
Setelah di periksa dokter Arvin jika Dita siap di operasi dokter Arvin bertanya pada Ririn apa semua sudah siap karna Dita siap akan di operasi dan Ririn bilang semua sudah siap hanya tinggal pasien dan dokter nya jadi Arvin segera mengurus semua nya.Arvin juga sudah membayar semua biaya mama nya operasi itu kenapa donor mata nya cepat dapat nya.Dita sudah ada di ruang operasi Arvin menunggu di luar dokter Arvin masuk menatap Dita yg berbaring
"Kamu tidak mau bertanya soal perasaan ku"ujar dokter Arvin memakai topi dan masker operasi
"Buat apa itu tidak berubah semua nya angan kita beda dengan kenyataan jika aku sangat bahagia bersama dokter nyatanya aku menderita"ujar Dita meneteskan air matanya
"Apa kamu masih mencintai ku"tanya Arvin masih memakai sarung tangan ,dokter dan suster hanya diam
"Tidak rasa itu sudah lenyap "ujar Dita tersenyum getir Arvin mengambil obat bius
"Percaya lah jika aku masih sangat mencintai mu seperti dulu"ujar Arvin menyuntikan obat bius nya mencium kening Dita dengan lembut
"Aku mencintaimu"lirih Dita sebelum dia menutup mata Arvin dan dokter dengan cekatan mengoperasi Dita
###
Naila pulang kerja naik angkot dia sengaja tidak menemani Dita operasi karna dia tau Arvin akan menemukan Dita dan tentu Naila akan di temukan dan Naila belum siap bertemu dengan Kenzo rasa itu sangat menyakiti Naila tanpa sadar air mata Naila jatuh rasa kecewa itu membuat Naila membenci sosok Kenzo
"Pak di sini"ujar Naila menyeka air mata nya lalu turun dari angkot membayarnya Naila harus berjalan untuk masuk ke gang kontrakan nya
"Aku belum siap ketemu sama Kenzo meski aku merindu kan Cinta"batin Naila memikirkan Kenzo
"Mama"teriak Satria menghentikan motornya melepaskan helm nya
"Mama"teriak Satria lagi dia lari melihat Naila menyebrang entah lah kenapa Naila tiba-tiba nyebrang di saat ada mobil melaju dengan cepat
Pinnnnn
Brak
"Mama"teriak Satria melihat Naila di tabrak Satria lari mendekati Naila yg tidak sadar kan diri dan penabrak nya hanya kabur
"Ma bangun ma"ujar Satria panik melihat darah di kepala Naila dan tubuh nya
"Ma bangun"teriak Satria menetes kan air mata dia segera meminta tolong pada mobil yg lewat dan membawa mama nya ke rumah sakit
"Mama bertahan aku akan melakukan yg terbaik"ujar Satria mendorong mama nya di brandar tubuh nya saja penuh dari darah
"Dek daftar kan dulu"ujar suster menyerah kan data yg harus di isi oleh Satria dengan cepat Satria mengisi nya dokter segera masuk
"Mama akan baik baik saja"gumam Satria panik selama Naila di tangani Satria sangat cemas dan panik
"Keluarga pasien "ujar dokter keluar
"Iya dok"ujar Satria cemas
"Dek mama nya mengalami pendarahan di otak harus segera di operasi adek harus melunasi biaya nya"ujar nya
"Berapa banyak dok biayanya"tanya Satria cemas
"Sekitar 300 juta"ujar dokter itu
"Dok tangani mama saya secepatnya nanti saya akan bayar"ujar Satria penuh harap
"Tidak bisa dek sesuai peraturan rumah sakit ini adek harus melumasi biayanya baru bisa operasi "ujar dokter lalu pergi Satria kacau dari mana dia mendapatkan uang sebanyak itu ada tabungan Naila untuk biaya kuliah Satria tapi tidak sebanyak itu cuman ada sekitar 100 juta
"Aku harus bagaimana aku ngak mungkin kehilangan mama ku"lirih Satria menyender kan tubuh nya
"Satria"ucap seseorang menepuk pundak Satria yg kacau
"Aku mendengar apa yg terjadi pada mama mu"ujar nya
"Lalu apa Glen kamu jangan membuat aku semakin kacau"kesal Satria tidak berdaya
"Aku bisa membantu mu"ujar Glen tersenyum
"Maksud mu"ujar Satria serius
"Iya aku bisa membayar operasi mama mu tapi dengan syarat"ujar Glen tersenyum
"Apa syarat nya"ujar Satria serius
