
Kali ini Davin akan membunuh Naila dan Kenzo dia memasukkan ular berbisa di selimut kasur Naila dan Kenzo tadi Davin menyelinap masuk dengan mudah memasukkan ular itu lalu dia pergi.Naila baru selesai mandi segera memakai baju kebiasaan nya selalu bangun lebih awal dari Kenzo dan saat bangun Kenzo segera ke kamar mandi tidak pernah membereskan tempat tidur,Naila mengambil selimut seketika ular itu waspada muncul dari selimut siap mematok Nila membuat Naila terkejut meneguk ludahnya takut
"Tuan Kenzo"teriak Naila takut Kenzo berada di kamar mandi Naila tidak bergerak karna saat Naila bergerak ular itu benar mematuk nya
"Tuan Kenzo"teriak Naila lagi kuat
"Ada apa sayang"ucap Kenzo keluar dengan jubah mandi dia terkejut melihat ular itu
"Tahan sayang jangan bergerak sialan ular dari mana ini"ucap Kenzo panik dia mengambil sapu yg tergeletak di kamar mandi tapi saat Kenzo berusaha meraih nya ulat itu mengubah mangsa nya mengarah kan kepala nya pada Kenzo
"Nai Nai ambil pistol ku di lemari"ujar Kenzo menjauh kan ular itu yg berusaha mematok ,Naila lari mencari pistol itu setelah dapat Naila lari memberi kan pada Kenzo
Dor
Dor
Mendengar tembakan anak anak mereka segera bergegas masuk mereka terkejut melihat darah di kasur dan melihat tubuh ular itu tinggal separuh dan Kenzo memegang pistol nya terlihat Naila bersembunyi di punggung Kenzo
"Ada apa tante mama"tanya Arvin
"Ada ular entah dari mana"ujar Naila merasa lega
"Ular ini sangat berbahaya sekali mematuk akan membuat korban nya meninggal seketika"jelas Kenzo
"Mama dan papa tidak apa apa"ucap Cinta cemas memeluk mama nya
"Iya sayang"ujar Naila
"Ada apa dengan keluarga kita ada yg berusaha membunuh kita semua pertama racun dan kedua ujar"ucap Satria tidak lain Davin menatap Rey
"Entah lah seperti nya ada penyusup "ujar Kenzo
"Ya papa benar seperti ada penyusup entah itu dari pembantu bodyguard atau keluarga "ucap Satria menatap Rey
"Di keluarga kita hanya ada dua anggota baru Arin dan Rey"ucap Satria lagi
"Apa maksudmu menuduh Rey sama Arin begitu aku merasa kurang senang kamu menuduh Arin"ucap Arvin
"Tidak aku mengatakan apa yg aku pikirkan"ujar Satria santai
"Ya pikiran mu itu dengan kamu menuduh Arin sama saja kamu menuduh ku"ujar Arvin tersinggung
"Ya jika kurang senang pergi saja ini juga bukan rumah mu"ujar Satria
"Aku tidak percaya ini"ucap Arvin marah meraih tangan Arin lalu mereka pergi
"Satria kenapa kamu ngomong kayak gitu"ujar Naila
"Ma aku tidak mengusir Arvin tapi di sini benar ada penyusup ada yg berusaha membunuh kita"ucap Satria
"Apa yg di katakan Satria itu ada benar nya ma"ujar Rey datar menatap Satria
"Ma aku juga mau pamit berapa hari aku ingin menghabiskan waktu dengan Cinta di apartemen"ujar Rey datar
"Kami tidak memaksa "uajr Naila
"Kami pamit"ucap Rey lalu melangkah bersama Cinta
🚘🚘🚘
"Kira kira apa yg terjadi aku merasa tatapan Satria tidak seperti biasanya jika benar penyusup nya bodyguard dan pembantu pasti ada yg mencurigakan aku jadi kepikiran ucapan Satria penyusup keluarga Arin tidak mungkin melakukan itu sedang kan aku tidak juga apa Satria ya melakukan itu tapi kenapa dia lakukan ini hal mustahil"batin Rey berfikir keras alasan nya ingin menginap ke Apartemen dia lakukan untuk mengamankan Cinta
"Rey kok diam"ucap Cinta menoleh ke arah Rey
"Tidak aku hanya ingin berdua dengan mu Cinta nanti jika mau keluar kasih tau aku apa lagi kamu ada yg menjenguk mu di Apartemen "ujar Rey
"Iya"ucap Cinta tersenyum memeluk lengan Rey
"Kelakuan Satria akhir akhir ini aneh banget "batin Rey
####
__ADS_1
Tania baru balik dari makan siang di luar dia sangat benci dengan Satria apa lagi makan siang bersama nya Satria yg mencela terus menghina Tania membuat Tania kesal meninggal kan Satria
