
Karna acara di rumah jadi mereka tidak mengetahui yg terjadi di luar rumah banyak orang di dalam rumah yg merayakan pernikahan itu bahkan wajah mereka terlihat bahagia semua,karna sedikit membaik jadi Rey dan Cinta masuk ke sana Cinta terus memeluk lengan Rey , Cinta juga ganti baju karna tadi baju nya terdapat bercak darah Devan yg mengotori nya
"Rey aku takut"bisik Cinta
"Jangan khawatir meski ada yg tau tidak ada yg berani "ucap Rey
"Tapi Rey aku"ucap Cinta masih ketakutan
"Ada aku di sini aku tidak akan membiarkan ada yg menyakiti mu"ujar Rey serius
"Cinta dari mana saja ehh kamu ganti baju kenapa"ujar Arin bertanya
"Apa urusanmu "ketus Rey menatap Arin tajam
"Tidak "ucap Arin keheranan
"Kami mau kasih selamat buat kedua nya"ujar Cinta tersenyum berjalan bersama Rey menuju Satria dan Tania
"Selamat ya Satria Tania"ujar Cinta memeluk adik nya dan adik ipar nya
"Iya kak"ujar Satria tersenyum
"Ehh ngomong ngomong dari Arvin papa kalian juga ngak ada kasih aku kado emang apa sih kado nya"tanya Satria penasaran
"Ohh itu dari Rey papa dan Arvin mereka patukan kasih hadia kamu dan Tania itu kapal pesiar"jelas Cinta
"Serius waw"ucap Satria takjub
"Serius kalian akan mengunakan bulan madu pakai kapal pesiar sekalian kata mama aku dan Rey sama Arin dan Arvin ikut nya kami kan ngak bulan madu"ujar Cinta tersenyum
"Jika kita ke pulau keluarga aja gimana mengunakan jet pribadi kita"ujar Satria
"Tidak asik itu mah mending naik kapal pesiar aja lebih asik dan lebih suasana baru"ujar Cinta
"Soal pekerjaan"tanya Tania cemas
"Ahh jika itu nanti papa dan paman John mengurus kantor om Arvin ngurus rumah sakit dan paman nya Rey akan mengurus perusahaan Rey tenang aja"ujar Cinta
"Wah ini sangat menakjubkan "ujar Satria kegirangan dia tidak menyangka mereka memberi nya hadia pernikahan kapal pesiar yg harga nya sangat sangat tidak sedikit
"Dia senang pasti sudah merencanakan hal kotor"batin Tania menatap Satria
####
Setelah pesta pernikahan Satria menginap di rumah Tania apa lagi besok mereka akan berangkat bulan madu,Tania sudah duluan berada di kamar nya sudah rapi siap akan tidur tidak lama Satria membuka kamar melihat Tania berbaring dia tersenyum lebar merangkak ke tubuh Tania
"Aghhh"teriak Tania takut mendorong Satria duduk dan menarik selimut
"K...kamu mau ngapain"ujar Tania takut
"Ya mau malam pertama lah aduh sakit"keluh Satria saat pantat nya mengenai lantai
"Tidak boleh"ujar Tania cepat
"Kenapa aku ini suami mu"ucap Satria berdiri
"Pokoknya tidak boleh "ucap Tania cepat
"Ya alasannya apa"ujar Satria butuh penjelasan
"Kak Satria lupa atas apa yg kak Satria lakukan dulu karna itu aku trauma hubungan di atas ranjang"ucap Tania cepat memang benar Tania juga mengalami trauma itu
"Apa"ujar Satria kaget dia menyelidiki
"Jangan bohong kamu bukan nya kamu bilang pernah jadi wanita malam"ucap Satria menyelidiki
"Ya soal itu aku bohong karna aku berfikir kak Satria akan menjauhi ku jika aku seperti itu dan keluarga kak Satria tidak akan setuju dengan ku"jujur Tania
"Ya ampun Tania tuh terjebak sendiri kan sama rencana nya"ujar Satria tidak percaya
