Perjalanan Cinta Sang Dokter

Perjalanan Cinta Sang Dokter
112


__ADS_3

Satria sudah siap akan bekerja meski Naila melarang nya karna luka Satria belum kering tapi Satria tetap akan bekerja alasannya ingin menemani Tania alasan yg tidak dapat di mengerti karna itu Naila tidak dapat melarang Satria


"Selamat pagi calon istri"sapa Satria masuk melihat Tania lagi sarapan


"Bapak kenapa di sini"ujar Tania keheranan


"Jemput kamu lah berangkat bareng "ujar Satria tersenyum


"Emang pak Satria udah sembuh "tanya ibu Tania


"Iya dong bu demi menjaga anak ibu aku harus tetep sehat"ujar Satria semangat


"Pak Satria tidak perlu menjemput saya biar saya yg menjemput pak Satria"ujar Tania


"Kamu ingin berangkat bareng ya"ujar Satria menggoda


"Ya enggak la kepedean banget pak Satria sebaik bawahan apa kata orang nanti bos menjemput bawahan"ujar Tania cepat


"Tidak masalah aku lebih senang seperti ini pagi ketemu kamu siang ketemu kamu dan malam aku akan ke sini untuk ketemu kamu "ujar Satria menuangkan air putih


"Bapak Satria kurang kerjaan "ketus Tania mereka sarapan setelah selesai mereka segera berangkat


🚘🚘🚘


"Tania terimakasih semalam kamu ingin berkata jujur Arvin benar benar ingin menjebak ku sama Arin"ujar Satria menatap Tania yg menyetir


"Itu sudah tugas saya pak"ujar Tania pokus


"Terimakasih "ujar Satria tersenyum dan Tania hanya santai


####


"Arin kamu kayak nya ngak usah kerja kamu lagi hamil"ujar Arvin


"Tidak aku harus tetap tugas "ujar Arin


"Baik lah jika kamu merasa lelah cepat istirahat jika butuh sesuatu jangan sungkan meminta pada ku"ujar Arvin


"Aku dokter aku juga akan menjaga anak ini"ujar Arin


"Baik lah"ujar Arvin melangkah pergi memenuhi tugasnya sama hal nya dengan Arin karna Arin mengantikan Rey dan rumah sakit Naila di ganti oleh orang lain yg bisa di percaya


####


Satria bersiap dengan kemeja putih lengan pendek dan celana hitam harus nya itu pakaian di siang hari tapi Satria gunakan untuk datang di rumah Tania di malam hari karna Satria ingin mengajak Tania jalan dan melamar nya meski harus di tolak Satria tidak menyerah


"Tania kamu siap ya sebentar lagi aku akan berangkat kita jalan "ucap Satria di telepon duduk di meja makan meneguk air putih


"Tidak "tolak Tania di telepon


"Tidak ada kata penolakan Tania malam ini harus mau titik "ujar Satria memaksa


"Pak Satria saya mau istirahat seharian sudah bekerja saya bosan melihat wajah pak Satria terus tidak ada wajah pria lain apa"ketus Tania


"Tania kamu harus terbiasa menatap wajah tampan ku ini pokok nya aku tunggu kamu aku memaksa"ujar Satria mematikan teleponnya


"Mau kemana"tanya Naila yg lagi makan malam


"Mau jalan lah ma sana Tania calon mantu mama"ujar Satria semangat


"Emang dia mau"ujar Naila


"Tidak sih tapi kali ini aku memaksa nya karna setiap aku ajak dia selalu menolak jadi aku akan paksa dia karna sekian kali nya aku akan melamar dia lagi"ujar Satria tersenyum


"Mau berapa kali kamu di tolak Satria"cibir Kenzo


"Biarin aja aku ngak menyerah terus melamar nya meski jawaban nya menolak aku tidak menyerah akan tetap terus melamar nya"ujar Satria yakin


"Kamu sudah bucin ya gini"ujar Kenzo


"Papa dari pada aku tidak hidup sama Tania mending aku sama kayak kak Cinta mati"ucap Satria cekikikan


"Hus kamu itu sembarangan ngomong nya"ujar Naila


"Pokoknya cinta mati deh sama Tania dah mama"ucap Satria mencium pipi Naila lalu pergi


"Andai Satria sebesar itu cinta nya sama aku pasti aku sangat bahagia sayang nya cinta nya itu milik wanita lain"batin Arin makan dengan damai

