Perjalanan Cinta Sang Dokter

Perjalanan Cinta Sang Dokter
Candu nya


__ADS_3

Arvin bangun lebih awal dari Dita yg masih terlelap karna begadang semalam Arvin melirik Dita dia tersenyum bahagia seperti ini rasanya bahagia yg sempurna yg sering dia lihat di wajah Kenzo pantas saja dia sekarang sangat bahagia memiliki Dita bisa menjadikan Dita istri nya meski harus bersembunyi tapi mereka bahagia menikmati nya meski hanya sederhana,Arvin mengecup lembut kening Dita dan berdiri melihat noda kegadisan milik istrinya membuat Arvin makin puas itu berarti Dita memang wanita baik segera saja Arvin mandi setelah rapi dia ke dapur untuk menyiapkan sarapan


"Arvin kenapa kamu malah masak"tanya ayah Dita dengan kedua tongkat nya


"Tidak apa ayah aku biasa masak jika waktu kosong aku akan buat kan sarapan ayah dan Dita "ujar Arvin tersenyum


"Dita belum bangun ya karna hal semalam"ujar nya santai menuangkan air Arvin menoleh dia sedikit gugup dengan pertanyaan itu


"Tidak apa kenapa wajah mu tegang seperti itu kalian baru menikah jadi wajar itu "ujar nya tersenyum


"Ayah hanya berpesan jaga Dita hanya ayah keluarga nya jangan sakiti dia"ujar nya tersenyum


"Iya ayah aku akan berusaha"ujar Arvin malu malu lalu segera menyelesaikan masakan nya setelah selesai Arvin menyiapkan nya


"Arvin kamu bangun kan saja Dita karna setelah makan ayah harus jalan pagi"ujar nya Arvin mengangguk mengerti segera ke kamar Dita


"Egghh aku kesiangan kayak nya"gumam Dita membuka matanya lalu dia melihat Arvin masuk dengan tersenyum


"Aghh dokter Arvin ngapain"ujar Dita kaget


"Apa nya ngapain sayang kita udah nikah"ujar Arvin geli mengecup pipi Dita


"Hehe iya ya bahkan semalam ahh malu"ujar Dita memeluk selimut nya


"Buat apa malu"ujar Arvin tersenyum memeluk Dita


"Aku sangat bahagia bersama mu"ujar Arvin lagi mengusap kepala Dita


"Aku juga bahagia hidup bersama dokter Arvin"ujar Dita tersenyum


"Ohh ya dok aku lupa harus kembali kerja"ujar Dita hampir lupa dia merasa nyeri


"Biar aku bantu"ujar Arvin cepat


"Aku bisa"ujar Dita menahan perih dia segera ke kamar mandi


####


"Siapa yg masak"ujar Dita duduk di meja makan


"Aku"ujar Arvin memberi kan piring berisi nasi


"Ayah udah makan ya"ucap Dita tidak enak


"Iya tadi mungkin dia lagi jalan pagi"ujar Arvin


"Aduh maaf ya dok jadi ngerepotin kayak gini aku kan istri kok malah kayak gini bukan nya ngurus suami apa lagi sampai dokter ngurusin ayah ku"ujar Dita malu


"Hei itu tidak masalah ayah mu ayah ku keluarga mu keluarga ku jadi kita aku senang melakukan itu"ujar Arvin ikut makan


"Makasih ya dok"ujar Dita mengengam tangan Arvin di atas meja membuat Arvin menatap tangannya


"Gadis ini dulu aja susah banget di deketin di ajak pegang tangan pun susah tapi setelah menikah lihat saja kelakuan nya buat aku deg degan ngak menentu"batin Arvin tersenyum kecil


"Iya sayang "ujar Arvin tersenyum mereka melanjutkan makan


Di museum Arthur


Rumah riuh karna akan di adakan acara akikah Kenzo juga seperti nya tidak bekerja awal nya dia mau kerja tadi tapi di tegur oleh ayah nya untuk membantu Naila karna semalam Cinta sangat rewel dan Naila harus begadang semalaman itu sangat menyulitkan Naila yg pertama jadi seorang mama


"Hei Cinta lihat mereka semua antusias menyiapkan akikah mu"ujar Kenzo mengedong Cinta


"Lihat lah anak ayah itu kayak Cinta ngerti aja"ujar Sakira mengeleng


"Biarkan saja "ujar tuan Mahendra tersenyum


"Hai Cinta udah rame ya"ujar Arvin mencium pipi Cinta


"Lihat mama nya tidur di atas tapi aku ngak rindu karna anak nya sangat mirip ibu nya"ujar Kenzo bangga Arvin kesal akan hal itu


"Jika begitu aku nanti juga akan membuat istri ku hamil anak nya mirip dia"ujar Arvin tidak ingin kalah


"Kayak punya istri aja "ejek Kenzo membuat Arvin kesal


"Cinta ngak usah dengerin papa kamu dia menyebalkan sekali nanti jika kamu besar ikut om aja yg bijak sana dan penyabar "ujar Arvin kesal