__ADS_1
"Kak Satria harus janji dulu jika mau dekat ku jangan berniat menyentuh ku"ucap Tania serius
"Iya aku janji tidak akan melakukan nya"ujar Satria tersenyum
"Terimakasih"ucap Tania lega dia sudah takut membayang kan Tania meneguk air putih lalu berbaring dan Satria membersihkan tubuh nya
###
☀️☀️☀️
"Ehh pengantin baru ya pengantin baru lama banget"teriak Arvin dari atas kapal itu melihat Satria dan Tania baru sampai
"Sabar woi lagian kapal ini milik ku terserah aku lah mau telat atau tidak"teriak Satria tertawa
"Sombong ini pemberian sialan"ujar Arvin mengapit kepala Satria yg sudah ada dia atas kapal
"Ehh jangan menyentuh ku sekarang tidak suka lagi dekat dengan mu karna aku sudah ada istri"ujar Satria tertawa
"Sialan"umpat Arvin menendang kaki Satria.Karna semua sudah siap kapal nya mulai berjalan mereka sangat senang liburan bersama apa lagi kali ini dengan keluarga kecil .Karna memang biasanya Rey sering berenang jika tidak ada kesibukan jadi Rey dan Cinta renang di kolam hanya mereka berdua ada di ruangan itu
"Rey"teriak Cinta lompat berenang mengejar Rey
"Ngak perlu teriak kayak di hutan aja"sindir Rey
"Biarin "ujar Cinta tersenyum lalu memeluk Rey
"Terimakasih kamu itu meski ya terlihat kejam tapi sebenarnya tidak terima kasih menenangkan aku kemarin"ujar Cinta tersenyum
"Kita nikmati saja waktu bahagia kita tanpa Devan sialan itu"ujar Rey menyungging kan senyum nya memeluk pinggang Cinta lalu menarik ke atas perut nya
"Aku mencintaimu"ucap Cinta tersenyum Rey memegang wajah Cinta mencium nya berjalan pelan menuju pojok dan menekan Cinta ciuman mereka jadi sangat intim decapan terdengar jelas suara Cinta keluar begitu saja
"Hei itu harus nya yg aku lakukan "teriak Satria tidak terima melihat itu
"Apaan sih Satria ganggu aja udah punya pasangan sendiri ngak bisa di tempat lain ganggu aja"ujar Cinta cemberut turun dari gendongan Rey
"Perasaan hanya kalian berdua yg merasa punya pasangan "sindir Arvin santai Arvin terdiam dia tau hubungan nya dengan Arvin tidak berjalan baik jangan kan hubungan badan romantis saja Arvin tidak pernah
"Awas ya berani "ancam Cinta
"Tidak aku hanya memberi mereka saran"ujar Rey
"Ini yg nama nya hidup"ucap Satria meneguk minuman dingin duduk di kursi dekat Arvin
"Galau nih mau aku kasih rencana untuk adegan panas nya"ujar Satria tertawa mengejek Arvin
"Sialan kamu "geram Arvin menendang Satria
"Seharusnya kamu tidak menampakkan wajah sialan mu itu"kesal Arvin
"Ribut mulu"ujar Cinta kembali renang bersana Rey
Arin dan Tania berada di dapur ya untuk mengisi perut yg kosong Tania membuat menyiapkan sarapan karna tadi mereka belum sarapan mereka hanya mengobrol kecil
"Arin kamu baik kan kamu selalu diam saja apa kamu merasa kesal pada ku"ucap Tania ya dia di paksa Naila memanggil anggota keluarga seperti Satria memanggil nya
"Tidak juga aku sudah mau menerima Arvin hanya saja semasa aku hamil ini hormon ku terus berbeda aku sangat kesal aja sama Arvin yg ngak perhatian itu"ujar Arin
"Tapi kayak nya Arvin itu orang nya tidak kepekaan"ujar Tania menyiapkan makanan dan duduk di depan Arin
"Masak sih"ujar Arin menatap Tania
