Perjalanan Cinta Sang Dokter

Perjalanan Cinta Sang Dokter
Mengungkapkan perasaan


__ADS_3

"Naila "ucap Kenzo serius


"Naila aku ingin mengatakan sesuatu"ucap Kenzo serius memegang wajah Naila


"Katakan saja tuan Kenzo biasa ngak izin"ujar Naila tersenyum


"Aku ingin mengatakan jika aku mencintaimu"ujar Kenzo serius dengan menatap mata Naila


"Haha canda tuan ngak lucu"ucap Naila tertawa renyah wajah Kenzo berubah datar menatap Naila


"Apa aku salah tuan Kenzo serius dengan perkataan nya"ujar Naila


"Aku mencintaimu"ujar Kenzo serius


"Sejak kapan tuan memiliki perasaan pada ku"ujar Naila serius


"Aku tidak tau sejak kapan tapi saat kamu mau operasi itu saat Ririn mengatakan jika kamu akan meningal aku merasa sesuatu telah mengusik ku hati ku benar sakit mendengar itu"ucap Kenzo serius


"Tuan Kenzo maaf"ujar Naila


"Selama ini aku tidak pernah mencintai tuan Kenzo ya karna tuan Kenzo selalu membuat aku kesal "jujur Naila dengan perasaan nya


"Apa kamu mencintai Revan"selidik Kenzo


"Tidak aku hanya belum menyukai tuan Kenzo sudah melupakan Revan"ujar Naila serius


"Aku hanya ingin kamu tetap di sisi ku"ujar Kenzo serius


"Tuan aku sudah jadi istri tuan Kenzo ayah ku saja sudah menjodohkan aku lalu aku mau kemana keluarga ku saja ada di sini"ujar Naila


"Aku mencintaimu selamanya kamu jadi milik ku"bisik Kenzo lalu mencium bibir Naila dengan lembut


"Ya ampun kenapa bisa tuan Kenzo menyukai ku apa dia benar untuk ku"batin Naila tidak menyangka ucapan itu keluar dari bibir Kenzo


"Apa kamu tidak menyukai tubuh ku"ujar Kenzo serius meletakkan tangan Naila di leher nya sedang kan dia memeluk pinggang Naila


"Maksud tuan Kenzo"ucap Naila binggun


"Iya selama ini hanya aku yg berminat dengan tubuh mu tapi kamu tidak pernah lebih melayani ku apa kamu tidak menyukai tubuh ku"ujar Kenzo serius


"Emm ngak pernah perhatiin sih coba lihat"ujar Naila dengan polos Kenzo tersenyum tipis lalu melepaskan kaos nya Naila memperhatikan badan kekar Kenzo


"Pantas aku sering sakit dan capek ternyata ini"ujar Naila spontan dan dia mengaruk telinga nya karna malu


"Hehe becanda"ujar Naila pelan dan seketika Kenzo mencium bibir Naila dengan lembut memegang tengkuk Naila dengan kuat


"Tuan"pekik Naila saat Kenzo mengankat tubuh Naila dengan enteng


"Tubuh mu ringan banget"kekeh Kenzo meletakkan Naila di kasur dan menindihnya Kenzo memulai mencumbu nya dengan lembut berbeda seperti sebelumnya kali ini Naila bisa menikmati kelembutan dari seorang Kenzo tapi Kenzo ya Kenzo kadar mesum nya itu malah bertambah di pagi hari ini mereka melewatkan 3 ronde dan akhirnya Naila menyerah oleh kelakuan Kenzo

__ADS_1


"Aku cinta kamu istriku"bisik Kenzo memeluk Naila dengan erat yg sudah terlelap dengan damai bahkan pekerjaan Kenzo terabaikan


Naila membuka mata mengucek mata nya dia tertidur di lengan Kenzo dengan Kenzo memeluk nya Naila menatap wajah Kenzo tampan sih tapi apa Naila bisa mencintai Kenzo yg kasar dan menyebalkan ini dan harus mematuhinya dalam segi apa pun


"Apa aku bisa mencintai tuan Kenzo"batin Naila menatap wajah Kenzo serius dan ternyata Kenzo sudah bangun mencium leher Naila membuat kaget


"Kaget aku"ujar Naila tersenyum canggung


"Ngak bisa kita bersikap saling mencintai atau kamu pura pura mencintai"ujar Kenzo menatap Naila


"Hati mana bisa di paksa tuan"ujar Naila


"Tapi aku mau kita hidup seperti sepasang kekasih "ujar Kenzo membelai wajah Naila


"Iya tapi tuan janji ngak akan nyakitin aku lagi "ujar Naila


"Hei itu terserah pada ku"ucap Kenzo


"Dasar tuan Kenzo"ujar Naila duduk Kenzo memeluk Naila lagi


"Masih mau peluk kamu "bisik Kenzo ngedumel tengkuk Naila


"Ihh geli tuan Kenzo kok jadi manja sih"ujar Naila memegang tangan Kenzo di perut nya


"Serius aku masih mau sama kamu emang mau kemana sih"ujar Kenzo karna jujur dia masih ingin berduaan sama Naila karna saat dia beranjak maka Kenzo akan sangat sibuk


