
Satria lagi sibuk dengan pekerjaannya akhir akhir ini banyak sekali pekerjaan nya yg menumpuk untuk makan saja dia tidak sempat.Karna sudah makan siang tiba jadi Tania membeli kan Satria makan siang setelah itu dia masuk ke ruangan Satria karna sudah biasa menyiapkan semua nya jadi Tania sudah tau apa saja makanan dan apa yg harus dia lakukan
"Hai Sat"sapa Arin masuk tanpa permisi
"Sini biar aku siapin"ujar Arin mengambil makanan dari tangan Tania
"Tadi nya aku mau ajak kamu makan siang"ujar Arin tersenyum
"Aku lagi sibuk banget lagian Tania udah siapin makan siang"ujar Satria menutup laptopnya
"Wah kamu kenapa keluar pakai jas dokter kayak wanita berpendidikan banget tidak biasa nya"ujar Satria tersenyum meneguk air putih
"Iya nih kangen makan siang sama kamu"ujar Arin duduk
"Asisten kamu tidak keluar"ujar Arin bertanya
"Tidak ,biasanya dia yg menemani ku makan"ujar Satria menarik piring
"Hati hati lho nanti tergoda banyak kejadian asisten sama bos nya"ujar Arin santai
"Maksud kamu"ujar Satria serius
"Dia kan hanya asisten Sat"ucap Arin lagi
"Jika aku memang berniat memperistri nya bagaimana"ujar Satria mulai makan Arin terdiam
"Pak saya permisi"ujar Tania berlalu
"Dia sombong sekali ya aku tau aku hanya wanita miskin yg jadi asisten menjengkelkan sekali dia "geram Tania dia sadar diri sering kali dia di rendah kan
"Kamu kenapa ngak ajak Arvin"ucap Satria menikmati makan nya
"Arvin tadi sibuk"ujar Arin menatap Satria begitu dalam
"Kenapa sih kamu ngak mau cari wanita"tanya Arin penasaran
"Aku akan menunggu wanita itu tidak jadi milik orang sayang nya dia sudah milik orang jadi aku harus bersama akan hal itu karna aku begitu mencintai nya"ujar Satria tersenyum
"Apa yg di maksud Satria itu aku ya"batin Arin senang bukan main mereka mengobrol banyak hal
Setelah makan malam Cinta ingin mencuci dia hanya ingin melakukan sesuatu sekalian menunggu Rey pulang keadaan nya sudah baik Naila menelpon dokter Cinta dia bilang jika Cinta sudah baikan maka obat nya di hentikan minum nya dari pantauan Naila seperti nya memang sedikit ada perubahan.Cinta merasa kan pelukan erat di perut nya dan kecupan singkat di pipinya sudah tau itu ulah siapa
"Kenapa pulang kata nya pulang malam"ucap Cinta masih pokus mencuci
"Ada apa jika aku pulang jam segini atau ada pria yg akan menemui mu di mana dia"ucap Rey geram
"Apaan sih ngak jelas tau"cibir Cinta
"Hhmm Cinta jangan main sama pria ya"bisik Rey pelan
"Kenapa sih aneh tau"ujar Cinta acuh
"Apa kamu ada niat kembali pada Devan jika aku terus dingin dan cuek"tanya Rey
"Lupa ya aku gila karna kamu masak iya mau kembali pada Devan"ujar Cinta mengeleng
__ADS_1
"Bagi ku kamu itu segalanya "lanjut Cinta entah lah Rey merasa ada kupu kupu di perut nya
"Cinta kayaknya aku mulai menyukai mu deh"jujur Rey sampai Cinta menoleh dengan sepontan
"Apa"ucap Cinta
"Iya rasa posesif ini selalu melanda ku rasa takut kehilanganmu semakin besar apa lagi Devan sialan itu selalu menginginkan mu aku sampai kesetanan mencari mu kemarin itu kenapa kayak nya aku mulai menyukai mu atau aku sudah mencintai mu"ucap Rey serius
"Apa kamu berdebar"ucap Cinta serius
"Tidak hanya saja saat kamu mencium ku lebih mengutamakan ku kayak ada sesuatu menggelitik ku aku ingin selalu di dekat mu"ucap Rey
"Rey please berikan aku satu senyuman mu"ujar Cinta berdebar Rey mengerut kan kening nya
"Aku ngak bisa tersenyum kamu tau itu"ujar Rey cepat
Cup
Cinta mencium pipi Rey dan menatap Rey dan Rey seperti anak gadis aja mengulum senyum dengan tingkah lucu nya dia mengaruk kepalanya malu
"Aku mencintaimu "ucap Cinta menarik baju Rey mencium bibir itu merasakan itu Rey senang dia menekan tengkuk Cinta berciuman dengan mesra
"Aku senang akan hal ini Rey "ucap Cinta memeluk Rey lagi
"Balik kamar yuk"ucap Rey memeluk pinggang Cinta yg sesekali mencium pipinya mereka berjalan tapi saat akan naik tangga mereka berhenti saling melirik melihat Satria memegang pinggang Arin dengan Arin berpegang di dada Satria mata mereka bertemu
"Aghh maaf Arin"ujar Satria melepaskan Arin
"Tidak apa kok lagian kamu mau nolongin aku yg mau jatuh terimakasih "ucap Arin tersenyum lalu mereka berjalan lagi
"Kayak ada yg aneh ya"ucap Rey datar
"Tapi tatapan Tania itu"ujar Cinta jadi ragu
"Tidak boleh pokos ke orang lain"ujar Rey melepaskan jas nya dan kemeja nya
