Perjalanan Cinta Sang Dokter

Perjalanan Cinta Sang Dokter
Hari bahagia


__ADS_3

Usia kandungan Naila sudah sangat besar tidak lama lagi dia akan melahirkan tidak muda bagi Kenzo dan Naila berada di posisi ini Kenzo selama ini memenuhi keinginan Naila tapi saat kandungan Naila besar dia tidak minta hal aneh lagi Kenzo juga sangat memperketat penjagaan Naila sejak kejadian itu dia tidak ingin anak dan istri nya kenapa kenapa tidak membiarkan kesempatan untuk Marsel mencelakai Naila dan calon anak nya


Naila menatap Kenzo yg bicara di telpon rasa cinta nya tumbuh pada Kenzo entah kenapa jika tidak menatap wajah Kenzo membuat Naila merasa kerinduan diam diam Naila tersenyum kecil dia tidak bisa berfikir kenapa bisa mencintai pria menyebalkan ini sudah menyebalkan angkuh dan sombong Naila mengeleng pelan


"Ada apa sekali tersenyum lalu mengeleng"ujar Kenzo mendekat


"Tidak hanya saja aku merasa tuan Kenzo ini membosankan"ujar Naila santai


"Apa kamu bilang membosankan "ucap Kenzo datar


"Iya sangking bosan nya aku malas melihat wajah tuan Kenzo "ujar Naila tersenyum


"Sialan kamu akan ku bunuh berani sekali pada pada ku"kesal Kenzo


"Haha tuan Kenzo ini sangat angkuh"ujar Naila tertawa


"Kamu berani sekali membohongi ku"ujar Kenzo kesal


"Ya habis nya tuan bicara di telepon mulu dari kemarin "ujar Naila cemberut


"Aku lagi sibuk "ujar Kenzo mencium perut Naila


"Sayang kamu tiru mama mu kan dia sangat menggemaskan dan sangat cantik"ujar Kenzo tersenyum menatap Naila


"Iya sayang jangan tiru papa ya yg sangat angkuh ini"ujar Naila tersenyum mengusap kepala Kenzo


"Sayang jika nanti anak kita besar dia bagus nya jadi apa dokter apa penerus ku"tanya Kenzo


"Apa aja yg penting dia bisa mengambil tanggung jawab mau jadi dokter atau pun CEO"ucap Naila mengusap perut nya


"Ya sudah ayo kita sarapan"ujar Kenzo berdiri membenarkan kemeja nya Naila ikut berdiri mengikuti Kenzo bercermin


"Tuan Kenzo lihat"ujar Naila menunjuk diri nya dan Kenzo di cermin


"Ada apa itu bayangan kita berdua"ujar Kenzo menoleh ke arah Naila


"Coba perhatikan baik baik"ujar Naila serius s Kenzo menatap lagi cermin


"Iya aku tau itu bayangan kita berdua"ujar Kenzo binggun ke arah mana pembicara Naila


"Tubuh tuan perfek tuan juga sangat tampan selalu rapi sedangkan aku lihat lah sudah mulai gendut"ujar Naila melihat diri nya


"Iya sih aku jadi ingin cari istri lagi"ujar Kenzo serius membuat Naila kesal menendang kaki Kenzo


"Cari istri sana"kesal Naila


"Baper mulu"ujar Kenzo tersenyum


"Uang ku banyak kamu bisa nanti turunin berat badan tapi aku suka sih jika kamu jelek atau gendut biar ngak ada yg bisa melirik kamu"ujar Kenzo mengusap pipi Naila


"Karna aku ngak suka jika istri ku di lirik orang tapi cinta ku kayaknya tetap lengket pada satu orang hanya pada Naila Salsabila"ujar Kenzo tersenyum


"Ahh tuan Kenzo masak masih cinta sih"ujar Naila malu malu


"Iya benar"ujar Kenzo terkekeh mencium pipi Naila


"Ayo"ucap Kenzo lagi kedua nya menuju meja makan


"Aduh bumil satu ini pelan pelan jika nanti kepeleset atau perut nya meletus bagaimana "ujar Sakira memampa Naila


