Perjalanan Cinta Sang Dokter

Perjalanan Cinta Sang Dokter
Pernikahan


__ADS_3

Satria merasa janggal dengan kepergian Arvin karna di telpon juga Arvin tidak menjawab telpon nya meski Dita menelpon Satria jadi meragukan kepergian Arvin tapi Devan terus memperhatikan Satria karna dia cukup takut jika yg di katakan Arvin benar jika Satria akan menghancurkan rencana nya


"Satria kenapa kamu tidak membantu yg lain"ujar Devan berusaha mengalihkan pikiran Satria


"Iya ini mau bantu"ujar Satria lalu berlalu membantu Kenzo melihat persiapan


"Satria kamu tidak mau mengabadikan ini semua"ujar Kenzo


"Iya juga ya pa aku foto deh bentar aku ambil kamera di kamar Arvin"ujar Satria lalu berlalu ke lantai atas


"Dimana dia meletakkan kamera nya"gumam Satria melihat kamar Arvin


"Ini dia"ujar Satria mengambil nya dia menemukan foto ingin mengambil nya


"Satria ayo cepat "ujar Devan masuk


"Iya"ujar Satria lalu berlalu


"Ini foto Devin"gumam Devan lalu mengambil nya dan pergi


###


Setelah mengabadikan momen Satria kembali ke kamar Arvin dia duduk di meja belajar Arvin mengambil ponselnya berusaha menelpon Arvin tapi sambungan telponnya masuk namun Arvin tidak menjawab nya sama sekali


"Arvin kemana dari pagi aku telepon jangan kan mengankat telepon ku mengirim pesan saja dia tidak sama sekali"gumam Satria dan meletakkan ponselnya Satria mengambil laptop Arvin berniat melihat foto yg di ambilnya tadi Satria melihat file dan membukanya


"Dapit Wilkinson"gumam Satria membaca nya


"Ngapain Arvin menyelidiki Dapit"gumam Satria terus ke bawah melihat anak anak Dapit lalu ada foto keluarga Dapit membuat Satria menatap serius


"Apa ini Devan"gumam Satria mengingat Devan selalu membuat nya sibuk sejak hilangnya Arvin


"Jangan jangan Devan ini anak nya Dapit yg berusaha menghancurkan keluarga ini"gumam Satria datar dia membaca semua daftar keluarga Dapit


"Aku harus mencari Arvin jangan sampai Devan membuat nya terluka berani sekali Devan ingin menipu kak Cinta"ujar Satria melirik jam di pergelangan tangannya pukul 8 malam besok Cinta akan menikah


"Aku harus cepat"ujar Satria berdiri merapikan semua nya lalu keluar


"Satria kamu ngapain keluar dari kamar Arvin"tanya Devan serius


"Tampang nya menipu semua orang lihat saja nanti apa yg akan aku lakukan"batin Satria


"Tidak aku hanya mengembalikan kamera Arvin"ujar Satria


"Sebaiknya kamu istirahat besok hari melelahkan"ujar Satria menepuk bahu Devan lalu pergi


"Bagus Satria tidak curiga"gumam Devan tersenyum jahat


###


Satria melihat situasi sudah sepi karna hampir malam dia keluar karna takut jika dia pergi Devan mengetahui nya jadi Satria pergi setelah keadaan rumah sepi Satria sudah mencari alamat rumah Dapit dia akan ke sana tapi kali ini Satria mengendarai mobilnya


"Rumah nya lumayan besar tapi tidak mungkin Devan menyembunyikan Arvin di rumah nya jika dia menculik nya"gumam Satria mengintai


"Aku harus mencari Arvin kemana"gumam Satria mengusap wajahnya kasar Satria melihat ponselnya mencari mengenai markas Dapit setelah dapat Satria segera pergi tapi saat datang dia tidak menemukan mobil Arvin


"Aku harus bagaimana jam menunjukkan pukul 4 pagi jika aku memberi tau keluarga aku takut Devan akan mengancam keselamatan Arvin"ujar Satria stres dia memperhatikan markas


"Aku tidak boleh menyerah"gumam Satria serius


####


☀️☀️☀️


Pagi menjelang keadaan rumah sudah sangat sibuk untuk makeup pengantin nya Cinta sudah di rias secantik mungkin sama hal nya dengan Devan pihak keluarga juga sudah di rias kompak dengan pengantin


