Perjalanan Cinta Sang Dokter

Perjalanan Cinta Sang Dokter
30


__ADS_3

Kenzo termenung sendiri di kamar nya dia merasa merindu kan Naila rasanya dia ingin menatap wajah Naila hanya sebentar Kenzo beranjak ke meja rias melihat makeup Naila tertata rapi biasanya Naila jika sebelum tidur akan menyisir rambutnya membaca buku nya tapi sekarang Naila ada di tempat berbeda Kenzo gelisah tidak menatap Naila


"Sial rasa apa ini"ucap Kenzo kesal dengan perasaan nya yg tidak bisa di ajak kompromi


"Kenapa aku sangat ingin menemuinya "gumam Kenzo frutasi dia kembali berbaring


☀️☀️☀️


Naila sudah memakai baju nya dengan rapi semalam Arvin menyiapkan keperluan nya ya jadi nya gini kamar nya penuh dari pakaian mewah serta perlengkapan lain nya kamar nya seperti tokoh saja bahkan pagi ini masih ada yg menata semua nya


"Nona apa mau makan"tanya pelayan itu Naila teringat sesuatu jika ponsel nya tidak ada


"Boleh pinjam ponselnya"ucap Naila lalu duduk di kursi roda


"Ini nona"ujar nya memberikan ponselnya Naila segera menghubungi ponsel nya.Kenzo yg masih tertidur mendengar suara ponsel yg terus berdering menganggu tidur nya Kenzo mengambil ponselnya tapi bukan ponselnya yg berdering Kenzo duduk dan mengambil ponsel Naila


"Hallo tuan Kenzo boleh minta tolong antar kan ponsel kemarin lupa membawa nya"suara Naila terdengar jelas


"I...iya aku akan segera mengantar kan nya"ujar Kenzo semangat memutuskan sambungan teleponnya bergegas mandi dia ada alasan untuk ketemu Naila


"Selamat pagi peri kecil"ucap Arvin masuk ke kamar Naila


"Udah besar kak"ujar Naila tersenyum


"Sarapan yuk bunda udah siapin semua nya"ujar Arvin lalu mendorong kursi roda Naila


"Kak aku masih kaku sama bunda kayak ada kecanggungan"ujar Naila jujur


"Itu wajar kan awal nya hubungan kalian ngak baik lama lama nanti juga akan terbiasa "ujar Arvin tersenyum mengecup kepala Naila


"Pagi"sapa Nandira menata makanannya sudah menyiapkan untuk anak anak nya


"Kak Arvin mau ke rumah sakit ya"tanya Naila


"Ngak sih aku masih pemulihan"ucap Arvin mulai makan


"Biar bunda suapin"ujar Nandira mengambil piring Naila tanpa bisa menolak Naila hanya menerima


"Ohh ya Nai sebenarnya kamu itu kerja di mana sih"tanya Arvin penasaran


"Rumah sakit Naila"ucap Naila tersenyum mengunyah makanannya


"Eist apa rumah sakit yg di bicarakan dokter Ririn saat pertemuan dokter itu rumah sakit milik kamu sendiri"ucap Arvin penasaran


"Bisa di bilang kayak gitu sih kak tapi itu bukan semuanya usaha ku kebanyakan jasa nya kak Rafi dia baik banget mewujudkan keinginan ku jadi kami gabung hasil kerja keras kami membangun rumah sakit itu dan kebetulan saat itu tuan Kenzo memberi ku uang 500 juta jadi bisa menyelesaikan dengan baik aku hanya jadi dokter kok kak selebihnya kak Rafi mengelola rumah sakit itu"jelas Naila meneguk air putih


"Rumah sakit itu jadi pembicaraan lho Nai dari kalangan dokter tidak hanya gratis berobat tapi biaya nya sangat murah"ucap Arvin pernah dengar cerita dari para dokter

__ADS_1


"Iya kak aku berharap orang tua di luar sana tidak merasa apa yg ibu dan ayah ku rasakan"ucap Naila


"Memang nya orang tua mu rasakan bagaimana"tanya Arvin penasaran


"Dulu ibu ku meninggal karna tidak ada nya biaya sedang kan ayah meninggal karna tidak tertolong"ucap Naila


"Meski begitu bunda bangga kamu orang yg pekerja keras sama seperti ayah Arthur "ucap Nandira tersenyum


"Pagi"sapa Kenzo lalu duduk di sebelah Naila


"Idih ngak di undang kok datang kangen ya sama adik ku yg cantik"sindir Arvin


"Kangen cih ngarep aku hanya mengantar kan ponselnya yg minta serta buku nya"ujar Kenzo beralasan


"Terimakasih tuan Kenzo"ucap Naila tersenyum membuat Kenzo berdebar


"Aku sih di paksa ayah mengantarkan nya"ujar Kenzo santai Naila mengambil ponselnya lalu meminum obat nya


"Tuan Kenzo melakukan sesuatu lagi"ujar Naila menunjuk kan ponselnya ada notifikasi di rekening Naila jika dia menerima uang 500 juta


"Emm itu kata ayah uang bulanan jadi aku akan kasih uang belanja mu 500 juta"ucap Kenzo padahal itu niat dia sendiri mengirim Naila uang


"Hanya 500 juta jika aku sih akan kasih juga Naila uang belanja ya ngak banyak hanya 1 milyar "ucap Arvin santai


