Perjalanan Cinta Sang Dokter

Perjalanan Cinta Sang Dokter
Bahagia bersama orang yg di cintai


__ADS_3

Arvin menatap Arin yg bercucuran berkeringat berpegang di bahu Arvin dengan begitu erat mereka melewati hari menyenangkan kan pagi ini ,keringat Arvin menetes dia yg banyak mengeluarkan tenaga,Arvin menatap wajah Arin yg tidak pernah di lihat Arvin dalam keadaan itu memang Arvin akui hormon ibu hamil ini menguntungkan dalam hati dia bersorak senang tidak perlu lah dia menahan hasrat nya takut menyakiti hati Arin jika anak nya setiap pagi ingin ayah nya


"Arvin aku lelah"lirih Arin menjatuhkan tangan nya Arvin tersenyum kecil lalu memangut bibir Arin


"Tidur saja"ucap Arvin memisahkan tubuh mereka melirik Arin yg sudah terpejam Arvin menyingkirkan rambut Arin di kecup nya lembut kening Arin setelah itu Arvin beranjak untuk serapan dia sangat lapar


"Goal"teriak Arvin kegirangan di depan semua yg lagi makan dia lompat-lompat kegirangan


"Alah tidur sama istri dalam keadaan tidak sadar aja kamu di izinkan"cibir Satria


"Kamu ngintip semalam"ujar Arvim


"Tidak kami hanya menguping "ujar Satria


"Ahh itu tidak penting karna apa ternyata pagi ini Arin meminta nya lagi ya ya ya kami bisa merasa kan dalam sadar"teriak Arvin kegirangan


"Ini awal baik dari hubungan kami yes"ucap Arvin lagi


"Kakak, Arvin mengejek ku"ujar Satria memeluk Cinta


"Sana aku tidak suka di peluk selain suami ku"ujar Cinta memeluk lengan Rey


"Sialan kalian"geram Satria


"Hati hati ngak Arin lagi hamil"ujar Rey mengingat kan


"Iya dong hati hati"ucap Arvin duduk mengambil sarapan


"Tapi Arvin itu mood ibu hamil nya saja padahal Arin itu sangat kesal saat kamu tidak peka terhadap nya"ucap Tania menyeduh teh hangat nya


"Maksud nya gimana"ujar Arvin


"Iya sering kali Arin itu sedih bukan karna kak Satria tapi kamu sendiri dia berada dalam keadaan amat sedih tapi kamu malah memberi jarak pada nya dia sangat sedih kamu tidak perhatian tidak peduli pada nya"jelas Tania


"Benar itu Arvin ketika seseorang jatuh seseorang harus ada orang lain mengulur kan tangan jika kamu mau mengambil hati Arin harus nya kamu lakukan itu"ujar Cinta menasehati


"Aku selalu perhatian pada nya aku kan cinta sama dia perasaan sikap ku sama seperti dulu"ucap Arvin heran


"Kamu harus lebih peka terhadap wanita apa lagi istri mu"ujar Satria


"Ahh aku melakukan apa yg aku suka aja"ujar Arvin menikmati makan nya


####


Untuk menikmati suasana Rey mengajak Cinta bagian depan kapal menikmati angin dan panas nya sambil menatap laut lepas Rey memeluk Cinta dari belakang mengengam tangan Cinta begitu erat


"Rey aku ingin tau perasaan mu bagaimana"tanya Cinta


"Apa perlu "ucap Rey santai


"Ya perlu Rey aku ini butuh kepastian"ujar Cinta


"Jika tidak kamu mau ninggalin aku"ujar Rey santai


"Ya tidak juga aku tidak bisa hidup tanpa mu"ujar Cinta


"Kamu hanya perlu rasakan saja di samping ku betapa aku sangat menyukai mu apa kamu melihat cinta di mata ku "bisik Rey mencium leher Cinta


"Iya tapi aku mau ungkapkan cinta mu"ujar Cinta berbalik


"Biar aku ajarkan"ucap Cinta


"l love you Cinta"ucap Cinta


"Ayo Rey seperti itu"ujar Cinta


"Cih itu tidak penting"ucap Rey sinis


"Iss Rey"ujar Cinta cemberut Rey terkekeh


"l........love.....you...... Cinta ku"teriak Rey merentang kan tangannya


"l love you too Rey"teriak Cinta tertawa memeluk Rey


"Terimakasih "ucap Cinta tersenyum mencium pipi Rey


"Tapi Rey aku mau punya anak takut kamu cari wanita yg bisa bikin kamu punya anak kamu ngak akan mendua kan aku kan jika ngak bisa kasih kamu anak"ujar Cinta mengengam tangan Rey takut Rey meninggalkan nya

