Perjalanan Cinta Sang Dokter

Perjalanan Cinta Sang Dokter
60


__ADS_3

Satra merasa lega mama nya sudah sadar begitu pun dengan Arvin dia sangat bahagia sebentar lagi mama nya akan sembuh karna keadaan mama mereka sudah sembuh Arvin dan Satria kembali sekolah karna mereka beberapa hari libur nya Satria tidak sabar menyelesaikan pelajaran nya karna dia akan menemui Tania nanti nya


"Arvin yuk kita cari Tania"ucap Satria setelah mereka selesai belajar


"Bentar "ucap Arvin lalu dia menoleh ke belakang


"Ehh cewek yg di tembak Glen saat itu kelas berapa sih"tanya Arvin pada orang di belakang nya


"Tania kelas 10 IPA"jelas nya


"Oke"ujar Arvin lalu mereka berdua berjalan menuju kelas 10


"Mau tanya Tania ada"tanya Satria pada murid kelas 10


"Tania kalian ngak tau apa yg terjadi"ujar nya


"Memang apa yg terjadi"tanya Arvin penasaran


"Beberapa hari ini sekolah membicarakan Tania karna dia menjual diri nya pada murid sekolah di sini dia di bully habis habisan kayak nya juga mengalami trauma sampai pihak sekolah memutuskan memindahkan kan atau memberhentikan nya aku ngak tau yg pasti dia ngak sekolah di sini lagi"jelas nya Arvin dan Satria saling pandang


"Minta alamat nya"ujar Satria cewek itu menyebutkan alamat Tania


"Aku semakin merasa bersalah pokoknya apa pun yang terjadi aku mau segera bertanggung jawab dan menikahi nya segera"ujar Satria mereka berjalan menuju kelas


"Aku dukung apa yg kamu lakukan"ujar Arvin menepuk bahu Satria


Setelah pulang sekolah Arvin dan Satria tidak ngojek mereka mencari alamat Tania untuk menjelaskan semua nya dan Satria ingin bertanggung jawab bila perlu menikahi nya


"Kayak nya ini deh alamat nya"ujar Arvin melihat rumah itu


"Permisi"ujar Satria berteriak di gerbang tapi sepertinya kosong


"Tania"teriak Arvin


"Dek cari siapa"tanya warga yg lewat


"Ini rumah nya Tania kan"tanya Arvin


"Iya benar kalian siapa"tanya nya


"Kami teman nya Tania"jawab Satria


"Aduh kalian telat Tania dan keluarga nya pindah karna Tania mengalami kejadian tragis dia trauma jadi keluarga nya pindah dari sini apa lagi dia di keluar kan dari sekolah dan harus pindah ke kota lain"jelas nya


"Pindah kemana"tanya Arvin kaget


"Jika itu saya kurang tau"ujar nya


"Terimakasih"ujar Arvin mengajak Satria menuju motor


"Kita telat"ujar Arvin


"Aku menyesal karna aku masa depan nya hancur aku sangat menyesal "ujar Satria sedih


"Udah mungkin ini jalan nya"ujar Arvin menyemangati


"Aku harus balik rumah sakit menjenguk mama kamu kan kata nya mau jenguk tante mama"ujar Arvin


"Iya mana rumah sakit nya beda lagi"ujar Satria


"Ya udah berangkat yuk"ujar Arvin memakai helm nya lalu kedua nya melaju kan motor nya menuju rumah sakit yg berbeda


###


Dokter Arvin masuk ke kamar inap Dita karna jika ada Arvin dia melarang dokter Arvin masuk karna takut mama nya di sakiti dokter Arvin.Dokter Arvin mendekat lalu berbaring di sebelah Dita menatap wajah Dita


"Arvin"gumam Dita meraba wajah dokter Arvin dia kaget


"Dokter Arvin ngapain"ujar Dita kaget


"Menemani mu"ujar dokter Arvin santai


"Dok aku mohon pergi lah"mohon Dita


"Please Dita"ujar dokter Arvin memegang wajah Dita


"Please jangan siksa aku lagi berhenti menghindari aku seperti ini"ujar dokter Arvin


"Dok aku punya keluarga jadi berhenti mengharap kan aku"ujar Dita


"Aku tidak peduli semua itu yg aku mau diri mu ada di samping ku"ujar Dokter Arvin tubuh Dita bergetar


"Sstt jangan menangis"ujar dokter Arvin mengusap kepala Dita

__ADS_1


"Aku ngak mau hidup bersama dokter Arvin aku sakit aku menderita"ujar Dita menepis tangan dokter Arvin lalu dokter Arvin mencium bibir Dita dan memeluk tubuh itu Dita yg merasakan kehangatan itu hanya diam pelukan itu yg dia rindu kan pelukan itu masih terasa hangat sama seperti dulu