__ADS_1
"Kamu perlu memperko** Tania "ujar Glen tersenyum jahat
"Apa"ucap Satria kaget
"Kenapa kamu ingin aku melakukan itu jika aku di penjara bagaimana"ujar Satria takut
"Tenang aku yg akan atur kamu tidak akan masuk penjara aku akan menghancurkan kehidupan nya berani dia menolak ku aku akan beri dia pelajaran karna sudah menolak ku"ujar Glen tersenyum jahat
"Itu terserah kamu jika kamu setuju aku akan segera mengatur semua nya dan membayar biaya mama mu"ujar Glen lagi
"Aku harus apa Arvin pasti sudah mengoperasi mama nya ngak mungkin aku meminjam uang nya dan uang sebanyak itu aku dapat dari mana mama harus segera di operasi aku ngak mau kehilangan mama"batin Satria
"Aku setuju"ujar Satria datar membuat Glen tersenyum
"Baik mari aku lunasi biaya mama mu"ujar Glen mereka segera menuju admistrasi dan Glen benar melunasi biaya nya Naila segera di operasi dan Glen pergi
"Sus ini nomor saya jika ada apa apa telpon saya"ucap Satria meninggalkan nomor nya
"Saya tinggal sebentar tolong jaga mama saya"ujar Satria
"Iya dek"ujar nya Satria segera pergi dan menerima pesan dari Glen di mana Satria harus melakukan nya
"Huh ini demi mama Sat kamu harus lakukan menghancurkan kehidupan gadis itu hanya hal kecil demi keselamatan mama mu "gumam Satria lalu pergi dia pulang mengambil motor nya setelah itu dia segera pergi di tempat yg di siapkan Glen
"Bagus kamu datang"ujar Glen tersenyum
"Kamu jangan menipu ku Satria"ujar Glen
"Kamu lihat itu"ujar Glen menunjuk ada sebuah tabir
"Aku sudah culik Tania dia aku sudah mengikat nya tabir itu aku akan melihat apa kamu tidak menipu ku"ujar Glen tersenyum licik
"Aku pria sejati tidak akan mengingkari janji ku"ujar Satria datar
"Selamat bersenang-senang"ujar Glen lalu duduk menuangkan minuman siap menonton
"Kamu akan hancur Tania preman sekolah akan menghancurkan kehidupan mu"gumam Glen tertawa.Satria masuk ke tabir itu dan menutup nya melihat Tania yg di ikat kedua tangannya bahkan Tania masih memakai seragam sekolah Satria terus menilai Tania dia cukup cantik sayang masa depan nya akan hancur
"Jangan"pinta Tania menggeleng pelan Satria melepaskan baju kaosnya
"Aghh aku mohon jangan lakukan"teriak Tania menangis saat Satria naik ke tubuh nya Satria membuka kancing baju Tania
"Aghh tidak jangan lakukan kak aku mohon"tangis Tania begitu lirih dan pilu tapi Satria tidak bisa tidak melakukan nya karna Glen melihat nya Satria mencium Tania meski Tania menolak Satria menciumi tubuh Tania yg terus berteriak dan memohon disertai tangisan memilukan
"Aghhh tidak"teriak Tania dengan kuat saat Satra memasuki nya 5 kali percobaan Tania berteriak dengan keras Satria diam saja melakukan tugasnya sampai Tania benar diam dengan pandangan kosong serta penampilan yg berantakan
"Maafkan aku"batin Satria mengenakan celananya dan memakai baju nya Satria menoleh ke arah Tania yg pingsan wajah nya penuh dengan derai air mata Satria mengenakan baju Tania lalu duduk di samping Tania dia membersihkan bekas kegadisan Tania dan Satria keluar
"Bagus dengan kerja mu aku puas akan hal itu"ujar Glen menepuk pundak Satria
"Hei kamu bawa gadis itu di tempat tadi"ujar Glen pada anak buah nya karna Tania sudah pingsan mereka membawa Tania
"Maafkan aku semoga ini kesulitan terakhir untuk mu aku janji akan mencari dan menikahi mu kelak"batin Satria lalu pergi
####
Dita sudah sadar tapi perban mata nya belum di bukan Arvin menemani mama nya dengan bahagia karna sebenar lagi mama nya akan bisa melihat lalu Satria datang dengan murung Arvin yg melihat itu merasa aneh dengan wajah Satria
"Ma ada Satria"ujar Arvin
"Sat mama mu baik kan "ujar Dita karna Naila mengatakan tidak akan menjenguk Dita karna takut ketahuan sama Kenzo