"Iya aku sering jumpa manusia seperti Arvin itu tidak pekaan membuat sebal saja tapi ya aku akui kak Satria peka hanya saja dia mengjengkelkan"ujar Tania membuat Arin tersenyum kecil
"Dulu saat aku tau Satria mencintai mu aku sangat marah membenci mu geram menatap mu"jujur Arin
"Aku marah kenapa Satria lebih mencintaimu padahal aku jauh baik dari mu lebih cantik lebih berpendidikan dan kamu aku rasa pendidikan kamu saja rendah tidak begitu cantik"ujar Arin
"Setelah aku amati bukan itu yg di butuh kan Satria melaiankan kenyamanan dan berasa punya teman hidup aku tau Satria sangat mencintaimu itu bukan dari kecantikan mu tapi dari hati mu karna dia benar jatuh cinta pada mu jadi sory"ujar Arin
__ADS_1
"Aku tau itu aku merasakan tatapan mu dulu soal perasaan ku pada kak Satria tidak bisa di paksa tetap saja aku takut pada nya secara yg aku alami di umur ku sangat dini"ujar Tania
"Aku bisa lihat dari tatapan mu"ucap Arin
"Tania jika kita mengalami ketakutan itu jalan keluar nya lawan jika tidak begitu kita akan terjebak selama nya"ujar Arin
"Percaya lah bahagia menanti mu"ucap Arin lagi
"Terimakasih "ucap Tania tersenyum dia berusaha menerima kehadiran Satria
"Lapar juga"ujar Satria duduk dan mulai makan bersama Arvin yg juga ikut
"Aduh lapar banget"ucap Cinta mengosok rambut nya yg basah dia membuka kulkas dan meneguk minuman
"Siapa yg masak"ucap Cinta
"Sebenarnya bukan masak tapi tadi ibu ku menyuruh membawa bekal"ujar Tania
"Ohh"ujar Cinta mencari makanan lalu Rey datang memeluk Cinta dari belakang
"Iss Rey apaan sih banyak orang "ucap Cinta berbalik
"Baru tau kamu arti malu"cibir Rey
"Ini aneh aneh pasti "ucap Cinta mendorong kepala Rey
"Tidak aneh kita kan libur"ujar Rey
"Lalu"ujar Cinta
"Ya bukan berarti tubuh kita libur kan"ujar Rey santai
"Iss aneh pak suami aku mau libur sama adik adik ku jadi menyingkir"ujar Cinta meletakkan minuman nya
"Tidak"ujar Rey santai lalu memeluk pinggang Cinta
"Kamu itu cantik "ujar Rey santai
"Aduh panas pipi ku panas pak suami mulai bisa manis pada istri nya"ujar Cinta tersenyum malu
"Aku suka senyuman mu ini bu istri"ucap Rey terkekeh
"Idih suami ku mulai bisa canda"ujar Cinta tertawa mereka saling tatap melupakan jika mereka tidak berdua Rey menangkup wajah mencium bibir Cinta perlahan Cinta membalas mengalungkan tangannya Rey berjalan terus menuju toilet dia sampai dan masuk
"Rey jangan"teriak Cinta dari dalam
"Tidak"ucap Rey tersenyum melepaskan baju nya
"Rey Rey geli Rey sstt Rey"triak Cinta terus menerus
glek
Tanpa sadar Satria menelan ludah nya sendok nya berada di udara melongo yg terjadi sama hal nya dan Arvin meneguk ludah nya dengan kasar
"Kayak ada yg tegang tapi bukan tiang listrik"ucap Satria dan tertawa bersama Arvin
"Gas"ujar Arvin
"Emang berani"ujar Satria dan kedua nya menggeleng bernasib sama dan akhirnya tertawa
"Apa sih yg kalian bicara kan"kesal Arin
"Tidak apa hanya becanda kamu kan tau aku dan Satria sering becanda"ujar Arvin tersenyum
Brak
"Rey"triak Cinta lagi
"Ighh jadi panas nih"ujar Arvin berdiri dan kabur sama hal nya dengan Satria
__ADS_1
"Kita juga pergi yuk"ajak Arin mereka berdua ikut pergi tidak ingin menganggu kedua nya yg menikmati bulan madu