"Kemana Satria ini"gumam Naila masuk ke kamar Satria saat membuka tidak ada tanda Satria


"Satria "panggil Naila


"Satria "panggil Naila membuka kamar mandi tapi kosong


"Sayang ayo kamu ngapain disini, orang mulai rame"ujar Kenzo masuk

__ADS_1


"Iya tapi Satria"ujar Naila


"Ayo dia bisa sendiri sayang"ujar Kenzo menarik tangan Naila menuju ke bawah untuk menyambut para tamu


"Gimana tuan Kenzo apa sudah siap untuk di lakukan akad nikah nya"tanya nya


"Tunggu sebentar pengantin lagi bersiap"ujar Kenzo


"Baik tuan"ujar nya sabar menunggu


"Cinta ayo"ujar Dita menggandeng Cinta


"Tan kemana mama aku gugup"ujar Cinta


"Mama mu lagi menemani para tamu "ujar Dita mengusap tangan Cinta menenangkan nya


"Apa kah pengantin pria udah siap"ucap penghulu itu


"Siap pak"jawab Devan yakin


"Pengantin wanita nya"ujar nya Naila memberi isyarat pada Cinta untuk mendekat lalu Cinta yg di gandeng sama Dita mendekati Devan dan duduk di samping Devan


"Pengantin wanita apa sudah siap untuk menikah"tanya nya


"Iya pak saya siap"jawab Cinta


"Baik jika begitu proses nikah nya kita mulai ya"ujar nya Devan tersenyum lebar menatap Cinta


"Tuan Kenzo siap menikah kan anak nya"tanya nya


"Iya pak"ujar Kenzo


"Karna semua sudah siap akad nikah nya kita mulai "ujar nya


"Berhenti "ucap Satria datang lalu Arvin ikut di belakang Satria membuat Devan terkejut


"Arvin kamu kenapa"ujar Dita menyentuh wajah Arvin


"Satria kenapa kamu membubarkan semua"ujar Kenzo saat melihat ada beberapa bodyguard menyuruh para tamu pergi


"Kamu jangan mimpi bisa menikahi kak Cinta"ujar Satria


"Satria kamu ini apaan sih datang datang membubarkan acara ini"kesal Cinta


"Iya Satria jangan seperti ini"ujar Naila


"Kalian semua udah di bohongi Devan ma pa dia itu bukan sebatang kara tapi punya keluarga dia ada anak Dapit yg menghancurkan kita semua dan dia mau menikahi kak Cinta karna dendam karna udah lama dia merencanakan ini semua"ujar Satria


"Benar itu om papa sejak aku tau aku di culik oleh nya di siksa oleh nya karna takut aku membongkar kebusukan nya"ujar Arvin ikut menjelaskan


"Kurang ajar kamu ya"ujar Kenzo


"Kak apa benar ini"ujar Cinta serius


"Emang benar semua nya jika aku anak dari Dapit tapi percaya lah cinta ku pada mu tulus aku benar mencintai mu percaya lah pada ku"ujar Devan serius memegang wajah Cinta


"Semua perlakuan ku selama ini benar dari hati ku sayang percaya lah"ujar Devan serius Cinta menemukan kejujuran di mata Devan


"Kamu harus ikutin perkataan ku demi kita bisa hidup bersama"bisik Devan memeluk Cinta


"Hei jangan menyentuh kakak ku"ujar Satria


"Kamu itu tidak pantas untuk kakak ku"ujar Satria


"Oke aku akui memang benar aku anak dari Dapit lalu kalian mau apa"ujar Devan serius


"Kamu berusaha menipu kami apa kamu tau apa yg papa mu lakukan terhadap keluarga kami hah"teriak Kenzo


"Kamu tidak bisa hidup bersama anak saya"ujar Kenzo


"Ini ngak bisa om kami berdua saling mencintai dan apa om tau aku dan Cinta udah pernah tidur beberapa kali iya kan Cinta"ujar Devan mengengam tangan Cinta menatap Cinta