"Aku hanya mencintai mu jadi please jangan tinggalkan aku"ujar dokter Arvin menyatukan kening mereka runtuh pertahanan Dita dia memeluk dokter Arvin begitu erat


"Aku tau itu jangan menangis"ujar dokter Arvin memegang wajah Dita lalu dia turun dan mengendong Dita


"Dokter mau bawa aku kemana"ujar Dita cemas


"Kamu itu hanya milik ku"ujar Arvin berjalan


"Dok aku punya keluarga"ujar Dita cemas


"Aku tidak peduli dan diam jangan membantah ku lagi"ujar dokter Arvin berjalan dia akan membawa Dita pulang


Saat sampai rumah dokter Arvin mengajak Dita ke kamar nya tentu orang di rumah kaget karna Arvin tidak pernah membawa wanita tapi sekarang dia membawa wanita dokter Arvin membaringkan Dita dan memeluk Dita tidak membiarkan Dita pergi lagi


###


Di sisi lain Cinta menjenguk Naila tapi pak Toni tetap mengikuti nya membuat Cinta sangat kesal dengan pak Toni tidak membebaskan nya jadi terpaksa Cinta mengajak pak Toni saat mereka masuk pak Toni kaget dengan kehadiran Naila yg di rawat


"Maaf aku mengajak pak Toni"ujar Cinta duduk di samping Naila


"Jika pak Toni berani menghubungi tuan Kenzo aku kali ini mengajak Cinta pergi nya"ujar Naila serius serius karna Toni sudah mengengam ponsel


"Pak Toni tidak mendengar kan aku"kesal Naila sudah mengibas kan selimut akan pergi dan akhir Toni memasukkan ponselnya mudur sedikit menjauh


"Aku tau ini mama"ujar Cinta tersenyum mencium tangan Naila


"Jangan bilang sama papa mu"ujar Naila


"Mama tau om Arvin dan papa tidak membiarkan aku merindukan mama karna mereka bilang mama akan kembali "ujar Cinta menahan tangis nya


"Cinta tidak semua urusan orang tua kamu ketahuan tapi cinta orang tua selalu menyertakan anak nya"ujar Naila mengusap pipi Cinta


"Iya ma"ujar Cinta


"Tapi ma siapa Satria papa ngak bilang jika aku punya adik apa mama nikah lagi"ujar Cinta serius


"Sayang kamu tau telinga pak Toni seperti telinga papa mu"ujar Naila melirik Toni


"Iya ma aku tau"ujar Cinta tersenyum


"Kamu kemarin kenapa ke rumah sakit apa kamu sakit"tanya Naila


"Mama aku pulang"ujar Satria masuk memeluk Naila


"Ehh ada Cinta"ujar Satria tersenyum


"Iya sayang "ujar Naila mengusap kepala Satria


"Bentar ma kenapa lagi Arvin menelpon ku"ujar Satria lalu mengakat telepon nya


"Apa kamu yakin itu"ucap Satria


"Baik baik sabar sedikit"ujar Satria mematikan teleponnya


"Ma aku pergi dulu bantu Arvin nanti aku ke sini lagi"ujar Satria mengecup pipi Naila lalu pergi


###


Arvin panik mama nya menghilang jadi dia menelpon Satria untuk membantu mencari mama nya jadi lah Satria ikut mencari karna takut Arvin lapor polisi jadi Ririn mengatakan jika Dita di bawah pergi oleh dokter Arvin langsung saja Arvin dan Satria datang ke rumah Kenzo


"Banyak sekali bodyguard nya mana badan nya besar besar"ujar Satria melihat rumah itu


"Kita menyusup aja"ujar Arvin


"Oke kita menyamar saja bagaimana"ujar Satria lalu membisik kan


"Oke"ujar Arvin lalu mereka berdua berjalan


"Pak buka kan pagar nya kami ini teman nya tuan kalian"ujar Satria santai


"Siapa"ucap nya


"Iya tuan kalian lah"ujar Satria


"Dek tuan di dalam ini ada dua jadi yg mana tunjukkan bukti nya"ujar nya


"Masuk"ujar Arvin menerobos melihat itu Satria membantu menaiki tubuh para bodyguard itu dan mendorong nya mereka menerobos masuk


"Wah rumah nya besar banget"ujar Arvin takjub


"Tante mama ada di mana"ujar Satria binggun

__ADS_1


"Kita cari aja"ujar Arvin di iyakan Satria


"Dokter Arvin jangan seperti ini aku malu"ujar Dita malu karna dia duduk di pakuan dokter Arvin yg mengelap tubuh nya karna Arvin memandikan nya


