
Naila tidak mempedulikan nyawanya dia tau dia akan mati karna diagnosis umur nya tidak lama perjuangan Naila sudah cukup sekarang dia hanya ingin membuat orang bahagia dia lebih pokus mewujudkan keinginannya yg baru separuh terwujud,Naila hanya ingin memastikan kebahagiaan keluarga nya tapi Naila tidak bisa percaya sama Clara yg licik itu.Naila duduk di depan ruangan Rafi yg jadi pimpinannya di rumah sakit itu Naila menceritakan yg di bilang Ririn
"Berat bagi ku melepaskan mu Nai"lirih Rafi berlinang air mata mengengam tangan Naila di atas meja
"Maafkan aku kak tapi ini sudah suratan takdir ku"ujar Naila gemetar
"Ya kamu benar Nai mulai sekarang aku harus belajar mengikhlaskan mu aku akan membantu mu mewujudkan keinginan mu"ucap Rafi berusaha tersenyum
"Apa kak Rafi sudah bahagia bersama kak Rani"tanya Naila menyakinkan Rafi hanya tersenyum kecil
"Nai kami saling mencintai jangan khawatir itu aku bahagia memiliki istri seperti Rani meski lebih cantik kamu"ujar Rafi mencairkan suasana Naila tersenyum malu
"Ahh kak Rafi malu tau"ujar Naila
"Emm aku senang dengar nya rumah sakit ini juga akan bermanfaat bagi orang yg kurang mampu tapi aku masih khawatir meninggal kan kak Arvin sama bunda kakak tau sendiri bagaimana Clara"ujar Naila cemas
"Lalu mau bagaimana"tanya Rafi manggut-manggut
"Aku ngak tau kak"ujar Naila bingung karna ngak mungkin juga dia mengaku anak nya Arthur mau mencegah kelicikan Clara
"Kita harus berhati-hati dengan wanita ular itu"ujar Rafi serius
"Iya kak Rafi benar"ujar Naila dia merasa kan firasat tidak baik
"Aku pulang dulu kak"ujar Naila bangkit dari duduknya lalu berlalu
"Apa yg harus aku lakukan"gumam Naila binggun
🌙🌙🌙
Setelah makan malam bersama Naila mencuci piring dia yg minta meski kepala pelayan itu merasa tidak enak tapi Naila memaksa ya untuk memberi kesan pada kepala pelayan itu sedang kan Kenzo belum pulang kerja.Tidak lama Kenzo pulang melihat semua duduk di ruang tamu berbicara serius Kenzo tidak melihat kehadiran Naila
"Tuan saya bantu"ucap kepala pelayan itu
"Apa Naila di kamar"tanya Kenzo dengan datar
"Di belakang tuan"ujar nya pelan Kenzo berlalu mengacuhkan yg lain melihat Naila
"Wah wah apa kamu kekurangan uang sampai mencuci piring"sindir Kenzo melipat tangannya di dada
"Ehh tuan Kenzo ngak enak ya mulut nya jika ngak nyinyir"ucap Naila tersenyum membuat Kenzo kesal
"Ahh tuan Kenzo tampan deh"ujar Naila lagi
"Menyebalkan sekali"ucap Kenzo masam
"Aku mau makan"ucap Kenzo lagi Naila menoleh
__ADS_1
"Ngak bisa kah ambil sendiri "ujar Naila santai
"Apa kamu bilang"ucap Kenzo dengan kesal
"Tidak ada tuan kenapa tuan mudah sekali marah apa di kantor selalu memakan sambal "celetuk Naila membuat Kenzo semakin kesal
"Wanita ini benar buat aku kesal"ujar Kenzo geram ingin memukul Naila
"Ahh aku takut"ucap Naila memeluk Kenzo untuk menenangkan pria ini
"Tuan mau KDRT ya"ujar Naila mendongak Kenzo terdiam jantung nya meletup letup
"Tuan Kenzo"ujar Naila
"Iya"ucap Kenzo menatap Naila dia merasa sangat senang saat Naila menatap matanya entah kenapa Kenzo selalu senang mengenai Naila
"Aku ke kamar dulu ganti baju baru nanti makan"ujar Kenzo berlalu dia masih terlalu gugup untuk lebih dekat lagi dengan Naila yg selalu membuat Kenzo deg degan
###
Benih cinta Kenzo mulai tumbuh hal yg tidak pernah Kenzo rasa kan dan alami kini terjadi pada nya jatuh cinta meski itu terjadi tapi Kenzo engan mengakui nya karna ego dan keangkuhan nya itu.Kenzo menatap Naila yg masih terlelap di tikar nya entah kenapa Kenzo suka melihat wajah Naila saat tidur Kenzo duduk di samping Naila menyentuh wajah Naila yg sangat cantik pergerakan Kenzo di rasakan Naila membuat Naila terbangun
"Hmmm tuan Kenzo kok di sini"ucap Naila pelan menguap pelan
"Tidak hanya ingin membangun kan mu saja nanti kamu telat"ucap Kenzo berdiri
"Kenapa kamu selalu tidak percaya pada ku menyebalkan sekali"kesal Kenzo pada Naila
"Baik lah jika begitu aku mandi dulu tuan"ujar Naila menguap lalu berlalu ke kamar mandi
"Huh jantung ku punya masalah "ujar Kenzo mengusap dadanya yg berdebar