"Ngak mau makan"ucap Naila berbalik


"Ayo kita habisin waktu berdua"ujar Kenzo meletakkan tangan di belakang kepala


"Baik lah "ujar Naila menatap wajah Kenzo dia jadi punya keberanian memegang wajah Kenzo yg tampan mendekat kan wajah nya ,Kenzo sangat gugup sampai dia berkeringat mengetahui itu Naila tertawa geli menyatukan kening mereka


"Hanya pada mu aku seperti ini"ujar Kenzo memeluk pinggang Naila dan mencium singkat bibir Naila


"Tuan sungguh sangat lucu seperti itu"ucap Naila tertawa geli


"Berhenti mengejek ku aku mulai kesal"ujar Kenzo kesal


"Haha masak ngambek,ujar Naila masih tertawa lalu Kenzo membalik tubuh Naila terdiam


"Kamu benar harus di kasih pelajaran"ujar Kenzo lalu mengecup leher Naila, Naila menarik selimut karna dia tau Kenzo akan mengulang nya lagi karna apa sesuatu di bawah sana bisa Naila rasakan jika itu sudah tegangan karna mereka masih polos Kenzo terus melakukan itu sampai mereka melewati 2 ronde lagi dan Naila benar merasa lapar dan lelah dia tertidur di atas tubuh Kenzo yg kekar itu Kenzo puas telah menghukum istri nya


###


Kenzo memerintah kan anak buah nya membawa kado nya untuk pulang sedang kan dia menggandeng istrinya dengan rambut tergerai karna tanda merah sangat banyak di leher Naila jadi dia menggerai nya dengan topi di kepala Naila menambah penampilan menjadi sangat cantik semua pria menatap dengan decak kagum sama Naila apa lagi saat dia tersenyum semua merasa jatuh hati apa lagi mereka tau jika Naila berbakat dalam bidang kesehatan


"Tuan Kenzo mau kerja"tanya Naila masuk ke mobil


"Iya kamu mau ikut aku ke kantor apa pulang"ujar Kenzo serius

__ADS_1


"Pulang aja deh capek masih mau istirahat besok baru kerja di rumah sakit"ujar Naila


"Ya udah di rumah aja pokoknya kemana pun kamu pergi harus sama Toni dia akan jadi supir pribadi mu"ujar Kenzo menatap Naila


"Iya"ucap Naila menatap ke luar jendela dia sangat suka pemandangan


Setelah mengantar Naila pulang Kenzo segera menuju kantor nya karna berdua dengan Naila kemarin dia tidak mengerjakan pekerjaannya.Naila masuk dengan gontai melihat Nandira memangku laptopnya dengan secangkir teh nya Naila segera mendekat


"Pagi bunda"ujar Naila tersenyum mengecup pipi Nandira


"Pagi sayang"ujar Nandira tersenyum mengusap kepala Naila


"Kenapa baru pulang kalian jalan dulu kemarin "tanya Nandira menatap laptop


"Jalan apa nya bun orang kemarin kerjaan kami hanya di kamar "batin Naila dia teringat kejadian kemarin


"Heh malah bengong"ucap Nandira


"Ahh tidak bun kemarin kami hanya tidur tuan Kenzo menemani ku karna capek waktu resepsi aku kan ngak boleh capek jadi istirahat"alasan Naila dengan tersenyum


"Bunda lagi ngapain"tanya Naila ikut menatap laptopnya


"Nih lagi melihat laporan rumah sakit udah lama bunda ngak melihat apa kamu ingin ikut karna setelah ini bunda mau ke rumah sakit"ujar Nandira


"Emm tidak deh bun aku masih mau tidur aja "ujar Naila tersenyum


"Aku ke kamar dulu ya bun "ujar Naila lalu melangkah ke lantai atas


"Masih pagi gini masak aku tidur ngak sehat nantinya"gumam Naila masuk ke kamar


"Aku buka kado aja deh"ujar Naila melihat tumpukan kado dia segera membuka nya


Arvin menulis resep pasien nya pikirannya terus terarah oleh Dita yg sudah pergi sungguh Arvin tidak punya semangat untuk beraktivitas tapi dia tetap kerja menyibuk kan diri


"Ini pak resep nya tolong di tebus"ujar Arvin menyerah kan kertas itu pria itu mengambil nya membaca resep nya


"Maaf dok boleh nanya ini obat apa ya karna dokter sebelum nya tidak pernah memberi saya resep ini"tanya nya nampak aneh


"Nama obat bilang aja nanti "ujar Arvin malas


"Emang ada ya dok obat nama nya Anandita "ucap nya menatap Arvin


"Hah mana saya lihat"ujar Arvin dengan cepat mengambil nya lagi dan benar di antara nama obat ada juga nama Anandita


"Aku terlalu memikirkan Dita sampai seperti ini Dita kenapa kamu harus pergi"batin Arvin


"Maaf pak saya salah tulis"ujar Arvin tidak enak dan membuat kan resep lain


"Terimakasih dok"ujar nya lalu pergi

__ADS_1


"Dita aku rindu sama kamu apa saat kamu kembali kita menikah meski bunda ngak merestui kita "gumam Arvin bengong dia merasa sepi tanpa ada nya Dita di telpon juga Dita tidak bisa memutuskan kontak


__ADS_2