Perjalanan Cinta Sang Dokter

Perjalanan Cinta Sang Dokter
89


__ADS_3

Ponsel Tania terus berdering memaksa nya membuka matanya Tania membuka matanya merasakan kepalanya berdenyut pening Tania memegang kepalanya lalu duduk meneguk air putih Tania mengusap wajah nya dengan kasar dia harus bisa melupakan Rio jika Rio sendiri tidak berjuang untuk nya buat apa Tania terpuruk seperti ini tidak ada hasil nya bahkan Rio tidak memandang nya sama sekali kemarin membiarkan mama nya menghina nya kemarin.Saat Tania buyar dari lamunan dia membuka selimut menemukan baju pria yg di kenakan nya Tania mulai panik dan melebar kan pandangan nya itu bukan kamar nya mata Tania tajam saat melihat Satria tertidur


"Breksek"pekik Tania dengan amara mengebu dia menurun kan kaki polos nya dan mengcengkram baju Satria


"Dasar pria breksek tidak bisa di percaya tega ya kamu melakukan nya lagi memanfaatkan ke mabukan ku"geram Tania


"Apa ,aku tidak melakukan apa apa"ucap Satria kaget


"Cih belagu mu itu menjijikkan kamu yg menganti baju ku lalu meniduri ku kembali iya kan"teriak Tania


"Tania dengar kan dulu penjelasan ku"ujar Satria


"Dasar berandalan"teriak Tania murka menendang kebanggaan Satria dengan tumit nya


"Aghhh "teriak Satria kesakitan menahan area sensitif nya tidak cukup sampai di situ Tania melempar Satria ke pintu hotel membuat Satria meringis kesakitan


"Bapak kenapa"tanya pelayan itu


"Ssttt aghh"ucap Satria kesakitan


"Sini kamu jika dulu aku diam karna aku lemah sekarang aku benar memberi mu pelajaran sudah cukup kalian membully ku"geram Tania mendekat


"Mbak kenapa bapak nya di pukul"tanya pelayan hotel itu


"Dia melecehkan saya semalam memanfaatkan saya mabuk "geram Tania mengcengkram baju Satra yg masih menahan kesakitan


"Mbak salah paham semalam itu saat mbak tertidur dan muntah bapak ini memanggil saya untuk membantu membersihkan tubuh mbak dan mengantikan baju mbak bahkan bapak ini tidak sedetik pun memandang tubuh mbak dia membiarkan mbak memakai baju nya"jelas nya


"Apa"ujar Tania mengaruk kepala


"Selamat kan keturunan saya"pekik Satria menarik tangan wanita itu


"Iya pak iya pak"ujar nya merangkul Satria membawa nya ke kasur


"Tidak saya mau ke kamar mandi saya juga dokter saya mau periksa sendiri"ucap Satria cepat jadi lah wanita itu membawa Satria ke kamar mandi


"Huh huh aduh Tania benar sengaja melakukan nya untuk ngak ini pecah"gumam Satria melepaskan celana nya memeriksa nya masih aman dia mengistirahatkan bagian sensitif itu sejenak


Tok tok


"Pak bapak"ucap Tania mengetuk pintu


"Aduh bagaimana ini jika dia minta pertanggung jawaban nya bagaimana"ujar Tania panik


"Emm lihat Tania kamu akan terus menempel pada ku karna ini"gumam Satria tersenyum manis lalu keluar


"Hiks hiks kamu tega Tania aku akan tidak akan mempunyai anak lagi aghh"ucap Satria menangis kepalsuan


"S.... saya harus bagaimana pak saya tidak bermaksud seperti itu"ujar Tania binggun


"Kamu tega banget aku sudah minta maaf "ujar Satria bersedih


"Pak Maaf"ujar Tania ingin mendekat tapi selimut itu seolah menarik kaki nya sampai Tania oleng dan menabrak tubuh Satria dan kedua nya terdiam waktu terasa berhenti saat Tania memegang dada Satria mata mereka bertemu dada Satria bergemuruh hebat dia meneguk ludahnya saat melihat bibir Tania sedekat itu Tania sadar Satria menjadi tegang menyadari sesuatu berbahaya itu menjadi tegang membuat Tania sadar jika Satria membohongi nya


plak


"Dasar pria kurang ajar berandalan kamu membohongi ku kan"geram Tania menampar Satria


"Aww kenapa kamu menampar ku"ucap Satria menahan pipinya


"Cih menjengkelkan kenapa punya mu ngak sekalian pecah biar kamu mampus"ucap Tania berdiri dan mengambil ponselnya dan pergi


"Ehh Tania tunggu"ujar Satria berdiri

__ADS_1


"Pak anda harus membayar tagihan ini"ucap pelayan wanita itu membuat Satria tersenyum kecil menyentuh dada nya


"Tania kamu adalah belahan jiwa ku jadi tidak bisa jauh jauh dari ku atau aku bisa mati"ujar Satria tersenyum lalu merogoh dompet melihat total tagihan nya Satria memberi kan kartu nya pelayan itu berlalu untuk menuju resepsionis menyelesaikan pembayaran Satria mengikuti nya