"Lho Bela kenapa nangis"ucap Tania menyapa sekretaris yg menangis
"Hiks hiks tuan Satria memaksa saya melayani nya bu Tania saya tidak sanggup lagi dan sekarang ini giliran Ranti OG"jelas Bela memeluk Tania
"Ini keterlaluan aku tidak tahan"geram Tania semua karyawan perempuan di lecehkan Satria
Brak
"Hentikan pak Satria"teriak Tania masuk melihat Satria mencumbu wanita itu
"Wanita sialan hah berani nya menghentikan saya"bentak Satria marah
"Ranti kamu keluar"ujar Tania wanita itu pergi
"Tentu saya berani pak bapak sudah sangat keterlaluan melecehkan semau karyawan di sini"ujar Tania
"Saya tidak tahan dengan perilaku pak Satria "geram Tania
Plak
"Berani kamu mengatakan itu"ujar Satria marah menampar Tania
"Baik kamu ingin juga ternyata"ucap Satria marah Tania menahan panas di pipi nya
"Bapak jangan macam macam"teriak Tania mundur saat Satria melepaskan baju nya Satria memeluk Tania ingin melecehkan Tania dengan cepat Tania meraih kantung blazer nya dan memberi sengatan listrik itu
Aghh
Satria terjatuh dan Tania lari keluar dari sana dia terduduk lemas merasakan ingin di lecehkan lagi Tania gemetar ketakutan Tania mengambil tas nya lalu pergi ketakutan . Tania melihat wajah nya yg memar di pipi nya berusaha Tania menahan rasa sakit itu memutuskan pulang
####
Devan masuk ke dalam gudang kosong itu meliha Satria asli tergeletak dengan rantai di tangan nya Devan menyiksa Satria mencambuk nya memukuli nya serta tidak memberi makan Satria kehabisan tenaga sudah 2 minggu dia berada di sana
"Ck sekali sekali Davin gagal lagi membunuh orang tua mu tidak apa aku akan membantu nya untuk melenyapkan mereka dengan cara memberi bom di mobil nya"ujar Devan tertawa
"Tidak aku harus menyelamatkan mereka"gumam Satria bangkit lagi dia mengencang kan rantai itu
Aghhh
Satria menarik rantai itu dengan kuat tangan nya sampai berdarah Satria tidak bisa diam begini melihat orang tua nya mati mengenaskan Satria sekuat tenaga menarik rantai itu
Brak
Rantai itu putus Satria dia bangkit tidak peduli dengan darah yg menetes Satria melihat sepi dia lari dengan tertatih rasa sakit dia abaikan , Satria terjatuh lagi sudah gelap seperti ini mana ada yg lewat dia jatuh pingsan tidak lama ada mobil lewat dan turun seseorang
"Satria"ucap nya Satria membuka mata
"R...Rey syukur kita ketemu bantu aku pulang Devan ingin membunuh orang tua ku yg di rumah itu bukan aku tapi Davin yg memakai topeng ayo cepat"lirih Satria pelan Rey mengerti itu dia mau jalan pulang ke Apartemen Rey memasukkan Satria ke mobil
"Kita lihat Devan ternyata ini permainan mu"ujar Rey tersenyum licik lalu melaju kan mobil saat sampai Rey memampa Satria menekan bel rumah
"Rey ini bukan rumah ku kenapa kamu bawa aku ke rumah Tania"ujar Satria pelan
"Aku akan jelaskan"ucap Rey santai lalu Tania membuka pintu menatap Satria tajam
Plak
Satria terjatuh ke lantai saat Tania menampar nya Rey juga ikut kaget melihat itu dia mengira aman di rumah ini tapi malah pemilik nya membuat Satria sengsara
"Kenapa kamu memukul ku"lirih Satria dia meraih kaki Tania
"Air air"lirih Satria pelan ibu Tania melihat itu dia lari mengambil wadah air lalu memberi ke Satria sangat kehausan
Brak
"Ibu ngak usah kasih air ke bajingan ini"ucap Tania tajam
"Ayo aku bantu "ucap Rey memampa Satria masuk lalu duduk di sofa
__ADS_1
"Cerita kan apa yg terjadi"tanya Rey
"Rey aku 2 minggu tidak makan dan minum aku aku lapar dan haus"ujar Satria pelan
