
Tuan Arthur segera memanggil pria itu untuk mengantikan Devan meski Cinta bersikeras tidak mau nerima pria itu tapi Cinta belum mengenal siapa papa nya ini sesungguhnya selama ini dia mengenal Kenzo hanya keras kepala tapi kali ini dia cukup tau kenapa semau orang sering takut pada papa nya itu . Setelah Kenzo dan pria itu menyelesaikan kesepakatan nya Kenzo segera menikah kan Cinta tentu Kenzo memaksa Cinta meski Cinta menangis darah pun Kenzo tidak goyah dengan keputusannya, Pernikahan hanya di hadiri tuan Arthur, Kenzo Cinta dan pria itu bersama anggota untuk menikah kan
"Papa jahat "ujar Cinta berderai air mata Kenzo melangkah mendekati Cinta
"Kamu memang anak ku tapi satu hal harus kamu tau Naila segala nya untuk ku kamu membahayakan nyawa nya dan satu hal lagi kamu pikir kamu sudah hebat tidur bersama Devan hah seenaknya mau merusak nama besar keluarga ini"tajam Kenzo
"Papa tega aku ini anak kandung papa"ujar Cinta
"Terserah"ujar Kenzo malas dia melirik ponselnya Satria belum memberi nya kabar dia bilang Arvin lagi menangani nya
"Kalian rias kembali nona Cinta kita akan menghadiri resepsi"ujar tuan Arthur
###
Semua para tamu merasa kaget karna di kartu undangan dan postingan keluarga calon nya Devan nama nya juga Devan tapi saat resepsi malah pria lain dan baru saja Kenzo memposting pernikahan Cinta dengan pria lain banyak para tamu berbisik soal Cinta
"Kamu itu siapa kenapa mau menerima pernikahan ini"ucap Cinta melirik pria di samping nya tapi pria itu hanya diam seakan menganggap tidak ada orang
"Kenapa semua ini terjadi"batin Cinta menunduk dia benar tidak menyangka semua ini terjadi
"Tuan boleh kami bertanya kenapa suami nona Cinta berbeda dari yg di publik kan"tanya nya pada Kenzo
"Siapa kamu yg berani menyinggung keluarga kami saya minta wartawan satu ini di pecat "ujar Kenzo lantang membuat semua orang mengerti letak keseriusan masalah yg ada itu berarti Kenzo tidak ingin masalah itu ada yg ikut campur apa lagi di publik kan
"Maafkan saya tuan"ujar nya lalu semua menjauh karna sudah tau harus apa semua hanya bertanya karna yg mendampingi Cinta di pelaminan tuan Arthur dan Dita itu yg makin mereka bertanya kemana Naila menghilang
####
Setelah resepsi selesai Kenzo segera menuju ke rumah sakit untuk melihat keadaan Naila sama hal nya dengan yg lain sedang kan Cinta di biarkan istirahat karna capek nya istirahat
"Arvin gimana keadaan tante mama"tanya Dita menyapa Arvin
"Om papa begini ada hal serius yg ingin aku bicarakan tante mama mengalami serangan jantung entah kapan dia bisa mengalami penyakit jantung itu perasaan semua aman kita tau sendiri gimana orang yg mengidap penyakit jantung "jelas Arvin serius
"Ck ya aku ingat beberapa minggu ini Naila sering mengeluh saat capek dada nya terasa sesak apa lagi sering susah nafas dan berdebar dia juga mengatakan seperti nya dia mengidap penyakit jantung tapi aku menepis itu karna selama ini Naila selalu makan sehat"ujar Kenzo mengingat yg sering di bicarakan Naila
"Tapi tante mama baik baik saja kan"tanya Dita
"Iya ma dia sudah melewati masa kritis nya tapi kita harus tetap menjaga kesehatan tante mama"ujar Arvin
"Aku mau ketemu "ujar Kenzo cepat
"Iya om papa Satria menunggu tante mama ayo"ujar Arvin lalu mengajak semua menuju kamar Naila