###


Kaki Cinta sudah membaik bahkan dia berjalan hanya menyeret nya saja paling beberapa hari lagi akan sembuh Cinta bersemangat menuju dapur untuk membuat kan makan siang untuk Arvin karna dia belum bicara pada Arvin meski hubungan Cinta dan orang tua nya berjalan baik tapi tidak dengan Arvin


"Nona anda masih sakit biar kami saja"ujar pelayanan itu


"Kalian bisa diam ngak lama lama saya memukul kalian"geram Cinta dia tidak tenang memasak nya lalu Naila mendekat


"Cinta kamu kenapa di dapur"ujar Naila


"Aku lagi olahraga ya masak la ma"ucap Cinta cepat


"Iya mama tau tapi maksud mama kamu kenapa masak"ujar Naila


"Mama diam aja aku bisa kok aku mau masak buat Arvin sekalian menjenguk nya juga"ujar Cinta semangat


"Terserah kamu lah kalian biarkan saja nona Cinta"ujar Naila lalu berlalu karna dapat perintah seperti itu mereka pergi


Cinta tersenyum menatap bekal yg dia bawa tadi kata suster Arvin lagi ada operasi jadi Cinta menunggu di ruangan Arvin tapi tiba-tiba Rey masuk


"Kamu "ujar Rey mendekat membuat Cinta tersenyum


"Iya pak suami"ujar Cinta tersenyum menarik baju Rey untuk mendekat


"Tenang aku ke sini hanya mau bawa kan makan untuk Arvin "ujar Cinta memiliki ide jahil dia mengigit bibir memegang rahang Rey membuat wajah Rey datar sempurna


"Wanita ini nakal sekali suka sekali membuat aku jengkel mana seperti itu lagi aduh kenapa dengan ku aku tertarik aku bisa gila"batin Rey langsung saja mencium bibir Cinta nampak menggoda itu Rey memeluk pinggang Cinta


"Wah wah sekarang kamu makin berani ya pada ku kata nya benci wanita"ujar Cinta mengejek


"Cih jangan berani menggoda saya akan saya buat kamu tobat untuk menggoda saya"ujar Rey sinis lalu menekan Cinta ke meja Rey mencium bibir itu jujur Cinta menginginkan Rey dia tidak tau kenapa sangat merindukan Rey merindu kan sentuhan Rey merindu kan perhatian Rey semua soal Rey Cinta rindu merasa ciuman dari Rey membuat Cinta memejamkan matanya memeluk Rey dengan erat


"Aghh a...aku tidak melihat"ucap Arvin masuk dia panik akan hal itu mendengar Arvin masuk Rey menyudahi nya


"Mau Arvin melihat dada mu itu"ucap Rey datar membenarkan kemeja Cinta meski tidak kerja lagi Cinta sering memakai baju kemeja putih


"Benar ya kata paman kamu posesif"bisik Cinta tersenyum malu memeluk Rey


"Hhmm hmm gimana Rey sudah paham "ucap Arvin serius Rey mengambil amplop coklat di meja Arvin lalu duduk membuka nya


"Mau operasi ginjal bisa ini hal yg mudah"ucap Rey serius


"Iya aku terlalu banyak jadwal jadi aku serahkan padamu"ujar Arvin


"Emm ngomong ngomong jika ingin melakukan nya di ruangan mu saja Rey"ujar Arvin tersenyum membuat wajah Cinta merah karna itu


"Aghh tidak kami hanya iseng saja"ujar Cinta malu malu


"Ohh ya Arvin aku bawakan makan siang untuk mu"ujar Cinta


"Terimakasih kak ngak usah repot"ujar Arvin santai


"Ulangi lagi"ujar Cinta berbinar


"Kamu memanggil ku kak kamu sudah memaafkan aku"ujar Cinta mendekat


"Kak yg membunuh mama ku kan Devan bukan Kak Cinta beda lagi cerita nya jika kak Cinta yg menyuruh Devan aku hanya butuh waktu saja dan juga maafkan aku karna aku kaki kak Cinta seperti itu"ujar Arvin menatap Cinta


"Ahh tidak masalah Arvin aku sangat senang kamu mau memaafkan aku"ujar Cinta memeluk Arvin dengan begitu erat

__ADS_1


"Maafkan aku atas semua nya"ujar Cinta mengusap kepala Arvin


"Tidak masalah kak"ujar Arvin tersenyum memeluk Cinta


"Ohh ya aku harus segera mempersiapkan pertunangan mu biar aku yg menyiapkan nya sendiri"ucap Cinta semangat ya Arin setuju menikah dengan Arvin dia ingin menjadi obat untuk Arvin


"Kak Cinta tidak perlu seperti itu tante mama minta nyiapin nya kak Cinta jangan capek biar kaki nya sembuh"ujar Arvin memegang kedua tangan Cinta


