Perjalanan Cinta Sang Dokter

Perjalanan Cinta Sang Dokter
103


__ADS_3

Setelah dapat obat itu Satria segera melancarkan rencana nya dia memesan kamar hotel VVIP dan Satria akan makan malam bersama Arin dengan pelayan orang nya di ruangan VVIP biar tidak ada yg menyalah gunakan keadaan Tania juga ikut membantu Satria karna Satria yg minta jika tidak Tania malas berurusan dengan Satria


"Seandainya kita bisa makan malam seromantis ini"ucap Satria duduk di meja makan menatap Tania yg lagi menata meja nya


"Maaf saya tidak bisa karna saya akan segera menikah berhenti mengharapkan saya"ucap Tania serius


"Tania kamu kira aku becanda dengan sumpah ku aku tau kamu akan menikah tapi percaya lah cinta ku tidak akan berubah aku tulus mencintai mu jadi membiarkan kamu bahagia bersama nya "ujar Satria berdiri


"Ini udah cukup Arin akan segera sampai kamu tunggu sedikit jauh biar Arin tidak curiga nanti jika aku panggil kamu cepat membantu"ujar Satria


"Siap pak"ujar Tania lalu keluar tidak lama Arin masuk dua melihat hidangan di atas meja serta lilin romantis


"Silahkan duduk kita harus bicara lagi"ujar Satria duduk Arin duduk


"Kita makan malam dulu dan aku mau makan malam yg damai"ujar Satria santai


"Oke"ucap Arin lalu keduanya menikmati makan nya dengan tenang


"Oke Arin aku tidak ingin membuang waktu lagi"ujar Satria meneguk air putih Arin meneguk nya sebagai makanan terakhir mengelap mulut nya


"Kenapa kamu tidak bisa mencintai Arvin padahal aku dan Arvin itu tidak jauh berbeda"ujar Satria serius


"Sama pertanyaan Sat apa yg di miliki Tania yg tidak aku miliki lagian jauh lebih baik aku dari dia"ujar Arin serius dia mulai memijit kepala nya yg terasa pusing Satria mengeluarkan ponselnya mengirim pesan pada Arvin jika harus menemui Arin di hotel


"Aku tidak tau Rin aku mencintai nya begitu saja aku paham apa yg kak Cinta rasa saat Rey berusaha meninggalkan nya tapi meski Tania jadi milik orang aku bisa rela kan dia karna itu kebahagiaan nya"ujar Satria


"Berarti aku punya kesempatan memiliki mu"ucap Arin mulai pusing


"Rin percaya lah jika aku tetap mencintai Tania dan aku tetap melajang jika tidak menikah dengan nya"ucap Satria berdiri


"Sat aku pusing"lirih Arin memegang kepala nya pandangan nya mulai buram


"Rin apa yg aku lakukan ini terbaik untuk semua"ujar Satria tersenyum


"Satria lakukan aku sangat mencintai mu"ucap Arin memeluk Satria erat


"Ayo Rin"ujar Satria merangkul Arin


"Satria"lirih Arin pelan Satria memberi isyarat pada Tania untuk membantu nya Tania membantu membuka pintu kamar itu setelah itu dia meletakkan Arin ke kasur


"Sat miliki aku sekarang"ujar Arin merah padam menarik kemeja Satria dan Satria hanya tersenyum kepada Arin yg tidak berdaya dengan obat itu


"Gimana"tanya Satria meninggalkan Arin menemui Tania


"Pak Arvin tidak lama akan sampai pak"ujar Tania


"Oke"ucap Satria lalu dia benar melihat Arvin lari


"Selamat bekerja"ucap Satria tanpa kata mendorong Arvin masuk ke kamar hotel itu

__ADS_1


"Bapak tidak cemburu"ucap Tania serius


"Kamu tidak percaya dengan cinta ku"ujar Satria memegang kedua tangan Tania


"Sungguh aku mencintaimu Tania "ucap Satria


"Maaf pak saya tidak bisa"ucap Tania meninggal kan Satria


"Ya aku mengerti itu aku tidak maksa dan aku selalu di samping mu memastikan mu bahagia "ujar Satria mengikuti Tania


"Sial Satria"teriak Arvin menggedor pintu tapi pintu nya tidak bisa di buka karna di tahan oleh Satria


"Arin"panggil Arvin berjalan menuju kasur dia kaget melihat Arin tanpa busana memeluk nya erat


"Arin kamu kenapa"tanya Arin serius


"Eghh aku"ujar Arin mendorong Arvin ke kasur memeluk Arvin


"Satria miliki aku"ujar Arin menindih Arvin


"Aku mencintaimu Satria sangat mencintaimu please aku tidak tahan rasanya panas "ucap Arin mencium Arvin yg terdiam dengan pengakuan cinta itu harus nya Arvin senang saat Arin mencium nya dia merasa kan dadanya sesak saat tau ternyata istri nya mencintai pria lain saat Arvin sadar dia sudah polos karna Arin melepaskan semua bajunya


"Rin jangan aku menahan kehormatan mu"ucap Arvin menekan rasa sakit nya


"Satria aku rela apa yg kita lakukan malam ini aku tidak akan menyesal"ujar Arin kembali mencumbu Arvin