"Hei ini anak ku aku yg akan mendidiknya menjadi wanita tegas dan pemberani tapi tetap dia putri nya kesayangan Kenzo Mahendra "ujar Kenzo bangga


"Cih menyebalkan"ujar Arvin sebal

__ADS_1


"Hei kalian berdua jangan ribut mulu"ujar Nandira


"Naila kemana"tanya Arvin


"Tidur kasihan istri ku itu harus merawat anak kami yg rewel ini semalaman lagi"ujar Kenzo cemas dengan Naila


"Aku merasa tidak mengenal mu yg gila kerja"sindir Arvin


"Kamu tidak tau saja jika kita sudah cinta ahh rasanya gimana gitu"ujar Kenzo tersenyum mencium Cinta


"Baru sadar kamu"ujar Arvin tersenyum mencium pipi Cinta


"Bun aku kerja lagi"ujar Arvin mendekati Nandira


"Iya hati hati tapi ingat nanti pulang cepat nanti siang kita bakal memulai acara nya"ujar Nandira


"Iya bun untuk keponakan ku itu aku ngak lupa "ujar Arvin memeluk bunda nya


"Aku berangkat bun"ujar Arvin lalu pergi


"Kayak nya penyakit Kenzo menular pada Arvin yg gila kerja"ujar Nandira


"Biar dia ngak merasa kesepian "ujar Sakira di angguki Nandira


"Sayang"ujar Kenzo membangun kan Naila


"Eghh"Naila membuka mata melihat Kenzo


"Tuan apa Cinta sudah tidur "tanya Naila duduk


"Iya ,itu kata bunda biarkan dia tidur karna nanti siang dia akan sibuk"ujar Kenzo


"Makasih tuan ya ngertiin aku"ujar Naila memeluk Kenzo


"Iya ihh jadi manja ya setelah melahirkan "ujar Kenzo mengusap kepala Naila


"Hehe dadanya kekar enak dan empuk"ujar Naila menyengir Kenzo terkikik mencium wajah Naila


"Kamu ini ada ada saja"ujar Kenzo tersenyum mengerat kan pelukan nya


####


Arvin datang ke cabang rumah sakit nya yg lain tentu untuk menjenguk istri nya karna sebentar lagi acara nya akan di mulai,Arvin melihat Dita berdiri di samping mobil Ririn seperti menunggu Ririn langsung saja Arvin turun mengecup pipi Dita membuat Dita kaget


"Ngapain dokter ke sini"ujar Dita pelan


"Nemuin kamu"ujar Arvin tersenyum


"Dokter sana aku lagi nunggu Ririn jika ketahuan bagaimana aku berangkat sama Ririn aja "ujar Dita takut


"Kenapa sih "ujar Arvin heran


"Dok gawat ada Ririn ayo cepat pergi "ujar Dita panik


"Tenang sayang jika Ririn tau emang kenapa "ujar Arvin jadi jahil terus mendekat


"Hehe Ririn"ujar Dita panik Ririn hanya mengerut kan kening nya heran dengan Dita


"Ada dokter Arvin"sapa Ririn


"Iya tadi betulan ngecek rumah sakit ini"ujar Arvin serius


"Dok ada suster tambahan ada juga pegawai tambahan info lebih lanjut tanya yg bersangkutan"ujar Ririn menjelaskan


"Gini aku belum ketemu sama pak Deni untuk beberapa karyawan tambahan aku minta bantu Dita aja kamu berangkat saja duluan aku akan ajak Dita nanti dia kan karyawan baru"ujar Arvin serius


"Ya udah Dita kamu temani dokter Arvin saja aku tunggu di tempat Naila ya"ujar Ririn masuk mobil dan segera pergi


"Dokter Arvin gimana sih jika kita telat bagaimana"ujar Dita cemberut


"Tidak akan ayo"ajak Arvin dengan tersenyum Dita mengikuti Arvin


"Dita jika kamu hamil aku mau anak kita cewek sama kayak Kenzo, Cinta sangat mirip sama Naila aku juga mau begitu anak kita mirip sama kamu"ujar Arvin pelan


"Dokter anak itu rezeki jadi harus di terima apa pun yg di beri"ujar Dita


"Ehh mau kemana"ujar Arvin saat sampai lorong ruangan pak Deni pengurus rumah sakit itu di sana cuman ada beberapa ruangan


"Ke ruangan pak Deni kan di sana"ujar Dita menunjuk ruangan di ujung lorong

__ADS_1


"Yg mau ketemu sama Pak Deni siapa aku mau ketemu sama kamu"ujar Arvin


"Maksud dokter apa sih"ujar Dita tidak mengerti Arvin mengengam tangan Dita dan masuk ke ruang meeting rumah sakit itu


"Aku mau ini Dita supaya kamu cepat hamil mumpung ada kesempatan"ujar Arvin mengunci pintunya