"Ya ngak la kamu itu aneh saja pikirannya "ujar Nandira mengeleng membantu Naila duduk


"Iya ma aku baik baik saja sangat senang membawa benih tuan menyebalkan satu ini"ujar Naila santai


"Jika ngak seneng aku di paksa seneng"ujar Naila terkekeh

__ADS_1


"Makan nya harus sehat jangan banyak ngoceh*ujar Kenzo mengambil kan Naila makan


"Aduh perhatian banget deh tuan Kenzo"ujar Naila tersenyum


"Tentu untuk menyambut benih ku"ujar Kenzo santai


"Makan juga Kenzo kamu kan mau kerja"ujar tuan Mahendra mereka melanjutkan sarapan pagi


####


Kenzo sangat sibuk dengan pekerjaannya dia bergulat dengan laptop serta berkas yg harus dia selesaikan John juga mengurus beberapa meeting jadi John tidak membantu Kenzo


"Kenzo*ucap nya tersenyum lalu masuk Kenzo menegakkan kepalanya


"Dela"ucap Kenzo datar


"Ngapain kamu"ujar Kenzo kembali pokus ke laptop nya


"Kamu sibuk ya aku hanya mampir tadi"ujar Dela duduk di depan Kenzo


"Apa kamu tidak merindukan aku"ujar Dela bersender di kursi


"Merindukan mu "ucap Kenzo tersenyum sinis


"Kamu sendiri tau Dela jika aku tidak punya hati aku tidak tertarik oleh wanita seperti mu"ujar Kenzo sinis


"Ohh ya Dela aku rasa kamu tidak perlu perlu mendekati ku karna jujur aku tidak menyukai wanita selain satu wanita yaitu istri ku"ujar Kenzo lagi lalu pokus ke laptopnya


"Sial karna Naila , Kenzo jadi berpaling padahal aku harus tarik dia supaya mempunyai hubungan sama aku baru bisa memulai rencana ini jika seperti ini aku harus bagaimana "batin Dela berfikir


"Sayang sekali padahal aku suka pada mu"ujar Dela tersenyum getir


"Aku mau kok Kenzo jadi simpanan mu aku akan tetap menerima apa pun dari kamu"ujar Dela berdiri melangkah mendekati Kenzo


"Kami jangan menganggu pekerjaan ku"kesal Kenzo


Plak


"Lancang sekali tangan mu menyentuh ku"geram Kenzo menampar Dela membuat Dela terdiam menahan pipinya yg terasa panas


"Kami benar tega Kenzo padahal aku cinta mati sama kamu"ujar Dela menahan amarahnya memegang wajah Kenzo


"Hey apa apaan kamu ini"ujar Kenzo menepis tangan Dela


"Kamu tega sama aku"ujar Dela memeluk Kenzo dengan erat


Cklek


"Lepas"ujar Kenzo lalu menarik tangan Dela mengusirnya dari ruangan tapi tadi Naila yg masuk entah kenapa Naiak tidak bisa membendung rasa sakit nya


"Sayang udah bawa makanannya "ujar Kenzo melepaskan jas nya Naila gemetar tidak mampu bicara


"Naila"panggil Kenzo memegang dagu Naila tapi Naila menepisnya


"Kamu kenapa sih"ujar Kenzo heran


"K..amu nanya aku kenapa"ujar Naila melengos


"Ohh apa aku menganggu waktu mu"sindir Naila


"Apa sih Nai kamu cemburu "ujar Kenzo malas karna jujur pekerjaan nya sangat banyak


"Aku ini istri mu tuan kenzo Mahendra "ujar Naila suram mengcengkram kemeja Kenzo


"Apa kamu sering melakukan nya bersama wanita lain kamu tidak menjaga perasaan ku sebagai istri "ujar Naila emosi

__ADS_1


"Nai kamu ini kenapa kamu sendiri tau jika dia hanya bisa menganggu ku"ujar Kenzo