__ADS_1


"Pokoknya aku ngak mau bu"tolak Tania di kamar karna Satria sudah sampai


"Pak Satria ngak pulang jika tidak jalan sama kamu kata nya meski sebentar"ujar ibu nya


"Ngak ahh biarin aja dia salah sendiri"ujar Tania menarik selimut


"Tania kali ini aja kasihan pak Satria nya nunggu ayo cepat bersiap"ujar ibu nya


"Menyusahkan sekali dia"gumam Tania segera bersiap


Satria tersenyum menatap Tania memakai gaun warna biru langit dengan lengan sebahu dan sepanjang bawah lutut Tania terlihat manis memakai gaun itu meski wajah nya kesal menatap Satria


"Silahkan calon istri ku kita jalan"ujar Satria tersenyum


"Menyebalkan mau bapak itu apa sih saya capek"ketus Tania berjalan menuju mobil


"Bentar aja"ujar Satria tersenyum masuk mobil begitu pun Tania


"Malam ini kamu semakin cantik"ujar Satria melaju kan mobil nya


"Ngak usah merayu saya sudah biasa mendengar rayuan itu"ketus Tania


"Aku serius kamu itu sangat cantik aku suka itu"ujar Satria tersenyum


"Kita mau kemana"ujar Tania menatap jalanan


"Hanya tempat romantis"ujar Satria tersenyum pokus dengan jalan tidak lama mereka sampai di tempat taman mereka segera turun duduk di bangku keadaan sepi hanya ada mereka berdua


"Sekarang mau apa"ucap Tania


"Baik lah jika kamu ingin segera selesai"ujar Satria menunjuk langit dan seketika ada kembang api yg bertulisan l love you Tania begitu indah


"Mau kah kamu menikah dengan ku Tania ya meski kamu selalu menolak ku"ujar Satria serius Tania terdiam


"Pak Satria kenapa tidak mengerti saya tidak bisa menerima bapak karna apa yg bapak lakukan saya hanya ingin hubungan kita itu sebagai bos dan asisten"ucap Tania serius


"Tania aku sungguh mencintaimu perasaan ini sangat besar"ucap Satria menangkup wajah Tania


"Percayalah"ucap Satria menatap mata Tania yg tadi nya kesal berubah jadi serius


Plak


"Bapak jangan kurang ajar"ucap Tania berdiri menampar Satria


"Bapak pikir saya ini wanita apa saya punya harga diri bapak tidak pernah berubah dari dulu selalu ingin berniat buruk pada saya sudah cukup atas apa yg bapak lakukan saya harap cukup sampai di sini bapak jangan mengejar saya lagi karna saya tidak pernah suka itu lebih baik bapak lupakan saya"ucap Tania membelakangi Satria


"Itu tidak akan terjadi Tania"lirih Satria


"Cukup pak saya capek dengan ini semua "ujar Tania lari


"Tania tunggu "teriak Satria mengejar Tania yg ingin kembali ke mobil


Pin pin


"Tania"triak Satria saat Tania hampir di tabrak mobil Satria mendekat merangkul Tania yg meringkuk takut


"Hati hati"ucap pemudi itu turun saat mata Satria dan mata nya bertemu Satria menjadi serius


"Wah ternyata kamu Satria ohh aku mengerti sekarang kenapa saat itu aku tidak menemukan mu di rumah asisten mu ini karna kalian punya hubungan"ujar nya tidak lain Devan


"Tania kamu tidak apa apa ayo aku antar pulang"ujar Satria tidak peduli dengan Devan


"Karna kita ketemu di sini aku tidak perlu repot mencari salah satu dari kalian"ujar Devan


"Maksud mu apa hah kita tidak ada urusan nya"ucap Satria


"Tidak ada urusannya kata mu apa kamu lupa Satria kalian membunuh orang tua ku dan saudara ku"ujar Devan datar


"Bukan aku membunuh nya itu kesalahan mu Devan"ujar Satria


"Alah omong kosong itu"ujar Devan memanggil anak buah nya di dalam mobil yg berjumlah 5 orang


"Haha pengecut kamu Devan jadi mau keroyok aku apa kamu tidak mampu melawan ku"ujar Satria tertawa mengejek


"Aku tidak peduli yg penting aku bisa membalas kamu"ujar Devan datar


"Hajar"ujar Devan anak buah nya segera melawan Satria

__ADS_1


"Mau apa kamu hah"ucap Devan mengambil ponsel Tania yg ingin menelpon seseorang Devan menghancurkan ponsel itu lalu menarik Tania