"Kenapa harus malu"ujar Arvin tersenyum


"Aku sudah tua tubuh ku sudah tidak sebagus dulu aku malu dokter sentuh terus"ujar Dita pelan


"Dita meski begitu aku tetap mencintai mu"ujar Arvin mencium bahu Dita dan mengambil baju Dita mengenakan dengan lembut Dita tersenyum kecil perlakuan dokter Arvin tidak berubah


"Kenapa kamu rindu sentuhan ku"ujar dokter Arvin mengecup pipi Dita


"Tidak hanya saja aku lupa dengan sosok dokter Arvin karna Arvin ku jauh lebih sempurna di banding dokter Arvin"ujar Dita


"Siapa dia aku akan menyingkir kan nya berani mengambil kamu dari aku"geram Dokter Arvin


"Dokter cinta ku sama seperti dulu aku menamai anak kita Arvin karna aku ingin dia mengantikan dokter Arvin di hati ku biar aku tidak menderita jauh dari dokter"ujar Dita


"Anak kita"ujar dokter Arvin


"Iya sebelum aku pergi aku hamil saat itu aku ingin mengatakan nya tapi Dela menghancurkan semua nya"ujar Dita


"Terimakasih sayang menjaga nya"ujar dokter Arvin mencium Dita dengan lembut


"Jangan mengatakan apa apa dia sangat keras kepala jika di bilang orang lain biar aku nanti menjelaskan nya"ujar Dita meraba wajah Arvin laku mencium nya membuat kedua nya tersenyum bahagia


"Arvin aku kabur dia susah sekali di kalah kan"ujar Satria terjatuh karna Kenzo menghajar mereka bodyguard mengelilingi mereka


"Papa ada pertunjukan apa"ujar Cinta pulang saat dia melihat Arvin dan Satria dia kaget


"Papa apa yg papa lakukan "ujar Cinta


"Mereka menyusup mereka pasti ingin menculik kamu"ujar Kenzo sebal


"Hei hei dasar tua bangka aku ingin menemui mama ku yg di culik sama dokter sialan itu aku tau mama ku cantik tapi dia berani sekali menculik nya"kesal Arvin


"Benar itu tua bangka"ujar Satria tertawa


"Berani sekali dia"geram Kenzo


"Kenzo kenapa"ujar dokter Arvin turun mengajak Dita


"Mama"ujar Arvin memeluk mama nya


"Mama sakit kami di hajar mereka itu pengecut main keroyokan "ujar Arvin mengadu Dita meraba wajah anak nya dia tersenyum


"Mama baik sayang dokter hanya mengajak mama untuk jalan"ujar Dita tersenyum


"Pokoknya sakit lihat saja nanti aku laporin sama tante mama biar kalian kapok"kesal Arvin


"Tante mama mu itu akan ku hajar"ujar Kenzo kesal


"Hei tua bangka kamu tidak tau galak nya tante mama melebihi nenek sihir"kesal Arvin


"Benar itu lihat saja nanti saat dia bertemu sama tua bangka seperti mu aku yakin dia akan menampar mu"kesal Satria


"Hentikan itu tidak boleh tidak sopan seperti itu"ujar Dita


"Tante mama sakit"ujar Satria memeluk Dita


"Hei sana aku yg kesakitan "kesal Arvin mendorong Satria


"Kamu ini gimana sih di saat tante mama sakit aku ngak protes kamu ikut mengambil pelukan mama ku"ujar Satria kesal


"Tante mama memang suka memeluk ku"kesal Arvin


"Aku mau peluk tante mama"ujar Satria karna Arvin tidak mengizinkan mereka berdua berkelahi dokter Arvin mencium pipi Dita membuat kedua pemuda itu menoleh dan Arvin tidak terima


"Dasar dokter cabul"teriak Arvin mengosok wajah mama nya


"Ayo tante mama kita pulang "ujar Satria menarik tangan Dita dan juga Arvin mereka melangkah


"Mama kok malah diam sih di cium sama dia malah kayak senang gitu cukup sama Satria aku berbagi aku ngak mau berbagi mama sama siapa pun"kesal Arvin


"Kalian berdua jangan bandel"ujar Dita mengusap kepala kedua nya


"Arvin apakah itu Dita"tanya Kenzo penasaran


"Iya kamu benar aku menemukan nya"ujar Arvin kegirangan


"Apa kah itu benar"ujar Kenzo tidak semangat


"Tuan tadi juga saya ketemu sama nyonya Naila"ujar Toni membuat Kenzo menoleh dengan serius

__ADS_1


__ADS_2