
Kenzo semakin takjub dengan penampilan Naila malam ini berbeda dari sebelumnya apa lagi di make up sangat sempurna Kenzo belum pernah melihat kecantikan wanita seperti Naila ini hati nya sepenuhnya jatuh pada dokter satu ini.Kenzo mendekat memberi kode pada makeup untuk keluar dia berdehem melihat kan penampilan nya
"Hhmm bagaimana dengan baju yg aku pilih apa aku terlihat tampan"ucap Kenzo mata nya tidak berkedip
"Sebelum aku jawab kata kan dulu bagaimana penampilan ku"ujar Naila balas bertanya
"Biasa aja"ujar Kenzo santai
"Jika begitu tuan Kenzo sangat jelek dengan baju itu"kesal Naila tidak pernah Kenzo memuji nya
"Hei apa kamu mau aku puji"ujar Kenzo terkekeh
"Tidak hanya saja tidak di akui itu sangat menyebalkan"ucap Naila nampak kesal
"Cepat selesai kan resepsi ini aku mau menanam benih ku"bisik Kenzo mencium sudut bibir Naila
"Ihh tuan Kenzo mulai lagi"kesal Naila
"Aku ingin mempunyai putri yg sangat cantik melebihi diri mu akan ku buat dia seperti putri kerajaan tidak akan ku biarkan orang lain menatapnya "ucap Kenzo menatap Naila
"Akan ku jadikan dia duplikat mu Naila agar nanti jika kamu sibuk aku bisa menatap nya aku ingin memiliki putri yg sama seperti mu"batin Kenzo
"Terserah keinginan tuan Kenzo aja"ujar Naila malas Kenzo memeluk Naila
"Hei jangan cemberut"ujar Kenzo mengelus wajah Naila
"Bagaimana aku tidak cemberut tuan Kenzo sangat menyebalkan"ujar Naila mencibir Kenzo memiringkan kepala nya mencium bibir Naila dengan sangat lembut
"Ingat kamu milik siapa"tanya Kenzo
"Milik tuan Kenzo Mahendra"ucap Naila malas
"Bagus itu"ucap Kenzo puas lalu mengandeng tangan Naila
"Udah siap ayo kita jalan"ucap Nandira sudah menunggu mereka beriringan masuk ke mobil dan segera melaju
"Tuan Kenzo apa mengudang Clara"tanya Naila penasaran
"Tidak"jawab Kenzo
"Jangan pikir kan hal lain cukup pikirkan aku saja"ujar Kenzo mencium tangan Naila
"Ihh tuan Kenzo aneh ngomong nya"ujar Naila merasa aneh
"Jika ini bukan pesta kita sudah ku pasti akan melempar mu ke kasur karna kamu terus menggodaku"ujar Kenzo datar
"Tuan Kenzo tidak akan konyol kan membatalkan resepsi ini"ujar Naila
"Tidak"ujar Kenzo singkat
"Tapi hati hati jika kamu terus menggoda ku maka aku langsung membawa mu ke kamar"bisik Kenzo membuat Naila kesal langsung menjitak kepala Kenzo dan Kenzo berubah datar
"Hehe maaf"ujar Naila menyibir
"Kamu buat aku kesal"ujar Kenzo santai
"Jangan marah ya tuan Kenzo"ujar Naila memeluk Kenzo pria satu ini jika tidak di tenang kan dengan baik mungkin akan berbahaya
Banyak yg mengucapkan selamat pada kedua keluarga mereka nampak sangat bahagia menghiasi wajah kedua keluarga banyak yg ikut menghibur pesta Kenzo terus menatap istri nya tapi Naila tidak mengetahui itu para fotografer mengambil foto karna itu tugas mereka
__ADS_1
"Perhatian semua nya atas apa yg terjadi dahulu itu ada kesalahan jika orang berfikir Clara anak saya yg hilang itu salah karna dia menipu kami sebenarnya anak kami adalah Naila Salsabila dia di rawat keluarga yg tepat hingga hebat seperti ini "ucap Nandira berpidato semua nampak serius
"Sekarang dia telah jadi istri nya Kenzo keinginan tuan Arthur terpenuhi jika putri nya akan menikah dengan Kenzo sekuat apa pun manusia ingin mengubah takdir sesungguhnya takdir sang pencipta lebih kuat dari ini saya nyatakan jika Naila Salsabila memiliki saham 30 persen dari Arthur grub"ujar Nandira lalu tepuk tangan