"Lepaskan aku"ujar Tania takut


Brak


"Jangan berani sama cewek Devan"ucap Satria menendang Devan lalu melindungi Tania


"Cih kamu tidak akan lolos Satria"ujar Devan datar lalu berdiri dia masuk ke dalam mobil memberi anak buah nya senjata


"Dasar pengecut kamu Devan main keroyokan dan pakai senjata"ujar Satria sinis


"Habisi dia"ujar Devan menyerang Satria melawan nya karna kalah jumlah apa lagi mereka pakai senjata Satria terkena beberapa sayatan


"Tania dengar kan aku kamu pergi dari sini pakai mobil segera pergi "ujar Satria melihat Devan mendekat


"Tidak pak saya tidak mungkin meninggalkan bapak"ujar Tania ikut panik


"Tania pergi cepat"ujar Satria melihat Devan semakin dekat


"Tidak"ucap Tania


"Kamu harus pergi Tania"bentak Satria


"Please pergi lah ini masalah nya dendam Devan aku takut dia akan melukai mu please pergi lah jika kamu pergi aku tidak akan mengganggu mu"ucap Satria


Sret


Devan menebas punggung Satria membuat Satria terjatuh lalu anak buah nya yg lain mulai menyerang Satria lagi yg terus menghindari serangan itu


"Tenang aku tidak akan melukai mu tapi aku mau kamu menyaksikan kematian nya dan mengatakan pada keluarga nya"ujar Devan menarik rambut Tania biar melihat nya Devan memegang lengan Tania biar tidak kabur


"Pak Devan tolong lepas kan kami pak Satria sudah terluka "ujar Tania memelas dia sangat cemas melihat Satria terkena sayatan itu meski Satria melawan tapi Tania bisa lihat jika Satria menahan sakit


"Ohh ya baik lah"ujar Devan memanggil anak buah nya memegang Tania


"Rasakan ini Satria"teriak Devan


Sret sret sret sret


Devan menebas tubuh Satria tanpa ampun membuat Satria terjatuh tubuhnya berlumur darah tapi di otak Satria jika dia hilang kesadaran bagaimana Tania dia takut Devan melukai wanita yg di cintai nya itu Satria bangkit lalu lari mendorong anak buah Devan yg memegang Tania


"Lepas kan "ucap Satria


"Rupanya kamu sangat mencintai nya"ujar Devan tertawa


"Jika aku mati kamu tidak tau amara keluarga ku Devan jika aku mati yg pertama menghukum mu adalah kak Cinta wanita yg kamu cintai aku adalah adik yg dia sayangi"ujar Satria pelan


"Itu tidak akan terjadi Satria "ujar Devan menarik kaki Satria yg terjatuh dan menarik baju Satria menyerah kan pada anak buah nya Devan masuk mobil dan mengangguk pada anak buah nya mengerti akan hal itu Devan masuk mobil dan memundurkan mobil dan melaju dengan cepat anak buah Devan melempar tubuh Satria ke mobil melaju


Brak


"Kak Satria"triak Tania melihat Satria terpental guling guling


"Pak Devan hentikan aku mohon hentikan"ucap Tania memohon sangat berusaha melepaskan pegangan itu


"Lihat dia masih mampu membuka matanya baik lah"ujar Devan mendekat mengambil senjata di punggung nya


"Tidak tidak jangan pak Devan" teriak Tania panik Satria menatap Tania dengan lemah


Dor


"Tidak"teriak Tania saat Devan menembak Satria sampai tubuh Satra terangkat dan kesadaran Satria hilang


"Lepaskan dia kita pergi Satria tidak akan selamat"ujar Devan dan pergi bersama anak buah nya dia baru balas dendam satu orang


"Kak Satria"ucap Tania lari melihat keadaan Satria


"Kak kak bangun"ucap Tania menepuk wajah Satria yg berlumur darah


"Tidak tidak tidak"gumam Tania ketakutan nya terjadi lagi trauma nya kembali lagi bayangan masa lalu yg menyakiti nya terlintas


"Cukup Tania cepat bawa ke rumah sakit"ucap Tania menepuk wajah nya


"Kak bertahan"lirih Tania memampa Satria menuju mobil karna panik sampai Tania bisa membopong tubuh Satria yg besar sampai ke mobil


"Kak bertahan lah"ujar Tania menyentuh wajah Satria dan segera melaju kan mobil nya

__ADS_1


__ADS_2