"Rey ngak mau makan"ucap Cinta baru sadar
"Tidak"ujar Rey mencium pipi Cinta lalu berlalu ke kamar mandi Cinta suka perlakuan Rey yg manis itu dunia nya jadi kembali
####
Arin menatap ponselnya dia tersenyum saat Satria membalas pesan nya Arin berusaha menyakinkan hati nya jika Satria menyukainya meski Arin harus mengambil resiko dia akan lakukan demi Satria, Arin sudah tekad dengan keyakinan nya dia menuju kantor Satria karna sudah tau Arin siapa jadi tidak ada yg melarang Arin masuk ke ruangan itu
"Sat sibuk ya"ucap Arin duduk
"Seperti aku bilang sedikit sibuk"ujar Satria tersenyum
"Aku mau ngomong sesuatu apa ada waktu"ucap Arin tersenyum
"Ngomong aja "ucap Satria mengajak duduk di sofa
"Satria"ujar Arin memegang tangan Satria menatap mata Satria
"Ada hal yg ingin aku katakan "ucap Arin menatap mata Satria
__ADS_1
"Rin katakan saja kayak sama siapa aja"ucap Satria tersenyum simpul
"Sebenarnya aku mencintaimu sejak pertama kita bertemu aku sudah lama memendam perasaan ini sungguh aku sangat mencintai mu aku yakin n kamu juga mempunyai perasaan yg sama seperti apa yg aku rasa"ucap Arin tersenyum memegang wajah Satria
"Aku rela kok kita menjalin hubungan secara diam diam Arvin tidak akan tau itu kita akan menjalin hubungan "ujar Arin tersenyum Satria sampai tidak bereaksi karna kaget
"Apa yg kamu katakan Arin"ujar Satria berdiri
"Kamu tega sama Arvin ingin melakukan ini kenapa kamu ingin menikah sama Arvin jika mencintai aku"ucap Satria
"Karna kamu tidak mau lebih dekat dengan ku dengan aku menikah dengan Arvin kita lebih dekat itu salah satu alasan ku"ujar Arin ikut berdiri
"Kamu gila Arvin itu saudara ku mana bisa aku mengkhianati nya"ucap Satria
"Tapi kamu mencintai ku kan "ucap Arin memegang tangan Satria
"Tidak aku tidak akan mengkhianati Arvin"ucap Satria datar
"Katakan dengan jujur"ujar Arin lirih
"Aku hanya mencintai Tania sebelum aku ketemu sama kamu cinta ku pada Tania itu sangat besar wanita yg aku bilang itu Tania"ucap Satria
"Mending kita tidak usah bicara lagi kamu jangan pernah mengkhianati Arvin "ucap Satria datar
"Kamu tidak akan bisa menghentikan aku mencintaimu selamanya aku akan tetap mencintai mu tidak bisa menerima Arvin sebagai suami ku"ucap Arin meneteskan air mata dia patah hati menerima kenyataan jika Satria mencintai wanita lain Arin pergi dengan derai air mata kebersamaan itu Tania masuk
"Pak makan siang mau makan apa"tanya Tania masuk Satria memijit kening nya pusing dia duduk di sofa menenangkan pikirannya
"Bapak punya masalah sama nona Arin dia tadi nampak menangis"ucap Tania serius
"Tania kamu bisa pijitin kepala ku yg pusing"ucap Satria memejamkan mata nya Tania diam
"Hanya sebatas bos dan asisten"ucap Satria lagi
"Baik pak"ujar Tania menuju belakang sofa mulai memijit kepala Satria yg tanpa membuka matanya
"Kenapa Arin bisa mencintai ku jika sampai Arvin tau perasaan nya sangat hancur apa lagi dengan alasan kenapa Arin mau menikahinya"batin Satria
"Aku harus melakukan sesuatu untuk mencegah pertikaian ini takut nya Arvin nanti salah paham pada ku tapi apa yg harus aku lakukan"batin Satria
"Tania sudah lama ini aku tidak menerima undangan pernikahan mu aku harap kamu tetap mengundang ku di pernikahan mu"ucap Satria
"Tunggu saja pak"ujar Tania berusaha tenang Satria membuka mata nya menatap Tania
"Boleh aku bertemu pria yg beruntung itu yg miliki mu aku mau menitip kan bidari ku pada nya agar menjaga nya dengan baik"ucap Satria tersenyum
"Bapak jangan aneh sudah saya undang itu sudah bagus"ketus Tania menyudahi pijitannya Satria terdiam lagi dia berfikir keras sampai dia memiliki ide gila dia tersenyum misterius
"Wah Satria ide mu luar biasa"gumam Satria berdiri
"Tania kamu cari kan saya obat peran**ang dengan dosis tinggi"ujar Satria
"Apa"ucap Tania melotot dia mulai takut menyentuh dadanya takut
"Ye bukan untuk mu aku punya rencana untuk menyelesaikan masalah ini"ucap Satria semangat
__ADS_1
"Maksud bapak apa sih jangan aneh"ucap Tania takut lalu Satria menceritakan kejadian tadi
"Aku akan membuat Arvin dan Arin melewati malam yg panjang dengan itu Arin mau tidak mau akan hidup selamanya dengan Arvin jika dia bisa mengandung dengan obat itu akan membantu mereka aku cerdas bukan"ucap Satria bangga Tania mengangguk paham dia segera mencari obat itu di mana pun dia harus menemukan obat itu