"Aku ngak mau lagi kehilangan keluarga cukup hanya mama"lirih Arvin


"Iya Arvin aku akan jaga diri"ujar Cinta tersenyum mengusap pipi Arvin di lihat dari jauh mereka seperti kekasih saja itu lah Cinta memperlakukan kan adik adik nya seperti itu bahkan jika Satria juga kadang Cinta mengecup wajah adik nya itu meski Naila mengingat kan nya jika mereka sudah dewasa teti tetap Cinta ngeyel


"Kak aku ada beberapa jadwal nanti aku makan jika sudah makan siang"ujar Arvin berdiri


"Iya,aku pulang"ujar Cinta tersenyum mengambil tas nya


"Aku tunggu kamu Rey kapan pun kamu minta akan ku beri"bisik Cinta di telinga Rey dia berlalu begitu saja Rey tiba tiba meneguk ludahnya memperhatikan tubuh Cinta berlalu dia jadi tegang di bawah sana tiba-tiba berdenyut


"Pokus Rey pokus"batin Rey dia berdiri segera ingin melakukan operasi


"Kak Cinta apa kak Cinta tidak pernah mengundang Tania ke acara kita aku tidak pernah melihat nya"ucap Satria berpapasan Cinta yg baru pulang


"Emm banyak alasan nya juga sih pertama kamu jarang mengikuti acara keluarga kita karna sibuk mencari nya kedua dia pernah datang tapi tidak ada kamu dan yg ketiga saat kamu datang dia pasti ada acara lain "jelas Cinta


"Terus bagaimana aku mengundang nya di acara Arvin nanti"ujar Satria semangat


"Jangan khawatir aku nanti yg akan mengundang nya tidak ada alasan untuk nya tidak datang"ujar Cinta tersenyum


"Benarkah ahh terimakasih kak yes"ucap Satria melompat kegirangan memeluk Cinta


"Iya iya senang banget"kekeh Cinta melihat Satria


"Tentu dong kak seperti ikan tanpa air yg akan mati aku pun sama tanpa Tania aku bisa mati"ujar Satria serius


"Lebay"ujar Cinta mengusap kepala Satria


"Iss ngak lebay serius tau"ujar Satria cemberut


"Iya iya sana kerja besok kita akan sibuk"ujar Cinta tersenyum di angguki Satria dia berlalu pergi


###


Rey seharian tidak pokus karna Cinta menggoda nya dia tidak sabar untuk pulang selain tubuh nya sudah tidak tidur yg membutuhkan Cinta Rey merasa jiwa nya di tarik oleh Cinta dan Rey juga memakan pil tidur namun tidak mancur mabuk pun seperti itu .Rey masuk kamar meletakkan tas nya melirik Cinta sudah tertidur piyama tidur di gelap remang itu Cinta semakin nampak menggoda Rey meneguk ludahnya lagi


"Rey kamu harus mandi biar pikiran mu jernih"ujar Rey lalu menuju kamar mandi baru memegang handel pintu Rey menoleh lalu lari ke arah Cinta melompat mencium leher Cinta seperti kesetanan


"Emm Rey kamu menganggu ku tidur saja"ujar Cinta serak memegang wajah Rey


"Kamu menggoda saya habis kamu malam ini"ujar Rey melepaskan baju nya


"Ahh Rey aku masih mau tidur"ucap Cinta tersenyum saat Rey sudah mencium nya Cinta diam dia tersenyum memeluk Rey merasakan sentuhan Rey yg dia rindu kan Cinta membiarkan Rey melakukan semau nya


Tubuh Cinta gemetar menahan pelepasan berulang kali ini kali pertama mereka melakukan dua kali berturut-turut tentu rasa lelah menyerang keduanya dia tidak tau kenapa Rey seperti kesetanan seperti itu Cinta menyentuh wajah Rey di atas nya dengan gemetar Rey menetralkan nafasnya menatap Cinta


"Tangan mu jangan menyentuh saya"ucap Rey datar lalu memisahkan tubuh mereka ingin pergi Cinta memeluk Rey yg akan pergi mereka masih polos


"Rey tidur lah di sini kamu selalu meninggalkan aku kamu tidak tau aku merindukan kehangatan mu aku merindukan perhatian mu dan pelukan mu"ucap Cinta lirih memeluk Rey


"Saya tidak mau"ketus Rey


"Rey apa kamu memang seperti itu menyentuh ku seenaknya tidak memikirkan perasaan ku aku ini istri kamu yg butuh perhatian mu bukan pelayan hidup mu"ujar Cinta


"Jika memang seperti itu jangan berharap lebih Cinta kapan saja saya bisa membuang mu lagian kamu yg menggoda saya "ujar Rey melepaskan pelukan Cinta dan pergi

__ADS_1


"Rey aku mulai mencintaimu kenapa kamu seperti ini"lirih Cinta berbaring menarik selimut sampai ke leher dia menyeka air mata dan tertidur


"Jangan harap Cinta bisa miliki aku"gumam Rey sudah memakai pakaian lengkap lalu dia berbaring memeluk Cinta begitu saja dan Rey mulai tertidur


__ADS_2