"Apa"ujar Dita melotot


"D..di sini di ruangan ini sekarang"ujar Dita melongo


"Iya lah "ujar Arvin memeluk pinggang Dita tidak menunggu Dita bereaksi Arvin mencium istrinya itu terus melangkah di ruang sempit di sana,Dita pasrah saja dan mengikuti Arvin mengikuti kemauan Arvin,Arvin menuju ke kamar mandi bersama Dita mendudukkan Dita di sana lah suara Dita menjerit tidak tertahan karna ulah Arvin yg sangat semangat melakukan siang itu mereka melewati 2 kali permainan


"Dita"ujar Arvin ngos-ngosan menatap Dita yg cemberut


"Dokter Arvin mah"ujar Dita kesal Arvin terkikik melihat penampilan Dita apa dia sangat beringas sampai penampilan Dita tidak teratur


"Maaf sayang"ujar Arvin merapikan baju dan celananya lalu membantu Dita merapikan penampilan nya dan baju Dita tidak lupa Arvin mencium bibir istri nya sebelum mereka berangkat


####


"Ehh Dita baru sampai sini"ujar Naila semangat keadaan rumah sudah rame


"Iya Nai maaf ya maklum aku baru masuk kerja jadi tadi ada laporan sama pak direktur nya"ujar Dita tidak enak


"Hai keponakan om"ujar Arvin mencium pipi Cinta


"Kenapa belum di mulai"tanya Arvin


"Nunggu pak ustad nya masih ada di jalan"ujar Naila tersenyum akikah Cinta banyak di hadiri teman kedua keluarga karna memang di undang


Tidak lama acaranya di mulai di awali dengan ceramah ustad nya dan pengajian nya dan juga cukur rambut Cinta serta potong kambing masih banyak lagi hal lain acara itu banyak di hadiri ada juga pihak wartawan ikut memotret kebahagiaan kedua keluarga itu


"Syukur acara nya selesai meski sedikit telat"ujar Sakira lega


"Aduh mama jadi capek"keluh nya


"Iya ma kita pulang aja mana mulai malam lagi*ujar tuan Mahendra


"Ya udah ayah sama mama pulang aja capek kan besok balik lagi ke sini"ujar Naila tersenyum


"Iya Nai kami pamit"ujar tuan Mahendra lalu pergi


"Bunda juga mau istirahat Nai capek rasanya "ujar Nandira


"Iya bun"ujar Naila


"Dit nginap aja ya di sini bantuin beresin ini semua mana Ririn pulang duluan tadi karna ada pasean nya"ujar Naila


"Iya Nai aku bantu di sini"ujar Dita tersenyum mengemas barang di sana


"Kamu nanti tidur di ruang tamu aja Dita jika capek istirahat besok nanti minta di antar sama supir"ujar Naila


"Iya Nai ngak papa"ujar Dita tersenyum


"Ya udah aku tidurin Cinta dulu ya Dit"ucap Naila lalu mengajak Kenzo naik ke lantai atas untuk beristirahat karna mereka memang capek


Sedangkan Dita membantu membersihkan museum itu Dita senang bisa membantu sahabatnya dia ikut membereskan sampai selesai keringat Dita sampai membasahi baju nya


"Mbak ini dari nona Naila kamar nya di lantai atas di pojok"ujar pembantu itu memberikan bingkisan


"Makasih"ujar Dita lalu mengambil nya dan naik ke lantai atas


"Mau kemana"ujar Arvin seperti bisikan


"Dokter Arvin lagi"ujar Dita kaget


"Kamar suami ada ngapain nginep di ruang tamu"bisik Arvin menyeret Dita ke kamar nya


"Ihh dokter Arvin nyebelin"ujar Dita meletakkan bingkisannya


"Pasti capek"ujar Arvin menyeka keringat Dita


"Ngak juga aku senang bisa membantu Naila"ujar Dita tersenyum mereka saling pandang satu sama lain


"Kamu jadi sangat seksi dengan berkeringat"ujar Arvin tersenyum membelai wajah Dita


"Ahh dokter Arvin bisa aja"ujar Dita malu


"Bener kok"ujar Arvin memegang dagu Dita memandang mata Dita , replek Dita memegang pinggang Arvin membalas tatapan dalam dan penuh cinta Arvin mencium bibir Dita yg dia jadi candu nya bibir itu mereka berdua lupa segalanya

__ADS_1


"Dok aku asem lho"ujar Dita saat Arvin menjatuhkan nya di kasur


"Kamu sendiri bilang mencintai ku sangat tulus kenapa aku ngak bisa mencium bau keringat mu itu yg memabukkan"ujar Arvin tersenyum melepaskan baju nya Dita tersipu mendengar nya dia hanya takut jika nanti Arvin mencium nya dan bau nya asem kan Dita malu tapi ternyata Arvin tidak mempersalahkan bau Dita lihat saja sekarang ini Arvin lebih menggila mencumbu dan menyentuh istri nya sampai membuat Dita terus terpekik dan berteriak tapi lama lama di dalam ruangan itu di penuhi suara Dita dan Arvin berpadu satu menjadi syair yg indah bersyukur kamar Arvin kedap suara jadi hanya mereka yg mampu mendengarnya, mereka berdua seperti hidup hanya berdua memadu kasih saling memberi cinta


__ADS_2