
Satria pulang dengan tidak semangat tadi pak John menjelaskan semua nya pada Satria termasuk Naila yg menguat kan Satria tapi Satria bisa apa jika Tania akan menikah masak iya dia memaksa wanita itu sudah cukup diri nya jahat di mata Tania seharian juga Satria kerja di dampingi pak John apa lagi ini hari pertama dia kerja sangat melelahkan untuk nya
"Satria ayo makan malam"ujar Naila mengajak Satria makan malam
"Iya ma"ucap Satria duduk
"Satria kamu sendiri "tanya Rey datar
"Iya kenapa"ucap Satria meneguk air
"Bukan nya tadi siang Cinta bersama mu"tanya Arvin
"Iya benar aku menelpon nya untuk bicara pada Tania tapi setelah itu dia pulang "jelas Satria
"Pulang"ucap Arvin
"Dia tidak ada di kamar"ujar Rey
"Kemana dia coba lihat lokasi nya"ujar Kenzo , Satria mengeluarkan ponsel nya melihat lokasi di ponsel Cinta
"Ini lokasinya di depan rumah kan"ujar Satria
"Coba aku lihat dari kalung kak Cinta"ujar Satria lagi dan sama lokasinya
"Lokasinya sama sebentar"ucap Satria berdiri mendekati lokasi itu dan dia menemukan kalung dompet serta ponsel Cinta dia kembali ke dalam rumah
"Aku menemukan ini di dalam kotak sampah"ujar Satria jadi panik
"Kemana dia kaki nya masih tidak boleh berjalan jauh"ujar Arvin serius
"Lihat dari cctv rumah dulu"ujar Kenzo menuju ruangan kamera mereka semau mengikutinya
"Lihat ini ada seorang pria tapi mobil nya tidak terlihat apa Cinta di culik"ujar Kenzo melihat seorang pria membuang tas itu
"Pa jangan sampai kak Cinta terluka kaki nya masih terasa sakit aku cemas dia benar di culik"ujar Satria khawatir
"Iya benar kita harus segera temukan Cinta"ujar Arvin dan Naila menatap layar kaca itu tanpa sadar air mata nya menetes dia mengingat saat perkataan Cinta tadi pagi
"Jika Cinta bunuh diri karna hukuman kita bagaimana"lirih Naila biar bagaimana pun Cinta adalah anak nya
"Jangan berfikir yg macam macam"ujar Kenzo
"Jika Cinta kenapa kenapa aku ngak bisa memanfaatkan diri ku sendiri"ujar Naila menangis
"Sayang yg kita lakukan sudah benar"ujar Kenzo
"Tidak juga pa semalam itu selain ingin membicarakan soal dia mengundurkan diri kak Cinta awal bicara ingin mengatakan jika dia dan Devan sudah menyudahi hubungan mereka"ujar Satria
"Dia berhenti bekerja karena ingin menerima Rey dan juga ingin meminta maaf pada Arvin"jelas Satria
"Ini juga salah ku tidak memanfaatkan nya tadi siang sampai dia terluka"lirih Arvin
"Cinta tidak akan melakukan hal nekat"ujar Kenzo
"Kita meninggalkan nya di saat dia terpuruk"ujar Naila cemas
"Dari pada kita debat mending kita mencari nya"ujar Satria akhirnya mereka memutuskan mencari Cinta
####
☀️☀️☀️
Matahari bersinar dengan sangat panas mereka semua pulang dengan hampa mereka tidak menemukan kehadiran Cinta mereka menarik Cinta dari Vila apartemen sampai hotel dan tempat nginap lain nya tapi Cinta tidak ada perasaan cemas dan khawatir merasuki mereka semua
"Nak kembali lah"lirih Naila menangkup wajah nya
"Kemana Cinta"gumam Kenzo
"Sebentar ada telpon"ucap Rey lalu menjauh
__ADS_1
"Ya"ucap Rey
"Dokter Rey kemarin saya melihat istri dokter datang ke apartemen pagi ini saya tidak melihat dokter apa kalian bertengkar"ucap satpam apartemen
"Apartemen saya ,baik "ujar Rey mematikan teleponnya
"Saya tau kemana Cinta saya jemput dia dulu"ujar Rey lalu berlalu meski semua butuh jawaban
Rey masuk ke apartemen nya melebarkan matanya mencari sosok Cinta siapa tau wanita itu mati di sana dengan menyayat pergelangan tangannya atau membakar tubuhnya di dapur meja makan ruang tamu semua kosong Rey masuk ke kamar dan menemukan tubuh Cinta yg berbaring dengan memeluk perut nya wajah sangat pucat Rey mendekat
"Hei bangun"ucap Rey menggoyang kan tubuh Cinta
"Rey"lirih Cinta pelan mengengam tangan Rey