"Wah kaya benar tuh nona muda udah dapat harta Arthur bakal dapat bagian dari Mahendra grub"mereka semua mulai bergosip
"Aku kaya akan mengalahkan tuan Kenzo"ucap Naila lalu tertawa
"Dasar wanita matre"ujar Kenzo mencibir
"Becanda"ucap Naila cekikikan
"Kak Arvin"panggil Naila,Arvin mendekat Naila berjinjit karna tinggi nya Arvin
"Aku ngak mau menerima saham itu kasih sayang kalian udah cukup"bisik Naila
"Sayang"ucap Arvin tersenyum memegang wajah Naila
"Itu punya kamu meski kamu nolak itu ngak bisa mengubah nama mu akan tetap ada di dalam warisan itu ayah udah menulis nya itu kamu tenang biar aku urus"ucap Arvin tersenyum mencium kening Naila
"Makasih kak aku sangat menyayangi kak Arvin"ujar Naila memeluk Arvin dengan erat Kenzo mengepalkan tangannya dia merasa cemburu saat Naila menatap pria dengan cinta meski itu Arvin
"Persetan aku akan membunuhmu Arvin"gumam Kenzo pelan berusaha mengendalikan diri nya
"Nikmati ya"ucap Arvin tersenyum lalu berlalu
"Nai bahagia selalu"ujar Dita tersenyum bahagia
"Ini kado untuk mu aku doakan kamu selalu bahagia"ujar Dita
"Makasih kamu dan Ririn adalah sahabatku"ujar Naila memeluk Dita lalu Dita melambaikan tangannya dan pergi
"Kamu lagi"ujar Revan sangat kesal
"Gara gara kamu tunangan saya pergi wanita sialan"geram Revan karna Ririn membuat drama untuk menghancurkan hubungan Revan mengatakan jika Ririn hamil anaknya dan dan Revan dapat tamparan dari tunangannya
"Aku ngak salah cowok bodoh kamu tau sebelum aku membuat drama itu kamu di hina tunangan mu karna kamu udah miskin aku hanya percepat membantu pasien ku biar tidak stres"ucap Ririn lalu tertawa
"Cewek sialan"kesal Revan mengebu tapi Ririn sudah kabur Ririn emang bandel
"Tunggu kamu mau kemana"kejar Arvin pada wanita itu
"Maaf kan aku dokter Arvin aku harus pergi karna aku mendapat kan kontrak bekerja di luar kota"ujar nya menyeka air mata
"Kamu tidak memikirkan aku"ucap Arvin tidak sanggup bila hidup tanpa wanita ini
"Aku sangat mencintaimu kenapa kamu mau meninggalkan aku"ucap Arvin air mata nya lolos begitu saja
"Separuh hati ku aku berikan pada Naila jika kamu membawa nya kamu mau aku mati hidup tanpa mu"ujar Arvin dengan cepat wanita itu menutup mulut Arvin
"Jangan katakan itu"ujar nya menangis
"Aku tidak pernah merasakan jatuh cinta apa dokter tau sebesar apa aku mencintaimu aku harus menahan rasa cemburu saat kamu sering bersama Naila sebelum aku tau kamu adalah kakak Naila aku harus bersabar dengan mencintaimu dengan diam"ujar nya menangkup wajah Arvin
"Aku sangat mencintaimu dokter Arvin lebih dari nyawaku tapi aku ngak bisa di sini ini semua terlalu menyiksa ku maafkan aku "ujar nya berbaring dan berlari
"Tunggu Anandita "teriak Arvin lalu berlali memeluk wanita itu dari belakang
"Please jangan pergi "bisik Arvin memeluk dengan erat Dita semakin menangis berpaling menumpahkan segala rasa sakit di hati nya di dada Arvin
__ADS_1
"Dokter Arvin"ujar Dita sesegukan
"Dokter Arvin selalu aku cintai sampai kapan pun itu "ujar Dita mencium tangan Arvin menangis mereka berdua terlalu pandai menyembunyikan rasa kepada semua orang cinta kuat mereka sayang nya tidak direstui oleh Nandira karna kasta
"Please Dita jangan bawa hati ku "lirih Arvin