"Apa kamu bilang "ujar Naila

__ADS_1


"Cinta kata kan jika semua itu tidak benar "ujar Kenzo serius


"Itu benar....Plak belum sempat Cinta menyelesaikan ucapannya Naila sudah menamparnya


"Kamu sadar apa yg kamu katakan"ujar Naila marah


"Ma aku cinta sama kak Devan kami saling mencintai"ujar Cibta menatap Naila


Plak


"Kamu bilang saling mencintai apa kamu sadar apa yg kamu katakan Cinta tidur bersama tanpa pernikahan itu adalah penghinaan kamu itu seorang wanita terhormat kenapa kamu lakukan hah"bentak Naila


"Ma udah aku katakan aku dan kak Devan saling mencintai jadi kami melakukan itu beberapa kali jadi biarkan kami menikah "ujar Cinta


"Kamu"ujar Naila mengangkat tangannya


"Anak..."ucap Naila menahan dada nya


Bruk


Naila terjatuh menatap Cinta penuh amara dada nya terasa sesak Naila butuh oksigen dia mengalami serangan jantung melihat itu Kenzo memangku kepala Naila


"Naila kamu kenapa"ujar Kenzo


"A...k.u"ujar Naila mencengkram baju Kenzo dengan erat


"Kenzo Naila mengalami serangan jantung Arvin ambil oksigen di kamar papa"ujar tuan Arthur panik


"Sayang bernafas dengan tenang "ujar Kenzo memegang wajah Naila dia ingin mengatakan sesuatu tapi tidak bisa sampai Naila jadi tidak sadar kan diri


"Om papa minggir "ujar Arvin datar bersama Satria lalu Arvin memasangkan oksigen di mulut Naila


"Pa nadi tante mama melemah kita harus membawa ke rumah sakit"ujar Arvin


"Arvin Satria bawa mama ke rumah sakit "ujar tuan Arthur


"Iya pa"ujar Arvin dia mengendong Naila dan Satria memegang oksigen Dita ikut membantu


"Kenzo mau kemana"ujar tuan Arthur menahan


"Lepas jika istriku terluka aku akan membunuh mereka berdua"ujar kenzo menunjuk Cinta dan Devan


" jangan lepas tanggung jawab ini, biar gimana pun kita harus mengambil keputusan kamu mau Cinta menikah sama anak dari Dapit penyebab kehancuran kita "ujar tuan Arthur membuat Kenzo terdiam


"Sekarang kamu pergi dari sini sebelum saya melakukan kekerasan "ujar Kenzo


"Pa jangan, aku cinta sama kak Devan tolong nikah kan kami"ujar Cinta memegang tangan Kenzo


"Sebelum istri ku baik baik saja jangan memanggilku papa kamu mengerti"bentak Kenzo lalu memberi isyarat pada anak buah nya untuk menyeret Devan


"Lepas kan aku, Cinta"teriak Devan memanggil Cinta


"Pa jangan lakukan"ujar Cinta memohon


"Bagaimana dengan pernikahan ini"tanya tuan Artuh


"Akan tetap terlaksana aku akan mencari pengantin nya aku tidak bisa membiarkan hanya gadis bodoh ini menghancurkan nama besar keluarga kita "ujar Kenzo menatap Cinta penuh amara


"Tunggu aku punya pria yg menurut ku cocok dengan Cinta"ujar tuan Arthur serius


"Aku tidak mau menikah sama orang lain jangan memaksa ku seperti ini pa kalian menikah dengan pilihan sendiri kenapa aku harus menikah di jodohkan"ujar Cinta mulai menangis


"Jangan membantah kamu harus terima atas apa yg kamu perbuat"ujar Kenzo datar


"Siapa dia"tanya Kenzo pada tuan Arthur


"Reynad Lintangwijaya"ucap tuan Arthur serius


"Dia seorang dokter berbakat dari bandung "jelas tuan Arthur


"Anak itu ya aku mengingat itu saat bertemu dengan nya baik panggil dia untuk menikah dengan dia meski tidak mau paksa dia"ujar Kenzo datar


"Pa jangan lakukan"mohon Cinta menangis

__ADS_1


"Lepas"sentak Kenzo lalu berlalu Cinta menangis memeluk lututnya dia tidak mau semua ini terjadi dia sangat Cinta sama Devan


__ADS_2