"Terimakasih menemukan aku "ujar Cinta pelan lalu duduk dengan pelan
"Aku kira jika aku hilang keluarga ku akan mencari ku nyata nya mereka bener tidak mempedulikan aku hanya kamu "lirih Cinta memeluk Rey dengan erat
"Kamu dasar menyusahkan sekali"kesal Rey
"Kaki ku sangat sakit aku juga sangat lapar dari kemarin belum makan"lirih Cinta,Rey mengecek kaki Cinta
"Apa sangat nyeri "tanya Rey terlihat kaki Cinta merah dan bekak
"Iya rasanya tidak mampu bergerak"ucap Cinta hampir menangis menahan rasa sakit itu
"Apa kamu tidak minum obat anti nyeri"tanya Rey
"Hei kalian tidak bilang untuk aku meminum nya apa kalian sengaja supaya aku mati"kesal Cinta
"Kamu yg hilang tiba-tiba"geram Rey
"Rey ayo pulang aku sangat lapar kamu mau istri mu mati kelaparan kaki ku juga sangat sakit"ucap Cinta
"Kita ke rumah sakit dulu ini harus di obati"ucap Rey
"Tidak aku mau pulang Rey"ujar Cinta
Mereka melihat Rey berdiri di pintu,tadi Rey membawa Cinta dengan di gendong dan Cinta segera makan dengan lahap seperti pengemis saja makan nya sangat lahap semua tidak bertanya setidaknya merasa lega
"Akhirnya lega juga"gumam Cinta sudah kenyang dia tidak menghiraukan keluarga nya Cinta kecewa karna tidak ada yg peduli pada nya
"Rey"panggil Cinta menoleh Rey masih menunggu, Cinta mengambil tongkat nya
"Sstt aww sakit banget"lirih Cinta memegang kaki nya lalu Rey mendekat
"Aku mau istirahat kaki ku benar sakit"ujar Cinta kesakitan
"Saya beri suntikan sebentar"ujar Rey berlutut karna Cinta berdiri
"Ehh tidak kamu ingin membunuh ku kan dengan menyuntik ku bukti nya kemarin kamu tidak bilang jika aku harus meminum obat anti nyeri atau apa lah itu"ketus Cinta menyingkirkan kaki nya
"Saya suntik otak mu biar encer saya tidak akan membunuh mu malah ingin mengobati mu"ujar Rey kesal
"Ala ngak usah bohong aku tidak percaya dengan mu pak dokter"cibir Cinta tapi Rey terus memaksa tapi Cinta terus keras kepala saat Naila berdiri ini melerai keburu Cinta terjatuh dengan kaki di atas
"Aghh Rey kamu benar ingin membunuh ku dasar suami gila yg kejam"maki Cinta dengan kesal
"Dasar wanita keras kepala"ujar Rey kesal
"Kak ,Rey mau obati kaki kakak"ujar Satria
"Udah lah aku tidak perlu obat biar saja aku mati cepat bantu aku ke kamar mau tidur biar nyeri nya hilang semua senang kan lihat aku mati Rey saja masih ingin membawa ku pulang seharusnya dia membiarkan aku mati di apartemen nya itu"gerutu Cinta berdiri semua hanya geleng kepala melihat Cinta di pampa Satria
####
Naila masuk ke kamar Cinta dengan membawa beberapa obat dia menatap wajah Cinta yg tertidur menahan sakit Naila melirik kaki Cinta merah dan bengkak ada rasa sesak di hati nya melihat Cinta seperti itu tapi keras kepala Cinta sama dengan Kenzo.Naila memberi obat anti nyeri dan menyuntik kan di kaki Cinta ada tarikan kaki dari Cinta tapi setelah itu hilang Naila membuka perban itu mengeceknya kaki Cinta terasa sangat panas Naila memberi obat tradisional dengan bahan tanaman rasanya panas tapi itu seperti nyeri dan gatal mengobati untuk tulang patah Naila memoleskan itu dengan suntikan itu Cinta akan tertidur dengan lelap
"Meski begitu kamu tetap putri mama yg keras kepala"ujar Naila mencium kening Cinta dengan lembut rasa sayang Naila masih sama
__ADS_1
"Cepat sembuh sayang biar kita kembali memperbaiki semua mama selalu menyayangi mu"ucap Naila mencium tangan Cinta lalu membiarkan Cinta istirahat
Tania menebalkan hati nya untuk menghadapi Satria dia juga sudah menyiapkan hati nya .Tania menghembuskan nafasnya dia telat 30 menit karna banyak persiapan tidak pernah dia telat tapi kali ini dia telat
"Pagi bu Tania"sapa sekretaris itu dengan tersenyum
"Pagi "ucap Tania ramah