__ADS_1


"Itu tidak penting bagi ku aku hanya ingin hidup berdua bersama mu aku bahagia bersama mu"ujar Rey mencium puncak kepala Cinta


"Rey aku sangat bahagia hidup bersama mu"ucap Cinta menyender kan kepala nya di dada Rey mereka menikmati menatap lautan


"Tania di mana Arvin dan yg lain"tanya Arin yg sudah bangun mengambil sarapan nya Tania masih duduk memainkan ponselnya


"Itu di bagian depan kapal"ujar Tania meletakkan ponsel


"Kamu suka pagi ini"ujar Tania menggoda membuat Arin menoleh


"Arvin ya cerita"tebak Arin


"Iya dia sangat senang tadi bercerita pada semua "ucap Tania


"Itu kebutuhan pria Tania tapi setiap pagi memang aku selalu ingin Arvin entah lah anak ku ini menyusahkan aku"ujar Arin tersenyum mengusap perut nya


"Dia tidak minta yg aneh tapi dia minta selalu aneh mengenai ayah nya itu"ujar Arin duduk


"Pernah ya aku ngak bisa tidur karna permintaan anak ku ini ingin tidur sambil memegang kebanggaan Arvin"ucap Arin membuat Tania melotot


"Lalu kamu meminta nya"ucap Tania


"Tidak aku malu setengah mati jika meminta nya aku tunggu Arvin tidur lalu saat dia terlelap aku memasukkan tangan ku di celana nya dan tertidur anak ku ini aneh sekali"ucap Arin menutup wajahnya Tania tertawa


"Tapi aku mau nanya deh Arin apa kamu mulai mencintai Arvin"ucap Tania


"Arvin dan Satria itu tidak jauh beda tapi aku yakin bisa melupakan Satria dan bisa mencintai Arvin dia pria baik"ucap Arin tersenyum


"Kamu sendiri tidak ingin menyerahkan kan diri pada Satria kasihan dia pasti tersiksa apa lagi saat melihat Rey dan Cinta yg selalu menampakkan kemesraan"ucap Arin


"Aku butuh waktu"ucap Tania


"Apa kamu mencintai nya"tanya Arin membuat Tania terdiam dia bertanya dengan hati nya sendiri apa dia mencintai Satria


"Aku tidak tau tapi saat kak Satria terbaring di rumah sakit aku sangat terluka selalu merindukan yg kak Satria lakukan pada ku"jujur Tania


"Itu benih cinta "ujar Arin tersenyum


"Ngak juga"ujar Tania mengelak


"Ini bulan madu kalian tapi kenapa seperti bukan bulan madu kalian"ujar Arin


"Arvin"panggil Arin mendekat bergabung dengan yg lain


"Iya"ucap Arvin menoleh melihat Arin duduk


"Tangan ku pegal sekali tapi aku mau makan"ucap Arin


"Seharusnya kamu tidur dengan benar "ujar Arvin santai Arin menatap kesal Arvin


"Sialan kamu itu dasar tidak peka"ujar Satria mendorong kepala Arvin


"Kamu yg sialan mendorong kepala ku sakit"kesal Arvin


"Lihat ada piring di depan nya itu arti nya Arin minta di suapin dasar"ucap Satria mengeleng


"Masak sih"ujar Arvin binggun


"Cepat sebelum dia ngambek sangat susah membujuk cewek ngambek"ujar Satria mendorong Arvin


"Hehe Arin anak kita mau minta suapin ya"ujar Arvin duduk di samping Arin


"Tidak perlu tangan ku sudah baikan"ketus Arin menyilang kan tangan nya di dada


"Itu jangan seperti itu lho"ucap Arvin


"Sini aku suapin"ujar Arvin mengambil sendok


"Akk"ucap Arvin lagi Arin dengan pelan menerima suapan itu tiba tiba mata mereka bertemu Arin dengan cepat mencium pipi Arvin membuat Arvin kaget sampai terjungkal kebelakang


"Arvin"ucap Arin menutup mulutnya


"Hahah dasar cupu di cium cewek bisa leleh"ejek Satria tertawa puas


"Sialan aku gugup dan kaget"ucap Arvin berdiri


"Maafkan aku"ujar Arin pelan

__ADS_1


"Tidak apa aku aku terlalu senang"ujar Arvin tersenyum pipinya merah Arin tersenyum kecil mengedip kan mata nya


"Arin jangan genit genit jantung ku bisa copot jika begini"ujar Arvin mengaruk kepala nya


"Jadi gemes"ujar Arin mencubit pipi Arvin mencium bibirnya sekilas Arvin tersenyum senang


"Arvin maafkan aku sudah melukai perasaan mu aku akan berusaha menerima dan mencintai mu"ucap Arin serius


