
Rey meninggalkan Devan begitu saja yg menangisi adik nya ,Rey menjemput Satria di rumah Tania setelah selesai Satria segera di ajak Rey pulang dan Rey menjelaskan pada keluarga kejadian sesungguhnya dan apa yg selama ini Devan dan Davin lakukan keluarga terkejut mendengar itu
"Tapi kamu baik baik saja kan Satria"ucap Naila memeluk Satria melihat beberapa luka Satria
"Iya ma aku sudah membaik berkat bantuan dari keluarga Tania yg merawat ku"ucap Satria
"Rey terimakasih"ucap Kenzo menepuk bahu Rey
"Aku melakukan bukan untuk Satria tapi aku hanya mengambil kesempatan untuk balas dendam"ucap Rey datar Cinta mencibir Rey dia memeluk lengan Rey
"Masak ngak percaya tuh"ujar Cinta
"Jika benar balas dendam kamu belum melakukan apa apa pada ku"ujar Cinta seketika Rey menekan Cinta ke sofa
"Kamu mau macam macam lagi atau kamu mau aku balas dendam setiap malam aku tiduri dalam satu bulan "bisik Rey
"Ighh kesal"kesal Cinta memukul bahu Rey
"Tapi tidak apa kali ini aku bahagia apa yg kamu lakukan terimakasih "ucap Cinta tersenyum
"Satria kamu istirahat aja dulu di kamar biar keadaan mu pulih "ujar Naila
"Ahh tidak aku harus ke kantor"ucap Satria cepat
"Mau apa ke kantor biar Cinta nanti yg handel"ucap Kenzo
"Mau ketemu Tania"ujar Satria menyengir
"Aku melupakan sesuatu jika Satria palsu itu tidak bucin pada Tania"sindir Cinta
"Sudah lah istirahat saja dulu"ujar Naila mengelus kepala Satria
"Iya ma"ucap Satria mencium pipi Naila lalu naik ke lantai atas
"Pantas terjadi akhir-akhir ini sangat aneh padahal keamanan rumah ini sangat ketat"ucap Kenzo
"Ohh ya sayang hubungi Arvin suruh pulang dia dan jelas kan yg terjadi"ucap Kenzo
"Iya nanti aku telpon dia"ucap Naila
###
Tania membereskan berkas di ruangan Satria yg berantakan apa lagi ada yg tidak di kerjakan Davin,Tania memeriksa semuanya kekacauan yg di buat Davin setelah mengumpulkan semua dokumen Tania memasuk kan di tas nya
"Tunggu kenapa aku jadi semangat gini tidak tidak"ucap Tania mengeleng pelan dia segera menuju mobil nya
"Tapi iya sih aku tersentuh dengan perlakuan pak Satria tapi tidak Tania ingat apa yg dia lakukan menghancurkan kehidupan mu pokus dengan pekerjaan "gumam Tania melaju kan mobil nya
"Ehh Tania kenapa di sini"tanya Naila yg duduk di ruang tamu
"Maaf menganggu nyonya saya ingin memberi kan berkas ini pada pak Satria serta ada beberapa dokumen yg harus di tanda tangani karna hari ini saya memerlukan dokumen itu"jelas Tania
"Ohh tunggu sebentar ya Tania"ujar Naila beranjak menuju kamar Satria
"Satria tuh Tania menjenguk mu mengantar kan berkas"ujar Naila masuk ke kamar Satria
"Tania"ucap Satria beranjak dia lompat dari kasur bergerak turun
"Anak itu "gumam Naila mengeleng
"Kenapa kangen ya"ucap Satria tersenyum duduk di depan Tania
"Pak saya memerlukan tanda tangan anda ada beberapa berkas yg harus saya kasih sama klien serta bapak harus selesai kan beberapa beras dan periksa juga beberapa berkas"jelas Tania langsung
"Banyak amat"ucap Satria melihat tumpukan berkas nya
"Ya karna pak Davin tidak mengerjakan nya malah membuat kekacauan "ucap Tania
"Ya aku mengerti tapi bagaimana dengan beberapa karyawan yg di sakiti Davin"ucap Satria
"Saya sudah menjelaskan pak saya juga meminta maaf atas nama pak Satria atas kekacauan yg terjadi"jelas Tania
"Ahh kamu memang istri idaman deh"ujar Satria tersenyum
"Silahkan pak"ujar Tania memberi kan berkas nya Satria membuka nya dia tanda tangan semuanya Tania memperhatikan Satria yg serius saat Satria menatap Tania memalingkan wajahnya