"Nanti aku tambah jadi 2 milyar uang belanja nya"ujar Kenzo merasa tersinggung


"Aduh ribut mulu tuan Kenzo ngak perlu melakukan itu dalam waktu dekat ini karna kak Arvin sudah menyiapkan semua kebutuhan ku dari pakaian makanan bahkan di kamar masih banyak pakaian yg belum di bongkar lagian aku kan belum bisa keluar untuk membuang uang"ujar Naila


"Ehh ngak bisa kayak gitu Naila itu tanggung jawab ku"ujar Arvin


"Dan aku ngak akan kalah dari mu"kesal Kenzo menggebu Arvin hanya tertawa geli dengan Kenzo yg ribut tidak ingin kalah hanya hal kecil ini


"Arvin biarin aja jika Kenzo mau memberi uang bulanan atau pun keperluan nya yg lain itu tanggung jawab nya sebagai suami "ucap Nandira


"Ahh tidak usah"ucap Naila cepat dia ingat apa yg Kenzo lakukan pada nya saat dia memberi uang 500 juta


"Tuan Kenzo kan ngak mau rugi nanti tuan Kenzo menyeramkan lagi"ujar Naila pelan Kenzo mengerti yg Naila bicara kan


"Tidak akan "ucap Kenzo cepat


"Asal kamu mau kembali ke rumah ku"bisik Kenzo lalu mencium telinga Naila


"Tapi"ucap Naila meneguk ludahnya sudah takut


"Hei apa kamu mengancam nya"kesal Arvin


"Kenzo jika kamu mau tinggal bersama Naila di sini tidak masalah tidak ada yg melarang kamu kan suaminya nanti kita juga akan melakukan pernikahan ulang yg di wali oleh Arvin "jelas Nandira tersenyum

__ADS_1


"Ya jika tante yg maksa sih aku terpaksa nginap di sini"ucap Kenzo menahan kegembiraan nya


"Tidak ada yg maksa kamu"ketus Arvin


"Bunda emang ngak papa gitu"ujar Naila replek


"Apa"ucap Nandira kaget dengan ucapan Naila


"Tentu tidak apa"ucap Nandira dengan tersenyum mengecup kening Naila


"Ya sudah deh "ucap Naila tersenyum


"Tapi sabar ya aku harus kerja dulu "ujar Kenzo berdiri lalu berlalu


"Kayak aku suka aja dekat dengan nya "cibir Naila pada Kenzo yg sudah berlalu


###


Nandira memberikan Naila buah buahan untuk Naila makan karna Naila harus makan yg sehat,Nandira juga berusaha memahami Naila karna masih ada rasa canggung di antara mereka berdua Arvin juga berusaha memberi waktu mereka berdua


"Ya ampun "ucap Naila tiba-tiba dengan membanting ponsel kesayangan nya itu


"Ada apa Nai"ujar Nandira memakan buah nya


"Aku akan ada reunian nanti nya"ucap Naila karna Dita baru saja memberi tau nya


"Lalu apa masalah nya nanti jika kamu mau datang pergi saja asal jaga kesehatan"ucap Nandira menatap Naila


"Masih lama acaranya aku juga merasa sudah baikan tidak apa kan bunda jika aku datang"ucap Naila sedikit takut


"Tentu saja "ucap Nandira tersenyum


"Makasih"ucap Naila memeluk Nandira melepaskan jarak di antara mereka


"Ohh ya bun mau nanya dong soal kisah cinta bunda sama ayah dan bagaimana bisa om Marsel membenci kalian"tanya Naila penasaran Nandira tersenyum lalu bercerita


"Jadi dulu itu bunda bekerja di rumah sakit Arthur dan CEO nya ya itu ayah kamu awal nya memang Marsel itu di jodohkan sama bunda ya bunda mana mau nikah sama mafia itu bunda cari cara untuk lari dari nya tapi dia sangat jahat pada bunda kasar pada bunda meski bunda tunangan nya singkat cerita pada saat bunda 2 hari menjelang nikah bunda sama ayah tidak sengaja tidur bersama karna kami mabuk dan ayah kamu bertanggung jawab langsung nikahin bunda dan Marsel ngak terima di permalukan gitu dia membunuh keluarga bunda dan membunuh orang tua ayah jadi permusuhan itu ada karna bunda tapi meski begitu dengan kekuatan ayah dan tuan Mahendra,Marsel tidak bisa membunuh ayah dan sampai sekarang permusuhan itu ada "cerita Nandira


"Bunda kenapa ngak nikah lagi padahal kan ayah meninggal nya sudah lama"tanya Naila penasaran


"Sosok ayah mu tidak ada ganti nya"ujar Nandira tersenyum


"Lalu kok bunda bisa betah tinggal sama ayah awal nya kan ngak saling cinta "ujar Naila penasaran


"Ayah kamu sosok pria hangat dia sangat memperlakukan bunda dengan baik lama-kelamaan kami saling jatuh cinta dan lahir lah kalian "ucap Nandira


"Naila,Kenzo memang pria kejam tapi percayalah akan satu hal bagaimana dia memperlakukan mu jika kejam berarti dia benci tapi jika dia tidak pernah menyakiti mu percaya lah cinta pria kejam itu sangat besar"ucap Nandira lagi

__ADS_1


"Tuan Kenzo cinta sama aku itu ngak mungkin bun kan dia sangat malu terhadap ku karna aku jelek"ujar Naila memakan buah nya


"Iya tapi kita tidak tau isi hati kenzo"ujar Nandira di iyakan Naila


__ADS_2