"Iya tante mama"ujar Satria
"Ma aku bicara sama Satria sebentar"ujar Arvin lalu mengajak Satria keluar
"Kenapa sih masam seperti itu"ujar Arvin saat mereka sampai di luar
"Aku menghancurkan seorang gadis"ujar Satria pelan
"What maksud nya bagaimana"ujar Arvin kaget lalu Satria menceritakan jika Naila kecelakaan
__ADS_1
"Wah gila kamu"ujar Arvin
"Aku terpaksa mama di ambang kematian"ujar Satria
"Terus gimana rasanya"tanya Arvin iseng
"Enak ngak"ujar nya lagi
"Ya enak tapi"ujar Satria terpotong
"Apa hei apa kamu menikmati nya"ujar Arvin tertawa mengejek
"Diam sialan aku lagi merasa bersalah"kesal Satria
"Ya mau gimana lagi di pertengahan permainan aku gila merasakan nya jadi aku menikmati nya ahh aku menyesali nya"ujar Satria frustasi
"Menyesali nya tidak mencoba nya lagi atau menyesali tidak melakukan nya lagi"goda Arvin tertawa
"Ehh gila kamu ya aku ke sini buat curhat kamu malah mengejek ku"ujar Satria geram
"Sudah lah semua telah terjadi setelah ini kita akan menemuinya dan memperbaiki semua nya"ujar Arvin tersenyum
"Iya makasih bro"ujar Satria memeluk Arvin
"Ehh aku pamit ya mau jagain mama dia belum sadar aku masih gelisah"ujar Satria
"Iya jagain tante mama nanti saat perban mata mama di buka aku akan menghubungi mu"ujar Arvin menepuk bahu Satria lalu Satria pergi
###
Di saat operasi Naila berjalan sebenarnya Naila mengalami pendarahan jadi butuh donor darah dan di saat itu ada Cinta mendengar nya karna saat itu Cinta menemui seseorang dan Cinta segera memberi darah nya yg cocok awal nya dia tidak tau jika itu Naila tapi setelah operasi nya selesai dia baru tau jika itu Naila tapi Cinta tidak mengatakan pada papa nya dia belum memastikan
"Ehm"dehem Satria pada Cinta yg juga menunggu mama nya
"Udah selesai"ujar Cinta
"Iya"ujar Satria lalu duduk di samping mama nya
"Makasih bantuin mama ku"ujar Satria pelan
"Iya tapi di saat operasi kamu kemana"tanya Cinta
"Ada urusan penting "ujar Satria masam lagi
"Kamu jangan sungkan meminta bantuan sama aku karna aku senang membantu"ujar Cinta tersenyum
"Aku kira kamu hidup di keluarga kaya kamu wanita yg manja sombong dan angkuh ternyata tidak kamu sangat baik"ujar Satria tersenyum
"Kamu bisa aja"ujar Cinta tersenyum
"Mama mu akan baik baik saja"ujar Cinta mengusap bahu Satria
"Terimakasih"ujar Satria menatap Cinta lagi lagi mata mereka bertemu entah lah ada rasa aneh di antara mereka sampai gerakan tangan Naila
"Ma"ujar Satria senang melihat bola mata Naila bergerak dan Naila sadar Satria memeluk mama nya dengan rasa haru
"Mama baik nak"lirih Naila mengusap kepala anak nya
"Aku sempat takut jika nanti aku kehilangan mama"ujar Satria menangis
"Anak laki ngak boleh nangis"ujar Naila pelan menghapus air mata Satria
"Ma ada Cinta dia yg bantu donor darah nya nya untuk mama"ujar Satria,Cinta hanya tersenyum pada Naila yg hanya terdiam dia tau apa yg akan Cinta kata kan nanti karna Naila bisa membaca pola pikir Cinta
"Terimakasih nak"ujar Naila pelan dengan tersenyum Cinta memberanikan mengengam tangan Naila
"Boleh kan Sat aku menganggap mama mu adalah mama ku"ujar Cinta dengan tersenyum
"Iya boleh aku senang"ujar Satria
"Sebagai anak aku tidak bisa menerima kata terimakasih "ujar Cinta mengengam tangan Naila
__ADS_1
"Kamu anak yg baik"ujar Naila memeluk Cinta menahan tangisnya Cinta memeluk erat dia merasakan pelukan hangat Naila dan Naila mengecup kening Cinta
"Terimakasih nak"ujar Naila lagi Cinta tersenyum bahagia lalu menyeka air mata Naila hanya Cinta dan Naila yg mengerti tatapan mereka tapi Cinta bertanya siapa Satria ini karna papa nya tidak mengatakan punya adik saat mama nya hilang