"Mau pandang wajah tampan ku silahkan"ucap Satria tersenyum
__ADS_1
"Sudah selesai pak tolong berkas yg saya berikan harus di selesaikan karna besok akan di perlukan saya permisi "ujar Tania berdiri melangkah pergi Satria hanya tersenyum melihat Tania rindu nya terobati meski sebentar
####
Rey menghadiri pemakaman Davin tapi dari jauh dia melihat nya setelah sepi tinggal Devan dan Sela,Rey mendekat dengan kaca matanya
"Aku turut senang melihat nya Devan"ucap Rey santai Devan menatap tajam
"Mau apa kamu hah"teriak Devan murka mengcengkram baju Rey
"Devan lihat mama dan papa mu serta kedua adik mu mati di tangan mu kamu nikmati saja masa berduka hati hati terhadap adik mu itu takut nya dia mati di tangan mu juga"ujar Rey santai
"Aku akan membalas kalian semua aku akan membunuh kalian dengan keji satu persatu"tajam Devan
"Kamu kira aku takut silahkan ohh ya aku ke sini hanya ingin melihat mu hancur itu saja aku mau lihat kamu bagaimana mengalami seperti ku dulu bya selamat menikmati rasa sakit"ucap Rey memakai kaca mata berlalu pergi
"Aku akan membunuh kalian "gumam Devan dengan tajam
####
"Rey bosan di rumah terus"ucap Cinta masuk ke ruangan Rey
"Aku sibuk"ujar Rey pokus ke laptop Cinta sebal dia duduk di depan meja Rey menyingkir kan laptop itu
"Hei kamu menghancurkan perkejaan ku"ucap Rey
"Biarin aja "ujar Cinta meletakkan tangannya di bahu Rey tangan satu nya membelai wajah Rey
"Jangan coba-coba menggodaku"ucap Rey menatap Cinta
"Aku bosan Rey"ujar Cinta cemberut
"Lalu"ujar Rey memeluk pinggang Cinta mendongak menatap Cinta
"Jalan yuk"ujar Cinta memelas
"Tidak"ucap Rey
"Ighh Rey aku ngambek nih"ujar Cinta melipat tangannya di dada
"Kamu sayang aku kok kamu ngak akan marah pada ku ya kan"ujar Cinta tersenyum
"Siapa bilang aku tetap lah aku"ujar Rey santai
"Tidak sekarang berubah kamu sudah menjadi kita"ujar Cinta tersenyum gemes
"Cih sok cantik"cibir Rey
"Ayo mau kemana"ujar Rey melangkah
"Gendong"ucap Cinta mengulur kan tangan nya
"Tempat umum "ujar Rey jengah
"Kenapa kamu tidak mau mengendong ku di kantor apa ada wanita menyukai mu kamu takut ada yg tau hubungan kita"ketus Cinta
"Yg benar saja"ujar Rey malas mengedong Cinta ala romantis
"Sambil cium biar semua tau jika aku adalah kesayangan Rey"ujar Cinta manyung
"Kamu ini"ujar Rey melangkah menciumi wajah Cinta sepanjang jalan menuju mobil
"Puas kamu"ujar Rey meletakkan Cinta di dalam mobil
"Suami ku ini akhirnya manis juga ingat ya suami ku jika punya istri yg cantik jangan melirik wanita lain "ujar Cinta mencium pipi Rey dan Rey menutup pintu dan masuk kemudi melaju kan mobil nya
Rey mengajak Cinta di tempat wisata pantai karna bukan libur keadaan sepi hanya ada beberapa orang yg sibuk dengan dunia mereka.Rey duduk melihat Cinta memainkan air Rey sesekali menyeduh minumannya dan berpindah jadi berbaring di kursi santai
"Senang nya bisa bebas seperti ini andai dari dulu aku bebas"teriak Cinta antusias berlari atas air karna Kenzo sangat ketat menjaganya Cinta senang bisa melakukan hal menyenangkan
"Hai cewek"sapa seorang pria menyapa Cinta tapi Cinta cuek saja memainkan air
"Wah jika cewek cantik pasti sombong"ujar nya lagi tapi Cinta tidak peduli pria itu berdiri di depan Cinta
"Kenalin Anton pengusaha sukses"ujar nya tersenyum mengulur kan tangan nya
"Mau apa kamu"ujar Cinta santai
__ADS_1
"Kamu cantik"ujar nya lalu menatap Cinta sudah tidak biasa
"Sorry saya sudah menikah"ujar Cinta
"Hei cantik"ucap nya mendekat
