Perjalanan Cinta Sang Dokter

Perjalanan Cinta Sang Dokter
Di paksa mesra


__ADS_3

Karna merasa jengkel dengan tingkah paman nya yg terus bicara tentang diri nya akhirnya Rey mengajak paman dan Cinta pulang ke apartemen nya untuk beberapa hari sungguh Rey merasa kesal dengan paman nya tapi dia harus memenuhi permintaan paman nya supaya cepat pulang,Rey mengajak Cinta masuk bersama paman nya ke apartemen itu terlihat rapi karna Rey menyuruh orang untuk membersihkan nya agar terlihat selalu rapi jika Rey kapan saja butuh tempat ternyaman nya


"Di sini hanya ada dua kamar kamu tidur sendiri biar saya tidur dengan paman"ujar Rey menuju kamar


"Rey paman tidak suka lagi tidur dengan mu kamu tidur dengan Cinta saja ya lagian kan kalian suami istri "ucap paman tersenyum lalu menuju kamar


"Menyebalkan "gerutu Rey lalu masuk ke kamar nya Cinta ikut serta melihat kamar Rey terlihat gelap saat lampu Rey nyalakan terlihat tempat nya kotor ada tikus di sana


"Aghh"karna terkejut Cinta melompat ke gendongan Rey


"Ihh kamu jorok sekali Rey kamar sendiri tidak di beres kan"pekik Cinta memeluk leher Rey dengan erat karna jijik


"Turun badan mu berat"ucap Rey melempar badan Cinta ke kasur


"Aduh Rey kami tidak berperasaan"kesal Cinta memegang pinggang nya


"Wajar ini kotor karna saya ngak bersihin saya tidak mengizinkan satu orang pun masuk kamu orang pertama yg masuk jadi jaga batasan mu terhadap kamar saya"ketus Rey membuka tirai dan jendela


"Kamu bersihin kamar ini saya beli makan malam dulu ingat jangan melewati batas"ucap Rey lalu berlalu


"Cih seenaknya saja dia memerintah aku tidak terbiasa sialan beberes aku kan hanya masak "gerutu Cinta mengumpul kan pakaian kotor


"Ihh sih Rey jorok banget sih"gumam Cinta memungut ****** ***** Rey mengambil seprey dan selimut mengambil semua pakaian kotor setelah itu Cinta mengelap semua barang di sana karna terdapat banyak sekali debu sampai membuat Cinta terbatuk batuk


"Aduh capek sekali"ujar Cinta kelelahan masih bagian lantai yg belum di pel


"Apa sudah selesai "ucap Rey masuk


"Seenaknya bertanya capek tau"kesal Cinta menyeka keringat nya


"Kamu saja terlalu di manja"ujar Rey lalu mengepel lantai


"Cih dia menjengkelkan"gumam Cinta dia menghembuskan nafas


"Selesai ambil seprey bersih di lemari"perintah Rey saat dia menoleh ternyata Cinta tertidur yg masih duduk di lantai dengan bersender di kasur Rey mendekat lalu berjongkok mendorong kepala Cinta membuat badan Cinta ikut terdorong ke samping dan terjatuh


Bugh


"Aww"keluh Cinta mengelus tangannya menatap Rey dengan jengkel


"Cih dasar putri manja segitu saja sudah kecapekan"sindir Rey


"Siapa putri manja lagian aku kecapekan karna ulah kamu semalam yg membuat tenaga ku habis dan seharian aku harus kerja tentu aku capek"ucap Cinta cepat lalu dia menyadari ucapan nya dia menatap Rey yg biasa saja


"Lalu jika saya yg membuat capek harus baik pada mu jangan harap"ketus Rey berdiri


"Dasar tidak punya perasaan"kesal Cinta berdiri


"Ambil seprey sana"ujar Rey merapikan pellan nya Cinta mengambil seprey nya mulai memasang kan nya


"Sudah waktunya makan malam"ucap Rey melirik jam nya


"Aku mandi dulu"ujar Cinta


"Tidak usah nanti paman menunggu lama ayo"ucap Rey berlalu karna takut paman menunggu Cinta ikut dan benar paman sudah ada di meja makan


"Paman tunggu sebentar ya aku ambilin dulu"ujar Cinta tersenyum ramah mengambil piring


"Kamu sangat mirip dengan ibu mu Cinta ya meski paman tidak lama mengenal kalian tapi kalian sama persis sangat cantik"puji paman


"Terimakasih atas pujiannya paman aku akui memang aku sangat cantik tapi hanya mata tidak normal menganggap ku tidak cantik"ucap Cinta melirik Rey


"Apa kamu lagi menyindir seseorang Cinta"ucap paman mengerti


"Menyindir sih ngak paman tapi jika ada yg merasa apa boleh buat"ujar Cinta tertawa kecil bersama paman Rey diam saja seperti dia hanya sendiri di rumah itu