"Kamu tenang ya"ujar Kenzo menenangkan Naila


"Teneng kamu bilang "ujar Naila kesal


"Apa kamu tau aku ini cemburu"triak Naila


"Apa kamu pernah memperhatikan perasaan ku hah apa kamu pernah bertanya soal perasaan ku jika aku sangat mencintaimu aku cemburu apa kamu memang tidak punya hati"teriak Naila dengan keras Kenzo terdiam menatap mata Naila lalu dia tersadar memeluk Naila dengan erat


"Tuan Kenzo jahat"ujar Naila menangis


"Kamu hanya salah aku tidak melakukan apa pun kamu tau kan jika dia hanya menganggu ku kenapa kamu anggap serius dia aja kecentilan sama aku yakin lah jika aku hanya mencintai mu"ujar Kenzo serius mengecup kening Naila


"Aku cemburu"ujar Naila mengcengkram kemeja Kenzo


"Aku tau rasanya "ujar Kenzo menghapus air mata Naila mencium pipi Naila


"Ahh tuan"ujar Naila mengcengkram baju Kenzo


"Kenapa"ujar Kenzo


"Aku sakit maksud aduh aku aku sakir perut aduh mau lahiran ahhh"ujar Naila mengelus perut nya


"Lalu aku harus melakukan apa"ujar Kenzo panik


"Ke rumah sakit tuan aku ngak tahan aduh ahhh"keluh Naila kesakitan Kenzo jadi panik dia mengendong Naila


####


Kenzo menemani Naila di ruang persalinannya Kenzo juga sudah memberi tau pihak keluarga jika Naila akan melahirkan mereka semua kaget pasalnya tafsiran dokter Naila melahirkan masih 2 minggu lagi tapi ini kenapa malah ingin melahirkan tapi mereka tetap datang


"Bun sakit"keluh Naila mengengam tangan Nandira


"Nai ini lah rasa melahirkan bukan enak saat membuat saja"ujar Nandira


"Benar itu Nai beruntung rasa sakit nya hanya tidak seberapa mama dulu saat melahirkan Kenzo rasa nya mau jungkir balik ternyata anak nya seperti ini"celetuk Sakira


"Kira kira berapa lama lagi "kesal Kenzo melihat wajah Naila penuh dari keringat


"Aku sudah tanya sama dokter ini akan segera di mulai kita semua akan keluar dan kamu Kenzo temani Naila"ujar Arvin memberi arahan


"Sayang berjuang ya"ujar Nandira mencium kening Naila lali mereka keluar


"Sayang yg kuat aku ada di sini"ujar Kenzo mengecup tangan Naila


"Tuan Kenzo jika nanti aku mati apa tuan Kenzo akan menikah lagi"tanya Naila asal


"Tidak karna kamu wanita terakhir ku jika seandainya kamu mati maka aku akan merawat anak kita menjadi sosok tuan putri"ujar Kenzo tersenyum resah


"Tuan di mana mana mendidik anak itu harus jadi baik bukan jadi tuan putri nanti dia manja aku ngak mau punya anak manja"ujar Naila mengeleng


"Sesuai permintaan mu sayang"ujar Kenzo mengelus kepala Naila lalu dokter datang


"Saya lihat dulu nona"ujar nya lalu memeriksa keadaan Naila


"Ini sudah waktunya bersiap nona"ujar nya lalu memakai sarung tangan bersama suster


"Tuan Kenzo tetap genggam tangan ku"pinta Naila mengengam tangan Kenzo dengan erat


"Dengar kan aba aba dari saya ya nona"ujar nya lalu memberi arahan pada Naila yg terus berjuang tidak lama terdengar suara tangis bayi persalinan Naila tidak mempersulit nya


"Ya ampun dia cantik banget"celetuk suster itu mengedong nya


"Aku mau gendong"ujar Kenzo antusias suster itu memberikan pada Kenzo segera Kenzo mengadzani anak nya Naila hanya tersenyum lemah

__ADS_1


"Sesuai keinginan ku dia cantik sekali seperti mama nya"ujar Kenzo tersenyum lebar mencium kening putri nya yg begitu cantik


__ADS_2