Setelah mengantar Kenzo pergi ke kantor Naila duduk di depan gerbang menunggu ojek nya biasa nya Toni mengantar dan menjemput Naila tapi Naila merasa risih dia juga sudah mengatakan nya pada Kenzo jika Toni harus melakukan nya pada saat tertentu jadi Kenzo mengizinkan Naila jadilah Naila kembali mengendarai ojek
"Lagi ngapain "ujar Nandira santai menghampiri Naila seketika senyum Naila melebar yg di kata kan Marsel saat itu mungkin salah bukti nya Nandira sudah baik pada nya
"Nunggu ojek nyonya"ujar Naila tersenyum
"Haha itu emang pantas melihat diri mu"tawa Nandira membuat Naila menghembuskan nafasnya kasar
"Andai saja kamu sering sadar diri tidak akan menyusahkan orang "ujar Nandira santai
"Kamu itu tidak lebih dari perempuan penjilat ibu mu saja mungkin terlahir dari kotoran "ejek Nandira dia sengaja ingin menjatuhkan mental Naila
"Nyonya aku emang miskin tapi ketahuilah sosok ibu ibu ku sangat lah hebat mungkin anda memilik semua nya jauh dari aku tapi anda tidak memiliki satu hal yaitu kebenaran "ujar Naila santai
"Berani kamu ya"kesal Nandira maju ingin menyakiti Naila
__ADS_1
"Nandira"ucap Sakira mendekat
"Kenapa kamu selalu saja suka menyakiti Naila biarin aja Naila hidup tenang tugas kita adalah menyiapkan pernikahan Kenzo dan Clara"ujar Sakira malas dengan Nandira yg tidak henti ingin menyakiti Naila
"Naila berangkat sana itu ojek nya udah sampai"ujar Sakira memberi tau ojek yg baru sampai
"Iya nyonya aku berangkat"ujar Naila tersenyum lalu melangkah naik sepeda motornya dan segera melaju
"Nandira udah lah buat apa urusin Naila mending kita pokus aja pada rencana kita"ujar Sakira
"Aku merasa kamu mulai melunak pada perempuan itu"kesal Nandira sebal
"CK Naila itu hanya perempuan biasa Nandira ayo lah dia itu penurut sejauh ini apa yg aku kata kan dia turutin jadi sangat mudah mengaturnya dia tidak akan jadi masalah kita di masa depan apa lagi di hubungan Kenzo sama Clara kelak"ujar Sakira lalu mengajak Nandira masuk
###
Karna merasa janggal dengan keadaan akhir akhir ini semua jantung nya yg terus berdebar saat dekat Naila jadi Kenzo konsultasi dengan Arvin di rumah sakit hal yg konyol tapi ya itu lah Kenzo , Sejauh ini Arvin tidak menemukan masalah di jantung Kenzo atau pun kesehatan nya semua normal
"Kamu sengaja ya menyembunyikan penyakit ku biar aku mati karna kamu ngak suka kan pada ku"kesal Kenzo menerima penjelasan Arvin
"Ehh kamu pikir aku ini apa aku ini dokter jadi ngak akan memalsukan laporan pasien ku"ujar Arvin geram
"Alah bilang aja kamu emang seperti itu sudah ku bilang jantung ku itu punya masalah selalu berdebar apa lagi saat bersama Naila"geram Kenzo
"Jadi kamu ke sini karna sering berdebar karna dekat Naila"ujar Arvin melongo
"Iya lah aku itu seperti akan terkena serangan jantung"ujar Kenzo serius Arvin tertawa terbahak-bahak sampai air mata nya keluar
"Kenzo Kenzo kamu buang waktu ku saja kamu ke sini kira terkena penyakit jantung tidak Kenzo kamu itu tidak mempunyai masalah dengan jantung tapi hati"ujar Arvin tertawa
"Sialan kamu mengejek ku penyakit hati itu hal yg serius breksek kamu suka lihat aku sakit"geram Kenzo
"Bukan penyakit hati itu yg ku katakan tapi penyakit hati yg lain"ucap Arvin cepat
"Apa aku harus melakukan operasi biar bisa normal"ujar Kenzo cemas
"Bukan penyakit hati itu sialan tapi jatuh cinta ya kamu itu udah jatuh cinta sama Naila"ujar Arvin jadi kesal kenapa Kenzo sangat bodoh
"Apa"ujar Kenzo mengebrak meja lalu tertawa
"Haha Arvin Arvin kayak nya kamu itu sakit deh aku jatuh cinta tidak yg ada orang yg jatuh cinta pada ku"ujar Kenzo tertawa geli
"Yey di bilangin ngeyel aku ini ngak kayak kamu ya yg selalu kerja "sindir Arvin
"Dengar baik baik ya Arvin kehidupan ku hanya kerja dan soal cinta percaya lah jika aku ngak sama sekali mempunyai itu buang waktu seperti nya periksa pada mu"ujar Kenzo tertawa lalu berlalu
"Tuh orang ngak percaya di bilang lihat saja nanti aku mau lihat bagaimana cara nya mencintai seseorang "ujar Arvin tersenyum
__ADS_1