"Ayo makan paman sangat suka makanan ini sama seperti Rey"ucap paman tersenyum melihat menu ikan panggang asam pedas , setelah perdebatan kecil itu mereka makan tenang


"Cinta kamu kerja apa"tanya paman


"Sementara menunggu Satria siap memimpin perusahaan aku kerja paman kesibukan kantor"ujar Cinta mengunyah makanannya

__ADS_1


"Bagus itu tapi setelah kamu berhenti bekerja kamu mau sibuk apa"tanya paman


"Jika dulu sih paman aku hanya ingin seperti ibu seperti biasa bahagia bersama pria yg aku cintai karna ya mama ku juga seperti itu meski dia seorang dokter dia tetap bertanggung jawab sebagai kewajiban wanita "ucap Cinta


"Mama mu dokter"tanya paman


"Sebenarnya keluarga ku dokter sih paman dari nenek ku mama ku om Arvin sama hal nya dengan Arvin dan juga Satra mereka dokter semua"jelas Cinta


"Wow itu hal luar biasa nah Rey kamu bisa belajar nambah pengalaman dari ibu mertua mu itu"ujar paman


"Tapi paman aku meragukan nya menjadi dokter karna ya dari nenek mama om sama adik adik ku wajar saja jadi dokter karna ya mereka ramah suka tersenyum lah ini sih Rey irit bicara datar galak dan juga tidak punya perasaan mana bisa jadi dokter yg ada pasien nya lari"ujar Cinta dan gelak paman tertawa


"Aduh kalian berdua ini memang tidak akur seperti yg di bilang papa mu"ucap paman meneguk air putih


"Ngomong ngomong berapa kali kalian melakukan hubungan suami istri "tanya paman


Huuk huuk


Cinta terbatuk dengan pertanyaan spontan itu dengan cepat dia meneguk air putih menunduk malu atas pertanyaan itu


"Rey"ucap paman santai


"Dua"jawab Rey singkat membuat paman tersenyum


"Perbedaan dalam rumah tangga itu pasti ada"ujar nya memicing kan mata nya dan tersenyum


"Ya sudah paman tidur duluan ehh tapi kamu temani Cinta mencuci ya Rey "ucap paman lalu berlalu setelah selesai makan Rey meletakkan piring kotor


"Biar aku saja yg cuci kamu bereskan saja meja makan"ujar Rey menunju dapur


"Emang dia bisa"gumam Cinta tapi dia mengangkat bahu dan pokus dengan tugasnya setelah selesai Cinta menuju dapur melihat Rey mencuci


"Wah wah Sepertinya kamu cukup bagus menjadi cuci piring"ujar Cinta melipat tangannya


"Ehm ehm"dehem paman


"Lebih romantis itu seperti ini"ujar nya mengambil tangan Cinta melingkar kan di perut Rey memeluk Rey dari belakang


"Paman aku tidak betah jadi nya tubuh nya sama keras kayak wajah nya kayak tembok"ujar Cinta cekikikan


"Lanjut kan ya paman hanya ambil air"ujar paman lalu berlalu dan Cinta menarik tangannya Rey mengelap tangannya menuju kamar


"Cih dadar muka tembok"gumam Cinta segera mengikuti Rey yg ternyata sudah ada di kamar mandi


"Kenapa AC nya dingin tadi ngak kayak gini pantas wajah nya dingin cuaca kamar nya saja dingin "ujar Cinta lalu mengambil handuk menunggu Rey saat Rey selesai hanya mengunakan handuk nyelonong begitu saja Cinta segera masuk


"Koper ku di mana"gumam Rey melihat tidak ada koper nya dan Cinta


"Pasti ini ulah paman"gumam Rey mengacak rambut nya lalu membuka lemari semua pakaian nya hilang


"Paman mau apa sih"kesal Rey membuka pintu kamar dan tidak bisa di buka


"Sial paman"triak Rey menggedor pintu paman yg dari luar hanya tersenyum karna dia sudah mengunci pintu itu dengan besi panjang dan dia berlalu


"Ehh koper ku mana"ucap Cinta keluar dari kamar mandi dengan handuk di kepala dan handuk dari dada sampai ke atas lutut


"Di ambil sama paman"ujar Rey binggun harus melakukan apa dia mencari ponsel juga hilang


"Lho terus kita pakai apa"ucap Cinta kebingungan mencari ponsel nya hilang


"Kontrol AC nya kecil kan dikit dingin nih"ujar Cinta


"Ini ulah paman"kesal Rey


"Ya ampun paman mu sama seperti mu menjengkelkan bisa mati kedinginan ini"ujar Cinta merasa hawa dingin itu mulai menusuk tulang Rey mendekat