"Menyedihkan sekali diri mu,bu minta air sama makanan apa aja"ujar Rey pada ibu Tania langsung saja ibu ke dapur mencari makanan yg hanya ada roti dan memberi secangkir air Satria memakan seperti pengemis saja sangat kelaparan meminum air itu dia duduk dengan benar
"Rey aku mau pulang papa dan mama dalam masalah aku aku tidak bisa diam'"ucap Satria menahan sakit
"Katakan dulu"ujar Rey
"Sejak aku bertengkar dengan Tania sejak malam itu aku pulang tapi Devan mencegat ku menghajar ku sampai pingsan aku di sekap di siksa selama aku pergi Davin menyamar jadi aku memakai topeng kulit dia ingin membunuh keluarga kita aku tidak bisa diam"ujar Satria
"Ohh seperti itu rencananya "ujar Rey berdiri
"Tania jaga dia dengan baik"ucap Rey datar
"Hei aku mau ikut orang tua ku dalam bahaya"ujar Satria berdiri Rey mendorong Satria
"Aghh sialan Rey sakit"raung Satria kesakitan saat tubuh nya terjatuh
"Dengar kan aku Satria aku tidak akan menghilangkan kesempatan ini jika Devan ingin membunuh kita pura pura menjadi kamu dia salah besar dia akan terjebak aku yakin Devan akan mencari mu kita lihat bagaimana dia membedakan Davin dan kamu jadi kamu di sini dulu untuk bersembunyi"ujar Rey dan berlalu
"Rey tunggu tidak bisa busa seperti ini"ujar Satria tapi Rey meninggalkan Satria termenung yg di katakan Rey itu ada benar nya Devan perlu di beri pelajaran Satria duduk menatap Tania melihat merah di pipi Tania
"Tania pipi mu kenapa "ucap Satria bertanya
"Apa bapak lupa yg bapak lakukan"tajam Tania
"Kurang ajar Davin berani nya menampar mu semoga dia mati menyakitkan"geram Satria
"Tania sudah aku katakan selama 2 minggu ini aku di culik yg kamu hadapi itu bukan aku tapi Davin"ujar Satria berdiri dia menyentuh wajah merah Tania
"Maaf kamu jadi terluka"lirih Satria memeluk Tania
Hoek
"Bapak bau sekali"ujar Tania dia mengerti dengan keadaan
"Aku belum mandi 2 minggu"ujar Satria tersenyum kecil
"Pak Satria mandi setelah itu istirahat saya bantu"ujar ayah Tania memampa Satra menuju kamar tamu,Satria membuka baju nya tubuhnya terlihat luka lalu menguyur tubuhnya di shower mengepalkan tangannya menahan rasa sakit luka yg terkena air Tania membantu mengosok tubuh Satria ibu nya juga membantu
"Aghh pelan pelan"ucap Satria menggertak kan gigi nya menahan sakit dia ngos- ngsoan menahan rasa sakit itu
"Sudah cukup rasanya sakit"ucap Satria
"Kami tunggu di luar pak"ucap Tania pergi bersama ibu nya Satria melepaskan celananya mengambil baju yg di siap kan Tania tadi dia hanya memakai celana pendek dan keluar Tania salah tingkah karna ibu nya membawa nan makanan
"Pak saya obati luka nya"ujar Tania datar Satria duduk
"Tania boleh kamu cerita kan selama aku pergi"ujar Satria datar menahan sakit Tania mulai memoleskan obat luka dan bercerita kekacauan di kantor
"Kamu baik baik aja kan"ucap Satria serius
"Apa peduli bapak"ketus Tania
"Ya ya ya aku selalu salah di mata mu"ucap Satria lalu mengambil piring yg ada nasi dan lauk Satria memakan nya dengan lahap
"Bu terimakasih membantu ku meski ibu tau aku yg menghancurkan kehidupan Tania"ucap Satria meneguk air putih itu
"Pak Satria saya memaklumi situasi di saat pak Satria melakukan itu demi mama pak Satria melakukan nya saya tidak benci sama sekali lagian bapak sudah menyesal"ujar ibu Tania
"Tuh lihat ibu mu saja sudah merestui kenapa kamu tidak"ucap Satria tersenyum Tania memukul bahu Satria
"Aghh sakit tidak lihat tubuh ku luka"keluh Satria
" Biarin sekalian pak Satria mati"ketus Tania
"Awas nanti aku mati mewek lho"ujar Satria tersenyum
"Terserah"ucap Tania berlalu bersama ibu nya
__ADS_1
"Ternyata dugaan ku salah itu bukan pak Satria pria itu membuat aku takut saja"batin Tania tersenyum kecil melihat itu ibu Tania tersenyum mengelus kepala Tania membuat Tania keheranan