"Rin aku mencintaimu tapi"ucap Arvin lirih


###


Arin perlahan membuka matanya pelan menatap samping kosong tidak ada siapa siap Arin duduk merasakan area sensitif nya sakit dia menahan perih melihat tubuhnya penuh oleh kecupan Arin tersenyum bahagia


"Satria aku akan hamil anak mu terimakasih setelah ini kita hidup bersama dengan bahagia"ucap Arin tersenyum senang yg mengira semalam itu adalah Satria meski tubuhnya terasa remuk tapi Arin bahagia melewati malam yg panjang dia menahan rasa perih itu


####


Satria sudah ada di kantor membicarakan proyek bersama Tania yg akan mereka presentasi kan Satria menjelaskan semua nya termasuk Tania mengatakan kontrak yg Satria ingin kan diam diam Satria tersenyum memperhatikan wajah Tania sedekat itu apa lagi wajah Tania nampak menawan jika serius


"Kamu cantik"ucap Satria pelan membuat Tania menoleh mata mereka saling bertatapan sangat dalam jantung Satria berdetak dengan cepat dengan tatapan itu


Brak


"Satria"triak Arvin masuk lalu menarik baju Satria


Bugh


Bugh


dua pukulan mengenai wajah Satria ,Tania tidak bisa mengerti apa yg terjadi Arvin menarik lagi baju Satria lalu membanting nya ke lemari berkas membuat Satria berguling

__ADS_1


"Kurang ajar kamu ya berani menjebak Arin"triak Arvin emosi memukul lagi Satria


"Dengar kan aku dulu"ucap Satria menahan tangan Arvin yg ingin memukul nya lagi


"Dengar kan apa hah kamu sengaja kan menjebak nya "triak Arvin melempar Satria lagi


"Dengar dulu Arvin aku lakukan demi kebaikan mu tidak sama sekali mengkhianati mu aku tau kamu marah bukan aku menjebak Arin karna kamu tau Arin mencintai ku lagian semalam itu kamu yg menidurinya kamu yg enak kenapa kamu marah pada ku"ucap Satria


"Diam kamu"bentak Arvin mencengkram baju Satria kuat


"Apa kamu mau bunuh aku ya silahkan tapi satu hal perlu kamu tau aku tidak sama sekali mencintai Arin aku hanya menganggap nya teman tidak lebih aku hanya mencintai Tania kamu ragu akan hal itu"ucap Satria meringis


"Breksek"triak Arvin melayang kan satu pukulan lagi


"Kamu tau dia mencintai mu"bentak Arvin menarik baju Satria


"Arvin kita itu saudara tidak sama sekali niat ku mengkhianati mu seandainya tidak ada Tania di hati ku aku tidak akan mengkhianati mu jika pun aku mencintai Arin maka aku tidak akan melakukan nya karna aku peduli pada mu aku tidak akan mengkhianati mu"ujar Satria


"Aghh sialan"triak Arvin melempar Satria mengacak rambut nya frutasi Satria menahan sakit nya menepuk bahu Arvin


"Kamu sendiri yg bilang pada ku jika mencintai seseorang jangan mudah menyerah kejar sampai dapat"ucap Satria


"Aku kira dia mencintai ku lalu kenapa dia mau menikah dengan ku "lirih Arvin


"Sabar kenyataan nya aku memang jauh lebih tampan dari mu"ujar Satria santai


"Kamu"geram Arvin mengangkat tangan ingin memukul Satria


"Ayo kata kan semalam kamu menikmati nya kan"ujar Satria menggoda


"Sialan meski aku sangat menikamnya tapi dia terus mengucapkan nama mu"geram Arvin


"Ya ampun karna itu kamu menghancurkan wajah tampan ku"ujar Satria menyentuh wajah nya


"Tapi aku harus apa dengan keadaan ini"lirih Arvin


"Ikuti saja alur ceritanya jika Arin hamil mau tidak mau dia sudah terikat pada mu "ucap Satria


"Terimakasih"ucap Arin memeluk Satria


"Santai bro otak ku emang cerdas"ujar Satria terkekeh


"Aghh menjengkelkan mending aku kerja"ujar Arvin tersenyum dan berlalu


"Hei kamu mengacau kan ruangan ku pergi begitu saja "teriak Satria


"Aghh sakit nya sialan Arvin niat banget mukul nya sampai darah kayak gini aku dia enak semalam malah dia menghajar ku"gumam Satria kesakitan


"Kenapa hanya diam kenapa kamu tidak membantu ku "ujar Satria pada Tania yg hanya diam

__ADS_1


"Saya hanya ingin melihat bapak terluka merasakan rasa sakit seperti apa "ucap Tania datar


"Ya kamu benar atas apa yg aku lakukan di masa lalu aku pantas mendapatkan luka dan rasa sakit semoga kamu terobati dengan rasa sakit ku maka aku rela terluka"ujar Satria pelan hati nya sedih mendengar itu tapi tidak bisa di pungkiri jika memang Tania sangat membencinya karna itu


__ADS_2