"Kalian jangan biarkan Cinta menemui istri saya kalian mengerti"ujar Kenzo pada bodyguard yg menjaga di depan kamar Naila lalu mereka masuk
"Sial ini benar menyakitkan"gumam Kenzo kesal dia mendekati Naila mengusap kepala Naila mengecup nya lembut
"Sat Satria"ujar Arvin menepuk bahu Satria yg tertidur di bahu Naila
"Iya"ujar Satria serak membuka mata
"Sayang"bisik Kenzo mengusap kepala Naila karna mulut Naila di oksigen
"Kenapa istri ku belum sadar"ujar Kenzo datar menatap Arvin
"Itu "ujar Arvin jadi gugup karna Kenzo memang tidak seperti itu
"Kenzo kamu jangan seperti itu Naila butuh istirahat"ujar tuan Arthur
__ADS_1
"Ya ya"ujar Kenzo duduk mencium tangan Naila
"Mau lihat papa bucin ayo kita keluar"ujar tuan Arthur menepuk pundak Satria mereka semua pergi
####
Reynad Lintangwijaya dia sering kali di benci rekan kerjanya karna prilakunya itu tapi tetap saja wanita sering kagum pada nya karna cukup tampan wajah Reynad yg sering di sapa Rey itu blasteran Bandung dan Korea tentu dia menjadi sangat tampan dia pria sangat misterius.Rey bercermin membenarkan penampilan nya
"Sudah di bilang kamu ngak boleh masuk ke kamar ini"triak Cinta dengan kesal tapi Rey biasa saja
"Pria gila dengar ngak apa yg saya katakan"kesal Cinta mendekati Rey
"Pergi sana"ujar Cinta menarik Rey dengan cepat Rey menepis tangan Cinta
"Nona Cinta yg terhormat saya punya telinga tidak perlu berteriak seperti itu apa kamu yg budek jangan berteriak pada saya seperti itu"ujar Rey memegang dagu Cinta
"Jangan kamu pikir saya takut pada papa mu hah saya tidak takut sama sekali akan hal itu"ujar Rey sinis
"Berani nya kamu ingin menyakiti saya kamu mau kdrt hah"ujar Cinta marah mendorong Rey
"Kdrt cih papa mu menyerah kan kamu sepenuhnya pada saya jadi kamu hanya lah mainan buat saya"ujar Rey
"Hati hati dalam bicara jika tidak ingin punya masalah"ujar Rey menepuk wajah Cinta
"Berani nya kamu"teriak Cinta memukuli Rey membuat Rey benar marah dia mendorong Cinta
"Kamu benar menjengkelkan"teriak Rey kesal menahan tangan Cinta di kasur
"Lepaskan saya pria gila"teriak Cinta
"Lepas kamu menjadi mainan saya oke juga "ujar Rey datar
"Papa mu tidak akan peduli itu lagian kamu tidak sadar diri hah memberontak yg suami mu lakukan sedang kan sama pacar mu kamu menyerahkan begitu saja menjijikan sekali kamu"ujar Rey lalu menahan tangan Cinta di atas
"Lepas kan saya bajingan"teriak Cinta jadi takut tapi Rey semakin berani
"Kamu tidak usah merasa munafik wanita menjijikkan"ujar Rey dengan tatapan jijik dia sudah melepaskan kancing kemejanya melepaskan resleting celana nya
"Tidak jangan"teriak Cinta melihat itu dia terus berteriak
"Rey hentikan saya masih suci saya bohong pernah tidur bersama kak Devan"teriak Cinta dan seketika Rey menghentikan aksinya menatap Cinta tanpa kata Rey melepaskan Cinta membenarkan penampilan nya
"Bajingan saya benar akan membalas apa yg kamu lakukan sekarang ini"ujar Cinta memukul kasur Rey hanya datar dan menerima telpon dari Kenzo dia segera pergi
"Pria bajingan itu benar benar membuat aku marah"ujar Cinta kesal dia lega Rey tidak merengut kehormatan nya
"Ma mama"ujar Satria mengengam tangan Naila yg membuka mata
"Tuan Kenzo"ucap Naila pelan Satria menempelkan telinganya
