aku mencintaimu karna aku cinta sama kamu suka di dekat mu"ujar Kenzo datar


"Maaf tapi aku hanya mengikuti perkataan tuan Kenzo yg ingin selalu menikmati tubuh ku jika tuan Kenzo ada waktu "ujar Naila


"Aku ngak mau kamu sakit"ujar Kenzo tatapannya begitu lembut terasa hati Naila bergetar melihat tatapan Kenzo


"Aku mau tidur aja biar kamu tidak sakit aku temani"ujar Kenzo lalu melingkar kan tangannya di perut Naila membenamkan wajahnya di leher Naila sesekali mencium nya


"Aku kira tuan Kenzo mencintai ku karna tubuh ku ternyata dia benar mencintai ku dia tidak terlalu buruk tugas ku harus membalas cinta nya "batin Naila senang dia mengelus kepala Kenzo tanpa sadar


"Hei kenapa kamu mengelus ku apa kamu mau menggoda ku sudah ku bilang aku tidak mau melakukan nya"ucap Kenzo cepat


"Bukan begitu aku senang tuan Kenzo benar mencintai ku jadi tangan ku replek sendiri"ujar Naila cepat


"Tangan sabar ya nanti juga ada bagian nya tapi jangan sekarang tuan tubuh mu nanti sakit "ujar Kenzo bicara pada tangan Naila lalu kembali mencium leher Naila untuk menghirup aroma Naila


"Benar gila tuan Kenzo benar gila apa aku senang di cintai pria gila ini"batin Naila memijit kepalanya dia kembali memejamkan matanya


☀️☀️☀️


"Naila apa kamu yakin mau masuk hari ini"tanya Kenzo memastikan karna Naila sudah akan tugas lagi di rumah sakit


"Iya tuan Kenzo aku sudah segar karna kemarin seharian istirahat nya"ujar Naila


"Ya sudah tapi jaga kesehatan jika kamu sakit aku hancurkan rumah sakit kamu itu"ujar Kenzo serius


"Pria gila ini sangat menyebalkan aku harus segera taklukkan dia"batin Naila


"Tuan Kenzo aku ini udah sehat jadi jangan khawatir"ujar Naila dengan tersenyum memegang wajah Kenzo


"Baik lah aku tau kamu sudah sehat"ujar Kenzo sumringah memeluk pinggang Naila dan mengecupnya dengan lama Naila sampai mengcengkram kemeja Kenzo dan Kenzo turun lagi mengecup nya


"Ayo"ujar Kenzo merangkul Naila mencium bibir Naila seketika mereka segera menuju meja makan untuk sarapan


"Nai kamu ngak mau balik ke rumah sakit"tanya Arvin santai


"Engak deh kak aku kan mau ngurus juga rumah sakit bantu kak Rafi"ujar Naila mengambil makan


"Atau mau ikut bunda memeriksa sebentar rumah sakit cabang lain"ujar Nandira


"Kayak nya ngak juga deh bun karna kak Rafi bilang semalam itu jika rumah sakit itu ada masalah jadi kak Rafi juga mau minta saran dari ku aku mau pokus dulu ngurus rumah sakit yg aku diri kan sama kak Rafi"ujar Naila


"Ya sudah terserah kamu saja"ujar Nandira mereka menikmati sarapan


Naila di antar sama Toni ke rumah sakit nya bahkan Toni menunggu di dalam mobil nona nya itu karna perintah dari Kenzo.Naila masuk segera menemui Rafi di ruangannya setelah dapat izin. Naila segera masuk dan duduk


"Maaf Nai menganggu libur mu"ujar Rafi tersenyum

__ADS_1


"Tidak apa kak tuan Kenzo aja udah kerja"ujar Naila


"Gimana kak"ujar Naila serius


"Gini Nai karna rumah sakit kita paling murah banyak pihak lain menuntut kita menaikan tarif karna tidak sesuai dengan prosedur kesehatan karna ini juga para preman seperti mau menguasai rumah sakit kita karna terlihat lemah jadi aku ikut keputusan kamu aja"ujar Rafi serius Naila terdiam berusaha berfikir keputusan apa yg akan dia ambil


"Gini aja kak kita sama kan tarif seperti rumah sakit yg lain tapi dari kalangan kurang mampu itu kita beri promo murah jadi jangan umum kan rumah sakit kita murah tapi bilang sama resepsionis untuk melihat kondisi pasean jika dia kurang mampu maka beri dia harga yg mampu dia bayar soal preman kita tingkat kan kemampuan keamanan "jelas Naila


"Aku mengerti Nai biar aku yg urus aku bisa memberi rancangannya "ucap Rafi mengerti


"Oke aku kerja dulu kak aku rasa semua akan selesai "ujar Naila berdiri lalu kembali bekerja


Toni turun dari mobil melepaskan baju bodyguard nya karna perintah dari Naila dia terlihat menakutkan dengan tubuh kekar dan berotot dengan baju kaos nya karna Toni melihat seseorang seperti ingin membuat masalah


"Ada apa"ujar Toni santai mendekati para preman itu


"Ngak usah ikut campur "ujar nya Toni hanya menonton orang itu mengancam keamanan itu tapi saat para preman mau masuk Toni menarik baju mereka


"Jika ingin membuat masalah jangan berani masuk"ucap Toni


"Hei diam kamu kami sudah biasa meminta uang keamanan di sini"ujar nya ingin nyelonong masuk tapi Toni manarik baju preman itu segera preman itu memukul wajah Toni tapi Toni tidak bergeming sama sekali menarik tangan memukul pria itu sekali pukul pria itu langsung terpental membuat preman itu takut apa lagi dengan wajah garang Toni