"Rey ada yg gangguin aku"triak Cinta tapi Rey biasa saja menatap Cinta
"Ambil aja istri ku itu"teriak Rey membuat Cinta melotot
"Rey"kesal Cinta
"Dia menipu ku ngaku nya cewek sampai aku menikahi nya aku tertipu oleh kecantikan nya ternyata dia seorang pria aku juga jijik pada nya ambil saja jika mau"teriak Rey santai
"Apa"ucap pria itu
"Rey tutup mulut mu"teriak Cinta lari berbaring di atas tubuh Rey
"Hhmm berani nya dia mendekati ku tidak tau aku siapa"ujar Rey memeluk pinggang Cinta
"Ihh harus nya kamu deketin bilang sama dia jangan mendekati istri cantik ku karna aku sangat mencintai nya seperti itu"ujar Cinta manyun
"Tidak ada yg bisa miliki kamu selain aku Cinta"ujar Rey santai membelai wajah Cinta dan menekan tengkuk Cinta mencium nya Cinta membalas nya ciuman mereka semakin dalam ciuaman kemana mana
"Rey tempat umum"lirih Cinta pelan saat Rey mengecup dada nya
"Sadar juga kamu"ujar Rey mencium pipi Cinta dan berlalu Rey mendekati pria itu tadi
"Ada apa bro"ujar Rey santai
"Istri kamu"ujar nya
"Iya memang nya kenapa"ujar Rey
"Dia cantik"ujar nya tersenyum menatap Cinta yg menyeduh minuman Rey menunduk mengambil pistol yg dia simpan di kaki nya
"Huh huh apa kata mu tadi"ujar Rey santai mencium pistol nya dan mengelus nya
"T... tidak aku aku permisi"ujar nya ketakutan dan pergi Rey menyimpan nya lagi
"Cih pengecut berani dia menggoda istri ku maka aku akan memberi pelajaran siapa pun dia"ucap Rey berjalan pelan mendekati Cinta
"Rey lebih santai kan"ujar Cinta berbaring di dada Rey menusuk nusuk dada Rey
"Biasa aja"ujar Rey meletakkan tangannya di belakang kepala memejamkan matanya
"Harus luar biasa kan sama istri"ujar Cinta sebal menatap Rey
"Memang biasa saja"ujar Rey santai
"Apa kamu tau"ucap Rey
"Jika ini yg pertama aku seperti ini tidak pernah aku santai seperti ini "ujar Rey santai
"Serius lalu apa yg kamu lakukan"tanya Cinta membenamkan kepala nya di leher Rey sedang kan tangan nya menusuk dada Rey
"Semasa saat kecil aku menghabiskan waktu di tempat para mafia ya memang tujuan ku balas dendam jadi harus banyak ilmu yg harus aku pelajari saat aku berusia 15 tahun aku mulai mengenal ilmu kedokteran menciptakan racun membuat sebuah penemuan makan nya aku kuliah jurusan dokter dan setelah lulus aku juga melanjut kan kuliah kepolisian dan setelah itu baru aku melaksanakan balas dendam ku jadi tidak pernah aku libur seperti ini meski Angel mengajak ku tapi aku tidak pernah menikmati nya"jelas Rey
"Ya Angel kemana wanita itu"tanya Cinta penasaran
"Aku memberi nya pelajaran sampai dia kapok"ujar Rey
"Apa yg kamu lakukan"ujar Cinta penasaran
"Aku memberi nya obat peran***ng karna efek nya panas tidak menyuruh orang menyentuh nya tapi aku merendam tubuh nya dengan air es menyiksa nya semalaman"ujar Rey
"Apa dia kapok"tanya Cinta
"Tidak dia melaporkan aku ke polisi atas apa yg aku lakukan"ucap Rey
"Lalu kenapa aku tidak mendengar nya "ucap Cinta makin penasaran
"Cinta dia melaporkan aku pada polisi Bandung ketahui lah jika di sana tidak ada polisi yg berani menangkap ku meski aku masuk dalam kasus membunuh karna mereka segan terhadap ku selain ayah ku jendral yg berjasa aku juga pernah membantu mereka jasa ku cukup di segan"jelas Rey
"Jika di sini"ucap Cinta
"Kasus pembunuhan di sini tidak ada yg berani menangkap ku karna takut saat mereka mengintrogasi ku mengetahui indentitas ku mereka tidak berani menangkap Devan karna takut mati mereka tidak akan ikut campur masalah kamu"jelas Rey mencium kepala Cina yg makin mengeratkan kan pelukannya
__ADS_1