"Ehh jangan dekat dekat kamu"ujar Cinta spontan menutup dada nya


"Cih seperti tubuh mu bagus saja "ujar Rey sinis


"Ayo kita baring di kasur saja nunggu sampai besok aja"ujar Rey lalu ke kasur masuk ke selimut Cinta melepaskan handuk di kepala nya menuju Rey ikut masuk ke dalam selimut tapi sama saja rasanya sangat dingin

__ADS_1


"Rey ini sangat dingin"ujar Cinta sebal Rey memeluk Cinta


"Aghh Rey aku ngak mau lagi melakukan nya"pekik Cinta


"Diam suara mu seperti tekek berisik amat saya hanya memberi mu kehangatan supaya kamu tidak mati"kesal Rey


"Baik Bain "ujar Cinta cemas jika nanti Rey melakukan nya lagi separuh tubuh Cinta berada di tubuh Rey dan Rey memeluk Cinta mendekapnya


"Ternyata dia begitu hangat ya meski dingin"batin Cinta melingkar kan tangan ke punggung Rey mata nya mulai mengantuk dan tertidur


"Rasanya dingin banget selimut ini tidak cukup tapi aku harus bagaimana"batin Rey mengerat kan pelukannya


###


Saat Cinta bangun Rey tetap pada posisi dan benar dia tidak tidur semalam merasa sinar pagi mereka menghangatkan diri masih sama dengan handuk membuat mereka merasa hangat


"Rey terimakasih semalam aku jadi tidur dengan nyenyak"ucap Cinta tersenyum tapi Rey diam saja Cinta berdiri ingin menyisir rambut tapi dia terdiam lebih dekat dengan cermin


"Hei Rey kamu mengambil kesempatan lihat ini"tunjuk Cinta pada leher nya


"Seperti nya bukan saya yg tidak punya perasaan kamu meninggalkan saya tidur dengan kedinginan selimut kurang hangat jadi saya hanya ingin tubuh saya tetap hangat "ucap Rey cepat


"Cih kamu menjengkelkan"ucap Cinta kesal


Ckelek


"Bagaimana semalam"ucap paman masuk Rey menoleh lalu mengambil selimut menyelimuti tubuh Cinta


"Ini tidak lucu paman"ketus Rey


"Apa kamu posesif Rey tidak suka tubuh Cinta di tatap"ucap paman


"Sudah becanda nya paman mana baju ku aku mau tugas di rumah sakit"kesal Rey


"Baik aku izin kan tapi ingat Rey pulang makan siang dan pulang nya pukul 4 sore"ujar paman


"Iya "ujar Rey sebal lalu pergi keluar untuk mengambil koper nya


####


Arin menyender kan tubuh nya di kursi nya dua sangat stres sekarang ini bagaimana tidak stres semalam mama nya mengatakan soal lamaran yg di ajukan Dita untuk Arvin jujur cinta Arin hanya untuk Satria dia sudah lama mencintai Satria sejak pertama bertemu


"Aku harus bagaimana aku cinta sama Satria tapi Arvin sekarang ini dia lagi terpuruk butuh aku"gumam Arin memejamkan matanya


"Seandainya tante Naila melamar ku untuk Satria aku akan sangat bahagia"gumam Arin


"Tapi mending aku bicara sama Arvin dulu deh siapa tau dia punya pilihan"ujar Arin lalu pergi


Arin di beri tau jika Arvin ada di ruangan nya Arin mengintip melihat Arvin menatap sebuah foto dengan termenung Arin melihat kesedihan Arvin dia nyelonong masuk


"Arvin"ucap Arin masuk seketika Arvin menghapus air mata nya


"Ehh Rin di sini"ujar Arvin tersenyum meletakkan foto itu


"Iya kamu lagi ngapain ada yg ingin aku bicarakan"ujar Arin duduk


"Ya bicarakan saja"ujar Arvin tersenyum


"Soal lamaran tante Naila itu bagaimana menurut mu"ujar Arin menatap Arvin


"Ya gimana gimana itu urusan mu Rin jika aku sih oke oke aja apa lagi nikah sama cewek secantik kamu"ujar Arvin tersenyum


"Ayo lah Arvin ini serius "ucap Arin


"Rin aku tidak memaksa kamu menikah dengan ku keputusan ada di tangan mu aku terlalu sibuk pada tugas ku jadi tidak sempat cari wanita "ucap Arvin santai


"Arin andai kamu tau perasaan ku seperti apa aku sangat mencintai mu jika kamu menikah dengan ku aku pasti sangat bahagia "batin Arvin


"Aku akan bicara lagi sama orang tua ku"ujar Arin tersenyum beranjak


"Makan siang yuk"ajak nya untuk menghibur Arvin yg lagi bersedih tentu Arvin menerima dengan baik karna di ajak oleh pujaan hati nya

__ADS_1


__ADS_2