"Toni"panggil Naila mendekat


"Kamu jangan sembarangan ya memukul orang aku benar tidak suka"kesal Naila


"Maaf"ucap Toni menunduk


"Saya hanya menjalankan tugas untuk melindungi nona"ujar Toni lagi


"Menyebalkan jangan memukul orang karna aku"kesal Naila lalu melihat preman itu kabur Naila hanya menghembuskan nafasnya pelan kembali masuk menuju ruang pasean nya


###


"Aku merasa kamu sedikit suka makan"ujar Kenzo mendongak


"Hanya lapar tuan masak aku lapar ngak makan"ujar Naila tersenyum memegang bahu Kenzo meletakkan sisir nya


"Tuan please jangan suruh Toni mengikuti ku"ujar Naila duduk di pangkuan Kenzo seperti anak kecil karna Kenzo paling suka jika Naila manja


"Tidak ada toleran jika menyangkut diri mu kamu mengerti "ujar Kenzo mencium pipi Naila


"Iss dia menyebalkan sama seperti tuan Kenzo"kesal Naila


"Hei berani membantah ku aku akan mencekik mu"ujar Kenzo memegang leher Naila dan mencium nya


"Bunuh saja"geram Naila melingkar tangan nya di leher Kenzo


"Tuan merasa ngak sih jika aku sedikit agresif "tanya Naila serius


"Tidak kamu sama saja"ujar Kenzo mencium leher Naila


"Ihh tuan aku lagi serius"ujar Naila mengankat kepala Kenzo


"Ini seperti tanda"ujar Naila berfikir


"Jangan bilang hati mu bocor lagi aduh jangan sampai mencari hati mu sangat susah"ujar Kenzo panik


"Bukan tuan"ujar Naila


"Ini tanda seperti ibu hamil agresif mood berubah suka makan karna dia berbadan dua"ujar Naila serius

__ADS_1


"Jika kamu hamil aku sangat bahagia"ujar Kenzo senyum pertama nya terlihat sangat meleleh kan hati Naila


"Ya ampun jika tau tuan Kenzo tersenyum seperti ini aku bisa pingsan menikmati nya ahh suami ku emang tampan "batin Naila tersenyum


"Jika itu benar maka aku akan sangat senang"ujar Kenzo memegang wajah Naila lalu mengecupi wajah Naila


"Tuan Kenzo ini hanya perkiraan lagian aku ngak mual"ujar Naila


"Ngapain mau mual"ucap Kenzo


"Iss itu tanda hamil tuan Kenzo''ujar Naila malas


"Kemarin aku melihat John mual apa dia tengah hamil"tanya Kenzo serius Naila melotot menepuk jidat nya


"Ya engak kayak itu juga tuan Kenzo"ujar Naila sebal


"Nanti aja deh anggap aja aku belum hamil"ujar Naila jadi pusing


"Jika kamu hamil aku sangat senang"ujar Kenzo lalu mencium bibir Naila tanpa sadar Naila melingkar kan tangan di leher Kenzo dan malah membalas ciuman Kenzo membuat Kenzo tersentak


"Aku"ujar Kenzo dada nya bergemuruh hebat Naila malu dia memeluk Kenzo


"Ayo makan"ajak Naila lirih Kenzo tersenyum mengusap kepala Naila lalu dia berdiri mereka segera sarapan


###


"Aku sangat penasaran apa benar aku hamil"ucap Naila berjalan gontai masuk ke rumah sakit


"Aku periksa deh"ucap Naila menuju ruang kandungan


"Dokter Naila silahkan duduk ada apa"ujar dokter itu sopan


"Tidak aku hanya iseng ingin memeriksa apa aku hamil"ujar Naila dia jadi gugup


"Iseng bagaimana dok"ucap nya tersenyum


"Aku kurang yakin sih jika aku hamil "ujar Naila ragu


"Sudah pakai tes peak"tanya nya Naila mengeleng


"Kita langsung USG aja dok"ujar nya berdiri Naila ikut berdiri dan menuju brandar Naila segera berbaring dokter itu mengakat baju Naila memoles kan sesuatu dan meletakkan alat itu Naila ikut memperhatikan


"A....apa itu"ucap Naila kaget replek mengengam tangan dokter itu


"Aku aku"ujar Naila dia benar syok


"Dokter kan punya suami kenapa takut hamil"kekeh nya benar ada seperti kacang di dalam perut Naila tidak lain itu benih Kenzo yg mulai tumbuh


"Aku bukan takut tapi syok"ujar Naila tidak percaya


"Perkiraan ini sangat muda dok masih sangat rentan jadi harus hati hati perkiraan baru berusia 2 minggu"ujar nya


"Ya ampun jadi aku benar hamil"ujar Naila mengeleng pelan lalu duduk mengambil ponselnya menelpon Kenzo


"Tuan Kenzo di mana"tanya Naila setelah suara Kenzo terdengar


"Masih di kantor ada apa"ucap Kenzo serius


"Aku ingin memberi tau sesuatu bisa temui aku sekarang"ucap Naila dia deg degan ingin memberi tau Kenzo bagaimana reaksi Kenzo nanti


"Baik lah aku akan ke sana"ujar Kenzo dan mematikan telpon nya Naila jadi berdebar bagaimana reaksi Kenzo nanti mengetahui dia hamil

__ADS_1


__ADS_2