"Ohh ya bu ,selama itu tidak masuk kemarin pak John yg mendampingi tuan muda yg ribut sama bu Tania kata pak John ibu harus mengantikan nama ini di meja direktur dan memeriksa pekerjaan tuan muda"jelas nya menyerahkan papan nama yg tertera Satria Mahendra
"Baik ada lagi"ucap Tania mengambil nya
"Tidak ada lagi bu"ujar nya Tania segera pergi ke ruangan bos nya dan tentu kosong dia mengambil papan nama Cinta lalu mengantikan, meja itu rapi lalu Tania membuka laptop itu ada beberapa email yg di kerjakan Satria dia juga melihat beberapa dokumen di meja
"Dia emang tidak bisa apa apa preman sekolah mau di andalkan lihat saja baru satu hari mengantikan nona dia sudah membuat kesalahan"gumam Tania sebal melihat dokumen itu
Ckelek
"Tania"ujar Satria tersenyum segera mendekat
"Jangan dekat dekat saya merasa benci lihat wajah mu rasanya ingin menamparnya"geram Tania menatap Satria tajam
"Tania kata mama kamu sudah memaafkan lalu kenapa kamu nampak sangat membenci ku "ucap Satria menatap Tania
"Aku minta maaf atas apa yg aku lakukan di masa lalu aku tidak berniat seperti itu aku lakukan karna mama ku"ujar Satria menyesal
"Cukup "ucap Tania sebal
"Tania aku sangat mencintaimu aku ingin hidup selama bersama mu"ucap Satria tulus
"Diam"geram Tania
"Dengar kan saya tuan muda saya memang memaafkan mu tapi tidak bisa melupakan apa yg tuan muda lakukan saya bekerja di sini jadi saya hanya ingin hubungan kita sebatas asisten dan bos jika tidak saya benar berhenti bekerja dan juga saya tidak pernah mencintai tuan muda bahkan saya sangat membenci tuan muda apa lagi saya akan segera menikah saya harap anda jangan menganggu saya lagi paham"ucap Tania tegas hancur sudah hati Satria
"Hah kamu tidak memahami perasaan ku Tania"ucap Satria menghembuskan nafasnya
"Aku akan terima keputusan mu itu Tania "ucap Satria serius
"Aku bersumpah atas kedua orang tua ku dan juga nyawaku jika aku hanya mencintaimu jika pun kamu menikah aku akan menunggu janda mu jika pun itu tidak terjadi maka aku akan melajang seumur hidup ku aku akan menikah dengan mu saja jika tidak aku tidak akan menikah jika aku mengingkari nya maka aku akan mati"ucap Satria serius Tania sampai membeku dengan ucapan Satria
"Hanya sebatas bos dan bawahan kan cepat minggir saya mau duduk"ucap Satria sebal
"Jika preman sekolah tetap preman sekolah lihat baru satu hari bekerja kamu menghancurkan kerja nya nona Cinta"sebal Tania
"Bos di sini siapa aku kan"kesal Satria cemburu mulai merasuki hati nya jika Tania memilih pria itu
"Tetap saja kamu menghancurkan nya"sebal Tania tetap kekeh karna dia kesal melihat wajah Satria yg menghancurkan kehidupan nya
####
Cinta terbangun oleh dering ponselnya yg berkali kali dia mengerjap pelan Cinta bersender dan meraih ponselnya melihat 5 kali panggilan Satria dan 3 kali panggilan Tania
"Iya Tania ada apa"ucap Cinta serak saat Tania kembali menelpon
"Maaf menganggu anda nona apa anda bisa ke kantor sebentar ada hal yg penting"ucap Tania sopan
"Baik saya akan ke sana"ujar Cinta memutuskan panggil telpon Cinta meraih tongkat nya lalu menurun kan kaki nya pelan Cinta segera ke kantor bersama supir nya
Ckelek
"Cinta"ucap Naila melihat kamar itu kosong ke kamar mandi tapi kosong
"Cinta kamu di mana"teriak Naila panik dia segera turun keluar berteriak memanggil Cinta
"Nyonya mencari nona"ucap supir itu
"Iya kemana dia"ucap Naila
"Tadi dia pergi bersama pak Den nyonya kata nona ada pekerjaan penting saya memperingati soal kaki nya tapi dia tetap pergi"ucap nya
__ADS_1
"Dengan pak Den syukur lah"ucap Naila lega karna Cinta berangkat dengan sopir dia yakin pak Den supir nya itu akan menjaga Cinta dengan baik Naila bisa bernafas dengan lega