"Aku tidak membawa hati dokter Arvin tapi dokter Arvin membawa kehidupan ku"ujar Dita lalu memeluk Arvin dengan erat
"Aku mencintaimu aku mencintaimu aku mencintaimu "ujar Dita dan berlari
"Dita"teriak Arvin tapi Dita tetap lari Arvin terduduk lemas melihat kepergian Dita dia mengingat saat pertama mereka bertemu memang Arvin akui Dita jelek tapi entah kenapa setiap berhadapan dengan Dita dia merasa gugup salah tingkah Naila selalu menyelematkan nya mengalihkan pandangan Arvin sama Arvin juga mencintai Dita sejak pandangan pertama tapi dia tidak menyadari itu semua sampai dia menyadari di saat Dita saat itu di peluk pria dia langsung saja marah memukul pria itu dan ternyata pria itu sepupu Dita karna mereka tidak sengaja bertemu dan saat itu lah dia mengakui cinta nya
"Selamat untuk kalian"ucap Marsel menjabat tangan Kenzo
"Ya"ucap Kenzo mata nya tajam rahangnya mengeras
"Jaga istri mu bro"ujar Dapit tersenyum menepuk bahu Naila
Bugh
"Hei"triak Kenzo marah memukul Dapit
"Berani kalian menampakkan wajah, kalian pikir aku takut membunuh kalian di depan semua orang"ucap Kenzo tajam semua memperhatikan mereka
"Kamu akan menyesal Kenzo berurusan dengan kami"ujar Marsel lalu membawa anak nya pergi
"Ada drama apa lagi ini"ujar para tamu karna mereka tau Kenzo seperti apa
"Tuan Kenzo jangan marah aku takut lihat tuan Kenzo marah"ucap Naila takut
"Iya"ucap Kenzo mencium kening Naila dia merasa sangat marah tidak bisa menangkap kedua nya dia pasti kan akan membalas keduanya
###
Kenzo menyeduh kopi nya mereka baru selesai sarapan semalam setelah resepsi selesai Naila segera tertidur bersama Kenzo karna lelah nya pagi ini Naila dengan semangat membuka kado yg menumpuk banyak, mereka masih ada di kamar hotel,Kenzo sesekali melirik Naila nampak antusias membuka kado karna Kenzo lagi menatap laptopnya
"Suka banget kado dari Ririn ini"ujar Naila tersenyum Ririn memberi baju tidur coueple
"Nah ini dari kak Rafi sama Kak Rani"ujar Naila membuka nya itu hanya jam tangan biasa tapi Naila sangat senang
"Ini dari Dita apa ya isi nya"ujar Naila penasaran lalu membuka itu bingkai foto mereka berdua pada saat sekolah dulu lalu ada kertas Naila mengambil nya
"Aku tidak punya apa apa untuk di berikan pada mu hanya ini hal berharga yg aku miliki bahagia selalu ya Naila Salsabila terimakasih untuk semua nya terimakasih sudah jadi sahabat ku maaf aku harus pergi karna ada pekerjaan di luar kota tapi aku janji akan kembali nanti jika kamu memberi tau ku jika sudah memberi ku keponakan yg lucu sampai jumpa"Naila selesai membaca meletakkan foto itu mengambil ponselnya dan menelpon Dita tapi tidak dapat di hubungi
"Hiks hiks kamu tega memberitahu mendadak kayak gini"ujar Naila menangis Kenzo segera mendekat
"Kenapa kamu menangis"ujar Kenzo cemas
"Dita pergi dari kota ini dia menyebalkan tidak memberi tau ku dari awal "kesal Naila memeluk Kenzo
"Ya ampun istri ku ini lebay sekali"ujar Kenzo
"Pria tidak punya hati seperti tuan Kenzo mana ngerti hubungan persahabatan"kesal Naila
"Udah jangan nangis mau aku bawakan Dita biar aku suruh John mencarinya"ujar Kenzo menghapus air mata Naila
"Ngak usah , tuan mulai deh mau pakai kekuasaan"ujar Naila sebal
"Jangan menangis"ujar Kenzo mengecup kedua pipi Naila dengan lembut lalu memandang mata Naila dengan lembut Naila jadi gugup dengan tatapan itu
__ADS_1
"Naila"ucap Kenzo serius