"Aku nunggu saat itu"ucap Arvin memeluk Arin


"Terimakasih memberi ku kesempatan kedua"ujar Arin tersenyum


"Tidak masalah bagi ku hidup bersama mu adalah suatu kebahagiaan untuk ku"ujar Arvin tersenyum mencium kening Arin lalu memeluknya kembali


Habis dari kumpul Tania menganti baju nya dengan baju tidur dia berbaring memejamkan mata nya teringat ucapan Arin tadi Tania duduk lagi pertanyaan yg sama terlintas di benak nya apa dia mencintai Satria


"Ini tidak mungkin"sangkal Tania


Brak


"Kak Satria"ucap Tania bergegas menuju kamar mandi saat mendengar benturan


"Tania kamu kenapa"ujar Satria heran keluar dari sana


"Aku tadi mendengar benturan apa kak Satria baik baik saja"ucap Tania cemas


"Iya tadi aku sambil nyanyi ngak sengaja menendang barang ada di kamar mandi"ujar Satria tersenyum


"Syukur "ucap Tania lalu terdiam di tempat Satia mencari baju nya


"Kak Satria"panggil Tania mendekat


"Kenapa"ucap Satria tanpa menatap Tania karna dia sibuk mencari baju nya


"Emm apa kak Satria ingin melakukan maksud ku aku... siap kok melayani kak Satria jika mau"ujar Tania menunduk sampai baju yg di pegang Satria terjatuh lalu dia berbalik


"Tania aku tidak mau memaksa mu aku tidak akan menekan mu hidup lah damai dengan ku "ucap Satria memegang bahu Tania lalu Tania memeluk Satria


"Tidak"ucap Tania


"Aku......aku.... sebenarnya rasa sayang mengusik ku aku takut kehilangan kak Satria hanya saja ego ku terlalu besar"lirih Tania


"Tania kamu sadar yg kamu ucapkan"ucap Satria serius


"Iya aku sadar pada saat kakak di rumah sakit aku sangat gelisah takut jika kak Satria tidak menganggu ku lagi"ucap Tania menatap Satria


"Aku mencintaimu selalu Tania"ucap Satria serius


"Aku juga"ujar Tania menatap mata Satria yg terus mendekat Tania mundur sampai dia jatuh ke atas kasur lalu Satria merangkak ke tubuh Tania terlihat Tania melawan rasa takut


"Meski aku sangat senang mendengar nya kamu masih takut aku tidak ingin terjadi sesuatu pada mu"ujar Satria tersenyum mengusap wajah Tania dan berajak Tania berdiri memeluk Satria dari belakang


"Jika aku tidak melawan nya rasa takut ini terus menghantui ku"ucap Tania lalu menghadap Satria menarik handuk Satria dan memeluk dengan erat


"Bantu aku melawan nya"ujar Tania lagi jantung Satria berdetak dengan cepat dia menatap Tania lalu mencium bibir itu Tania memeluk leher Satria dan membaringkan Tania


"Jika kamu sangat ketakutan kata kan pada ku"ucap Satria melepaskan baju Tania menyelimuti tubuh mereka


"I...iya"ucap Tania lalu Satria kembali mencium Tania mengigit leher Tania dia berusaha menepis bayangan itu apa lagi saat Satria menodai nya bayangan Satria menodai nya kata kata kasar yg dia terima teman nya bahkan saat dia di siksa


"Aghhh"teriak Tania meneteskan air matanya dia memeluk Satria dengan erat


"Tania kamu baik"ujar Satria cemas Tania menatap mata Satria pelukan hangat dan tatapan lembut itu membuat dia merasa hangat


"Terus kan"ucap Tania lagi mencium leher Satria membuat Satria tidak sabar dia kembali mencumbu dan mulai memasuki Tania membuat Tania mengigit bibir nya menahan sakit itu Tania mencakar leher Satria


"Kak sakit"lirih Tania kesakitan Satria terdiam wajah Tania terlihat di masa lalu dia mencium penuh perasaan merasa kan itu Tania membalas nya lebih sekarang yg mereka lakukan bukan lagi melawan rasa takut tapi Tania malah merasa sensasi berbeda dia menikmati nya


3 jam berlalu


"Semua baik Tania"tanya Satria tersenyum setelah satu adegan mereka lewati


"Kak boleh aku meminta nya lagi"ujar Tania memalingkan wajah nya malu


"Ehh kamu menggoda ku"kekeh Satria


"Tidak aku suka perlakuan lembut dan kehangatan ini aku ingin merasakan cinta luar biasa ini lagi ''ujar Tania mengecup leher Tania

__ADS_1


"Baik lah sayang"ucap Satria kembali mencumbu Tania bahkan Tania membalas cumbuan itu


Semua mendapat kan kebahagiaan masing-masing sesuai takdir yg mereka miliki meski dari awal rumit tapi akhirnya bahagia dengan takdir


__ADS_2