"Tuan Kenzo"ujar Naila lagi Satria memeriksa keadaan Naila yg nampak normal lalu dia keluar
"Pa mama memanggil papa"ujar Satria serius
"Iya"ujar Kenzo lalu masuk
"Sayang"ucap Kenzo mengengam tangan Naila menatap Naila yg berderai air mata
"Tidak jangan menangis kamu tau kan aku tidak suka kamu menangis "ujar Kenzo mengusap sudut mata Naila
__ADS_1
"A....aku me...merasa"ujar Naila pelan
"Jangan kata kan apa apa"ujar Kenzo mencium kening Naila
"Aku merasa tidak berguna sebagai mama"lirih Naila memejamkan mata
"Sayang percayalah kesalahan Cinta itu bukan salah kita "ujar Kenzo
"Kamu jangan stres istirahat saja"ujar Kenzo
"Tuan Kenzo apa Cinta menikah dengan Devan"tanya Naila pelan
"Sayang aku tidak akan membiarkan Cinta menikah sama anak orang membunuh keluarga kita lagian Devan sudah berniat membalas dendam pada kita jadi aku mencari pengganti nya menikah kan secara paksa Cinta sama pria lain"jelas Kenzo serius
"Tuan Kenzo aku mau ketemu sama pria itu sebelum itu terjadi aku merasa tidak tenang "ujar Naila pelan
"Iya sayang"ujar Kenzo mengecup tangan Naila lalu keluar
"Istri saya ingin bicara"ujar Kenzo datar pada Rey yg sudah datang Rey masuk dia hanya berdiri di samping Naila
"Kamu adalah penyelamat Cinta mendekat lah"ujar Naila pelan Rey ragu mencondongkan tubuhnya
"Siapa nama mu"tanya Naila
"Rey"jawab Rey singkat Naila menyentuh wajah Rey
"Terimakasih kamu mau menerima Cinta apa adanya aku tau kalian menikah karna di paksa tapi aku sangat sayang sama Cinta jaga dia dengan baik maka aku akan mencurahkan kasih sayang pada mu aku akan menganggap mu sama seperti anak anak ku yg lain karna kamu juga menantu ku"ujar Naila pelan Rey terdiam
"Anda begitu baik saya janji akan menjaga Cinta dengan baik"ujar Rey serius Naila tersenyum lembut mengusap pipi Rey dia mulai memejamkan matanya tidak lama Kenzo masuk
"Hei kenapa masih di sana "ujar Kenzo lalu ikut Naila berbaring
"Tuan sesak lepas ya"ucap Naila mengankat selang oksigen nya
"Jangan lakukan kamu itu masih sakit"ujar Kenzo menahan nya
"Kamu sengaja ya biar aku perhatikan"ujar Kenzo tersenyum
"Iss aku selalu ingin di perhatikan siapa juga yg caper"ujar Naila memeluk Kenzo mengusap kepala Kenzo
"Tuan Kenzo aku suka deh sama Rey"ujar Naila
"Apa"ujar Kenzo duduk lalu menoleh ke arah Rey
"Kamu menyukai nya Naila kamu sadar yg kamu katakan selain kamu punya suami diab
itu seumuran sama anak kita apa kamu suka sama brondong"kesal Kenzo membuat Naila kesal
"Iss aku suka sebagai mama tuan Kenzo mah nyebelin"ujar Naila berbalik
"Hehe maaf sayang"ujar Kenzo tersenyum memeluk Naila melepaskan oksigen itu Naila tersenyum dan mengedipkan matanya Kenzo mencium bibir Naila membuat Naila memejamkan mata nya dia merasa hangat kecemasan nya terasa hilang
"Jangan sakit lagi"ujar Kenzo pelan memegang wajah Naila
"Maaf"ujar Naila pelan memeluk Kenzo menyenderkan kan kepala nya di dada Kenzo
"Seperti nya aku mulai tua dan penyakitan beda sama kamu masih segar"ujar Naila pelan memainkan kancing baju Kenzo
"15 tahun terpisah aku masih setia sayang aku ingin selalu di samping mu meski kamu sakit pun"ujar Kenzo mencium kening Naila
__ADS_1
"Aku mau tidur lagi peluk aku"ujar Naila mencium pipi Kenzo dan memeluk Kenzo dengan erat dan memejamkan mata Kenzo mengusap punggung Naila mencium kepala Naila